
Nama ku Park y/n seperti gadis biasa pada umumnya nya yang selalu ceria, umur ku 19 aku tinggal bersama eomma ku keceriaan kebahagiaan di masa muda ku hilang karena eomma ku menjodohkan ku dengan anak teman nya aku kira setelah menikah dengan nya ini akhir dari kehidupan ku tapi tidak ini baru awal dari cerita ku.
"Y/n bangun"
Eomma mu membangun kan mu dari tidur
"Sebentar lagi"
Kau masi mengantuk karena tadi malam kau live di Instagram sampai larut malam
"Kau ingin bolos sekolah eh"
Menggoyangkan tubuh anak nya
"Yah lima menit lagi eomma"
Kau melihat eomma mu dengan wajah samar samar karena Masi mengantuk
"Eomma ingin bicara sesuatu dengan mu"
Yang terus berusaha membangun kan putri nya
"Bicara saja ada apa"
Dengan mata yang tertutup tapi telinga yang masi mendengar kan ucap pan eomma mu
"Sebenernya kau sudah di jodohkan"
Menundukkan kepalanya karena tau putri nya akan menolak nya
"Apa"
Yang tadi nya tertidur sontak terbangun karena mendengar kan ucap pan eomma mu
"Kau akan di jodohkan dengan anak dari sahabat appa mu"
Mencoba menahan tangisnya karena putri nya satu satunya yang dia punya
"Tidak bisa seperti ini"
Kau marah pergih ke sekolah dan meninggalkan eomma mu tanpa berpamitan
Ini teman ku nama nya Kim tehyung dia teman ku dari kecil dia selalu ada di saat aku senang maupun disaat keadaan ku terpuruk sekali pun dia selalu ada
"Hey y/n"
Teriak nya dan segera lari menyusul teman nya itu
"Ada apa"
Teriak, sambil berjalan cepat karena Masi kesal dengan eomma mu
"Tunggu aku"
Lari mengejar teman nya itu
"HM"
Terus jalan tanpa menghiraukan nya
"Hay tunggu"
Meraih tangan mu dan manarik nya sampai membuat wajah mu dan wajah nya sangat dekat
"Ih,kau ini knp"
Grogi karena wajah kalian sangat dekat
"Kau yang kenapa Park y/n"
Menjauhkan wajah nya dari hadapan ku
"Aku tidak apa-apa"
Kau lanjut kan perjalanan mu ke sekolah dan meninggalkan tehyung
"Y/n apa yang sebenarnya nya terjadi"
Khawatir karena tea tau jika sikap ku seperti ini berarti ada masalah yang sedang ku tutupi
"Tidak kenapa²"
Kau berhenti sejenak
"Yah kau berbohong"
Tea sekarang ada di hadapan mu lagi
"Jangan ikuti aku"
Membentak tea
"Kau kenapa"
Mencoba membelai pipi mu
"Diam"
Kau memutuskan untuk menjauhi temanmu itu karena kamu tau kalian saling mencintai namun sejak kejadian tadi pagi kau memutuskan untuk membuat nya benci kepada mu
"Kau kenapa apa aku salah jika salah maafkan aku jangan seperti ini"
Mencoba memeluk mu
"Lepaskan,plakk"
Tamparan mendarat di pipi tea dan kau mencoba menahan tangis mu
"Ah,kau ini kenapa eh"
Memegang pipi nya karena tidak menyangka bahwa teman nya akan seperti ini
"Aku bilang jangan ikuti aku"
Berjalan melewati teman nya
"Hey tunggu"
Masi mencoba mendekati mu
"Apa kau kurang mau nambah lagi satu tamparan di pipi mu"
Kau masi mencoba menahan tangis mu dan tidak tega menatap tea
"Kau ini tidak adil hanya menampar pipi kiri ku yang kanan belum rasa sakit nya tidak seimbang"
__ADS_1
Mencoba mencairkan suasana supaya tidak terjadi permusuhan
"Mau aku tampar lagi ya"
Tanpa kau sadari kau tertawa kecil karena ucapan tea
"Sudah ayu ke sekolah"
Menarik tangan mu menuju sekolah
"Sudah sana aku tidak mau duduk dengan mu"
Mencoba menjauhi nya karena kau tahu pasti jika kau selalu ada di dekat Nya nanti akan menyakit kan untuk nya
"Dasar tidak tau rasa bersalah sudah menampar kau mengusir ku"
Mencoba merayu nya
"Aku akan mencubit mu"
Mengancam nya
"Lakukan saja aku tidak akan menangis"
Mengejek y/n
"Lihat saja aku akan membuat mu menangis sampai terisak"
Seketika kata kata itu lolos dari mulut mu
"Bagaimana cara nya kau akan membuat ku menangis"
Menatap mu dengan tajam
"Aku akan men**"
