
Adzan subuh suah berkumandang para santri sudah bangun dan berkumpul di majelis untuk shalat berjamaah, mereka hanya tinggal menunggu sangat guru datang dan menjadi imam shalat subuh.
Syifa sahabat dekat Anissa terus saja melihat kesana kemari mencari Anissa sahabatnya, seingatnya Anissa sudah suci dari sore tadi, Syifa dan Anissa memang sangat dekat tetapi mereka tidak tidur satu kamar.
Karena Anissa santri sekaligus pekerja jadi kamarnya di pisah dengan santri yang lain.
Biasanya Anissa harus bangun lebih awal dari santri yang lain, setelah tahajud biasanya santri yang lain akan mengaji atau tidur kembali, sedangkan Anissa setelah tahajud dan mengaji sebentar langsung pergi ke dapur untuk memasak.
Anisaa terpaksa bekerja sebagai juru masak menggantikan neneknya. Anissa adalah anak yatim piatu selama ini dia hanya hidup dengan neneknya. Untuk membiayai kebutuhan sehari-hari dirinya dan cucunya nenek bekerja menjadi juru masak di pondok pesantren, walupun gajinya tidak seberapa tapi meraka tetap bersyukur karena meraka diperbolehkan makan tidur dan menuntut ilmu agama di pondok secara geratis.
Sedangkan untuk sekolah karena Anissa pintar dia mendapatkan beasiswa.
Mungkin haid Anissa datang lagi karena baru 6 hari biasanya Anissa haid 7 hari, mungkin sekarang dia sedang memasak fikir Syifa, jadi Syifa tidak mencarinya atupun mencemaskannya.
Anissa yang mendengar Adzan subuh pun terbangun, Anissa yang melihat keadaannya yang sangat berantakan dan tanpa busana langsung menangis histeris mengingat kejadian semalam, ingin rasanya dia memutar waktu tapi itu semua tidak mungkin.
Alvaro yang mendengar suara gadis menangis histeris langsung terbangun dari tidurnya. Alvaro yang belum sepenuhnya sadar, mengucek -ngucek matanya, saat kesadarannya sudah mulai kembali, Alvaro begitu syok melihat keadaannya yang tidak memakai busana langsung menjerit.
Ahhhhh.... teriak Alvaro.
Belum selesai dengan syoknya Alvaro malah di buat tambah Syok saat melihat ada seorang gadis yang menangis pilu di sampingnya, dia menutup tubuhnya dengan selimut sembari menekuk lututnya dan menyembunyikan wajahnya di telapak tangannya.
Ahhhhh..... lo siapa, teriak Alvaro.
Anisaa pun menoleh dan kembali menangis, Alvaro yang melihat itu Anisaa langsung mencuba mengingat-ingat apa yang terjadi semalam. Alvaro yang sudah mengingat semuanya langsung raut wajahnya berubah menadi pucat, dia ingat betapa bejatnya dirinya melecehkan Anissa, dan tidak menghiraukan tangisan dan teriakan Anissa yang memintanya berhenti.
Alvaro yang merasa sangat bersalah mencoba memanggil Anissa untuk minta maaf.
Anissa ? panggil Alvaro.
Anissa tidak menjawab dia hanya menoleh, Maafin gue, gue enggak bermaksud buat ngelecehin lo, ini semua di luar kehendak dan kendali gue, gue di jebak gue berada dalam pengaruh obat. ucapnya.
__ADS_1
Apa kakak fikir dengan kakak minta maaf semua bisa kembali seperti semula, mahkota yang sudah ku jaga selama ini untuk suamiku nanti sudah kakak renggut.
Dan apakah kaka tahu! bahkan selama ini aku tidak pernah berpacaran apalagi berciuman, dan sekarang kakak sudah merenggut semuanya ciuman pertama ku bahkan mahkota ku.
Padahal kita baru saja kenal, memang sebelumnya kita sudah mengenal karena satu sekolah, cuman kita tidak tahu nama satu sama lain karena kita beda jurusan kakak IPS dan aku IPA.
Tapi apakah kakak tidak berfikir setelah kakak merusak ku dan dengan gampangnya kakak minta maaf. teriak Anissa.
Terus lo maunya apa, gue enggak mungkin nikahin lo, pertama gue masih sekolah dan lo juga masih sekolah, dan kedua gue enggak suka sama lo dan lo juga enggak suka sama gue.
Anissa yang mendengar jawaban Alvaro semakin menangis, ya benar kata Alvaro mereka tidak mungkin menikah meraka masih sekolah, tapi bagaimana dengan dirinya yang sudah rusak apalagi kalau sampai hamil.
