
Perlahan Risa menggeser layar ponselnya
'' Hallo.'' Ucap Risa.
'' Hallo Risa aku Dika kenapa kamu ga angkat" telepon ku dari tadi?.'' Ucap Dika dengan cepat.
Ya yang nelpon Risa ternyata memang dika.
Risa pun kaget mendengar suara pria yang telah meneleponya.
Karna Risa lupa bahwa dia sudah memberi no hp dia ke Dika tadi pagi.
'' Astaga kenapa aku bisa sepikun ini " fikir risa dalam hati.
'' I_i _iya '' Jawab Risa dengan suara terbata bata.
'' Risa aku boleh tanya sama kamu ga? '' Tanya dika.
'' Tanya ya tanya aja ngapain ijin sih '' Jawab Risa kesel.
'' Kamu sekolah di mana Ris'' Tanya dika
" Ngapain sih kamu nanya" sekolah ku segala? ga ada kerjaan yah hidup loe?" ucap Risa.
Bukanya menjawab Risa malah bertanya balik.
'' Ya elah jadi cewe jutek amat tinggal jawab aja sih susah amat'' jawab Dika.
'' iya jadi cowo ko bawel amat.
SMA HARAPAN 1 '' Ucap Risa.
'' Ngapain sih kamu kepo amat? Ga mungkin dong bakal pindah '' Tanya Risa.
'' Ya mungkin aja'' jawab dika sambil senyum senyum.
'' KAMU GILA YAH ! Udah ah bye '' Ucap risa setalah itu Risa pun matikan sambungan teleponya.
'' gila yah nih cowo omg banget deh aaaiihhh bida amat ah'' Ucap risa dalam hati.
Dan risa pun kembali ke ruang rawat ibunya.
^^^
Sedangkan Dika masih senyum senyum sendiri membayangkan gimana expresi wajah Risa besok pagi.
Ketika dia lihat aku yang pindah ke sekolahnya...eeemmmm pasti dia kaget banget.
Ya memang sejak Dika menabrak Risa di cafe kemarin.
Dika langsung cari tau dimana Risa sekolah melalui segaram sekolah yang di pakai risa waktu itu.
Setelah tau dika pun meminta ke orang tuanya buat mengurus semua prosedur kepindahan sekolah Dika.
Awalnya orang tua Dika ga setuju.
Tapi dika mengancam ga akan sekolah dimanapun kecuali sekolah SMA HARAPAN 1
Akhirnya orang tua dika menuruti keinginan dika karna merasa tidak ada pilihan lain.
Terus apa tujuan Dika nelpon Risa menanyakan sekolahnya jika dika sudah tau dimana risa sekolah...
Dika cuman cari alasan aja sih sebernya karna tiba tiba kangen suara Risa.
Entah sejak Dika bertemu Risa di Cafe pandangan Dika ke cewe cewe jadi berubah.
Dan sudah tidak kencan kesana kesini dengan cewe yang berbeda.
Mungkinkah ini yang di maksud cinta pandangan pertama Dika ke Risa.? entahlah hanya Dika dan tuhan yang tau.
Dika yang terus terbayang wajah Risa sampai larut dalam tidur siangnya.
^^^
__ADS_1
Di rumah sakit Dokter pun menghampiri ruang rawat bu niken.
Sesampainya di ruangan bu Niken..
Bu Niken sudah bertanya pada Dokter
'' Dokter apa saya boleh pulang dok biar saya di rawat di rumah saja dok. '' Ucap bu Niken.
'' Maaf bu tapi kondisi ibu masih belum pulih betul bu '' Jawab Dokter.
'' Tapi dok tolong dok saya mau pulang dok'' Pinta bu niken dengan sorot mata yang penuh permohonan.
Risa dan Kayla bingung kenapa ibunya meminta pulang cepat.
Sedangkan kondisinya masih blum sehat.
'' Melihat tatapan bu niken Dokter pun mengijinkan dengan berbagai macam syarat.
'' Iya bu tapi ibu harus banyak istirahat dan sebelum ibu pulang ibu harus menandatangi surat pernyataan jika bila kedepanya terjadi sesuatu akibat keluar dari rumah sakit sebelum waktu yang di tentukan.
kami dari pihak rumah sakit tidak bertanggung jawab.'' Ucap dokter panjang lebar.
'' Oke dok trimakasih kami akan urus semuanya '' ucap bu niken.
Dokter pun permisi keluar dari ruang rawat bu niken.
