Tuhan Beri Aku Kesempatan Kedua

Tuhan Beri Aku Kesempatan Kedua
Bab 2


__ADS_3

Setelah selesai proses ijab qobul, Clarisya dan Nizam disuruh untuk menyambut parakerabat, sanak dan saudaranya terlebih dahulu. Sebenarnya Clarisya merasa risih dengan Nizam yang selalu merangkul pinggang nya, tapi dengan itu semua masih ia tahan agar tidak marah di depan keluarga besar nya.


Setengah jam kemudian Clarisya dan sang suami disuruh oleh Bulan untuk istirahat, karena sudah malam. Mereka berdua pun hanya menuruti perintah dari Bulan.


Saat Clarisya dan Nizam sudah sedikit menjauh dari keluarga besarnya, Clarisya pun menghempaskan tangan Nizam yang sedang merangkul pinggangnya.


"Jangan pernah coba coba sekali lagi kamu rangkul pinggang aku lagi, kecuali didepan keluarga aja" ucap Clarisya.


Nizam yang mendengarnya merasa sakit hati atas ucapan Clarisya wanita yang beberapa jam yang lalu menjadi istrinya itu.


Tapi Nizam memaklumi ucapan dari Clarisya tadi, dia juga berfikir positif thinking. Mungkin karena belum kenal makanya sikap Clarisya seperti itu, mereka juga menikah karena perjodohan dan mungkin nanti setelah berjalannya waktu Clarisya akan berubah.


Nizam pun mengikuti Clarisya dari belakang untuk menuju ke kamar Clarisya. Setelah sampai di dalam kamar, Clarisya langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Sedangkan Nizam dia menunggu sambil duduk di pinggir kasur yang berukuran king size milik Clarisya. Beberapa menit kemudian Clarisya keluar dari kamar mandi dan juga sudah memakai piama tidur milik nya.


Saat Clarisya sudah keluar dari kamar mandi, Nizam pun langsung pergi juga menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Kini Nizam juga sudah selesai membersihkan dirinya. Pada saat dia akan naik ke atas kasur Clarisya melarangnya terlebih dahulu.


"Aku peringatin sama kamu ya, jangan pernah kamu tidur satu ranjang dengan ku, aku nggak sudi satu ranjang dengan orang sepertu kamu" ucap Clarisya.


Nizam yang mendengar penuturan dari Clarisya, hanya bisa menurut dan menghela nafas pajang saja.


"Jadi kamu harus tidur dilantai atau tidur di sofa itu, ngerti" kata Clarisya lagi. Nizam hanya menurut saja dengan ucapan Clarisya.


Nizam pun mencari selimut dan bantal terlenih dahulu, buat dia tidur.


"Oh iya, slimutnya ambil aja di dalam lemari pakaian ku di bagian atas, dan ini bantal buat kamu" kata Clarisya sambil melempar bantal itu ke arah wajah Nizam. Sebelum tidur Nizam melaksanakan Shalat malam terlebih dahulu baru dia tidur.


*


*

__ADS_1


*


*


Jam menunjukan pukul 03.00 dimana pada saat itu Nizam terbangun dari tidurnya, dan dia langsung pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya sebelum subuhan.


15 menit kemudian Nizam keluar dari kamar mandi dan dia berjalan menuju tas miliknya, yang dimana isinya pakaian dia yang dia bawa dari kontrakannya.


Sambil menunggu Azdan Subuh Nizam murotal terlebih dahulu, karena jam masih menunjukan pukul 03.30.


Dan tidak terasa Azdan Subuh sudah berkumandang, Nizam pun membangunkan istrinya terlebih dahulu sebelum subuhan dia ingin mengajak istrinya jamahan dengan istrinya.


"Cla bangun udah Subuh, yok kita shalat Subuh dulu" ucapa Nizam tanpa menyentuh atau mengayunkan tubuh istrinya.


Tanpa disangka Clarisya malah membentak Nizam, karena sudah menggangu tidurnya.


"Kalau kamu mau shalat ya shalat aja, nggak usah ngajak ngajak, jangan sok alim jadi orang" kata kata itu lolos dari bibir mungil Clarisya.


"Awas aja kamu masih ganggu aku, nggk segan segan aku bikin hidup mu sengsara" ancam Clarisya kepada Nizam. Nizam kembali menelan ke kecewaan terhadap Clarisya.


Dan dia juga akan meminta Izin untuk membawa Clarisya pulang ke kontrakan nya.


Tapi dia akan bicara dengan Clarisya terlebih dahulu sebelum bicara ke mertuanya.


"Pagi Pi, Mi" sapa Nizam saat sudah berada dibawah.


"Pagi juga Nizam" balas sapaan dari Bulan dan Bima.


"Oh iya Clarisyanya mana?" tanya Bima terhadap menantunya itu.


"Cla masih tidur dia, katanya kecapekan garaΒ² acara semalam" jawab Nizam.


"Oh, iya udah biarin aja, yok kita sarapan terlebih dahulu" ajak Bulan.

__ADS_1


"Iya Mi" sahut Nizam.


*


*


*


*


Clarisya bangun pukul 09.56 pagi. Dia pergi menuju kamar mandi untuk sikat gigi dan cuci muka, habis itu kebawah untuk sarapan.


Pada saat iya turun, di melihat diruang keluarga ada Mami, Papi dan suaminya sendang mengobrol.


"Cla kok baru bangun sih jam segini, nggk malu kamu sama suami kamu yang bangun jam 03.00 pagi" kata Bulan.


"Ck, Mami ini, dah aku mau sarapan dulu udah lapar banget ini" kata Clarisya. Clarisya sebenarnya merasa jengkel di banding bandingkan dengan Nizam.


Rasanya dia ingin menghilangkan Nizam dari mika bumi ini.


"Kenapa sih Mami sma Papi harus nikahin aku sama laki laki kampung kaya dia" cerocos Clarisya sambil menuju dapur.


Kini Clarisya sudah selesai sarapan dia pun langsung pergi lagi ke kamarnya. Di dalam kamar sudah berada Nizam yang sedang duduk di sofa kamar.


Dan saat Clarisya masuk dua terkejut oleh Nizam. Dengan muka yang kurang bersahabat Clarisya berjalan ke arah balkon kamarnya.


"Aku mau ngomong sesuatu sama kamu Cla, boleh nggk?" ucap Nizam.


"Hemm, ngomong aja silahkan" kata Clarisya.


"Sebenarnya Aku itu..."


Bersambung....

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak di cerita pertama ku ini. Like, Koment, Vote, Rat🌟5, List Favorite.


Salam Hangat Dari Saya,πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜‰πŸ˜‰


__ADS_2