Tuhan Beri Aku Kesempatan Kedua

Tuhan Beri Aku Kesempatan Kedua
Bab 5


__ADS_3

Sore harinya sekitar pukul 16.30 setelah shalat Ashar, Nizam berjalan ke dapur. Dan langsung pergi menuju lemari es, saat dia membuka lemari es, dia melihat banyak isi di dalam nya.


Ternyata mertuanya sudah menyiapkan ini semua sebelum dia dan Clarisya pindah kerumah itu.


"Hah!!, ternyata Mami sudah menyiapkan semua ini" kata Nizam tidak menyangka.


"Masak apa ya aku enak nya?" Nizam mulai berfikir akan memasak apa, untuk makan malam nanti.


"Masak tumis cakangkung, terus apa lagi ya, hemm ayam goreng, sama telor belado aja deh, nyari yang simpel" Nizam pun langsung memulai acara masaknya.


Nizam memasak untuk makan malam mereka dengan lincah dan cekatan, tanpa ada sedikit kesusahan dan kendala sedikit pun.


"Nah akhirnya selesai masak tumis cakangkung, tinggal telor balado sama goreng ayam" Nizam menaruh tumisan itu kedalam mangkuk yang sudah ia ambil di rak piring.


Nizam pun kembali memulai aktifitas masaknya, dia kembali memasak telor balado dan menggoreng ayam.


Beberapa menit kemudian Nizam selesai memasak untuk makan malam mereka.


"Akhirnya selesai juga masak ya, oh iya aku kan belum masak nasi nya" sebelum masak nasi Nizam memilahat ke arah tempat beras.


"Ternyata Mami juga sudah membelikan kami beras 2 karung" ucap Nizam. Nizam merasa senang ternyata mertuanya itu sudah menyiapkan keperluan Nizam dan Clarisya.


"Huft, aku merasa tidak enak hati dengan keluarga Clarisya yang begitu baik dengan ku" ucap Nizam sambil membawa beras yang sudah ia takar ditempat untuk memasak nasi, menuju wastafel.


"Nah, akhirnya beres juga, tinggal nunggu nasi nya masak, lebih baik aku mandi dulu aja" Nizam pun pergi menuju kamarnya, berniat untuk membersihkan diri terlebih dahulu, baru ia melaksanakan shalat Maghrib, dan kemudian makan malam.


*


*


*


*


Sekarang jam sudah menunjukan saat nya untuk makan malam, karena tadi sudah memasak, Nizam tinggal menghidangkan nya diatas meja.


Setelah Nizam selesai menghidangkan makanan yang ia masak tadi, tidak lama Clarisya turun dari undukan anak tangga, dengan sudah memakai piama tidurnya.


"Ini siapa yang masak?" tanya Clarisya saat sudah berada dimeja makan, dia ia juga melihat banyak makanan yang sangat menggoda selera nya.

__ADS_1


"Aku yang masak" sahut Nizam, Clarisya hanya manggut-manggut kan kepalanya.


"Bisa masak juga?" tanya Clarisya lagi.


"Iya bisa" jawab Nizam. Clarisya tersenyum saat mendengar jawaban dari Nizam.


"Bagus deh kalau bisa masak, jadi nanti aku nggak perlu nyari pembantu lagi, kan udah ada kamu" kata Clarisya dan langsung duduk di kursi.


Nizam yang mendengar penuturan dari Clarisya pun tersenyum getir, mungkin ini memang nasibnya.


Disaat Nizam akan duduk, Clarisya menyuruhnya untuk berhenti.


"Stop, berdiri" kata Clarisya. Nizam hanya menurut, dia pun berdiri.


"Aku mohon kamu jangan makan sama aku di satu meja ini" kata Clarisya.


"Kanapa begitu Cla?" tanya Nizam, dia merasa tidak ada salah dengan Clarisya, yang sehingga membuat Clarisya tidak mau makan satu meja dengannya.


