Tuan Muda Arrogant

Tuan Muda Arrogant
Bab 19


__ADS_3

bella yang di tinggal pergi oleh suami nya sekarang memilih untuk mengeliling mansion suami nya, mengingat kata suami, hati bella seperti terbesit akan nasip pernikahan nya kedepan.


bella yang telah berkeliling mansion selama lebih kurang 15 menit tersebut akhir nya menghentikan langkah kakinya kepada sebuah taman yang akan cocok untuk menghilangkan kebosanannya.


"hemm seperti nya aku akan menanam sesuatu di taman ini, percuma taman ini punya view bagus tanpa ada warna di dalam nya, batin bella yang berfikir untuk menanam bungga kesekuannya lili."


saat bella berfikir dan merencana desain yang cocok untuk taman tersebut, fikirannya terganggu akan panggilan pelayan.


"maafkan saya nyonya, saya tidak menemani anda berkeliling mansion ini nyonya, ucap pelayan menunduk."


" it's ok saya rasa lebih nyaman jika saya sendiri berkeliling sendiri jadi kamu tidak perlu cemas begitu, dan apa yang ingin kamu katakan, ucap bella yang bisa membaca ekspresi mimik wajah pelayan tersebut."


" begini nyonya, tuan tadi menyuruh nyonya untuk mengantarkan nyonya di ruang kerja tuan, ucap pelayan gemetar."


"ok kamu antarkan saya ke tuan kamu itu, setelah kamu antar saya tolong kamu masukan koper saya di kamar saya, setelah saya selesai dengan tuan kamu saya akan bersih bersih badan saya, ucap bella ramah."

__ADS_1


"nyonya baik, lembut, dan tidak memandang rendah orang lain, batin pelayan yang tersanjung dengan tutur kata nyonya baru di kediaman ini."


bella yang terus melangkah kaki jenjang nya menuju ruang kerja suaminya, ada rasa khawatir yang menyelimuti hati bella.


bella tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, langsung masuk kedalam ruang kerja arvin


"apa kamu tidak punya atitude kamu jika masuk keruang kerja saya, sinis arvin yang memandang bella."


" maaf jika saya salah, tapi ini bukan kantor, dan saya di sini nyonya di mansion ini, berarti saya tidak harus dong mengetuk pintu ke ruang kerja suamiku, ucap bella yang mengecek arvin."


" kamu kenapa menyuruh saya kesini, langsung to the point saja, saya lelah dan ingin istirahat saat ini, ucap bella."


" baiklah saya akan langsung saja, ini cepat kamu tanda tangganin, saya gak ada waktu banyak dengan kamu, ucap arvin sinis."


bella yang mendapat lemparan keras berkas yang di berikan arvin dengan kasar hanya membuang napas, saat membaca 1 per satu poin yang tertera di surat perjanjian tersebut hanya memasang senyum sedikit dan memandang sekilas ke arah arvin.

__ADS_1


" berikan saya 1 minggu untuk merevisi isi perjanjian kita dan saya harus berfikir poin poin yang akan saya minta tambahan, saya akan berjanji setelah surat ini sudah kita tanda tangani dan sepakat, saya janji tidak akan meminta untuk mengubah apapun dalam bentuk apapun dan juga berlaku untuk kamu, ucap bella."


" ok, saya pengang janji kamu, dan jangan harap minta lebih dari saya, ucap arvin yang langsung keluar dari ruang kerja."


" eh tunggu, di mana letak kamar saya, ucap bella yang berteriak memanggil arvin."


" kamu ikutin saya dan jangan banyak berbicara dengan saya, ucap arvin yang langsung menuju kamar bella."


" ini kamar kamu, dan saya sudah katakan jangan minta lebih dengan saya, ucap arvin dengan senyuman mengejek."


"kamu tidak salah kah jika ini kamar saya, apa saya tertipu dengan penampilan mansion yang mewah tapi nyonya di kediaman ini di beri kamar asisten rumah tangga, ucap bella shok akan kamar tidak layak huni bahkan lebih mewah dari kamar asisten rumah tangga."


" selama kamu belum tanda tangga kamu di sini, dan jangan protes, jangan harap kamu bisa masuk ke kamar lain nya, ucap arvin yang langsung pergi meninggalkan bella yang masih shok akan kamar nya."


ARVINNNNNNNNNNNN .....

__ADS_1


__ADS_2