
Saat aku membuka mataku, aku terkejut dengan apa yang aku
lihat.
Di hadapanku, ada seorang wanita cantik dengan rambut
panjang dan mata yang tajam.
Dia tersenyum ke arahku, membuatku sedikit tidak nyaman.
“Hmps tidak buruk, kau bisa merasakan ku..”
Aku seakan mendengar suara itu berbisik kepada ku.
Aku terdiam saat ‘Dia’ tersenyum ke arahku.
Setelah beberapa saat ‘Dia’ berjalan ke arah rombongan itu
dan berkata.
“Baik! Apakah semua sudah siap!? Robert!”
Dia berkata seperti itu kepada orang botak itu.
Setelah melihatnya pergi dengan damai, aku memasukan kembali
pedangku.
Aku lega itu tidak
jadi pertarungan.
Jika dia disini untuk bertarung, 100% aku akan kalah..
“huft aku bersyukur itu bisa lewat begitu saja, tapi kalo
ada dia disini kenapa mereka butuh pengawal?”
Aku bertanya dalam hati ku.
“OI!! KALIAN SEMUA, BERKUMPUL CEPAT!! KITA AKAN BERANGKAT!”
Orang botak yang dipanggil Robert itu berteriak dan menyuruh
kami semua berkumpul.
Kami semua telah berkumpul di dekat gerbong-gerbong itu.
Robert mengambil posisi di tengah-tengah kami dan mulai berbicara dengan suara
lantang.
“Baik! Semua orang sudah siap dan kita akan segera berangkat
menuju kota perbatasan! Namun, perjalanan kita tidak akan mudah. Seperti yang
kalian tahu, beberapa kelompok bandit telah muncul di sekitar wilayah ini, dan
mereka akan mencoba mengambil segala sesuatu yang bisa mereka ambil dari kita,
termasuk nyawa kita! Karena itu, kita harus tetap waspada dan bersiap untuk
pertempuran. Apakah semuanya mengerti?”
“”“YEAHHHH!!!!”””
Semua petualang itu berteriak dengan lantang.
hmm sebentar! Bandit? Jangan-jangan orang dengan kepala
kuning itu?? Atau apakah ada bandit yang lain? Sungguh dunia lain yang
berbahaya!~
Tapi, kalo memang si kepala kuning itu, kalian semua tidak
perlu khawatir aku sudah membunuh nya seminggu lalu!!~~
“yah terserah, mari kita nikmati perjalan ini sebisa
mungkin>”
Bisik ku.
Aku berjalan ke gerbong yang ditunjuk untukku dan menaiki
tangga untuk masuk. Aku melihat sekelilingku, mencari tempat untuk duduk, dan
akhirnya menemukan tempat kosong di pojok gerbong.
Aku duduk dan memejamkan mataku, mencoba mempersiapkan diri
untuk perjalanan yang panjang dan menyenangkan ini.
Namun, entah mengapa, pikiranku kembali teringat pada wanita
cantik yang tadi. Siapa dia? Dan apakah dia pemilik karavan ini? Aku merasa ada
yang tidak beres, tapi aku tidak bisa mengungkapkannya dengan pasti.
Aku hanya bisa berharap semuanya akan berjalan lancar dan
kami bisa sampai ke kota perbatasan tanpa masalah.
*MALAM HARI*
Halo haloo Amakawa Izumi disini!!~~
Ini adalah report perjalanan hari ini!!
Perjalanan hari pertama ini berjalan dengan mulus tidak ada
habatan.
Yahh aku berharap akan ada sedikit bumbu-bumbu dunia lain!!
Seperti di serang sekelompok goblin atau ogre!!
HAAHHH tapi semua itu tidak terjadi, sungguh saangat
disayangkan sekali!!!
Tapi keselamatan adalah yang utama!!
Jadi seperti ini pun tidak apa-apa!!!~~
__ADS_1
Aku bisa bersantai dan berbica dengan para petualang
veteran.
Dan aku juga bisa mendengar cerita-cerita petualangan
mereka.
Tapi aku juga masih penasaran dengan wanita cantik itu.
Dia sangat kuat!! Aku penasaran!
Setelah aku melihat gerak-geriknya, bisa dibilang dia adalah
orang yang kuat!!
Dari gerakan nya tidak ada yang sia-sia, dia sepertinya
memiliki latihan dan pengalaman yang tinggi. Aku bertanya-tanya apakah dia
seorang petualang seperti kami atau ada cerita lain di baliknya.
Tapi siapa sangka!!~ aku mendengar dari petualang veteran
disini.
Sepertinya dia adalah pemilik suatu perusahan dagang yang
terkenal.
Dan dia sangat terkenal, mungkin karena dia adalah wanita
muda yang cantic dan pemilik perusahaan dagang yang sukses?
Dan Yah berarti, karavan ini adalah miliknya.
Oke kita sudahi monolog ini~!!
Saat ini aku sedang makan sebuah daging kering yang
diawetkan.
Didepan api unggun, ini terasa seperti kamp survival yang
pernah diadakan kantor ku dulu.
Dan disebalh ku, ada John-san, dia adalah petualang veteran
yang baik dam ramah.
Dia menceritakan petualangan nya Bersama partynya, kepada
ku.
