
Dua minggu telah berlalu setelah kejadian kelam dimana Anissa di lecehkan oleh Alvaro.
"Kamu kenapa Nis, sakit?" tanya Syifa yang baru masuk ke kamar Anissa dan Melihat wajah Anissa yang pucat. Syifa sengaja masuk ke kamar sahabatnya karena meraka akan bergi berasama Fina dan Syelin untuk mengerjakan tugas kelompok bersama .
"Iya nih Syif, aku pusing sama mual udah dari tadi pagi" , jawab Anissa.
Ayo aku bawa kamu berobat ke Rumah Sakit, penyakit tidak boleh di anggap sepele. Syifa memapah Anissa keluar menuju mobil Fina dan Syelin yang sudah menunggu mereka.
Syifa , Anissa kenpa? tanya Fina !
kayaknya dia sakit , kita ke Rumah Sakit dulu ya, mobil merah milik Fina pun langsung melaju menuju Rumah Sakit.
Sesampainya di Rumah Sakit, seorang dokter langsung memeriksa Anissa.
"Saya sakit apa ya dok?" tanya Anissa setelah dia selsai di periksa dokter. Dokter sudah duduk di kursinya.
"Selamat ya sebentar lagi kamu akan jadi seorang ibu ".
DEG......
Anissa melemas dan terkejut dan langsung tertunduk.
Dokter yang melihat kesedihan Anissa seakan -akan mengerti yang sedang Anissa rasakan, seperti kehamilan ini tidak di harapan oleh gadis itu.
Seprti nya kamu masih sangat muda , apakah kamu sudah menikah? tanya dokter tersebut . Anissa yang mendengar pertanyaan doketer tersebut tidak bisa lagi menahan air matanya dan menangis sesegukan.
Dokter tersebut langsung mendekati Anissa dan menepuk -nepuk pundak gadis itu.
Jika kamu ingin bercerita , cerita lah saya paham pasti selama ini kamu pasti menyembunyikan semuanya sendri, apalagi kamu sepertinya masih sekolah.
Apa bole saya menceritakan sama doketer, apa dekter akan percaya dan tidak kan membocorkan semuanya ? tanya Anissa ragu - ragu.
Dokter itu hanya tersenyum tidak akan tenang saja.
Anissa langsung menceritakan kepada doketer tersebut tentang semua yang menimpanya. Dari dia ke serempet hingga di lecehkan dan leleki yang melecehkannya tidak mau bertanggung jawab .
__ADS_1
Dekter yang mendengar cerita Anissa pun ikut merasakan begitu berat beban yang gadis itu pikul. Pada lah Anissa adalah gadis yang sangat cantik dari segi bicara dan penuturannya dia sangat sopan terlihat sekali kalau dia anak yang sangat pintar dan berprestasi.
Tidak di pungkiri Doketer tersebut yang melihat Anissa pun langsung jatuh hati pada pandangan pertama .
Ouh iya kita belum berkenalan. Perkenalkan saya Doketer Fahri Putra Atmaja, panggil aja Fahri sambil mengulurkan tangannya Anissa jawabannya , sambil menerima uluran tangan dokter tersebut .
Fahri adalah seorang dokter kandung sekaligus Putra pemilik Rumah Sakit . Fahri memiliki wajah yang sangat tampan dan terlihat sangat maskulin gagah dan berwibawa, Fahri sebenarnya dia adalah lelaki yang sangat cuek dan dingin tapi entah kenpa saat melihat Anissa sifat nya langsung berubah, seprti orang yang jatuh cinta pada pandangan pertama.
Kerena temannya sedang cuti jadi dia yang menggantikan pekerjaan temannya untuk sementara.
Ouh iya usia kandung kamu masih sangat muda.
Saya sarankan kamu jangan terlalu cape, sedih setres, emosi dan semacamnya kerena itu pasti akan berdampak pada janin kamu, dan jaga pola makan istirahat yang cukup dan perbanyak minum air putih . ini resep obat dan vitaminnya .
Baik dok terimakasih.
Anissa masih tidak percaya bahwa kini dia telah mengandung. Anissa membeli obat dan vitamin yang di tulisan dokter tadi.
Anissa masih bingung dan linglung, rasa sakit di kepalanya sudah berangsur reda berganti dengan rasa sedih. Mungkin jika dia hamil dalam keadaan sudah menikah pasti tidak akan jadi masalah.
Gimana hasilnya Nis enggak ada yang serius kan? tanya Syelin . Enggak ko aku cuman masuk angin kerena kecapean, cuman di suruh banyak istirahat aja, ucap Anissa berbohong.
