
Skip di rumah
"Bi"
Teriak mu
"Ada apa non"
Langsung menghampiri mu
"Lihat nilai ulangan semester pertama ku bagus"
Langsung memeluk pembantu mu
"HM"
Suga lagi duduk dan menatap mu
"He kau sudah pulang"
Duduk di samping Suga
"Iya"
Ucap nya dengan dingin
"Tunggu di sini ya aku ingin buat kan sesuatu"
Kau membuat kan 2 kopi
"Non biar aku saja"
Pembantu itu takut di marahi oleh Suga
"Tidak usah ini buat ku dan suami ku"
Kau mengambil ahli atas pembuatan kopi itu dan kau menaruh kopi itu di meja
"Apaan ini"
Menatap kopi buatan mu
"Minum lah aku sudah buat kan nya untuk mu"
Kau memberikan senyuman mu pada suami mu
"Aku tidak suka"
Kembali ke laptop nya
"Baiklah"
Kau membuat kan satu teh untuk suami mu
"Non kau mau buat apa lagi"
Pembantu mu hanya duduk melihat mu berusaha semaksimal mungkin
"Aku akan buat teh nanti besok ajari aku masak setiap aku punya waktu luang"
Ucap mu dengan kesal karena Suga Yang selalu dingin kepada mu
"Apa ini"
Menatap mu dengan sinis
"Apa kau tidak tahu itu teh"
Kau senang karena baru pertama kali suami mu menatap mu walau tatapan nya seram
"Bisa GK kau tidak menggangu aku eh"
Bentak nya
"Ma-maafkan aku"
Dan ini pertama kali juga kau di bentak oleh nya
"Pergilah dari hadapan ku sampai kapan pun aku tidak akan menganggap mu dalam hidup ku"
Pergi meninggalkan mu
"Non kau tidak apa²"
Mencoba menenangkan ku
"Aku tidak apa"
Kau senyum kepada pembantu mu
"Sudah non jangan menangis mungkin tuan Suga sedang capek"
Pembantu itu coba menenangkan ku dia seperti ibu bagi ku
"Emang seburuk itu aku sampai dia tidak menghargai ku sedikitpun"
Tiba tiba air mata jatuh dari pipi mu
"Non kau tidak boleh lemah seperti ini aku tau kau gadis yang ceria luluh kan suami mu dengan senyuman mu"
Masi memeluk mu
"Sekarang aku akan memanggil mu eonni"
Menghapus air mata nya
"Tidak boleh non aku harus tau batasan"
Melepas kan pelukan nya
__ADS_1
"Oh ya aku ini non mu kau harus menuruti aku"
Memasang wajah imut nya
"Ah baiklah non"
Senyum pada mu
"Eonni minum deh kopi ku dan teh terus beri komentar"
Menunduk sedih karena suami mu mengacuhkan mu
"Baiklah aku akan coba"
Pembantu mu mencoba kopi dan setelah meminum teh mu dia berhenti dengan wajah aneh nya
"Ah apa rasanya tidak enak"
Menatap pembantu mu
"In-ini teh ya-yang pernah di buat eom-eomma ku"
Terbata bata karena rasa teh mu sungguh nikmat
"Aku akan buat kan nya untuk mu janji"
Kau memberikan senyum khas mu
"Terima kasih non,kau tidak mandi"
Kau lupa karena terlalu bersemangat karena Suga
"Oh ya lupa, abis mandi ajari aku masak untuk makan malam ya eonni"
Teriak mu sambil jalan ke kamar
"Iya non"
Ucap pembantu mu
"Eonni hari ini aku akan masak kimchi"
Kau langsung memasak nya
"Bukan seperti itu aku yang akan memotong nya kau tambah kan garam saja"
Kau dan pembantu mu benar benar dekat
"Ah eonni ini harum sekali"
Kau senang karena baru pertama kali nya kau masak karena kau selalu di manja oleh eomma mu
"Kita akan masak apa lagi"
Bingung karena GK mungkin hanya ada satu makan di meja sebesar itu
Kau langsung membuatnya satu persatu
"Akhir nya selesai juga"
