Tuhan Beri Aku Kesempatan Kedua

Tuhan Beri Aku Kesempatan Kedua
Bab 6


__ADS_3

Pagi harinya, Nizam sudah membuat sarapan untuk dia dan istrinya itu. Pagi ini Nizam hanya membuat nasi goreng dan telor mata sapi saja.


Setelah selesai mempersiapkan sarapan, dia kembali lagi ke kamarnya untuk bersiap siap pergi ke pasar. Dan seperti yang kalian sudah tau kalau pekerjaan Nizam adalah seorang kuli panggul di pasar.


*


*


*


*


Sedangkan disalah satu kamar ada seorang wanita yang masih bergelud dengan selimut dan bantal bantal yang ada di dekatnya.


Wanita itu masih males untuk membuka matanya, tapi karena pagi ini dia ada meeting dengan salah satu klien jadi dengan terpaksa dia harus bangun dan mandi.


"huft, males banget deh" ucap wanita itu yang ternyata Clarisya. Clarisya langsung saja keluar dari balik selimut nyaman nya.


Dia pun berjalan kearah kamar mandi untuk mandi dan langsung bersiap siap pergi ke kantor, dia sebenernya males banget pagi ini untuk kemana mana. Tapi mau bagi mana lagi, dia harus berangkat juga ke perusahaan.


Karena kalau dia tidak pergi ke perusahaannya, bagaimana dengan nasib para karyawan yang ada di perusahaan, yang ia handel. Karena klien ini sangat penting untuk membuat perusahaan Clarisya tambah maju dan terkelan di seluruh Asia.


Sesudah mandi, Clarisya langsung berjalan ke arah lemari, dia pun memilih pakaian yang pas untuk ia pakai pagi ini.


Setelah mendapatkan pakaian yang dia inginkan, Clarisya langsung memakainya.


Kini dia sudah selesai dengan pakaiannya.


Clarisya pun berpindah ke depan meja rias, dia mulai memainkan alat make up nya dengan mengunakan jari jari lentik nya.


"Aku harus berpenampilan perfect di depan klien ku pagi ini" ucap Clarisya sambil memoleskan make up di wajahnya.


15 menit kemudian Clarisya sudah selesai siap siap untuk berangkat ke perusahaannya.


Dia langsung saja turun dari kamarnya yang ada dilantai atas.


Dan kini Clarisya sudah duduk di depan meja maka, dan memulai sarapan nya pagi ini dengan tenang. Pada saat ia melihat Nizam keluar dari kamarnya, tiba tiba saja nafsu makannya hilang. Clarisya pun menyudahi makannya.


"kamu udah mau berangkat kerja?" tanya Nizam, saat ia melihat Clarisya akan berdiri dari tempat duduk nya.


"Iya" jawaban singkat yang keluar dari mulut Clarisya. Nizam hanya menganggukkan kepalanya.


"Kenapa makannya nggak dihabisin sekalian" tanya Nizam lagi.


"Udah nggak nafsu, saat aku ngeliat kamu" jawaban Clarisya itu membuat hati Nizam merasa bersalah, sebab karena dialah nafsu makan Clarisya hilang.

__ADS_1


"Maaf, gara gara aku nafsu makan mu jadi hilang" sahut Nizam.


"Hemm" setelah berdehem, Clarisya pun langsung berlalu menuju pintu depan dan langsung berangkat kerja.


Lagi lagi Nizam tersenyum miris saat meratapi bahwasannya, Clarisya tidak menerima pernikahan mereka.


Tapi Nizam harus menerima ini semua dengan hati dan dada yang lapang. Dia masih tetep yakin, bahwa suara saat atau suatu hari nanti Clarisya akan bisa menerima pernikahan ini.


*


*


*


*


Sebelum Nizam berangkat kerja, dia memberseskan meja makan. Saat semuanya sudah beres Nizam pun langsung berangkat menuju pasar tempat biasanya dia mengangkut barang barang di pasar.


Kini Nizam sudah sampai dipasar itu.


"Assalamu'alaikum selamat pagi Pakde Umar" salam Nizam pada bapak bapak yang umurnya sekitar 37 tahunan, beliau biasanya di panggil orang sekitar Pakde Umar.


