Tuhan Beri Aku Kesempatan Kedua

Tuhan Beri Aku Kesempatan Kedua
Bab 7


__ADS_3

Dan orang itu tidak kalah terkejut saat dia tau bahwasannya CEO dari perusahaan Indrawan Group adalah seseorang yang pernah menjadi ratu di hatinya.


"Cla" ucap orang yang berada di hadapannya.


"Arya?, apakah benar ini Arya Ramadan?" Clarisya terkejut saat tau orang yg menjadi rekan kerjanya adalah seseorang yang pernah menjadi bagian hidupnya selama 2 tahun.


"Iya ini aku Arya Ramadan" orang itu pun membenarkan ucapan Clarisya. Semua orang yang melihat kedua orang itu merasa heran tapi mereka tak punya nyali untuk bertanya, sebab mereka masih ingin bekerja di perusahaan ini untuk mencukupi kebutuhan keluarga mereka.


"Bagaimana kabar kamu sekarang Cla,?" tanya Arya sambil menatap wajah yang sangat iya rindukan selama 7 tahun ini.


"Kabar ku baik, dan bagaimana dengan kabar kamu sendiri Arya? tanya balik Clarisya.


"Seperti yang kamu lihat, kabar ku sangat baik, apalagi setelah aku tau kalau CEO perusahaan ini adalah kamu" sahut Arya.


"Oh iya, nanti setelah meeting kita makan siang bareng ya" Arya mengajak Clarisya makan siang bareng.


"Baiklah" sahut Clarisya. Setelah itu mereka pun memulai meetingnya.


*


*


*


*


Sedangkan di pasar ada seorang laki laki yang sedang mengistirahatkan dirinya, karena ia sangat capek. Jam juga sudah menunjukan pukul 11.45, dan 5 menit lagi waktunya ia pulang ke rumah.


Dan kini jam sudah tepat pukul 11.50 waktunya dia pulang kerumah, selama di jalan dia memikirkan akan masak makanan apa untuk nanti malam.


Saat ia berjalan sambil mencari angkutan umum, dengan tidak sengaja dia melihat istrinya turun dari mobil dengan seorang laki laki yang dia tidak kenal di depan sebuah cafe.


Tapi pikiran nya tetap positif thinking. Dia pun bejalan mendekat ke arah istrinya.


"Cla" laki laki itu pun memanggil istrinya. Dan ternyata orang itu adalah Nizam yang tidak sengaja melihat Clarisya sedang jalan dengan seorang laki laki yang tidak lain adalah Arya Ramadan.


Arya dan Clarisya pun menoleh ke arah suara, betapa terjutnya Clarisya saat melihat orang yang memanggilnya adalah Nizam suaminya.


Tapi Clarisya langsung menghilangkan rasa keterkejutan nya, dia pun kembali bersikap seperti biasanya.


"Iya, Anda siapa ya?" tanya Clarisya.

__ADS_1


"Kamu nggk kenal aku Cla?" bukannya menjawab Nizam malah balik bertanya ke sang istri.


"Emang Anda siapa ya, apakah kita saling kenal?, tapi saya rasa tidak" Clarisya berusaha menahan rasa gugupnya.


"Aku Nizam Cla, suami mu" sahut Nizam.


Tiba tiba saja jantung Clarisya berdegup kencang karena mendengar penuturan dari Nizam, yang mengungkapkan bahawa ia adalah suami Clarisya.


'Cek, kenapa sih nih gembel harus bilang kalau dia itu suami ku** ' Clarisya merasa kesal dengan semua ucapan dari Nizam barusan.


"Eits, sebentar, Anda jangan ngaku ngaku sebagai suaminya Clarisya ya, mana mau Clarisya sama laki laki kaya kamu, mirip gembel" Arya tidak percaya dengan semua ucapan dari Nizam, karena menurutnya tipe Clarisya itu sepeti dirinya.


Clarisya hanya diam mematung, tidak ada sepatah kata pun keluar dari mulutnya.


"Mendingan Anda pegi dari sini, jangan lupa ngaca sebelum berucap, Anda itu tidak pantas dengan Clarisya yang cantik ini" Nizam pun mengusir Nizam dari tempat itu.