Kalau aku hamil gimana kak? aku baru aja selsai haid tadi sore dan kakak ngeluarin ya di dalem?. Ucap Anissa di sela isak tangisnya.
Lo enggak mungkin hamil kita ngelakunnya cuman sekali.Iya kak kakak kita ngelakunnya cuman sekali tapi kakak ngelakuin itu sampe 3 jam dan ngeluarin berkali -kali di dalem, dan aku sedang dalam masa subur. Ucap Anissa berteriak.
Tenang lo pasti enggak akan hamil, kalaupun lo sampai hamil gugurin aja anak itu. Kakak tega membunuh anak kandung kakak sendiri, sungguh malang sekali nasib anak yang tak berdosa.
Sekali lagi gue minta maaf, gue enggak bisa bertanggung jawab.
Anissa yang mendengar perkataan Alvaro hanya bisa menngis pilu memikirkan bagaimana nasibnya setelah ini apalagi kalau dia sampai hamil sungguh Anissa tidak bisa membayangkan semua itu.
Alvaro langsung turun dari ranjang tanpa rasa malu dia langsung mungut pakaian dan memakainya kembali dengan cepat.
Alvaro langsung pergi meninggalkan Anissa yang sedang menangis.
Saat sudah keluar dari kamar, Alvaro melihat santri yang sedang berjamaah shalat subuh.
Alvaro langsung membuka gerbang dan langsung menutupnya kembali setelah dia keluar,
Alvaro langsung menaiki motornya yang di parkirkan di sebelah gerbang pondok, sekaligus garasi di pondok tersebut.
__ADS_1
Alvaro langsung melakukan motornya dan pulang menuju rumahnya.
...Sedangkan Anissa yang berada di dalam kamar...
...mencoba turun dari ranjang untuk memungut pakaiannya,baru saja Anissa melangkahkan kali selangkangannya terasa sangat perih dan sakit....
Dengan perlahan lahan akhirnya Anissa sudah mengambil semua pakaiannya, walupun bajunya sudah robek tapi Anissa tetep memakai karena tidak ada baju di kamar itu selain bajunya yang robek.
Setela selsai memakai baju Anisa keluar dari kamar dengan mengendap endap sambil memgangi bajunya di bagian dada yang robek seperti maling kerena takut ada yang melihat dan semuanya akan terbongkar.
Setelah sampai di depan pintu kamarnya Anissa langsung masuk dan menguncinya. Anissa langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya . Setelah selsai Anisaa merebahkan dirinya di kasur dan melamun saat dirinya mengingat kejadian semalam dirinya kembali sedih dan menangis.
(Ya Allah apa dosaku sehingga semua ini terjadi padaku , aku harus bagaimana aku sudah tidak suci lagi apalagi kalu aku sampai hamil, orang yang melecehkan ku tidak mau bertanggung jawab) . Ucapnya pilu sambil berderai air mata.
Karena hari ini hari minggu Anissa libur sekolah dan juga masak, biasanya Anissa akan ikut mengaji dengan santri yang lain tapi karena kejadian semalam Anissa terpaksa berpura-pura sakit agar tidak ada yang tau apa yang sebenarnya terjadi.
Di saat Anissa sedang merenung tiba - tiba pintu kamar Aya yang mengetuk.
Tok... tok... tok suara ketukan pintu.
Anissa langsung menghapus air matanya dan membuka pintu dan terlihat Syifa sahabat dekatnya . Ouh kamu Syifa kirain siapa? ucap Anissa tersenyum pada Syifa. Nis kamu kenapa ko enggak ikut jamaah sama ngaji? katanya kamu sakit itu bener?
Ouh itu iya aku sakit tapi cuman masuk angin aja ko, serius An apa mau berobat! enggak usah Syif aku ga papa cuman butuh istirahat aja, serius nih ? iya bawal tawa Anissa sambil mencubit pipi temannya, ih sakit tau ! iya maaf -maaf.
Yaudah ayo masuk kita ngobronya di kamar aja anjak Anissa pada sahabatnya, Syifa pun menurut dan mengikuti Anissa masuk kemarin Sahabatnya.
Anisa dan Syifa terlihat sedang betcanda dan tertawa bersama, hingga membuat Anissa lupa akan masalah yang menimpanya.
Bersambung ***********
Hai gengs
__ADS_1
penasaran enggak sama cerita Alvaro dan Anissa ? ikutin terus ya ceritanya dan juga di mohon untuk LIKE, KOMEN dan VOTE nya biar author nya semangat buat up nya.