Urban Legend Jepang

Urban Legend Jepang
clap clap clap & girl at the balcony


__ADS_3

CLAP CLAP CLAP


PLOK PLOK PLOK


Sepasang suami istri sedang naik gunung ketika mereka menyadari mereka tersesat. Hari mulai malam dan mereka belum menemukan jalan keluar dari hutan tersebut. Tiba-tiba mereka melihat sebuah rumah tua di tengah hutan. Merasa beruntung, merekapun mencoba memasuki rumah tersebut.


Sepertinya rumah itu telah lama tak dihuni. Anehnya, semua perabotan di rumah kosong itu masih lengkap, hanya kondisinya mulai rusak dan berdebu. Aneh, pikir mereka. Jika pemiliknya pindah, mengapa ia tak membawa serta semua barang2nya dan membiarkannya terbengkalai seperti ini.


Mereka menyalakan senter dan tercekat ketika melihat ke dinding.


Di dinding yang telah berjamur itu mereka bisa melihat tulisan berwarna merah,


“Mati! Mati! Mati!”


Mereka berdua merasa ketakutan, namun tak ada jalan lain. Mereka harus menginap di rumah kosong ini selama semalam. Akan lebih berbahaya bagi mereka untuk tidur di luar, sebab terdapat banyak binatang buas di hutan ini.


Merekapun menemukan sebuah kamar dan mencoba tidur.


Tiba-tiba sang istri mendengar suara dan membangunkan pacarnya. Suara itu berasal dari luas, seperti ada seseorang berjalan di luar.


“Siapa itu?” sang pria membuka jendela dan berteriak. Namun tak jawaban.


Akan tetapi suara itu masih ada. Ada seseorang yang sedang berjalan mengelilingi rumah ini, mereka yakin akan hal itu.


“Siapa itu?” tanya sang suami lagi, namun masih tak ada jawaban.


“Mungkin itu seseorang yang tak bisa bicara.” Bisik sang istri.


“Apa ada seseorang di situ?” kata sang suami yang mendapatkan ide, “Tepuk tanganmu sekali jika ‘iya’ dan tepuk tanganmu dua kali bila ‘tidak’.”

__ADS_1


Tiba-tiba mereka mendengar satu kali tepukan, “Plok.”


Lelaki itu menoleh pada istrinya, “Kau benar. Ada seseorang di luar sana.”


Lalu ia bertanya lagi, “Apa kamu pemilik rumah ini?”


“Plok plok.”


Berarti bukan.


Sang pria kembali bertanya, “Apa kamu laki-laki?”


“Plok plok.”


“Apa kau perempuan?”


“Plok plok.”


“A...apa kamu manusia?”


“Plok plok.”


Di titik itu, mereka merasa ngeri. Sambil menelan ludah, sang suami kembali bertanya,


“Apa kamu sendirian?”


“Plok plok.”


“Ada berapa jumlah kalian?” seru sang pria, ketakutan, “Satu tepukan untuk tiap satu orang...”

__ADS_1


Dan hutan itu mulai ramai dengan suara tepukan,


“PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK.”


cerita ini diambil dari situs dibawah ini:


http://mengakubackpacker.blogspot.com/2013/09/urban\-legend\-11\-clap\-clap\-clap.html?m\=1


GIRL AT THE BALCONY


GADIS DI BALKON


Seorang pemuda kerap berlatih basket sendirian tiap sore di depan apartemen tua. Setiap ia berlatih, ia melihat seorang gadis manis menatapnya di balkon. Gadis itu selalu saja menyangga kepala dengan kedua tangannya sambil melihatnya berlatih.


Lama-kelamaan pemuda itu menyukai gadis itu.


Hingga suatu sore, pemuda itu memberanikan diri untuk mengajaknya bicara.


“Ayo, turunlah kesini!” panggil pemuda itu dari bawah.


Gadis itu terlihat senang dan beranjak pergi.


Namun rasa suka pemuda itu berubah menjadi rasa takut yang sangat mencekam ketika melihat gadis itu di tangga.


Gadis itu menuruni tangga dengan kedua tangannya, menyeret tubuhnya yang hanya tersisa setengah bagian.


Tanpa kaki.


cerita ini diambil dari situs dibawah ini:

__ADS_1


http://mengakubackpacker.blogspot.com/2013/09/urban\-legend\-14\-girl\-at\-balcony.html?m\=1


katanya urban legend yang clap clap itu masih belum diketahui berasal dari mana w udah cari juga gak ketemu, tapi w nemu komenan yang bilang kalo urban legend itu adalah urban legend dunia.


__ADS_2