Arya dan Clarisya pun masuk kedalam cafe tersebut setelah kepergian Nizam. Dengan hati yang kecewa Nizam pergi dari situ, dia tidak percaya bahwa Clarisya tidak mau sama sekali mengakui dirinya di depan laki laki tadi.


*


*


*


*


"Assalamu'alaikum" saat masuk Nizam tidak lupa mengucapkan salam seperti biasanya.


Dia bergegas masuk kedalam kamarnya untuk mandi, dan melaksanakan shalat terlebih dahulu.


Dan setelah itu langsung membereskan rumah, dari menyapu rumah, ngepel, nyapu halaman, nyuci piring, nyuci baju.


Setelah beres beres dia lanjut masak untuk makan malam dirinya dan sang istri.


Dia akan masak makan malam dengan menu ikan gurame asam pedas, cumi goreng tepung, capcay, dan tidak lupa ia membuat sambal goreng kesukaan nya.


Sekitar 45 menit dia baru selesai memasak. Setelah selesai memasak Nizam kembali ke kamarnya. Untuk membersihkan dirinya lagi, karena keringat membasahi seluruh tubuhnya.


Kini Nizam sudah selesai mandi, pada saat dia keluar dari kamar dia mendengar suara mesin mobil milik Clarisya memasuki halaman rumah.


Ceklek

__ADS_1


Nizam langsung tersenyum saat melihat Clarisya, walaupun sebenarnya dia masih menyimpan rasa kecewanya. Tapi dia akan menghilangkan rasa kecewanya terhadap Clarisya.


Dia juga sadar diri, mungkin Clarisya malu mengakui dirinya sebagi seorang suami dari dia, dikarenakan penampilannya dan juga pekerjaannya yang bisa saja membuat Clarisya malu.


"Baru pulang?" tanya Nizam saat Clarisya langsung duduk di sofa ruang tamu.


"Kamu nggak liat apa, kalau aku baru aja pulang kerja, pake nanya segala" Clarisya mulai emosi dengan Nizam.


Apalagi saat dia mengingat kejadian siang tadi, dimana Nizam yang menyatakan bahwa Nizam adalah suami dari dia.


"Oh iya, aku cuman mau ngingetin kamu aja. Kalau kita ketemu di luar, anggap aja kita NGGAK PERNAH KENAL SAMA SEKALI OK" Clarisya menekan kan kata di akhir kalimat.


"Baik lah kalau itu mau kamu, aku bakalan nurutin ke mauan kamu" jawab Nizam sambil tersenyum yang tidak dapat di artikan.


"Awas aja sampai kamu ngaku, kalau kamu itu suami aku, seperti siang tadi, aku bakalan buat perhitungan sama kamu" Clarisya mengancam Nizam.


Nizam mengangguk. Setelah mengucapkan itu, Clarisya pun langsung pergi berlalu ke kamarnya untuk bersih bersih dan setelah itu makan malam.


*


*


*


*


Malam pun datang tanpa di perintah. Dan sekarang adalah waktunya makan malam. Seperti malam kemarin, Nizam makan di dapur.


Karena Clarisya tidak mau makan satu meja dengan Nizam, kalau dia makan satu meja dengan Nizam. Selera makannya akan hilang begitu saja.


Maka dari itu Nizam lebih memilih makan di dapur dari pada membuat nafsu makan Clarisya hilang, karena iya tidak mau kalau Clarisya tidak makan sama dan membuatnya sakit.


Sesudah makan Nizam membereskan meja makan dan mencuci semua piring kotor, sedangkan Clarisya langsung pergi menuju kamarnya untuk beristirahat.


Yang seharusnya membereskan meja makan dan mencuci piring itu adalah tugas Clarisya sebagai seorang istri, tapi ia kerjakan semuanya dengan senang hati.


Kini semuanya sudah beres dan selesai juga sudah di tata pada tempatnya, Nizam pun kembali ke kamarnya, karena besok ia akan pergi berkeja.


Dia juga harus bangun sangat pagi, karena harus membuat sarapan buat dirinya dan juga buat Clarisya.


Bersambung....

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak di cerita pertama ku ini. Like, Koment, Vote, Rat🌟5, List Favorite.


Salam Hangat Dari Saya,πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜‰πŸ˜‰


__ADS_2