Risa pun bertanya kepada ibunya kenapa ingin pulang.
bukanya menjawab ibunya malah menyuruh risa mengurus administrasi dan syarat syarat lainya.
Risa pun keluar buat urus segalanya....
Sedangkan kayla tertidur di sofa.
"Maafkan ibu Risa. ibu tau biaya rumah sakit tidaklah sedikit .
ibu harus memikirkan masa depan kalian
uang yang ibu punya pun tidak banyak.
Lirih bu niken dalam hati dan buliran jernih pun lolos dari ujung matanya.
Setelah semua selesai. mereka pun pulang naik taksi.
Setelah sampai di depan rumah.
bu Niken menangis mengingat suaminya dan mereka pun berpelukan.
''Sayang ibu ingin lihat makan ayah '' pinta bu Niken
Risa pun mengangguk dan mendorong kursi roda ibunya ke arah makam.
Ya memang makam itu tidak terlalu jauh cukup jalan kaki sisaran 30 menit..
Sesampainya di pusaran makam pak damar
ketiga wanita ini pun menangis...
bahkan tangisan itu terdengar sangat sangat menyesakan dada
Hari menjelang sore akhirnya mereka pulang ke rumah.
Risa masak buat makan malam.
Sedangkan kayla bebersih diri dan membantu ibunya untuk membersihkan diri.
Setelah Risa masak risa pun bebersih dirinya.
Kayla keluar dari kamar bersama ibunya
menunggu risa di meja makan.
Risa pun datang dan mereka makan bersama.
__ADS_1
tidak ada Suara suasana hening sehening malam yang sunyi..
" Bu malam ini kita tidur bersama yah udah lama bu kita ga tidur sama sama. '' Ucap Risa
ibu niken mengangguk dan mencoba tersenyum.
'' Oh iya bu Risa keluar sebentar yah bu mau ke rumah bi inah.
Buat nemenin ibu kalo Risa dan kayla lagi sekolah bu.'' Ucap Risa meminta ijin
Bi inah adalah orang yang dulu bantu." ibu rawat kayla waktu kecil.
memang sudah lama berlalu tapi Risa berharap bi inah masih mau menjaga ibunya Risa.
'' Iya sayang hati hati yah di jalan. '' Ucap bu Niken.
Risa pun pergi ke rumah bi inah
Butuh waktu 1jam untuk sampe di rumah bi inah.
Sesampainya di sana Risa mengetuk pintu reot bhkan hampir hancur.
Sambil berucap salam.
Beberapa kali risa mengucap salam akhirnya salam Risa pun terbalas.
Nampaklah seorang wanita paru baya yang usainya hampir mirip ibunya.
'' Bi inah saya Risa bi. '' Ucap Risa sambil memeluk bi inah.
'' Nak Risa ya allah nak apa kabar. ''
Bi inah pun ngajak Risa duduk dan bertanya apa yang terjadi sehingga membuat Risa datang sendiri ke sini.
Risa pun bercerita semua yang terjadi.
Cerita yang Risa utarakan.
membuat hati bi inah kaget sampai" bi inah hampir jatuh dari tempat duduknya.
untung Risa sigap langsung pengangi tubuh bi inah.
Bi Inah menangis Risa pun memeluk bi inah.
'' Bi Inah Risa ingin meminta tolong sama bi inah. bi tinggalah dengan kami bi.
Ibu butuh bi Inah.
bibi bagai keluarga bagi kita bi. tinggalah bersama kami bi.
Tidak usah merasa tidak enak. Sehingga bibi memilih hidup sendirian begini
Tolong bi bantu kami.'' ucap Risa panjang lebar .
'' Iya bibi akan ikut kamu nak.'' Ucap bi Inah sambil peluk Risa.
Bi inah pun menyetujui permintaan Risa ya karna memang dulu alasan bi inah pergi adalah karna kayla sudah besar dan tidak ingin merepotkan keluarga Pak damar.
Karna bi inah merasa tidak berguna lagi
Meski di larang pun bi inah memilih hidup sendiri.
Bi inah dan Risa pun kembali ke rumah Risa
Bi inah memeluk bu niken dan kayla bergantian sambil menangis....
**BERSAMBUNG
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENT
DAN JADIKAN NOVEL INI FAVORIT TEMAN" SEMUA KLIK HATI YAH😘😘😘
MAAF KALO MASIH GA RAPIH CERITANYA
__ADS_1
DAN KLO TYPO"
MAKASIH KAKA" SUDAH MAMPIR ..LOVEEE😘