"Aku merasa jijik dengan dirimu, lebih baik kamu makan di dapur aja, kalau kamu makan disini seleraku untuk makan bakalan hilang" jelas Clarisya.


"Baiklah, kalau begitu aku akan makan di dapur saja" sahut Nizam


'Bissmillah kamu bisa Nizam untuk menaklukan hati istri kamu, tapi ini hanya butuh proses, tidak instan ' ucap Nizam dalan hati dan juga menguatkan dirinya.


*


*


*


*


Kini Nizam sudah berada di dalam kamarnya, karena setelah makan tadi Clarisya langsung berjalan masuk kedalam kamarnya.


Sedangkan ia membereskan bekas makan mereka, dari Nizam yang mencuci piring kotor, menyimpan makanan ke dalam lemari es agar besok bisa dihangatka, dan tidak lupa juga ia mengelap meja bekas mereka makan tadi.


Dan setelah semua itu beres, Nizam langsung masuk kamarnya. Di dalam kamar dia membaringkan tubuhnya yang sedikit kelelahan.


Nizam berbaring sambil menatap langit langit atap, dengan sendu.

__ADS_1


'Mungkin ini memang sudah jalan takdir hidup ku, aku tidak boleh mengeluh, aku tidak boleh menyalahkan tuhan tidak adil dalam apa yang ada dalam hidup ku ' kata Nizam didalam hatinya.


"Mungkin tuhan memberikan setiap cobaan kapada hambanya, tidak pernah di luar batas ke mampuan seorang hambanya" kata Nizam supaya dia tidak berfikir negatif terhadapat sang pencipta.


Tidak terasa jam sudah menujukan pukul 00.24, tapi Nizam masih belum bisa memejamkan matanya


"Shalat Tahajud dulu ah, semoga setelah shalat Tahajud aku bisa tidur" Nizam pun langsung berdiri dan berjalan ke arah kamar mandi untuk mengambil wudhu terlebih dahulu.


Setelah itu Nizam memulai shalatnya. Dia shalat dengan khusyuk, dan setiap dalam sujud nya dan dalam doanya, pada ada nama sang istri.


'Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh '


'Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh '


setelah selesai shalat Nizam pun berdoa, kepada yang maha kuasa.


'Ya Allah, Ya Rahman, Ya Rahim, hamba memohan pada mu yang maha segalanya, berikan hamba mu yang penuh dosa ini ke kuatan dan ketabahan untuk menghadapi semua ujian yang engkau berikan dan juga agar hamba bisa kuat menghadapi sikap dan kelakuan istri hamba, semoga hamba bisa melaluinya dengan ikhlas ' ucap Nizam di dalam hati.


'Hamba tau, engkau tidak akan pernah memberikan hambanya ujian melebihi batas kemampuan hamba mu ini, semoga ujian yang hamba lalui dan hamba hadapi ini cepat berlalu dan di gantikan dengan kebahagian yang hamba impikan, Aamiin ya robbal alamin ' Nizam pun selesai shalat malamnya.


Dia kembali ke tempat tidurnya lagi, dan mulai memejam kan matanya, karena kantuk itu yang sangat berat sudah melanda.


*


*


*


*


Allah berfirman, "Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan." (QS. Al-Insyirah: 5-6).


Dalam sebuah hadis qudsi, Allah SWT pernah berfirman yang artinya: β€œJika Aku mencintai seorang hamba, maka Aku turunkan ujian (kesulitan dan kesempitan) kepadanya. Hal itu agar ia memohon kepadaKu (agar ujian dapat diangkat darinya melalui doa-doa yang dipanjatkan).”


Surah Al-Baqarah Ayat 286: Allah Tidak Akan Menguji Hamba-Nya di Luar Batas Kemampuannya.


Bersambung....


Jangan lupa tinggalkan jejak di cerita pertama ku ini. Like, Koment, Vote, Rat🌟5, List Favorite.

__ADS_1


Salam Hangat Dari Saya,πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜‰πŸ˜‰


__ADS_2