
Triakan cewe itu menyita seluruh perhatian semua yang ada di sana tak terkecuali Risa.
deg...deg...deg.. jantung Risa berdebar dengan cepat stelah melihat cewe yang memanggil Al adalah Riri.
" kenapa aku masih kaya gini ya allah, harusnya aku udah tau bakal terjadi seperti ini tapi knapa begitu sakit dan sesak." ujar Risa dalam hati sedangkan tatapan matanya tak henti memandangi Riri.
Ayu melirik ke arah Risa yang termenung Ayu pun prihatin atas kisah asmara sahabatnya itu.
tatapan Risa terasa sendu seakan tak mampu lagi menahan dan membendung rasa sedihnya.
Ayu mengelus pundak Risa untuk menguatkan agar Risa lebih tabah.
"Ris aku tau kamu bisa ris " bisik Ayu Risa pun menunduk.
Semua menyapa kedatangan Riri tanpa terkecuali..
mereka kembali berbicara dengan tawa dan canda.
hanya hati Risa yang seakan bergulat dengan perasaan dan logikanya.
Perasaan yang tak bisa menerima itu semua tapi logika yang mengharuskan belajar untuk menerima dan melupakan perasaanya terhadap Al.
Tak berasa waktu seakan berputar dengan sangat cepat.
waktu makan malam pun tiba, semua makanan sudah terhidangkan di meja makan
banyak sekali makanan-makanan yang mewah bahkan mungkin Risa belum pernah makan, Namun itu tidaklah membuat Risa bahagia namun Risa harus pura-pura bahagia agar tidak mengganggu suasana...
"Omg omg omg aduh semua terlihat enak" ujar Ayu dan Arum
Della yang merasa tingkah laku temanya itu sedikit lebai pun cumn tersenyum.
"Silakan Tuan muda, den dan nona-nona nikmati makananya"ujar bibi
"Makasih bi"ujar Risa dan yang lainya.
Ayu makan seperti hilang akal semua di icip sampe kekenyanganππ
Dika yang memperhatikan Risa makan sedikit pun berinisiatif mengambilkn lauk dan sayur ke dalam piring Risa.
" Makan yang banyak Ris biar kamu ga sakit" ucap Dika membuat Ayu aga sedih tapi Ayu memaklumi itu semua.
Ayu sudah putuskan akan melupakan Dika dan berteman dengan baik tanpa rasa cinta yang lebih meski itu susah.
"Makasih Dik kamu juga yah makan yang banyak biar gendut " ujar Risa malah meledek dika sambil tersenyum. dan semua pun ikut tertawa kecil π
Tapi itu semua tidak membuat Dika kesal karna menurut dika senyuman dan wajah bahagia Risalah yang terpenting.
Dika tersenyum hangat...
" Oh iya bentar lagi kita main api unggun kan?"tanya Robby
__ADS_1
"Iyalah" kata Dika menjawab Robby
" tapi gue lupa bawa gitar aihhhh ga seru kalo ga ada musik-musik" ujar Tito
"Lah kenapa loe lupa sih Tito Trus gimana? masa iya dadakan beli, kapan bakal sampe"ujar Al kesal, karna rencananya kemungkinan ga berjalan sesuai rencana.
"Kalian tenang kali Risa sudah bawa gitarnya" ucap Dika
''HAH RISA!! emang loe bisa main gitar juga " tanya Robby dan Tito tak percanya.
"Eh kalian berdua jangan sembarangan, Risa bukan hanya jago main gitar tapi suara Risa juga bagus." ujar Ayu sambil menunjuk ke arah Robby dan tito.
Robby dan Tito saling pandang dan mereka merencanakan sesuatu.
" oh iya Ris kapan kamu bawa gitar ko aku ga lihat?" tanya Ayu.
"ya pas aku bilang mau ambil barang yang ketinggalan kan selain kue ku bawa gitar, " ujar Risa
" Udah -udah kalian berisik sekali sih lanjut makan lah " ujar Riri kesal, merasa kehadiran mereka mengganggu.
