
arvin yang sangat emosi, melihat dan mendengarkan permintaan nenek kesanyangan nya hanya dapat melampiaskan kemarahannya dengan wanita sebagai calon istri nya.
"lepaskan pak sakit lengan saya, ucap bella pelan agar keluarga mereka tidak mendengar keluhan bella."
arvin pun tidak mendengarkan dan seolah menutup kuping akan ucapan halus bella, bagi nya rasa sakit di lengan bella belum seberapa rasa sakit dan kekecewaan arvin dengan takdir nya.
"KATAKAN, ucap arvin dengan intonasi penekanan."
"maksud bapak APA? , saya kurang paham maksud dan tujuan bapak bawa saya kesini dan tolong bapak lepas cekraman bapak di tangan saya, ucap bella yang mengeluarkan emosinya."
"saya tidak akan melepaskan cekraman saya, sebelum kamu jawab pertanyaan saya apa maksud kamu menipu saya, ucap arvin yang menghembuskan napas nya di telinga bella."
" maaf sebelum nya pak arvin yang terhormat, saya tidak ada maksud dan niat tersembunyi untuk menipu atau melakukan tindakan krimnal untuk bapak, jadi tolong bapak lepaskan cekraman bapak sebelum kesabaran saya habis pak, saya heren dengan bapak, bapak hanya bisa melakukan hal rendah kepada saya untuk berbicara dengan saya, jika bapak orang terhormat mari kita berbicara baik baik, bapak baik saya juga menyambut, jika tidak saya juga sebalik nya, ucap bella dengan penuh kenyakinan."
arvin yang mendengar ucapan bella dengan sendirinya melepaskan cekraman tangganya, dan tanpa persetujuan dan pertanyaan untuk bella, arvin dengan gaya yg cool dan bossy melangkan dengan mengadeng bella di pingganya, arvin membawa bella ke lantai paling atas pada gedung rumah sakit tersebut.
"bapak mau bawa saya kemana lagi pak, lirih bella."
"diam kamu, cukup turutin kemaun saya, ucap tegas dari seorang arvin".
seketika bella langsung bungkam akan kata kata arvin lontarkan.
" ya allah belum jadi istri aja dinggin banget gimana sudah sah, aku takut jadi beku, batin bella yang seolah merasakan kedingan di lengannya."
__ADS_1
arvin yang melihat bella sekilas hanya bisa memberikan tatapan dinggin nya kepada bella, arvin tidak peduli dengan kondisi dari wanita yang akan menjadi istri nya.
"bapak mau mengatakan apa ke saya sehingga bapak jauh jauh bawa saya kesini, ucap sinis bella."
" apa tujuan kamu datang dan melamar pekerjaan di kantor saya, apa ini rencana kamu sebenarnya ha, ucap arvin yang berjalan ke arah bella."
" saya tidak ada niat yang apa bapak katakan, saya bekerja di sana dan menutupin identitas asli saya agar saya dapat mandiri tanpa ada tameng keluarga saya dan 1 lagi saya juga tidak ada niat untuk menjadi istri anda tuan arvin, ucap bella yang membalas tatapan arvin."
" baik lah, saya anggap yang kamu katakan benar, dan saya juga tidak ingin kamu jadi istri saya, saya menikahkan kamu karena permintaan nenek saya, karena kamu dan saya sama sama di posisi tidak di inginkan, bagaimana jika membuat perjanjian pernikahan, ucap arvin memandang mata bella."
"baiklah saya harap anda berkaja sama dengan saya secara konsisten, saya juga berharap keluarga kita tidak mengetahui nya,ucap bella."
sebenarnya dalam hati bella sangat sedih jika pernikahan nya harus begini, tapi bella tidak dapat menolak permintaan kedua orang tua nya, karena bagi bella orang tua nya yang paling di utamakannya.
"ok baik saya setuju, saya juga minta kita pisah kamar dan tidak ada melakukan hubungan suami istri di atas ranjang, jika kamu tidak setuju, kita batalakan saja pernjanjian kita".
"baiklah saya setuju dan 1 hal yang harus kamu tau, pernikahan kita hanya sampai 1 tahun, setelah 1 tahun kita berpisah saja, alasan kita pisah yang jelas tidak ada kecocokan di atara kita dan kita tidak mempunyai keturunan,saya harap kamu di kantor hanya sebagai pegawai saya dan di rumah anggap saja kita orang asing dalam 1 atap, apapun saya lakukan kamu tidak berhak atas saya dan saya tidak akan mencampuri urasan kamu begitu juga dengan kamu.ucap arvin".
"kenapa tuhan bisa menciptakan manusia seperti ini, batin bella."
"ok deal, ucap bella yang memberikan salam perjanjian ke arvin".
arvin yang melihat bella lakukan pun membalas uluran tangga bella dan seketika arvin berkata.
__ADS_1
"kamu jangan pernah bermimpi dan berkhayal jika saya akan jatuh cinta ke kamu, ucap arvin yang membalas uluran tangan bella."
" dan saya pastika itu terjadi, dan saya pastikan jika anda yang akan jatuh cinta ke saya, tapi saya pasti sudah tidak ada di posisi anda , ucap bella yang geram akan kelakuan arvin.
"sekita arvin pun tertawa akan ucapa bella dan melepaskan segera tangan nya."
arvin yang melihat ponsel nya berdering dan melihat jika mamah nya mengirim pesan untuk segera datang keruangan nenek nya karena penggulu sudah datang.
"ayo kita kembali keruangan nenek saya, penggulu nya sudah datang, saya akan nikahkan kamu dan surat perjanjian kita besok saya serahkan, ucap arvin yang mengandeng tangan bella."
"secapat inikah rasanya menikah, tapi pernikahan aku beda dari yang lain, semoga kamu kemakan ucapan kamu arvin, batin bella yang akan membuat seorang arvin akan jatuh cinta dengannya."
arvin dan bella yang sudah sampai di ruangan nenek nya, seketika langsung melirik hiasan kamar neneknya yang berubah dari beberapa menit yang lalu sebelum mereka keluar dari sana.
"sayang kamu kemana saja sayang, sini sayang kamu ganti pakain dulu, kamu sebentar lagi akan menikah nak, dan mamah harap kamu bisa menjadi istri sholeha, kamu turitin perintah suami kamu, surga kamu sebentar lagi ada di suami kamu, mamah harap kamu bahagia dan menjadi kan pernikahan kamu ini yang pertama dan terakhir nak, ucap mama bella yang memeluk bela,"
"iya ma, mama doakan ya ma, semoga pernikahan bella menjadi keluarga sakinah ya mah, ucap bella yang memeluk mamah nya."
"mamah doakan ya ma, semoga anak mu ini bisa membuat suami ku jatuh cinta, jika masa perjanjian itu usai tapi keinginan juga belum tercapai, bella minta maaf ma harus mengecewkan mama dan papa, batin bella."
bella yang sudah berubah penampilan nya menjadi pengantin dadakan yang super cantik di pernikahannya yang singkat, karena selama proses ijab kabul, bella yang melamun dengan nasib ikatan pernikahannya, seketika bella yang terkejud mendengar kata SAH dari orang yang melihat proses pernikahannya.
"apa sekarang aku sudah menjadi istri nya bosku sendiri batin bella yang tidak menyangka akan takdirnya.
__ADS_1
bella yang melihat arvin memberikan tanggan nya pun mengerti langsung menyalami dan mencium tanggan arvin, dan tanpa di duga oleh bella, arvin pun mencium kening bella dengan lama.