Yaudah kamu enggak usah ikut kerja kelompok kamu pulang aja ya, ucap Syelin dan langsung di iyakan oleh Syifa dan Fina. Iya Nis pulang aja, yaudah aku pulang tapi apa enggak papa aku engak bantu kalian ngerjain tugas , ini kan tugas kelompok?. tanya Anissa kerena tidak enak hati, enggak papa yang penting kamu cepet sehat.
Mereka berempat pun langsung masuk ke dalam mobil Fina. Fina langsung menjalankan mobilnya untuk mengantar Anissa pulang terlebih dahulu.
Nis kamu bisa sendiri apa mau aku temenin, tanya Syifa! aku bisa sendiri ko kamu bantu ngerjain tugas kelompok aja, yakin Nis, iya aku yakin.
Sesampainya di pondok Anissa langsung turun dari mobil , makasih ya maaf jadi ngerepotin kalin, enggak ngerepotin ko kita kan sahabat yaudah kamu istirahat ya. Mobil Fina pun langsung pergi dari pondok.
Setelah mobil Fina melaju cukup jauh Anissa langsung membuka gerbang dan menutupnya kembali.Anissa langsung pergi menuju kamarnya untuk beristirahat.
Setelah sampai di kamar Anissa langsung masuk dan mengunci pintu. Anissa memikirkan kehamilan bagimana dengan masa depannya, semakin lama pasti perutnya akan semakin membesar pasti suatu saat semuanya pasti akan terbongkar. Anissa tidak terlalu memikirkan sekolah karena tinggal sebentar lagi dia lulus Minggu depan mereka sudah ujian akhir.
Tapi bagaimana dengan orang-orang Pesantren tau , pasti dia akan di usir, Anissa tidak punya tempat tinggal dan juga tidak punya sudara untuk di minta tolong.
__ADS_1
Memikirkan semua itu membuat Anissa semakin sedih tanpa sadar dia menangis sesegukan hingga matanya bengkak. Kerena terlalu lama menangis Anissa sampai tertidur karena lelah menangis terus.
ke esokan harinya, Anissa sudah bersiap -siap untuk sekolah. Anissa sudah memikirkan semalaman untuk memberitahu Alvaro atau tidak tentang kehamilannya, Anissa memutuskan bahwa Alvaro harus mengetahui tentang kehamilannya walupun Alvaro tidak akan mau bertanggung jawab dan mengakui anaknya tapi Alvaro berhak tau semua ini.
Nis kamu udah sehat? kalu belum istirahat aja nanti aku yang ngasih tau sama guru kalu kamu sakit.
Enggak usah Syif aku udah sehat ko. Yaudah kita langsung pamit sama kiyai dan ustadzah yu.
Setelah selsai berpamitan mereka langsung berangkat ke sekolah.
Sesampainya di sekolah Anissa dan Syifa langsung masuk ke kelas . Bel masuk pun berdering dan pelajaran pun berlangsung seperti biasa.
Belum istirahat pun Berdering semua siswa dan siswi berhamburan keluar menuju kantin.
Gengs kita ke kantin yu lapar, ajak Syelin, Mmm kalian duluan aja aku mau ke toilet dulu ujar Anissa.Mereka bertiga pun langsung meninggalkan Anissa, setelah kepergian teman -temannya Anissa langsung mencari Alvaro.
Saat sudah menemukan Alvaro yang ternyata sedang kumpul dengan temannya , Anissa langsung menghampiri Alvaro walupun sebenarnya dia merasa sangat takut dan gugup.
Kak aku mau ngomong sesuatu boleh minta waktunya sebentar enggak?.
Cieee Alvaro di samperin bidadari ujar teman -temannya heboh, tapi tidak dengan Arga , mendadak wajahnya berubah menjadi kusut.
Alvaro langsung menganggukan kepalanya. Mereka berdua pun langsung pergi dari tempat itu . Anissa membawa Alvaro ke taman belakang yang sepi karena takut akan ada orang yang mendengar.
Lo mau ngomong apa ? Mmm itu kak aku... aku..
aku apa ? tanya Alvaro kesal .
Aku Hamil Kak....
Bersambung ***********
Hai gengs
penasaran enggak sama cerita Alvaro dan Anissa ? ikutin terus ya ceritanya dan juga di mohon untuk LIKE, KOMEN dan VOTE nya biar author nya semangat buat up nya.
__ADS_1