
Ayu masih memeluk Risa yang masih menagis tersedu-sedu...
"udah lah Ris, kuatkan hati mu Ris"
Ayu terus berusaha menghibur. Risa yang lelah menangis pun tertidur...
Suasana hati ayu yang kacau tidak ingin balik ke tempat teman-nya itu...
Ayu hanya pergi ke dapur untuk mengambil air minum.
Namun di tengah perjalanan Ayu di cegat dika .
Ayu yang kaget hampir saja menumpahkan air minum yang di bawanya.
"Apa'an sih loh dik, astaga bikin gue kaget."
bentak Ayu.
"Sorry Ay sorry ...."Dika merasa bersalah.
"Gimana ke adaan Risa Ay? dia baik-baik sajakan? ." sambung Dika mengajukan pertanyan bertubi-tubi dengan raut wajah kawatir.
Ayu, melihat wajah dika yang begitu kawatir.
seketika Ayu merasa iri akan nasib Risa yang bisa di cintai Dika..
"andai saja itu aku, aku pasti bahagia." ujar Ayu dalam hati.
"Heiii!!! kenapa kau bengong Ayu? " ucap Dika menyadarkan Ayu dari lamunannya.
" Oh iya... Risa baik-baik saja ko Dik ga usah kawatir ok." ujar Ayu.
Dika yang mendengar itu pun merasa sangat lega.
"kamu mau balik ke sana ga yu?." tanya dika yang di jawab dengan gelengan kepala oleh Ayu.
Dika pun berjalan menuju teman-temanya sendiri tanpa Ayu.
Ayu kembali ke kamar untuk istirahat bareng Risa...
detik jam terus berputar....malam semakin larut....
permainan yang mereka mainkan pun telah usai dan mereka kembali ke kamar masing-masing.
hanya ada Al dan Riri yang masih berdua di sofa. berasa dunia milik mereka berdua.
"sayanga aku ngantuk nih." ujar Riri.
"aku tidur di kamar mu yah sayang?." sambung Riri.
Namun Al masih diam memikirkan sesuatu.
"apa Risa baik-baik saja yah?." lirih Al dalam hati.
__ADS_1
Riri yang merasa di acuhkan pun berbicara dengan keras agar Al dengar.
"Al, sayang kamu kenapa sih hah?." ucap Riri marah sambil berjalan menuju kamarnya.
Al pun langsung mengejar Riri namun Riri terlanjur menutup pintu kamarnya.
Al berusaha mengetuk. terus mengetuk
ucapan maaf, permohonan maaf Al ucapkan untuk membujuk Riri.
akhirnya pintu pun terbuka. menampakan Riri yang sudah mengenakan baju tidur yang tipis bahkan bayang-bayang badanya pun nampak samar.
"Sayang, maafin aku yah karna aku tadi tidak dengarkan kamu." ucap Al. Riri pun hanya tersenyum tipis.
"kali ini kamu harus jadi miliku Al, aku tau kamu tidak 100% mencintai ku, aku akan buat kamu tidak bisa, meningalkan ku." ucap Riri dalam hati.
"Oke aku bakal maafin kamu asal malam ini kamu temenin aku tidur...yaahhhh sayang, aku takut sendiri." pinta Riri merajuk dengan imutnya.
Al yang tak bisa menolak pun mengiyakan permintaan Riri, untuk menemaninya....
Riri berjalan ke arah ranjang lalu duduk di tepi ranjang itu...
tangan Riri menepuk-nepuk ranjang di samping dirinya. meminta Al duduk di sampingnya.
Al pun jalan mendekati Riri dan duduk di samping Riri.
Riri mulai berbincang-bincang, sambil menyenderka kepalanya di pundak Al dan tangan yang melingkar di badan Al.
Al, yang kaget pun seketika melepaskan pelukan tangan Riri yang berada di tubuhnya.
"Sayang kenapa ko kamu gitu??.. aku sayang banget sama kamu Al." ucap Riri mendekat mencium pipi Al,
Al terdiam seketika syok akan perlakuan Riri terhadapnya.