"Wa'alaikumsalam Izam, kemana aja kamu, udah sekitar seminggu ini nggak datang ke pasar?" tanya Pakde Umar.


"Srius kamu nikah Zam?, ko kamu nggak ngasih tau Pakde sih?" kata Pakde Umar.


"Maaf ya Pakde kalau Izam nggak ngundang Pakde, soalnya ini nikahnya juga mendadak Pakde" jelas Nizam.


"Iya udah nggak papa Zam, tapi Pakde ikut senang dan bahagia pada saat tau kamu udah nikah, jadi ada yg bisa ngurus kamu" jawab Pakde Umar sambil menetuk pundak Nizam.


"Semoga pernikahan mu dan istri mu baik baik saja ya, selalu dalam lindungan Allah swt., di berikan kebahagian dan juga selalu di berikan rahmat nya yang kuasa" doa doa dari Pakde Umar.


"Aamiin allahuma aamiin" Nizam mengaminkan doa dari Pakde Umar. Setelah sedikit berbincang, Nizam dan Pakde Umar pun mulai melakukan tugas mereka.


*


*


*


*


Clarisya baru saja sampai di perusahaannya. Saat ia memasuki perusahaannya tersebut, dia disambut dengan ramah oleh para karyawannya.


Dari yang menyapanya, ucapan selamat pagi, dan banyak lagi. Clarisya mu menanggapi nya dengan senyum khas dia.

__ADS_1


"Pagi Bu" sapa Sekertaris dari Clarisya.


"Pagi juga Wid" sapa balik dari Clarisya.


"Oh iya Bu, hari ini ibu ada meeting dengan klien dari Singapura, dari perusahaan AR Group, jam 10.30" Widya menjelaskan jadwal untuk Clarisya.


"Ok atur aja, kalau gitu saya masuk dulu, nanti kalau ada yang mencari saya langsung suruh masuk saja" Clarisya pamit masuk kedalam ruangan yang bertulisan CEO.


"Baiklah Bu" Clarisya pun masuk kedalam ruangan tersebut.


Kini jam sudah menunjuk pukul 10.25, tidak lama lagi dia akan mulai meeting dengan kliennya dari Singapura.


Tok tok tok


Suara pintu ruangan Clarisya berbunyi.


"Masuk" seru Clarisya. Orang yang berada dibalik pintu itu pun masuk, saat mendengar jawaban Clarisya. Dan ternya orang itu adalah Sekertaris Clarisya yang akan mengingatkan, kalau sebentar lagi meetingnya akan dimulai.


"Iya ada apa Wid?" tanya Clarisya saat pintu sudah terbuka dan Clarisya sudah berada di hadapannya.


"Meeting kita akan dimulai 5 menit lagi Bu" Clarisya mengangguk kan kepalanya.


"Ok, saya akan bersiap siap dulu, sebentar lagi saya akan keluar" ucap Clarisya.


"Oh, ya sudah kalau begitu saya pamit dulu Bu" Widya pun pamit, dia juga harus mempersiapkan berkas berkas dan dokumen.


Tidak lama kemudian Clarisya keluar dari ruangannya dan bertepatan dengan Widya yang baru selesai menyiapkan semuanya.


"Mari Bu, CEO dari perusahaan AR Group" Clarisnya menganggukkan kepalanya dan mereka pun langsung pergi ke ruangan meeting.


Sekarang Clarisya dan Widya sudah sampai di depan ruangan meeting. Clarisya pun memegang kenop pintu.


Ceklek


Saat mereka melihat Clarisya masuk, semua yang berada diruangan itu pun berdiri dan menyambut Clarisya.


"Selamat Pagi" semua yang ada diruangan itu pun membalas ucapan selamat pagi dari Clarisya. Saat Clarisya menghadap ke arah depan, dia terkejut saat melihat seseorang yang sangat dia kenal.


Dan orang itu tidak kalah terkejut saat dia tau bahwasannya CEO dari perusahaan Indrawan Group adalah seseorang yang pernah menjadi ratu di hatinya.


Bersambung....


Jangan lupa tinggalkan jejak di cerita pertama ku ini. Like, Koment, Vote, Rat🌟5, List Favorite.


Salam Hangat Dari Saya,πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜‰πŸ˜‰

__ADS_1


__ADS_2