Ustadz Bad Boy

Ustadz Bad Boy
1.Awal Mula


__ADS_3

Suara deruman motor terdengar berisik, hingga sang pemandu balapan motor itu selsai menghitung. Motor hitam itu melaju lebih kencang dari lawannya sehingga dia yang memimpin di area balapan tersebut. Dengan seringai khasnya dia menatap remeh lawannya.


Mau lawan gue? Enggak semudah itu, ujar Alvaro sambil menyeringai.


Hingga akhirnya Alvaro menjadi pemenang di lomba tersebut, terdengar banyak teriakan histeris yang mengidolakan Alvaro merasa bangga dan terus memberikan support. Pemenang akan mendapatkan hadiah uang senilai 20 juta rupiah, semua yang ingin berlomba hanya untuk mendapatkan uang tersebut yang nilainya cukup fasilitas bagi yang lain tapi tidak untuk Alvaro.


Selamat ya ini hadiah lo. Seorang wanita yang memberikan tas berisi uang pada Alvaro, wanita itu terus saja memandangi wajah Alvaro karena terpesona akan ketampanan leleki itu tidak mampu mengendalikan pandangannya. Kerena merasa risih Alvaro langsung pergi menuju teman - temannya tanpa mengambil tas berisi uang itu, sebelum pergi Alvaro memerintah wanita itu untuk memberikan uang itu pada lawannya.


Tentu saja lawannya sangat senang walupun dia kalah tapi dia tetap mendapatkan uangnya.


Selamat ya bro, sebagai tanda merayakan kemenangan lo gimana kalau kita party di bar?ajak Ken temen segenk Alvaro. Yaudah Ayo.


Mereka semua pun pergi dari area balapan menuju bar langganan mereka. Sesampainya mereka di bar mereka langsung memesan minuman, ada yang memesan miras ada juga yang memesan soda. Yang memesan miras hanya Petir dan Jeryy karena mereka nonis, sedangkan Alvaro dan teman- temannya yang lain memesan soda.


Walupun Petir dan Jeryy nonis , Alvaro dan teman-temannya tidak pernah membeda - bedakan mereka dan tetep mau berteman dengan Petir dan Jeryy.


Alvaro yang merasa kebelet ijin ke toilet. Alvaro yang sudah selsai dari toilet langsung bergabung dengan teman - temannya Alvaro langsung meminum soda yang dia pesan dan teman-temannya tadi.


Entah mengapa, Alvaro merasa hawa tak enak setelah menghabiskan satu gelas besar soda yang ia pesan. Padahal ini hanya soda, tetapi mengapa membuat Alvaro sangat pusing dan juga timbul hawa aneh dari tubuhnya? seperti gerah?.


Al muka lo kenapa ?kok kaya pucet nahan sesuatu gitu?Mau berak lo ya ?canda Ken menebak.


Sontak candaan Ken membuat yang lain tertawa, kecuali Alvaro, yang kini mengepalkan tangannya karena menahan hawa aneh yang kian datang menghampirinya.


"Ar" ini soda kan bukan miras?


tanya Alvaro pada teman baiknya.


Arga, Ken, Haikal dan Denis adalah teman baik Alvaro , mereka sudah berteman dari kecil. Tapi dari meraka berlima cuman Arga dan Alvaro yang sifat dan fikirannya paling waras, sedangkan Ken, Haikal dan Denis sangat absurd.


Arga yang sedang asyik merokok dan meminum sodanya mengangguk cepat, iyalah yang pesen minum cuman Petir dan Jeryy doang, yang lain soda. Tapi di gue ada sedikit alkohol sih, punya lo soda full. Kenapa emangnya Al?

__ADS_1


Alvaro hanya menggeleng pelan, Denis yang ada di samping Alvaro lekas menyentuh tangan Alvaro dan meraih gelas yang baru saja Alvaro minum tadi.


Leleki itu membulatkan matanya sempurna saat merasa ada yang aneh di sini,


terutama pada Alvaro yang kini tengah kesakitan.


Sialan ada yang mau ngebajak salah satu di antara kita , dan incarannya adalah Alvaro, kerana Alvaro adalah ketua ,sekaligus otak berharga di genk kita ! tukas Denis


Arga membolakan matanya tak percaya, serius lo?


Nih tubuh Alvaro udah keringat dingin, pasti ada orang yang measukan sesuatu ke minuman Alvaro dan ingin Alvaro terkena sekandal biar bisa malu - maluin genk kita, emang busuk banget mereka. Geram Denis menahan amarah.