Menyiapkan nya di meja makan
"Eonni aku akan panggil Suga dulu ya"
Pergih ke kamar Suga
"Semoga kau bisa luluh kan hati suami mu non kau terlalu baik untuk pembantu seperti ku
(Ucapnya dalam hati)
"Suga"
Tampa mengetuk pintu kau pun masuk kamarnya Suga
"Kau tidak tahu sopan santun eh harus nya mengetok pintu dulu"
Membentak mu
"Makan lah kau belum makan"
Kau langsung menutup pintu nya
"Aku akan menyusul"
Ucap Suga dengan wajah datar nya
"Aduh ini sudah lama tapi Suga belum turun"
Akhirnya kau tertidur di meja makan
"Non bangun ini sudah jam 12 malam kenapa Masi ada di ruang tamu"
Pembantu mu membangun kan mu
"Apa Suga sudah makan"
Tanya mu karena terakhir kau ingat adalah Suga akan menyusul untuk makan malam
"Tuan Suga dia Masi ada di kamar nya Daris tadi tidak ada orang"
Pembantu mu menatap mu dengan wajah sedih
"Eonni masukkan ini kedalam kulkas besok aku akan menghantarkan nya"
Ucap mu dan karna lelah kau tidak makan malam
"Kau kasian sekali non padahal kau tulus memberikan semua ini untuk suami mu akan luluh dengan sendirinya"
(Ucapnya dalam hati
__ADS_1
"Non bangun ini sudah jam lima dan tuan Jimin belum bangun ini kesempatan mu untuk makan bersama nya"
Membanggakan mu
"Ha ini masi pagi sekali"
Kau memaksa kan diri mu untuk bangun dan kau tidak enak badan karena kau tidak makan malam
"Aku akan panaskan masakan mu yang kemarin sekarang kau bersiap lah"
Pergih dari kamar mu
"Suga belum bangun tumben"
Menanyakan nya pada orang rumah
"Non kemarilah, ini kesempatan mu untuk membangun kan Suga"
(Berbisik)
"Suga bangun kau akan telat"
Menggoyangkan tubuh Suga untuk membangun kan nya
"Pergi lah"
Mengusir mu
*Kau melihat suami mu tidur sangat nyenyak dan kau memperhatikan nya
"Kalo di perhatikan kau sangat tampan"
Ucap mu yang masi menatap Suga
"Aku mendengar mu ya"
Kau kaget karena Suga sudah bangun
"Ah itu HM tidak"
Kau salting karena Suga mendengar ucapan mu tadi
"Apa kau tuli pergilah"
Mengusir mu
"Apa kau tau ini jam berapa ini jam lima"
Menatap suaminya itu sambil berdiri di ambang pintu
"Apa"
Suga langsung buru² mandi dan bersiap-siap untuk ke kantor
"Makan lah dulu"
Kau memberikan senyuman khas mu
"Tidak"
Ucap nya dan ingin pergi meninggalkan mu
"Tunggu kau boleh membenciku tapi tidak dengan makanan ini"
Kau meninggalkan meja makan agar Suga makan
"Baiklah"
Suga yang melihat mu pergih langsung memakan makanan nya dengan lahap
"Lihat lah dia itu seperti kucing yang kelaparan"
Kau menatap Suga dari jauh
"Ukh ukh ukh"
Tersedak karena makan terlalu lahap
"Minum lah"
Kau memberikan minuman itu kepada suami mu
"Jangan sok baik ya"
Mengambil gelas itu minum sedikit lalu melemparkan gelas itu ke lantai
"Apa yang kau lakukan"
Kau kaget karena kelakuan Suga
"Sudah ku bilang jangan bertingkah layaknya seorang istri"
Menegang tangan mu dengan erat
"Aish sakit Suga"
Mencoba melepaskan tangannya tapi tidak bisa
"Jika kau bersikap seperti ini lagi aku akan membunuh mu"
Menghempas mu kelantai
"Hiks,knp kau jahat eh"
Menatap Suga
"Kenapa kau harus hadir di hidup ku"
Pergih meninggal kan mu yang ter duduk lemas di lantai
__ADS_1