Urban Legend Jepang

Urban Legend Jepang
Tsuji-ura


__ADS_3

Untuk memainkan game ini , Anda perlu sisir dan sesuatu untuk menutupi wajah Anda. Hal ini dapat dimainkan sendiri atau dengan teman-teman.


Peringatan :


Kami menyarankan Anda untuk tidak memainkan game ini. Tahun lalu, beberapa orang di Jepang melakukan bunuh diri setelah bermain Tsuji-ura karena mereka tidak menyukai prediksi masa depan yang telah diberikan kepada mereka . Saat ini dikenal sebagai nama crossroads fortune crackers.


Petunjuk:


Langkah 1: Anda mengambil sisir dan pergi ke persimpangan jalan di malam hari, setelah gelap.


Langkah 2: Bunyikan sisir tiga kali dengan menarik jari Anda di sepanjang gigi sisir. Ucapkan kata berikut tiga kali: "Tsuji-ura, Tsuji-ura, berilah aku respon yang benar."


Langkah 3: Anda menunggu orang asing lewat. Ini harus orang asing, tidak boleh seseorang yang Anda kenal. Ketika Anda melihat orang asing mendekat, tutupi wajah Anda dengan sesuatuseperti sebuah buku, koran atau tas. Jika ada orang lain dengan Anda, mereka harus menutupi wajah mereka juga.


Langkah 4: Mintalah orang asing untuk memberitahu keberuntungan Anda. Jika orang asing tidak menjawab atau menolak untuk memberitahu Anda, maka Anda harus menunggu untuk orang asing lain untuk lewat.


Di Eropa, mereka percaya bahwa hantu dan orang mati berjalan di sepanjang jalan di malam hari. Mereka juga percaya bahwa setan dapat ditemukan di persimpangan di malam hari menyamar dalam bentuk manusia. Jadi, ketika mereka bermain crossroads fortune crackers, mereka meminta keberuntungan untuk diberitahu oleh hantu atau setan pada mereka .


Anda tidak pernah tahu ... bahwa orang asing yang mengatakan keberuntungan Anda bisa menjadi seorang pengembara hantu atau bahkan Setan sendiri.


cara mainnya:


http://4ever4friends.blogspot.com/2014/12/fortune\-game\-tsuji\-ura\-senbai.html?m\=1


Fakta menarik: Permainan Tsuji-uramenjadi begitu populer sampai-sampai Jepang membuat kue kering dengan kertas berisi peruntungan di dalamnya. Kue ini dinamai “Tsuji-ura Senbai”, yang berarti “Kue Kering Ramalan Persimpangan”. Bertahun-tahun kemudian, di Amerika, setelah perang, restoran Cina mengadopsi kue kering Jepang ini dan menamainya Kue Keberuntungan (Fortune Cookies). Jadi saat kau makan kue keberuntungan di restoran Cina, kue itu datang langsung dari ritual ramalan Jepang kuno ini.


Catatan: Alasan lain mengapa kami merekomendasikanmu untuk tidak bermain adalah karena berdiri di persimpangan jalan, di tengah kegelapan, mengobrol dengan orang asing adalah cara yang brilian untuk kena rampok, kena culik, atau keduanya.


fakta dan catatan:


http://ambrosiaperish.blogspot.com/2018/10/sleepover\-game\-fortune\-game.html?m\=1


Cerpen Karangan: Talitha Tsaqiifah


Kategori: Cerpen Horor (Hantu), Cerpen Jepang


Lolos moderasi pada: 1 January 2019

__ADS_1


Ditengah hari yang panas. Ada dua orang sahabat bernama Rika dan Yukki. Mereka sangat menyukai hal hal yang berbau horror.


“Rik! Kamu mau main satu permainan ini tidak?”. Tanya Yukki.


“memang permainan apa sih Ki?”. Rika malah balik bertanya.


“namanya permainan tsuji – ura, bagaimana? Mau tidak? Walaupun sebenarnya cukup seram sih…”. Jawab Yukki.


“apa?! Seram? Mau… Mau… oke… Jadi kapan kita bertemu?”. Balas Rika.