"Kami dulu memiliki sebuah misi untuk mengalahkan naga
di wilayah pegunungan yang sangat berbahaya. Awalnya, kami merasa was-was
karena kami mendengar banyak cerita mengerikan tentang naga itu, tetapi kami
tidak bisa mundur. Kami terus bergerak maju dan melakukan persiapan dengan
baik."
melanjutkan ceritanya, "Kami berjalan sekitar 2 hari dan akhirnya kami
tiba di lereng gunung di mana kami diperintahkan untuk menemukan naga itu. Kami
mulai merencanakan strategi untuk menyerang naga itu, dan pada malam hari, kami
memulai serangan."
Kemudian dia menjelaskan dengan rinci tentang bagaimana
mereka berhasil mengelabui naga itu dan menyerangnya dari belakang. Namun, naga
itu sangat kuat dan melawan dengan giginya yang tajam dan nafas api yang
mematikan.
"Tapi, kami tidak menyerah. Kami terus bertarung dan
menggunakan segala cara yang kami miliki untuk mengalahkan naga itu. Akhirnya,
kami berhasil melumpuhkan naga itu dan membawanya ke tanah. Kami merasa lega
dan senang karena misi kami berhasil dilakukan."
John-san kemudian memperlihatkan sebuah kalung yang terbuat
dari sisik naga itu. "Ini adalah hadiah yang kami terima sebagai tanda
penghargaan atas keberanian kami untuk mengalahkan naga itu. Dan sejak itu,
kami menjadi terkenal sebagai petualang yang sukses mengalahkan naga itu."
Sungguh hebat!! Aku kagum dengan perjalanan mereka.
Aku berharap aku dan Ayase-chan bisa berpetualang seperti
mereka.
HAAAAHHH aku ingin cepet-cepat menemui Ayase-chann~~
Setelah makan malam selesai, kami semua merasa lelah setelah
seharian berjalan. Kami beristirahat di tenda-tenda yang sudah disiapkan,
sambil berbicara-bicara mengenai rencana perjalanan besok.
Saat malam semakin larut, kami sepakat untuk bergiliran jaga
malam. Setiap tiga jam sekali, dua orang dari kami akan berjaga dan yang
lainnya bisa tidur. Aku merasa cukup waspada dan siap jika sewaktu-waktu
terjadi bahaya.
Sepertinya karavan lain juga melakukan hal yang sama seperti
kami.
*TENGAH MALAM*
Ini adalah giliran ku, aku merasa sedikit tegang. Tapi aku
__ADS_1
berusaha untuk tetap waspada dan berusaha untuk tidak tertidur. Malam semakin
larut, hutan menjadi semakin sunyi, hanya terdengar suara angin yang berhembus
di antara pepohonan.
Aku bosan tidak melakukan apun, jadi aku menarik pedangku.
Aku berjalan sedikit jauh dari tenda supaya tidak mengangu
yang lain.
Aku mulai mengayunkan pedangku, mengingat gerakan-gerakan
kendo ku dari kehidupan ku sebelumnya.
Ketika aku fokus pada latihan pedangku, tiba-tiba aku merasa
ada sesuatu yang memperhatikanku dari kegelapan. Aku berhenti dan mengangkat
pedangku dengan siap sambil memperhatikan sekelilingku. Ternyata, ada sesuatu
yang bergerak di balik semak-semak yang tumbuh di sekitar tenda kami. Aku
semakin waspada dan bersiap-siap untuk menghadapi apapun yang muncul.
Namun, tak lama kemudian, ternyata yang keluar dari
semak-semak adalah seekor kelinci yang berlari-larian tanpa henti.
Aku kembali mengayunkan pedangku.
Dan setelah beberapa saat, aku menangkap sesuatu dengan “[AREA
SENSES]” ku.
“Hmm??”
Itu
adalah segerombol serigala.
“hmm,
ada sekitar 5 dari mereka~”
Aku
bisa mengalahkan mereka semua dalam sekejap.
Aku
piker tidak usah membangunkan mereka.
Dalam
sekejap aku menuju kearah serigala itu.
Aku
merasa sedikit senang, ini akan menjadi kesempatan untuk melatih kemampuan
bertarungku.
Aku
semakin mendekat, dan serigala-serigala itu pun melihat ke arahku.
Mereka
saling berhadapan dengan siap untuk menyerang.
Aku
memegang pedangku dengan erat, siap menghadapi serangan mereka.
Serigala
pertama berlari menuju ku dengan cepat. Aku dengan cepat mengayunkan pedangku
ke arah serigala itu, mengenai leher serigala dengan tepat.
Serigala
itu seketika terjatuh dan mati.
Serigala
kedua dan ketiga menyerang dengan serangan beruntun. Aku menghindari serangan mereka
dengan cepat, sambil terus menyerang dengan pedangku.
Serigala
keempat menunggu kesempatan untuk menyerang. Aku memutar tubuhku dan dengan
sekejap mengenai serigala keempat dengan punggung pedangku, mengirimnya terbang
beberapa meter.
Hanya
satu serigala yang tersisa, serigala itu nampak ketakutan dan mulai mundur. Aku
mengambil kesempatan itu untuk menyerang dengan pedangku dan mengakhiri hidup
serigala terakhir.
Setelah
pertarungan selesai, aku bernapas dalam-dalam, menenangkan diri dan memeriksa diriku
sendiri apakah ada luka.
Tidak
ada luka, aku lega.
Aku
kembali ke tenda dan melanjutkan jaga malamku dengan tenang. Setelah beberapa
saat, giliran jaga malam berikutnya tiba dan aku bisa tidur dengan tenang,
merasa lega bahwa aku berhasil mengalahkan serigala-serigala itu.
__ADS_1