Riri pun bergerak ingin mencium bibir Al, namun Al mendorong tubuh Riri.
"Apa yang kamu lakukan hah? kamu kenapa sperti wanita tanpa kehormatan." ujar Al marah.
Riri, yang merasa rencananya gagal pun merasa kesal. tapi Riri bukan cewe bodoh yang tidak bisa mengantisipasi ini semua.
Riri pun pura-pura menagis sedih..
"Al, aku hanya berpura-pura Al aku ingin tau apakah kamu tergoda atau tidak, aku hanya takut kamu tergoda sama cewe lain...
Aku takut kmu ningalin aku Al." ujar Riri beralasan.
"Tapi sekarang aku ga tau kamu bakal semarah ini Al, maafin aku Al. " ucap Riri sambil memeluk Al.
Al pun luluh memaafkan Riri atas kejadian tadi.
"ya sudah kamu tidur di ranjang biar aku di sofa" ujar Al, dengan terpakasa Riri menyetujuinya.
"Ah sialan gagal rencana gue, apa si Al itu homo yah? ko dia ga tergoda ama gue sial banget sih." ujar Riri dalam hati.
__ADS_1
Riri berbaring dengan berbagai caman rencana di dalam otaknya....lalu tertidur..
Di kamar sebelah...yang itu adalah kamar Risa...
Risa malah terbagun dari tidurnya karna bermimpi Al tengah menikah Dengan Riri.
Risa bersedih dan menutuskan keluar kamar serta membawa gitarnya untuk menenangkan diri...
Risa berjalan keluar menuju taman belakang
duduk di kursi taman itu sambil memandang indah pemandangan di bawah sama terlihat lampu-lampu berkilauan..
"indahnya, mereka bercahaya...akankah aku bisa seperti itu? indah dan bercahaya di antara orang-orang." lirih Risa di temani angin malam yang berhembus menggoyangkan dedaunan dan pohon -pohon kecil Di sana
"hai angin bisakah kau menyampaikan rindu ku padanya,?
bisakah kau menggantikan ku memeluknya?."
ucap Risa kepada angin sambil mengangkat tangan ke atas menutup matanya merasakan hembusan semilir angin yang menerpa tubuh dan tanganya.
rambut Risa yang terurai pun melayang mengikuti tiupan arah angin...
Di kamar Riri Al merasa seperti banyak angin yang masuk sampai mengganggu tidurnya karna merasa dingin di terpa angin.
Al pun terbangun dari tidurnya..
"Ah ,bener saja bnyak angin jendelanya ga tertutup rapat sih." ucap Al menutup jendela kamar.
Al pun melangkah kembali menuju sofa tapi tiba-tiba tengorokanya berasa kering dan tak ada air minum di kamar itu.
Al pun terpaksa keluar menuju dapur buat minum.
Al pun minum dan balik ke kamarnya namun dalam perjalanan Al melihat pintu samping arah taman belakang terbuka.
Al pun mengurungkan niatnya untuk kembali ke kamar, namun langkah Al menuju pintu samping yang terbuka dan tergerak-gerak oleh tiupan angin.
Al ke luar dan melihat sekeliling tak menemukan siapapun.
Al bejalan sedikit mejunu taman betapa kagetnya Al ternyata Al melihat Risa duduk termenung sendiri di sana.
"Ah mana mungkin itu Risa, ngapain dia malam di sini apa jangan-jangan itu hantu." ucap Al terasa merinding,
namun setelah beberapa lama Al perhatikan ternyata penglihatanya ga salah,
ya jelas ga salah masa iya hantu bawa gitar fikirnya.
Al pun kembali menuju kamarnya setengah berlari se akan melihat hantu,
entah apa yang Al fikirkan , padahal dia tau itu Risa dan bukan hantu.
**Bersambung
ikutin terusnya maaf jika telat up karna aku sibuk😂😂😂😂
__ADS_1