Haikal yang sudah tahu situasinya itu langsung keluar dari bar untuk ke minimarket terdekat, ia akan membeli susu untuk Alvaro agar sedikit mengurangi efek dari obat yang di maksud Denis tadi.


Arga juga menggeram marah, dia beranjak dari duduknya hendak mencari Brayen karena kemungkinan Brayen yang menjebak Alvaro, Arga tahu betul gimana Brayen yang sangat membenci Alvaro , Arga sudah mencari ke setiap sudut tempat itu tapi tidak menemukan Brayen .


Akhirnya Arga masuk kembali ke dalam bar.


Tak lama setelah itu Haikal datang dengan membawa sekotak susu, ia berikan susu itu kepada Alvaro. Minum dulu Al, biar ngurangin efek obatnya. kata Haikal.


Gimana jun udah baikan ? tanya Denis.


Yang ada di samping Alvaro saat ini hanyalah Arga, Denis, Ken dan Haikal. Kedua teman lainnya yakin Jeryy dan Petir sudah bergabung di dance flood untuk bersenang -senang.


Alvaro mengangguk kecil, udah lumayan sih, tapi belum sepenuhnya hilang, jawabannya.


Ken langsung menariknya untuk berdiri, pulang sekarang dan mandi pakai air dingin, sebelum lo berbuat khilaf di sini! ujarnya.


Biar gue anterin lo Al, daripada lo nyetir dalam keadaan kaya gini. Tawar Ken


Namun Alvaro menggeleng menolak tawaran Ken yang ingin menangantarkan nya pulang, Gak usah gue bisa pulang sendiri! katanya sembari mengenakan jaket.

__ADS_1


Jangan nyetir sendiri Al ! Bahaya lo kaya gitu. Tegur Arga menegaskan.


Namun pada dasarnya sang bad boy itu es batu yang keras kepala, maka dia tak menuruti perkataan teman - temannya.


Gue bisa nyetir sendiri ! Gak mau bawa -bawa kalian kalau sampai ketauan orang rumah ! Tegas Alvaro.


Setelah mengatakan itu dia bergegas keluar dari sana dan pulang ke rumahnya.


Saat di perjalanan Alvaro tak sengaja menyerempet seorang gadis berhijab yang sedang membawa dua pelastik besar sepertinya dia habis belanja.


Alvaro lngsung turun dari motornya dan menghampiri gadis itu. Kamu enggak papa, e-eh enggak papa, cuman lecet dikit , jawab gadis itu,


syukurlah, Maaf ya gue enggak sengaja, e-eh iya enggak apa apa.


Garis itu pun mencoba untuk berdiri , saat ia mencoba berdiri kakinya terasa sangat sakit dan ia pun terjatuh, aaduhh aww, eh lo enggak apa -apa coba gue liat kaki lo kayaknya terkilir deh.


Alvaro pun melihat dan menyentuh kaki gadis itu tapi gadis itu menolak, tapi karena Alvaro memaksa gadis itu, akhirnya dia bisa melihat dan langsung mengurut kaki gadis itu.


Saat tangan Alvaro menyentuh kaki gadis itu, dia merasakan ada sesuatu yang aneh dalam tubuhnya yang bergejolak, Alvaro mencoba menahannya sebisa mungkin.


Gimana udah baikan ,tanya Alvaro pada gadis itu,


iya lumayan uadah enggak sesakit tadi. Kenalin nama gue Alvaro nama lo siapa? Mmm Anissa jabatannya.


Ngomong -ngomong lo mau kemana malam-malem gini, ouh ini abis belanja keperluan pesantren sekarang mau pulang ke pesantren,' lo tingal di pesantren mana, biar gue anterin ini udah malam, eh enggak usah ujar gadis itu.


Gue engak menerima penolakan ujar Alvaro, akhirnya dengan berat hati dan merasa tidak enak gadis itu pun menyetujui pulang di antarkan oleh Alvaro.


Alvaro langsung menaiki motornya dan membantu gadis itu untuk naik, ke PONDOK PESANTREN NURUL IMAN ucap gadis itu memberitahu alamat tujuannya.


Bersambung ***********

__ADS_1


Hai gengs


penasaran enggak sama cerita Alvaro dan Anissa ? ikutin terus ya ceritanya dan juga di mohon untuk LIKE, KOMEN dan VOTE nya biar author nya semangat buat up nya.


__ADS_2