“kita bertemu jam 7 malam, bilang ke orangtuamu kamu akan menginap di rumahku… Kamu nanti ke rumahku dulu…”. Kata Yukki.


“sip deh… Arigatou Yukki”. Lalu mereka berpisah di perempatan jalan.


“apakah segitu menyeramkannya ya?”. Rika bertanya pada dirinya sendiri. Tapi dia yakin bahwa permainan itu menyeramkan.


Pukul 7 malam dan di rumah Yukki…


“jadi bagaimana permainannya Yuk?”. Tanya Rika.


“kita tunggu dulu sampai tengah malam…”. Balas Yukki. Mereka menunggu sambil memakan berbagai camilan dan membaca komik.


“nah… Sekarang sudah pukul 1 malam… Ayo kita ke persimpangan jalan!”. Ucap Yukki.


“ayo! Aku sudah tidak sabar untuk mencoba permainan itu…”. Balas Rika tidak sabar.


“bawa sisir dulu!”. Suruh Yukki.


“sudah ada di tas ini…”. “benda untuk menutup wajah?”. “sip…”. Lalu mereka menuju persimpangan jalan dekat sawah.


“ayo! Bunyikan sisir tiga kali!”. Lalu mereka menarik jari kecil mereka di gigi sisir.


“tsuji – ura… Tsuji – ura! Berilah aku jawaban yang benar!”. Mereka membaca mantra tsuji – ura.


“di sana! Di sana ada orang asing!”. Ucap Yukki.


“tutup wajah kita!”. Lalu mereka menutup wajah mereka.

__ADS_1


“bagaimana dengan masa depanku Akagawa Yukki?”. Tanya Yukki.


“masa depanmu akan sangat buruk…”. Jawab orang asing dengan suara yang seram.


“Apa!!!!”. Yukki kaget tapi tetap menutup wajahnya.


“sabar… Sabar… Sekarang giliranku yang bertanya…”. Ucap Rika.


“bagaimana dengan masa depanku? Nakajima Ririka” tanya Rika.


“masa depanmu akan sangat bagus bagai ada seribu orang 999 diantaranya orang baik dan 1 orang itu orang jahat, kesimpulannya… Kamu hanya memiliki 1 masalah…”. Jawab orang asing itu dengan suara yang lembut.


“kok bisa sih?”. Tanya Yukki. “sudahlah… Ayo kita pulang…”. Ajak Rika.


“sepertinya aku harus mengakhiri hidupku di sini…”. Ucap Yukki.


“jangan!! Mungkin itu hanya orang jahat yang menipu kita…”. Cegah Rika.


“aku yakin! Itu pasti roh yang menghuni jalan itu… Sudah kuputuskan bulat bulat, aku akan mengakhiri hidupku” begitulah ucapan Yukki.


“kamu mau ikut bersamaku atau bersenang senang?” Tanya Yukki. Dia memegang sebuah pisau mengarah ke lehernya.


“tentunya aku memilih kita berdua akan selamat dan bersenang senang ki…”. Balas Rika.


“jadi kamu tidak mau? Baiklah..”


Set…


“jangan!!!”. Terlambat!!! Crot… Darah segar memenuhi jalanan itu.


“hiks… Yukki… Kau sungguh bodoh… Hiks… Kalau saja kita tidak bermain kalau saja orang asing itu menjawab masa depanmu baik… Mungkin kita sedang tidur bersama di kamarmu hiks…”. Tes…


“Rika… ”


“h.. Hah? Hiks…” “kau sungguh… S… Sahab…bat.. Ter…ba..ik yang pernah a… Ada… Tapi i ini ke keputusanku… ku u ucapkan se… Selam…mat t…tinggal un..tuk..mu i love you… Gomenasai Rika…” plek. Yukki langsung menutup kedua matanya dan tenang di alam sana.


“YUKKI!!! Hiks… I love you to, i miss you…hiks…”.

__ADS_1


cerpen:


http://cerpenmu.com/cerpen\-horor\-hantu/tsuji\-ura.html


__ADS_2