TRIP TO ANOTHER WORLD

TRIP TO ANOTHER WORLD
CHAPTER 11


__ADS_3

Saat aku membuka mataku, aku terkejut dengan apa yang aku


lihat.


Di hadapanku, ada seorang wanita cantik dengan rambut


panjang dan mata yang tajam.


Dia tersenyum ke arahku, membuatku sedikit tidak nyaman.


“Hmps tidak buruk, kau bisa merasakan ku..”


Aku seakan mendengar suara itu berbisik kepada ku.


Aku terdiam saat ‘Dia’ tersenyum ke arahku.


Setelah beberapa saat ‘Dia’ berjalan ke arah rombongan itu


dan berkata.


“Baik! Apakah semua sudah siap!? Robert!”


Dia berkata seperti itu kepada orang botak itu.


Setelah melihatnya pergi dengan damai, aku memasukan kembali


pedangku.


Aku  lega itu tidak


jadi pertarungan.


Jika dia disini untuk bertarung, 100% aku akan kalah..


“huft aku bersyukur itu bisa lewat begitu saja, tapi kalo


ada dia disini kenapa mereka butuh pengawal?”


Aku bertanya dalam hati ku.


“OI!! KALIAN SEMUA, BERKUMPUL CEPAT!! KITA AKAN BERANGKAT!”


Orang botak yang dipanggil Robert itu berteriak dan menyuruh


kami semua berkumpul.


Kami semua telah berkumpul di dekat gerbong-gerbong itu.


Robert mengambil posisi di tengah-tengah kami dan mulai berbicara dengan suara


lantang.


“Baik! Semua orang sudah siap dan kita akan segera berangkat


menuju kota perbatasan! Namun, perjalanan kita tidak akan mudah. Seperti yang


kalian tahu, beberapa kelompok bandit telah muncul di sekitar wilayah ini, dan


mereka akan mencoba mengambil segala sesuatu yang bisa mereka ambil dari kita,


termasuk nyawa kita! Karena itu, kita harus tetap waspada dan bersiap untuk


pertempuran. Apakah semuanya mengerti?”


“”“YEAHHHH!!!!”””


Semua petualang itu berteriak dengan lantang.


hmm sebentar! Bandit? Jangan-jangan orang dengan kepala


kuning itu?? Atau apakah ada bandit yang lain? Sungguh dunia lain yang


berbahaya!~


Tapi, kalo memang si kepala kuning itu, kalian semua tidak


perlu khawatir aku sudah membunuh nya seminggu lalu!!~~


“yah terserah, mari kita nikmati perjalan ini sebisa


mungkin>”


Bisik ku.


Aku berjalan ke gerbong yang ditunjuk untukku dan menaiki


tangga untuk masuk. Aku melihat sekelilingku, mencari tempat untuk duduk, dan


akhirnya menemukan tempat kosong di pojok gerbong.


Aku duduk dan memejamkan mataku, mencoba mempersiapkan diri


untuk perjalanan yang panjang dan menyenangkan ini.


Namun, entah mengapa, pikiranku kembali teringat pada wanita


cantik yang tadi. Siapa dia? Dan apakah dia pemilik karavan ini? Aku merasa ada


yang tidak beres, tapi aku tidak bisa mengungkapkannya dengan pasti.


Aku hanya bisa berharap semuanya akan berjalan lancar dan


kami bisa sampai ke kota perbatasan tanpa masalah.


*MALAM HARI*


Halo haloo Amakawa Izumi disini!!~~


Ini adalah report perjalanan hari ini!!


Perjalanan hari pertama ini berjalan dengan mulus tidak ada


habatan.


Yahh aku berharap akan ada sedikit bumbu-bumbu dunia lain!!


Seperti di serang sekelompok goblin atau ogre!!


HAAHHH tapi semua itu tidak terjadi, sungguh saangat


disayangkan sekali!!!


Tapi keselamatan adalah yang utama!!


Jadi seperti ini pun tidak apa-apa!!!~~

__ADS_1


Aku bisa bersantai dan berbica dengan para petualang


veteran.


Dan aku juga bisa mendengar cerita-cerita petualangan


mereka.


Tapi aku juga masih penasaran dengan wanita cantik itu.


Dia sangat kuat!! Aku penasaran!


Setelah aku melihat gerak-geriknya, bisa dibilang dia adalah


orang yang kuat!!


Dari gerakan nya tidak ada yang sia-sia, dia sepertinya


memiliki latihan dan pengalaman yang tinggi. Aku bertanya-tanya apakah dia


seorang petualang seperti kami atau ada cerita lain di baliknya.


Tapi siapa sangka!!~ aku mendengar dari petualang veteran


disini.


Sepertinya dia adalah pemilik suatu perusahan dagang yang


terkenal.


Dan dia sangat terkenal, mungkin karena dia adalah wanita


muda yang cantic dan pemilik perusahaan dagang yang sukses?


Dan Yah berarti, karavan ini adalah miliknya.


Oke kita sudahi monolog ini~!!


Saat ini aku sedang makan sebuah daging kering yang


diawetkan.


Didepan api unggun, ini terasa seperti kamp survival yang


pernah diadakan kantor ku dulu.


Dan disebalh ku, ada John-san, dia adalah petualang veteran


yang baik dam ramah.


Dia menceritakan petualangan nya Bersama partynya, kepada


ku.


