
Kini pernikahan Clarisya dan Nizam sudah memasuki seminggu. Dan selama seminggu itu mereka masih tinggal di rumah orang tua dari Clasrisya.
Dan rencananya hari ini Clarisya dan Nizam akan pindah kerumah orang tua Clarisya yang sudah lama tidak ditempati.
Nizam juga sudah mengambil keputusan untuk menerima tawaran mertuanya untuk tinggal dirumah mertuannya yang berada di kotak B.
"Zam, ini semua pakaian kamu yang beresin ya, aku males.. apa lagi untuk beresin baju kamu yang kumal dan kumuh itu" ucap Clarisya.
Nizam hanya menurut saja, dia tidak mau ada keributan pagi ini, jadi lebih baik dia menurut.
"Oh iya satu lagi, nanti sekalian kamu yang bawa koper sama perlengkapan make up ku atau perlengkapan kecantikan ku ke mobil ya" perintah Clarisya lagi.
Lagi lagi, Nizam hanya mengangguk kan kepalanya saja. Sedangkan Clarisya bersantai santai memainkan ponselnya sembari menunggu Nizam selesai membereskan pakaian dan barang barang yang akan dibawa kerumah baru mereka.
Sekitar pukul 11.00 Nizam telah selesai membereskan semuanya.
"Cla semuanya udah selesai, kapan kita pergi?" tanya Nizam.
"Langsung sekarang aja pergi, jangan lupa semuanya ini kamu yang bawa, aku males" sahut Clarisya.
Nizam dan Clarisya pun langsung turun kelantai bawah. Dimana Nizam yang membawa semua barang dengan susah payah dan Clarisya tidak sama sekali memiliki niat untuk membantu Nizam.
"Ya ampun Cla, kamu bukannya bantuin suami kamu yang ke susahan bawa semua barang itu, kamu malah main ponsel" Bulan merasa tidak enak hati dengan mantunya itu, atas sikap dan kelakuan anak nya.
"Ya allah Nizam, sini Mami bantu kamu, emang bener bener kamu Cla nggk sama sekali mau membantu suami kamu" omel Bulan sambil membantu Nizam.
Clarisya yang di omelin Mami nya, seolah tidak mendengar atau pun tidak terjadi apa apa, dan dia masih tetap fokus memainkan benda pipih yang ada di tangan nya.
Sehingga hal itu membuat Bulan kesal sekali dengan kelakuan Clarisya.
"Cla, kamu denger nggak sih apa kata kata Mami tadi hah!!!" ucap Bulan sedikit kesal dengan Clarisya.
"Iya iya Mi, aku denger kok" sahut Clarisya, dengan mata nya masih tetap menatap ponselnya.
Bulan menarik nafasnya dengan dalam, dan kemudian dia mengembuakannya secara perlahan, dia berharap cara itu akan membuat dirinya sedikit tenang dari sebelum nya.
Nizam yang melihat itu sebenarnya merasa tidak enak hati.
"Udah nggak papa ko Mi, aku juga tadi nggak ke susahan kok, bawa barang barang itu" ujar Nizam.
"Jadi sekarang kalian akan pindah?" tanya Bulan. Nizam mengangguk kan kepalanya pertanyaan benar, kalau mereka akan berangkat jam segitu juga.
"Nggak mau nunggu Papi kalian pulang dulu?" tanya Bulan lagi. Kini Clarisya langsung menyahuti pertanyaan Mami nya.
__ADS_1
"Nggak usah Mi, kami titip salam aja buat Papi, takut nggak keburu nanti Mi" jawab Clarisya.
"Oh, ya udah kalau kalian mau pergi sekarang, ayo Mami anter kalian ke depan" Bulan pun mengantarkan Nizam dan Clarisya kedepan.
Karena di depan sudah ada seorang supir yang akan mengantar mereka kerumah yang akan ditinggali oleh Clarisya dan Nizam.
"Ya udah Mi, aku sama Nizam pergi dulu, kalau kita udah sampai nanti aku telpon Mami sama Papi" Clarisya dan Nizam pun berpamitan ke Bulan.
Tidak lupa mereka mencium punggung tangan Bulan secara bergantian, dan Bulan juga langsung memeluk sang putri, Bulan juga mencium Clarisya. Sampai tidak sadar sebuah bulir bening mengalir dari pelupuk mata Bulan.
"Mami jangan nangis gini dong, kan Mami sama Papi bisa main ke situ kapan pun kalian mau" Clarisya mengusap bulir bening yang ada di pipi Bulan dengan lembut.
"Iya nggak nangis lagi kok, ya udah sekarang kalian pergi aja, Mami baik baik aja kok" suruh Bulan kepana dua orang itu.