" sayang kenapa kamu begitu sama mereka" tanya Dika tak suka akan sikap Riri
Riri yang cemberut pun mengakhiri makan malamnya dan pergi ke dalam kamar Al langsung menyusul Riri
sedangkan yang lain melanjutkan makan malam mereka....
Tok...tok...tokk.... terdengar suara ketokan pintu,
"Sayang buka dong pintunya "ujar Al, dan berbagai macam bujukan Al utarakan agar Riri membuka pintunya.
namun Al baru saja melangkah , terdegar suara pintu terbuka,
Al pun langsung berbalik berjalan menuju pintu itu untuk menemui Riri.
"Sayang maafin aku yah aku ga sengaja tadi" ucap Al.sambil pegang tangan Riri.
"hemmmm" jawab Riri
"Ayo kita main main api unggun, kasian yang lain menunggu" ajak Al sambil menarik tangan Riri,
Mereka berdua menuju taman belakang untuk menemui yang lainya.
"Haiiiii "sapa Al dan Riri.yang hanya di balas senyuman oleh mereka semua.
"Maaf yah semua gara-gara aku kalian nunggu lama " ucap Riri tiba-tiba membuat Al kaget namun tersenyum.
"Udah ga pa'pa Ri kami ngerti ko sini duduk aja kita muterin Api" ujar Dika
Al dan Riri pun duduk bersebelahan di atas rumput yang sudah di alasin kasur duduk kecil.
Tito dan Robby duduk bersama di sebelah Al
__ADS_1
Arum dan Dell duduk di Sebela Riri
Sedangkan Ayu , Dika dan Risa Duduk di sebelah Della dan Robby dan otomatis meteka bertiga duduk di depan Al dan Riri.
memang setiap alas di kasih jarak 1-2 meter
tujuanya agar pas biar berasa bulat menurut mereka.
"Ayooo ayooo kita main yu"ajak Ayu yang begitu semangat
"Gimana kalo kita main true or dare" ujar Dika dan Al, yang memang sengaja merencakan ini semua.
"Oke siapa takut , gimana setuju ga? "ujar Ayu.sambil menatap teman-temanya.
"Setuju" ucap mereka serentak.
" Ok cara mainnya begini yah, ini ada bola dan kira lepar memutar secara bergantian sambil bernyanyi balon ku, siapapun yang memegang bola ini pas lagu berakhir berarti dia yang kalah " jelas Dika panjang lebar.
"Ok 123 go" ucap Dika
bola pun berpindah-pindah dari tangan-tangan mereka yang sambil bernyanyi
lagu pun mulai berakhir dan bola sedangkan bola berada di tangan Tito
"ah sial"ujar tito kesal, yang lain hanya tertawa di buatnya.
"Ok tito true or dare?" tanya Dika
"Dare deh tapi jangan aneh-aneh loe Dik" ucap Tito setengah mengancam namun dika hanya tersenyum usil.
"Tito bernyanyi lagu pelangi sambil muterin api unggun" ujar Dika
"Gitu doang mah kecil elah Dik"ucap Tito meremehkan
" Iya nyanyi tapi sambil bergaya monyet " ujar dika tertawa hahaha yang lain pun ikut tertawa.
" aaahhh sialan loe Dik awas yah tunggu pembalasan ku" ujar Tito, sambil bersiap melaksanakan tantanganya.
Semua orang di situ di buat tertawa terbahak-bahak oleh ulah Tito πππ
"Udah tuh puas kalian, aaahhh malu banget aku asli " ujar Tito sembari melirik dan tersenyum kearah Della.
Della yang menyadari lirikan Tito pun jadi salting, mukanya seketika memerah sperti kepanasan...
permainan pun berlanjut kembali bola pun terhenti di tangan Ayu...
Sekarang giliran Robby yang melontarkan sebuah tantangan untuk Ayu.
" Peluk seseorang yang paling kamu sayangi di antara kami semua " ujar Robby
Ayu berdiri dari tempat duduknya, berjalan memutari api unggun terbesit sebuah senyuman dari wajah Ayu.
__ADS_1
** BERSAMBUNG
TUNGGU KELANJUTANNYA YAH..... LOVEEπππππ