two boy friend

two boy friend
two boy friend


__ADS_3

"Hey y/n"


sokjin Memanggil mu


"Ada apa"


Bentak mu


"Kau kenapa"


Menatap nya dengan sinis


"Bisa tidak kau ajari aku untuk menjadi jahat"


Ucap nya dan menatap tajam sokjin


"Bisa"


Ucap nya yang melihat mu dengan kesal


"Ajari aku jadi murid bandal seperti mu dulu"


Memberikan tatapan ke yakinkan


"Kau serius kau mau itu"


Simrik


"Yah"


Membalas simrik kan sokjin


"Jangan jadikan mu y/n yang ceria biarkan kan diri mu membenci mu sendiri barulah keluar sikap iblis itu"


Mengepal jari sokjin


"Aku sudah lakukan itu aku juga membenci mu"


Menginjak kaki sokjin dan pergi ke toilet


"Hey y/n kau mau minum"


Salah satu murid sekolah sedang mengejek mu


"Berikan air itu"


Membuka botol nya dan menyiram nya ke gadis itu


"Berani sekali"


Kesal ingin menjambak rambut mu


"Kau tau tidak guru sangat sayang pada ku tentu saja jika aku mengarang cerita guru mempercayai ku"


Meninggalkan gadis itu mengucir rambut mu dengan gaya tomboy


"Kau tidak meriap rambut mu"


Tanya jiso


"Emang kenapa ada masalah dengan mu"


Duduk dan tidur kembali


"Y/n bangun waktu nya pulang sekolah"


Menggoyangkan tubuh mu


"Diam kau buta ah aku sedang tidur pala ku sakit dengan ocehan mu itu"


Mambanting meja dan mengambil tas keluar dari kelas


"Tea pulang bersama ku yu"


Lisa menarik tangan tea


"Ayuk"


Tea yang melihat mu langsung ikut dengan Lisa


"Halo supir jemput aku sekarang"


Ucap mu


"Eh mau bareng dengan kami"


Lisa senyum kepada mu


"Tidak"


Jawab nya dengan dingin


"Ayolah kau juga teman ku dan tea"


Menarik tangan mu


"Diam"


Mendorong Lisa hingga terjatuh


"Apa yang kau lakukan"


Tea membantu Lisa untuk bangun


"Ck"


Kesal karena sebenarnya kau cemburu


"Non silahkan masuk"


Membuka kan pintu mobil nya


"Kalian tidak selevel dengan ku minggir"


Menabrak tea


"Non kau ini kenapa"


Supir mu membuat mu kesal


"Menyetir saja yang benar"


Kau kesal sedih campur aduk itu yang kau rasa di saat ke dua laki² spesial mu menemukan wanita lain


"Non cerita saja"


Supir itu membuat mu tidak bisa menahan tangsi mu


"Nanti berhenti kan ku di taman dan tolong bawa eonni kesini ya"


Ucap mu sambil menangis


"Baiklah non"


Supir itu khawatir pada mu


*Supir mu menurunkan mu di taman dan menjemput eonni mu"


"Y/n"


Teriak pembantu mu


"Kemari lah eonni hiks"


Kau menangis kejar di taman


"Kau kenapa HM cerita saja"


Memeluk mu dan duduk di bangku taman


"Eonni apa itu sahabat, apa itu cinta, apa itu kebencian"


Kau bicara sambil terisak


"Sahabat adalah orang yang selalu ada untuk kita di suka maupun duka "


Menghapus air mata mu


"Kalo cinta"


Menatap eonni mu


"Cinta itu sesuai orang nya, seperti bisa saja benci cinta dan sahabat menjadi satu"


Membuat mu tenang


"Aku memiliki sahabat terus aku mencintai nya dan berubah manjadi benci seperti itu"


Kau masi memecahkan kata² dari eonni mu


"Bisa saja seperti itu"

__ADS_1


Melepaskan pelukan nya


"Huh,nanti aku akan pikirkan urutan nya ya"


Akhir nya kau pulang


"Dari mana saja kau"


Suga sedang menatap mu


"Taman"


Jawab mu dengan singkat


"Aku lapar"


Kembali menatap leptop nya


"Baiklah"


Ucap mu dengan singkat


"Mau kemana kau"


Menarik tangan mu


"Mandi baru masak"


Ucap mu dengan dingin


"Tumben kau tidak bawel"


Mungkin Suga sudah mulai mencintai mu


"Ck"


Kau mandi dan masak


"Mana makanan ku aku lapar"


Berteriak dan membentak


"Sabar nih"


Memberikan makanan nya dan pergi dari hadapan Suga


"Tunggu suapi aku"


Manarik tangan mu


"Itu Jennie kan"


Melepas kan tangan Suga dari tangan mu


"Suga"


Jennie langsung memeluk nya


"Tadi Suga minta di suapi sekarang ada kau suapi lah dia"


Ucap mu dan kembali ke kamar


Skip pagi


"Suga bangun"


Teriak mu


"Aish"


Pura² Masi mengantuk


"Suga aku akan memukul mu"


Menggoyangkan badan Suga


"Aish kau ini"


Bangun dari tidur nya


"Aku ingin bicara"


Menatap Suga


"Ada apa eh"


Nada nya yang masi mengantuk


Membuat senyum man manis


"Aish tidak mau"