Terpotong karna guru sudah datang
"Baik anak-anak kumpulkan tugas yang kemarin ibu berikan"
Menyalahkan para anak murid nya untuk menumpul kan tugas nya
"Aish aku tidak mengerjakan nya"
Kebingungan dan kau takut di hukum
"Mana tugas mu"
Sebelum mengumpulkan tugas nya dia bertanya kepada mu seperti biasa
"Aku belom mengerjakan nya"
(Berbisik pada tea)
"Siapa yang tidak mengerjakan akan di hukum"
Ucap guru sontak membuat mu kaget
"Saya tidak mengerjakan nya Bu"
Tea mengangkat tangan dan memberikan buku nya untuk mu
"Tea maju lah ke depan berdiri lah sampai pelajaran ibu selesai"
Guru langsung membentak tea
"Aku juga tidak mengerjakan nya Bu"
"Kau juga maju ke depan dan berdiri selama dua jam"
Guru langsung menarik tangan y/n ke depan kelas
"Apa yang kau lakukan"
Tea berbisik
"Aku akan menemani mu"
Tersenyum manis ke hadapan tea
"Kau akan lelah"
Menghawatirkan mu
"Aku tidak apa-apa, terimakasih untuk ini maaf untuk tadi"
Menundukkan kepalanya
"Ah tidak usah di bahasa lagi"
Ingin mengalihkan pembicaraan
"Ini buku tugas siapa"
Tiba-tiba guru teriak dan mengambil buku tea yang aku buang asal tadi
"Duh tea gimana ni"
Kau memegang erat tangan tea
"Tentang"
Membalas pegang Ngan tangan mu
"Ini buku siapa"
Mengebrak meja
"Bu itu buk**"
Tea ingin bicara tapi terpotong
"Buku saya Bu"
Menundukkan kepalanya
"Kenapa kau membela ku"
Bisik nya
"Ini buku mu y/n"
Guru menghampiri mu
"Iya"
Menundukkan kepalanya sambil menguatkan jemari nya dengan tea
"Tapi kenapa disini ada nama tea apa kau sedang berbohong"
__ADS_1
Guru melihat tangan kalian saling berpegangan
"Iya Bu itu buku saya marahi saya saja"
Tea pun menunduk kan kepalanya
"Kalian saling menjaga tapi tidak seperti ini cara nya ya, karena kalian melakukan nya jadi hukum man kalian ditambah"
Guru itu memasang senyum man nya ke kalian
"Apa"
Serentak kompak
"Itu tangan kalian kenapa ya"
Ucap teman kelas yang menggoda
"Oh,ini tidak apa"
Melepas kan jemari nya dan kau senyum² sendiri
"Kalian akan di luar ruangan sampai pulang sekolah"
Menatap kalian dengan sinis
Skip pulang sekolah
"Tea aku boleh tidak minta sesuatu dari mu"
Memasang wajah serius nya
"Apa itu jangan aneh-aneh"
Meledek mu
"Tidak aku serius"
Berhenti dan menatap tea dengan serius
"Bicara lah"
Memasang wajah manis nya
"Bisa tidak setiap pulang sekolah kau tidak bersama ku"
Karena kau tau Minggu depan kalian akan. Beda arah karna kau akan menikah dan pindah rumah
"Baiklah"
Jalan melewati mu dengan wajah sedih nya
"Tunggu"
Memeluk tea dari belakang
"Eh, kau kenapa"
Membalas pelukan nya
"Tunggu seperti ini sebentar saja,kau tidak marah kan dengan keinginan ku tadi"
Masi memeluk tea dengan erat
"Tidak aku menghargai nya"
Melepas kan pelukan nya dan menyubit pipi mu
"Aish sakit, sudah sana pulang"
Mengusir tea
"Dah"
Melambaikan tangan nya
Skip rumah
"Kau sudah pulang"
Membuat kan makanan untuk mu
"Eomma"
Memeluk eomma mu dengan erat
"Eh kau ini kenapa"
Melepas kan pelukan mu
"Cerita kan sedikit tentang calon suami mu"
Kau berpikir ini adalah keinginan appa mu dan eomma mu apa lagi ini keinginan terakhir appa mu
"Eh,kau abis kesandung apa di jalan"
Menggoda mu
"Aish eomma aku coba menerima nya"
Senyum sedih
"Dia itu tampan baik ramah sering senyum"
Lirih eomma mu
"Oh, umur berapa dia"
Kau membayangkan muka calon suami mu
"21 satu tahun"
Eomma mu senyum manis ke hadapan mu
"Apa 21tahun aku baru saja 19 tahun dan kenapa harus menikah Minggu depan kenapa tidak menunggu satu tahun lagi"
Lirih mu dan seketika kau berpikir kalo calon suami mu itu tipe mu
"Dari mana kau tahu akan di nikahi Minggu depan"
Kebingungan
"Aku menguping sebelum berangkat sekolah"
Tertawa kecil
"Anak nakal"
__ADS_1
Mencubit kecil tangan mu