
"Sebenarnya aku itu, mu ngajak kamu untuk tinggal dengan ku di kontrakan tempat aku tinggal" jelas Nizam.
Clarisya terkejut dengan ajakan suaminya itu.
"Yang bener aja kamu maj ngajak aku tinggal di kontrakan sempit, sedangkan aku tidak pernah sama sekali bermimpi untuk tinggal ditempat yang kumuh dan sempit" tutur Clarisya dengan nada yang sedikitembentak.
"Tapi kan kita nggk enak kalau tinggal di rumah orang tua kamu, sedangkan kita udah menikah" jelas Nizam lagi.
"Kalau aku bilang nggak mau ya nggk mau, jangan pernah kamu untuk memaksa aku mengikuti kemauan kamu, karena itu semua tidak akan terjadi" tegas Clarisya.
Nizam yang sebagai suami merasa terhina oleh kata kata Clarisya barusan. Tapi dia tidak mau memaksa Clarisya agar dia mau tinggal di kontrakannya.
*
*
*
*
Siang harinya dimana Clarisya sedang duduk diruang tamu sendirian puntl terkejut atas ke dagangan. orang tuanya.
"Ehh, Mami sama Papi" kata Clarisya.
"Mana suami mu Cla?" tanya Bulan, karena tidak melihat keberadaan Nizam didekat Clarisya.
"Oh Nizam, ada tuh dikamar" kata Clarisya dengan sikap acuh saat mendengra nama nama Nizam.
"Cla, kamu nggk boleh nuduh sama suami kamu, coba ganti nama panggilannya, mulai hari ini kamu panggil Nizam dengan sebutan Mas atau Abang gitu, biar lebih sopan sedikit terhadap suami mu" perintah Bulan kepada putrinya itu.
"Males banget aku manggil dengan sebutan itu" tolak Clarisya, karena dia merasa geli kalau memanggil suaminya dengan sebutan yang disarankan oleh Bulan sang Mami.
"Hey kok gitu, kamu harus lebih sopan sedikit ya sama suami kamu, karena dia itu imam dan kepala rumah tangga bagi kamu dan anak anak kamu nanti" kata Bulan lagi.
__ADS_1
"Iya Mi" jawab Clarisya dengan males. Bulan pun menyuruh Clarisya untuk memanggil kan Nizam, karena ada yang ingin di bicarakan oleh Bulan dan Bima.
"Cla, kamu panggilkan suami mu dulu, ada yang ingin Papi dan Mami bicarakan sama kamu dan suami kamu" ucap Bulan terhadap Clarisya
Clarisya langsung pergi untuk menemui suaminya, tanpa penolakan, sebab ia tidak mau adanya lagi perdebatan. Dan pada akhirnya perdebatan itu akan di menangi oleh Bima dan Bulan.
*
*
*
*
Kini Clarisya dan Nizam sudah berada di hadapan Bulan dan Bima.
"Oh iya, Papi mau nanya sama kalian berdua, selanjutnya kalian akan tetap tinggal bersama kami atau mau pisah dari kami?" tanya Bima.
Clarisya juga sudah menahan emosinya terhadap jawaban Nizam tadi.
"Kalau misalnya kalian ingin tinggal terpisah, kalian berdua akan tinggal dimana?" tanya Bima lagi.
"Saya akan mengajak Cla untuk tinggal di kontrakan yang saya tempati selama inu Mi, Pi" jawab Nizam. Clarisya sudah merasa muak dengan semua jawaban dari suaminya.
"Dari pada kamu mengontrak lebih baik kalian tinggal dirumah Mami dan Papi yang ada di kota B, karena rumah itu nggak ada menempatinya" tawar dari Bima.
"Gimana ya" jawab Nizam. Nizam sebenarnya tidak mau merepotkan mertuanya.
"Udah, nggk papa tinggal disitu aja, jadikan nggk perlu lagi nyewa kontrakan" bujuk Bima.
"Emang nggk papa Pi, kalau aku sama Cla tinggal disitu?" Nizam bertanya sekali lagi untuk memastikan kembali.
"Iya nggk papa, kalau kamu sama Cla tinggal disitu, kalau mau nyewa kontrakan lagi juga nggk papa sih" jawab Bima lagi.
__ADS_1
"Ya udah kalau gitu biar aku dan Cla bicarakan terlebih dahulu Pi, Mi" ucap Nizam.
Bima dan Bulan pun pamit pergi keluar karena ada urusan mendesak.
*
*
*
*
Kini di kediaman Bima dan Bulan hanya ada Clarisya dan Nizam, sebab tadi setelah membicarakan soal tempat tinggal Clarisya dan Nizam, Bima dan Bula pamit untuk pergi.
"Cla gimana kalau kita tinggal di kontrakan aja, aku nggk enak sama Papi dan Mami kamu" ucap Nizam, saat mereka sedang berada di ruang tamu.
"Kan aku udah bilang tadi kalau aku itu nggk mau tinggal di kontrakan yang sempit, bau, dan kumuh, kamu ngerti nggk sih" Clarisya tidak menyadari bahwa dari setiap perkataannya sudah membuat Nizam sakit hati.
"Kalau kamu mau tetap tinggal di kontrakan yang kumuh, sempit, dan bau itu silahkan, aku sih ogah" ucap Clarisya lagi.
Nizam yang mendengar setiap perkataan dari istrinya hanya bisa menghela nafas panjang.
"Jadi gimana baiknya?" tanya Nizam yang sudah pasrah.
"Aku mau kamu terima tawaran Papi, kita tinggal di rumah Papi yang ada di kota B, disitu juga tempatnya deket dengan kantor aku" sahut Clarisya.
"Baiklah kalau gitu aku bakalan terima tawaran dari Papi kamu" Nizam pun menyetujui permintaan istrinya.
Bersambung....
Jangan lupa tinggalkan jejak di cerita pertama ku ini. Like, Koment, Vote, Ratπ5, List Favorite.
Salam Hangat Dari Saya,ππππ
__ADS_1