Kembali tidur


"Aish aku akan memukul mu"


Mengambil bantal dan memukul kepala Suga


"Berani sekali kau"


Membentak


"Kau malah memukul nya lagi"


Sambil tertawa


"Y/n ah"


Membalas nya dan menggetok pala mu menggunakan guling


"Curang sekali"


Manarik selimut dan melemparkan nya ke arah Suga


"Chagia"


Melempar bantal ke arah mu


"Tidak kena"


Kau terpeleset jatuh ke pelukan Suga


"Eh"


Jatuh ke kasur sambil memeluk y/n


"HM,maaf tidak sengaja"


Kau malu


"Yah"


Suga pun sama malu nya dengan mu


"Suga itu apa"


Melempar bantal dan pergih ke kamar mu


"Chagia"


Teriak Suga dengan kencang


"Hari ini hari libur tapi ko iu tidak kesini ya"


Kau bicara sendiri


"Di sedang di Singapura"


Tiba² Suga ada di sebelah mu


"Ah"


Teriak karna kaget


"Aish berisik"


Menutup mulut mu menggunakan tangan nya


"Eh Suga aku punya tantangan untuk mu"


Menatap Suga


"Apa"


Ucap nya dengan dingin


"Aku punya susu pisang di kulkas"


Meledek Suga


"Jinjja"

__ADS_1


Langsung buka kulkas


"At ini punya aku"


Menutup kulkas nya kembali


"Eh Minggir"


Mengusir mu


"Kau mau ini tapi ada tantangan nya"


Kau menatap Suga


"Apa itu"


Menatap mu dengan sinis


"Kau harus mencoba kopi dan teh buatan ku"


Senyum simrik


"Apa aku tidak suka itu"


Menatap mu


"Ini tantangan kau ini payah"


Menundukkan kepalanya


"Baiklah tangan di terima"


Dia membantu mu membuat kopi dan teh nya


"Tuangkan air nya ya nanti kau masukan teh nya aku akan masukan kopi nya"


Baru kali ini kau ada di dapur dan mengerjakan sesuatu


"Seperti ini"


Mengerjakan yang kau suruh


"Yah biar aku yang tambahkan gula kau duduk saja"


Sudah selesai sekarang waktu nya suami mu menyicipi minuman yang dia dan kau buat


"Baiklah"


Duduk dengan gugup


"Ini minum lah"


meper silahkan kau minum


"Aku kurang yakin dengan ini"


Memandangi mu


"Yah, berarti kau tidak percaya pada dirimu sendiri dongk kan kau juga yang buat"


Memasang wajah sedih


"Baiklah aku akan coba kopi"


Suga mencoba nya sambil menutup mata karena yang terakhir Suga ingat kopi sangat pait


"Bagaimana chagia ini enak kan"


Menatap Suga kau juga tidak yakin kalo dia akan menyukai nya


"HM,lumayan aku akan coba teh nya"


Wajah Suga seketika menjadi datar


"Kau kenapa kau tidak suka apa teh nya rasa. Nya aneh"


Kau terus ngomong karena ekspresi suami mu seketika berubah


"Kenapa ini enak sekali"


(Batin Suga)


"Chagia ayo bicara kenapa diam saja eh"


Menggoyangkan badan Suga


"Ini lumayan"


Suga gengsi ingin mengatakan bahwa teh nya sungguh enak


"Kalo tidak suka jangan dipaksakan"


Kau memarahi nya dan langsung menuju kulkas


"Mau kemana kau"


Mengikuti arah mu berjalan


"Ini ambil susu pisang mu"


Menundukkan kepalanya


"Kau kenapa teh mu enak oh ya bikin teh itu melelahkan ya"


Tertawa kecil dihadapan mu


"Kau selalu tidak mau minum teh ku sekarang tau kan buat teh itu melelahkan"


Mengomel Tampa berhenti


"Mau ikut tidak"


Suga keluar dari rumah


"Hey tunggu"


Kau mengejar nya


"Besok kan aku sekolah dan aku ke abisan buku beliin buku"


Memanyunkan bibirnya


"Baiklah masuklah ke mobil gadis manja"


Senyum manis kepada mu


"Aish mau kemana kau"


Kau pun masuk ke mobil


"Oh ya bentar lagi Jennie ulang tahun aku bingung ingin berikan apa untuk nya"


Fokus menyetir


"Aku juga ingin membeli kado untuk tea"


Secara tidak sengaja kau menyebut nama nya membuat mu sedih


"Apa itu pacar mu"


Menggoda mu


"Aish dia bukan pacar ku tapi sepertinya aku mencintai nya"


Kau pun sedih


"Apa cinta mu bertepuk sebelah tangan"


Ucap nya


"Tidak dia sudah mengatakan cinta nya tapi karena aku mengingat pernikahan kita aku langsung menjauh dari nya eh sekarang dia punya wanita lain"


Kau senyum kepada Suga


"Nanti kau akan datang ke pesta nya"


Masi fokus menyetir


"Yah tentu saja"


Senyum


"Kau harus bawa tisu karena kau akan menangis disana karena dia sudah memiliki wanita lain"


Tertawa kecil


"Kau ini jahat sekali, oke sekarang kita teman yah"


Memukul tangan Suga dengan ringan


"Setujuh"

__ADS_1


Menatap mu


__ADS_2