Akhirnya Nizam dan Clarisya langsung masuk ke dalam mobil yang akan mengantar mereka berdua kerumah yang akan mereka tempati.
*
*
*
*
Tempat itu sangat luas, di situ juga terdapat beberapa tanaman yang menghiasi rumah itu, juga tidak lupa ada ayunan tepat di bawah pohon mangga yang sangat rindang.
Tempat nya juga sangat nyaman sejuk di lihat, tapi kalau boleh jujur sebenarnya Nizam merasa tidak enak hati dengan mertuanya.
Soalnya dia belum bisa membuat Clarisya bahagia apa lagi untuk membelikan Clarisya rumah dia tidak akan mampu.
"Jangan lupa bawa semua barang barang aku" teriak Clarisya saat sudah berada di depan pintu rumah.
Nizam menghela nafasnya, kemudian dia menurunkan barang barang dari bagasi mobil dengan dibantu supir yang mengantar mereka tadi.
"Udah biar saya saja Pak, kalau Bapak mau pulang, pulang aja" Nizam menyuruh supir itu pulang ke tempat mertuanya lagi.
"Aden nggak papa, nggak mau saya bantu dulu bawa barang barang ke dalam?" tanya supir itu yang bernama Ahmad.
"Jangan terlalu formal, panggil aja saya Nizam atau Izam" ucap Nizam.
"Saya nggak enak kalau panggil nama, takut nggak sopan sama majikan" sahut Pak Ahmad.
"Kan saya bukan majikan Bapak, jadi Bapak bisa panggil saya dengan nama aja" kata Nizam. Pak Ahmad pun mengalah dengan Nizam, jadi dia akan memanggil Nizam dengan sebutan nama saja.
__ADS_1
"Kalau nggak ada yang bisa Bapak bantu lagi, Bapak pamit ya Zam" Pak Ahmad pun pamit dengan Nizam untuk pulang kerumah Bulan.
"Iya Pak, silahkan" Setelah kepergian Pak Ahmad Nizam pun masuk kedalam rumah dengan membawa semua barang barang yang di bawa oleh dia dan Clarisya.
Saat Nizam masuk kedalam rumah, betapa kagum nya ia dengan kemegahan dan kemawahan rumah itu. Dia merasa sebenarnya dia tidak pantas tinggal disitu.
Tapi mau bagimana lagi, kalau Clarisya mau ia ajak tinggal di kontrakan lama nya dia bakalan senang, tapi dia tau kalau Clarisya tidak pernah merasakan yang namanya hidup susah.
Dan semua kemauan dia bakalan di turutin dalam hitungan menit bahkan detik.
"Assalamu'alaikum" salam Nizam ketika masuk kedalam rumah itu.
Tidak ada jawaban sama sekali. Tidak lama muncul lah Clarisya dari arah dapur.
"Oh iya jangan lupa semua barang ku kamu bawa ke kamar ku yang ada diatas" perintah Clarisya.
"Dan kamu, mulai malam ini tidur di kamar bawah" Nizam hanya mengangguk, sebenarnya dia merasa sakit, saat dia tau kalau Clarisya tidak mau tidur satu kamar dengan Nizam.
"Ya udah tunggu apa lagi, cepat bawa barang barang ku kemar" suruh Clarisya. Nizam pun membawa semua barang barang Clarisya ke kamar milik Clarisya.
*
*
*
*
Kini Nizam sedang duduk di ruang tamu untuk mengistirahatkan tubuhnya yang merasa sedikit kelelahan.
Dan Nizam juga sudah berada di lantai bawah, setelah ia selesai menaruh barang barang Clarisya ia langsung turun ke bawah dan Clarisya pergi ke kamarnya.
'Semangat Nizam, kamu pasti bisa menaklukan hati istri mu itu, jangan menyerah hanya karena ini, kamu harus yakin kalau istrimu suatu saat nanti akan mencintai dan menyayangi mu apa ada nya, kamu harus yakin ' Nizam menyemangati dirinya sendiri.
Setalah dia duduk sejenak di sofa ruang tamu untuk mengistirahatkan tubuhnya, ia pun langsung pergi berlalu ke kamar yang sudah ditunjuki oleh Clarisya.
Saat ia masuk kedalam kamar itu, ternyata kamarnya sangat bangus dan luas, kalau dia bandingkan dengan kost kostan tempat ia tinggal dulu, ini bisa dikatakan lebih luas dan mewah.
Bersambung....
Jangan lupa tinggalkan jejak di cerita pertama ku ini. Like, Koment, Vote, Ratπ5, List Favorite.
Salam Hangat Dari Saya,ππππ
__ADS_1