"Kami dulu memiliki sebuah misi untuk mengalahkan naga


di wilayah pegunungan yang sangat berbahaya. Awalnya, kami merasa was-was


karena kami mendengar banyak cerita mengerikan tentang naga itu, tetapi kami


tidak bisa mundur. Kami terus bergerak maju dan melakukan persiapan dengan


baik."


melanjutkan ceritanya, "Kami berjalan sekitar 2 hari dan akhirnya kami


tiba di lereng gunung di mana kami diperintahkan untuk menemukan naga itu. Kami


mulai merencanakan strategi untuk menyerang naga itu, dan pada malam hari, kami


memulai serangan."


Kemudian dia menjelaskan dengan rinci tentang bagaimana


mereka berhasil mengelabui naga itu dan menyerangnya dari belakang. Namun, naga


itu sangat kuat dan melawan dengan giginya yang tajam dan nafas api yang


mematikan.


"Tapi, kami tidak menyerah. Kami terus bertarung dan


menggunakan segala cara yang kami miliki untuk mengalahkan naga itu. Akhirnya,


kami berhasil melumpuhkan naga itu dan membawanya ke tanah. Kami merasa lega


dan senang karena misi kami berhasil dilakukan."


John-san kemudian memperlihatkan sebuah kalung yang terbuat


dari sisik naga itu. "Ini adalah hadiah yang kami terima sebagai tanda


penghargaan atas keberanian kami untuk mengalahkan naga itu. Dan sejak itu,


kami menjadi terkenal sebagai petualang yang sukses mengalahkan naga itu."


Sungguh hebat!! Aku kagum dengan perjalanan mereka.


Aku berharap aku dan Ayase-chan bisa berpetualang seperti


mereka.


HAAAAHHH aku ingin cepet-cepat menemui Ayase-chann~~


Setelah makan malam selesai, kami semua merasa lelah setelah


seharian berjalan. Kami beristirahat di tenda-tenda yang sudah disiapkan,


sambil berbicara-bicara mengenai rencana perjalanan besok.


Saat malam semakin larut, kami sepakat untuk bergiliran jaga


malam. Setiap tiga jam sekali, dua orang dari kami akan berjaga dan yang


lainnya bisa tidur. Aku merasa cukup waspada dan siap jika sewaktu-waktu


terjadi bahaya.


Sepertinya karavan lain juga melakukan hal yang sama seperti


kami.


*TENGAH MALAM*


Ini adalah giliran ku, aku merasa sedikit tegang. Tapi aku

__ADS_1


berusaha untuk tetap waspada dan berusaha untuk tidak tertidur. Malam semakin


larut, hutan menjadi semakin sunyi, hanya terdengar suara angin yang berhembus


di antara pepohonan.


Aku bosan tidak melakukan apun, jadi aku menarik pedangku.


Aku berjalan sedikit jauh dari tenda supaya tidak mengangu


yang lain.


Aku mulai mengayunkan pedangku, mengingat gerakan-gerakan


kendo ku dari kehidupan ku sebelumnya.


Ketika aku fokus pada latihan pedangku, tiba-tiba aku merasa


ada sesuatu yang memperhatikanku dari kegelapan. Aku berhenti dan mengangkat


pedangku dengan siap sambil memperhatikan sekelilingku. Ternyata, ada sesuatu


yang bergerak di balik semak-semak yang tumbuh di sekitar tenda kami. Aku


semakin waspada dan bersiap-siap untuk menghadapi apapun yang muncul.


Namun, tak lama kemudian, ternyata yang keluar dari


semak-semak adalah seekor kelinci yang berlari-larian tanpa henti.


Aku kembali mengayunkan pedangku.


Dan setelah beberapa saat, aku menangkap sesuatu dengan “[AREA


SENSES]” ku.


“Hmm??”


Itu


adalah segerombol serigala.


“hmm,


ada sekitar 5 dari mereka~”


Aku


bisa mengalahkan mereka semua dalam sekejap.


Aku


piker tidak usah membangunkan mereka.


Dalam


sekejap aku menuju kearah serigala itu.


Aku


merasa sedikit senang, ini akan menjadi kesempatan untuk melatih kemampuan


bertarungku.


Aku


semakin mendekat, dan serigala-serigala itu pun melihat ke arahku.


Mereka


saling berhadapan dengan siap untuk menyerang.


Aku


memegang pedangku dengan erat, siap menghadapi serangan mereka.


Serigala


pertama berlari menuju ku dengan cepat. Aku dengan cepat mengayunkan pedangku


ke arah serigala itu, mengenai leher serigala dengan tepat.


Serigala


itu seketika terjatuh dan mati.


Serigala


kedua dan ketiga menyerang dengan serangan beruntun. Aku menghindari serangan mereka


dengan cepat, sambil terus menyerang dengan pedangku.


Serigala


keempat menunggu kesempatan untuk menyerang. Aku memutar tubuhku dan dengan


sekejap mengenai serigala keempat dengan punggung pedangku, mengirimnya terbang


beberapa meter.


Hanya


satu serigala yang tersisa, serigala itu nampak ketakutan dan mulai mundur. Aku


mengambil kesempatan itu untuk menyerang dengan pedangku dan mengakhiri hidup


serigala terakhir.


Setelah


pertarungan selesai, aku bernapas dalam-dalam, menenangkan diri dan memeriksa diriku


sendiri apakah ada luka.


Tidak


ada luka, aku lega.


Aku


kembali ke tenda dan melanjutkan jaga malamku dengan tenang. Setelah beberapa


saat, giliran jaga malam berikutnya tiba dan aku bisa tidur dengan tenang,


merasa lega bahwa aku berhasil mengalahkan serigala-serigala itu.

__ADS_1


__ADS_2