Urban Legend Jepang

Urban Legend Jepang
Hone-onna


__ADS_3

Hone-onna (骨女, arti harfiah: wanita tulang)adalah makhluk dalam mitologi Jepang. Konon ia merupakan Yōkai betina yang membunuh manusia pria dengan cara menyerap energi kehidupan mereka atau dengan meraih tangan mereka dan terus memegangnya sampai korban menjadi tulang.


Deskripsi


Hone-onna disebutkan pertama kali dalam ensiklopedia yōkai yang berjudul Konjaku Gazu Zoku Hyakki, ditulis tahun 1779 oleh Toriyama Sekien. Kisah yang menyebutkan kemunculan wanita tulang tersebut berjudul Botan Dōrō (牡丹燈籠; "lentera [bunga] peoni"). Kisah tersebut menceritakan seorang wanita cantik nan kurus yang membawa lentera berbentuk bunga peoni dan mencari pria untuk diajak tidur bersamanya. Botan Dōrōsendiri berasal dari himpunan kisah TiongkokBuddha berjudul Otogibōko (御伽ばうこ), ditulis oleh Asai Ryōi tahun 1666. Himpunan tersebut disusun sebagai versi kisah moral dari karya sastra Tiongkok Jiandeng Xinhuayang ditulis tahun 1378 oleh Qu You.


Legenda

__ADS_1


Botan Dōrō memuat cerita tentang seorang pemuda bernama Ogiwara Shinnojō, yang berkeliaran pada malam hari dan bertemu seorang gadis bernama O-Tsuyu yang membawa lentera peoni merah. Shinnojō jatuh cinta padanya. Sejak saat itu mereka selalu bertemu tiap malam untuk bercinta-cintaan dan tidur bersama. Karena curiga dan penasaran, tetangganya mengikuti gerak-geriknya dan mengintip mereka saat sedang tidur berdua. Ketika cahaya kamar menerpa sosok dua kekasih tersebut, para tetangga sekonyong-konyong kaget, karena mereka melihat bahwa Shinnojō sedang tidur bersama kerangka manusia yang bergerak.


Suatu legenda oral dari prefektur Akita menceritakan tentang seorang pemuda yang tersesat selama badai salju yang hebat. Si pemuda melihat sesosok gadis yang membawa lentera peoni merah. Si gadis menuntun pemuda tersebut mencari jalan pulang hingga akhirnya mereka sampai di rumah si pemuda dengan selamat. Saat si pemuda hendak mengucapkan terima kasih, cahaya dari rumah dan lentera menerpa wajah si gadis. Si pemuda sontak kaget karena wajah gadis tersebut kosong selayaknya tengkorak manusia.


cerita ini diambil dari situs dibawah ini:


Hone Onna mempertahankan cinta abadi mereka yang bertahan lama meski daging mereka telah membusuk. Membuat mereka untuk ingin terus bertemu dengan orang yang mereka kasihi meskipun mereka telah mati. Hantu-hantu ini muncul seperti penampakan mereka pada saat masih hidup yang biasanya merupakan seorang wanita cantik dan muda. Hanya mereka yang tidak dikuasai oleh cinta atau memiliki keyakinan agama yang kuat yang mampu melihat penyamaran hantu ini. Penampakan aslinya, hone onna adalah hantu wanita yang hanya berupa tulang yang telah membusuk.

__ADS_1


Dalam banyak kasus, seorang teman atau pelayan dari pria yang didatangi hone onnaakan melihat sosok aslinya dan mengingatkan pria tersebut mengenai identitas asli hantu yang haus cinta itu. Meskipun kekasih manusianya akhirnya sadar akan kebenaran tersebut, hantu itu tidak pernah menyadari kondisinya dan terus mengunjungi pria yang dicintainya setiap malam.


Sebuah rumah dapat dijaga dengan doa dan pesona magis agar tidak dapat dimasuki oleh hantu, tetapi mantra ini hanya bekerja apabila tuan rumah menginginkannya. Ketika tubuhnya semakin membusuk, daya tarik hone onnayang mempesona akan meningkat, sehingga akhirnya kebanyakan pria menyerah dan membiarkannya masuk ke rumah mereka untuk terakhir kalinya, yang berujung mengorbankan hidup mereka sendiri ke hantu wanita yang mereka cintai.


tambahan:


https://japanesestation.com/terlalu\-cinta\-hantu\-hone\-onna\-selalu\-gentayangan\-ke\-rumah\-mantan\-pacarnya/

__ADS_1


__ADS_2