
Pagi ini di dalam kediaman Bima Indrawan dan Bulan Andini, sedang ramai karena nanti malam akan mengadakan pernikahan dari putri tunggal mereka dengan laki laki pilihan Bima dan sang istri.
Laki laki itu berasal dari keluarga yang sederhana, dan pekerjaan laki laki itu hanya sebagi buruh panggul.
Dan kenapa Bima mau menjodohkan anaknya dengan laki laki itu, karena laki laki itu pernah menolongnya pada saat ia kejambretan, dan kebetulan juga pada saat itu laki laki itu lewat daerah itu, sebab ia akan pulang ke rumah.
Setelah membantu Bima laki laki itu langsung pergi tanpa bima tau siapa nama laki laki yang dengan baik hati mau menolongnya tanpa pamri.
Mulai pada saat itu ia berjanji akan menjodohkan anaknya dengan laki laki itu kalau ia bertemu lagi dengan laki laki itu dengan anak gadisnya.
Entah tuhan sudah mengkehendakinya atau kebetulan, Bima pun bertemu lagi dengan peria tersebut sedang bekerja sebagi buruh panggul.
Dengan langkah cepat Bima mendekati laki laki itu, dia tidak mau kehilangan jejek laki laki itu lagi.
"Permisi, perkenalkan nama saya Bima Indrawan" Bima memperkenalkan dirinya terlebih dahulu.
"Oh iya pak ada apa?" tanya laki laki itu. Bima pun langsung to the point atas kedatangannya.
"Maksih ya atas bantuan kamu tempo hari, berkat kamu berkas berkas berharga milik perusahaan saya aman kembali" ucap Bima.
"Oh iya saya baru inget, kalau Bapak itu yang pernah dijambret di jalan A waktu itu kan?" ucap laki laki itu.
"Iya benar sekali, nama kamu siapa kalau saya boleh tau?" tanya Bima.
"Perkenalkan nama saya Muhammad Nizam, panggil saja Izam" kata laki laki yang sudah diketahui namanya itu.
__ADS_1
"Begini nak Izam, saya kesini mau memberikan kamu penawaran, apakah kamu mau menjadi suami buat anak saya" kata Bima langsung masuk ke intinya.
"Maaf pak sebelumnya, kenapa Bapak percaya terhadap saya untuk menikahi putri Bapak, sedangkan kita baru beberapa kali bertemu, dan Bapak kan juga tidak tau apakah saya ini orang baik atau orang jahat, dan gimana kalau saya ini orang jahat?" ucap Nizam.
"Saya mau menjodohkan putri saya kepada kamu, karena saya yakin kalau kamu itu adalah orang baik, makanya saya sudah yakin untuk menjodohkan kamu dengan putri semata wayang saya" sahut Bima.
"Hemm, baiklah Pak kalau gitu saya akan memikirkan terlebih dahulu" kata Nizam.
"Baiklah kalau gitu, kalau kamu sudah tau jawaban nya kamu bisa hubungi saya, ini kartu nama saya" Bukan mengulurkan kartu nama itu ke Nizam.
"Iya Pak makasih" ucap Nizam. Bima pun berpamitan kepada Nizam karena ia masih ada urusan lain.
"Ya sudah kalau gitu saya pamit dulu, karena saya masih ada urusan yang mendesak" ucap Bima. Bima pun pergi meninggalkan tempat itu.
Dan jawaban itu membuat Bima senangnya bukan main. Sedangkan putrinya yang bernama Clarisya tidak setuju dengan pernikahan ini, apa lagi pada saat ia tau pekerjaan laki laki yang akan dijodohkan dengannya itu.
Clarisya menangis sambil bersimpuh lutut terhadap orang tuanya, karena ia tidak mau dijodohkan dengan laki laki pilihan kedua orang tuanya itu.
"Pi, aku nggk mau dijodohkan dengan laki laki pilihan Papi dan Mami itu, apa lagi perkerjaannya hanya sebagi buruh panggul, nanti Cla mau dikasih makan apa, mau dikasih makan batu?" ucap Clarisya, karena ia tidak mau dijodohkan dengan laki laki pilihan orang tuanya.
"Pokoknya kamu tetap harus nikah sama dia, dia itu orang baik baik, tidak seperti laki laki yang sudah menjadi pacar kamu sebelum nya" tegas Bima.
"Tapi kan Pi, Cla mau mencari jodoh Cla sendiri bukan dari perjodohan, dan nanti kalau Cla nikah sama laki laki itu, mau ditaro dimana muka Cla Pi, Mi" tolak Clarisya lagi.
"Pokoknya kamu harus mau menikah dengan laki laki itu atau kamu mau nama kamu dicoret dari kartu keluarga, Papi dan Mami tidak akan menganggap kamu anak kami lagi, kamu mau itu, kalau mau silahkan" ucap Bima lagi dan setelah itu dia langsung pergi.
__ADS_1
Saat beberapa langkah sang Papi Clarisya pun menyetujui perjodohan itu.
"Ok Pi, kalau itu yang Papi sama Mami mau, Cla mau menerima perjodohan ini" ucap Clarisya sambil menghapus air matanya.
Dan dia langsung pergi dari hadapan Papi dan Mami nya, sedangkan sang Mami haya bisa diam saat melihat perdebatan anak dan bapak itu.
Sebab Bulan tau dengan sikap keras kepala suaminya itu, yang kalau mau A akan tetap A. Jadi Bulan tidak bisa berbuat apa apa.
Dan malam ini adalah acara pernikahan yang sederhana tanpa ada yang namanya resepsi pernikahan, karena ini semua kemauan dari Clarisya.
Jadi yang datang ke pernikahan ini hanya kerabat, sanak dan saudara saja, sedangkan sahabat dan teman Clarisya tidak ada satu pun yang datang.
Clarisya tidak mau pernikahannya dengan Nizam ada yang mengetahui kecuali keluarganya saja.
Sedangkan keluarga Nizam tidak ada yang datang satu pun, karena Nizam hanya sebatang kara. Orang tuanya meninggal sejak ia umur 17 tahun karena kecelakaan sepeda motor.
Jadi di pernikahan nya dengan Clarisya tidak satu pun adanya keluarga dari pihak laki laki.
Pada saat saksi mengucapkan kata 'SAH' maka disitulah Clarisya dan Nizam sudah sah menjadi pasangan suami istri.
Bersambung....
Jangan lupa tinggalkan jejak di cerita pertama ku ini. Like, Koment, Vote, Ratπ5, List Favorite.
Salam Hangat Dari Saya,ππππ
__ADS_1