
Selama di perjalanan mengantarkan Anissa gadis yang tak sengaja Alvaro serempet sebenarnya Alvaro merasakan tubuhnya semakin tidak enak, rasa panas gerah efek dari obat itu semakin menjadi, membuat pusaka kejantanannya semakin mengeras, Alvaro mencoba menahannya hingga akhirnya mereka sampai di tujuan.
Alvaro menghentikan motornya tepat di depan gerbang pondok pesantren, Anissa langsung turun untuk membuka gerbang dan menyuruh Alvaro untuk masuk.
Kak mampir dulu ini udah malam, tawar Anissa.
Enggak deh gue langsung pulang aja!
Ini udah malam kak, di sini ada kamar kosong di sediakan khusus untuk tamu ! Makasih tapi gue mau langsung pulang aja.
Disaat Alvaro ingin menyalakan motornya tiba-tiba ada seorang ustad yang sudah paruh baya menghampiri mereka. Anissa kamu udah pulang ? udah kiyai ! jawban Anissa sopan.
Terus siapa pemuda ini? tanyanya pada Anissa sambil menunjuk Alvaro.
Ouh ini kiyai, tadi di jalan Anissa tidak sengaja di serempet sama kak ini, sebagai permintaan maaf kakak ini nganterin Anissa pulng. Kiyai hanya mengangguk -anggukan kepalanya tanda memgerti.
Yaudah nak kamu mampir dulu tidur di sini aja dulu ini udah malam, tenang di sini ada kamar khusus buat tamu, enggak tidur bareng santri.
Yaudah saya nginep di sini kiyai makasih, jawab Alvaro. Kiyai hanya mengangguk sebagai jawaban. Anissa tolong anterin nak Alvaro ke kamarnya ya ! baik kiayi !Setelah mengatakan itu kiyai langsung pergi meninggalkan merka berdua.
Ayo kak saya anterin ke kamar.
Ini kamarnya kak di dalem juga ada kamar mandinya ! kalau begitu saya permisi dulu ya kak? pamit Anissa.
Saat Anissa hendak pergi meninggalkan Alvaro, Tiba-tiba Alvaro menggeram seperti sedang menahan sesuatu.
Alvaro merasakan kepalanya sangat pusing , penglihatannya mulai meremang .
Anissa yang melihat keadaan Alvaro yang seperti itu langsung mendekatinya, kak kamu gapapa? tanya Anissa. Alvaro yang sudah di luar kendali tidak memperdulikan pertanyaan Anissa. Alvaro malah menarik tangannya dan mencium bibirnya.
__ADS_1
Anissa terus memberontak dan memukul-mukul dada Alvaro agar segera berhenti, namun karena Alvaro sudah di luar kendali bukannya berhenti malah mendorong tubuh anisa ke dinding kamar tersebut.
Dia mendorong tubuh Anissa dengan sangat kuat,membuat gadis itu tersentak. Bibir Anissa lngsung di cium dengan begitu kasar, Alvaro terus menciumnya, dengan sangat kasar,
membuat Anissa sesak dan kehabisan nafas.
Dengan sekuat tenaga Anissa berusaha mendorong dada Alvaro dengan sangat kuat hingga tubuh Alvaro sedikit terhuyung , Anissa merauf nafas sebanyak-banyaknya , sampai dia terbatuk -batuk karena dadanya terasa benar benar sesak.
Dia melihat Alvaro lengah, Anissa segara menuju pintu berusaha untuk keluar kamar, namun dengan cepat Alvaro menarik tangannya dengan sangat kencang membuat Anissa langsung terhempas, dan Alvaro langsung mengunci pintu kamar tersebut,setelah mengunci pintu dengan sangat cepat dan segera saja Alvaro menerjang tubuh gadis itu sebelum gadis itu lolos darinya.
Anissa mencoba berkali kali - kali menggerakkan tubuhnya, tapi percuma saja tenaga lelaki itu jauh lebih besar darinya.
Lepaskan aku kak , tolong lepaskan aku, Anissa terus saja memohon supaya di lepaskan. Lepasin hiks... hiks... aku mohon lepasin.
Alvaro yang masih berada dalam pengaruh obat entah apa yang di masukan ke minumannya tadi
Lelaki di hadapannya kini , sudah mencuri ciuman pertama Anissa. Dia sama sekali tidak pernah berciuman dengan siapapun , selama ini Anissa selalu menjaga dirinya agar tetap suci untuk suaminya nanti, namun dengan lancang nya Alvaro peria yang baru saja bertemu dengannya secara tidak sengaja, berani mencurinya begitu saja .
Tangan Alvaro mulai bergerak menyentuh tubuh nya,hingga gadis itu di buat makin menangis di sela Alvaro menciumnya.
Anisaa terus memberontak, kedua tangannya tidak bisa bergerak kerena di kunci di kepalanya oleh Alvaro dan gerakan kakinya juga sudah di kunci oleh kaki Alvaro, membuat gadis itu tidak bisa apa -apa dan hanya bisa menangis.
Saat ini Anissa merasa tengah di lecehkan oleh lelaki yang baru saja dia kenal, selama ini tidak ada yang menyentuh tubuhnya seperti sekarang
dan lelaki itu telah benar -benar melakukannya membuat hati Anissa sakit.
Alvaro melepaskan ciuman mereka sejenak, kemudian merobek baju yang Anissa kenakan begitu saja, kerena pakaian yang di kenakan Anissa saat ini gamis yang berbahan katun tipis yang tidak menerawang ataupun membentuk tubuh, sehingga mudah sekali untuk Alvaro merobek nya.
Tangan Anissa yang sudah terlepas sontak menutupi tubuhnya , kemudian melayangkan tamparan pada Alvaro dengan cukup keras hingga wajah Alvaro tertoleh ke samping, baru kali ini Anissa menampar seseorang karena merasa sudah di injak - injak harga dirinya oleh lelaki itu.
__ADS_1
"Hiks..... apa yang kamu lakukan teriak Anissa sambil berderai air mata".
Namun bukannya tersadar Alvaro malah menampilkan senyuman miring di wajah tampangnya dan menatap Anissa.
Kemudian leleki itu kembali menyerang Anisaa , ia bahkan melepaskan ikat pinggang nya untuk mengikat tangan Anissa dan mulai melakukan aktivitas nya kembali.
Sudah sekuat tenaga dan berteriak sebisa mungkin Anissa lakukan agar menghentikan perlakuan Alvaro padanya.Tapi semua itu sia-sia lelaki itu tetep melakukan apa yang tidak seharusnya mereka lakukan.
Hati Anissa sakit batinnya menjerit, bahkan mulutnya ikut menjerit pilu, kala lelaki itu sudah berhasil menerobos keperawanan yang sudah dia jaga selama ini.
"Tolong..... hiks . . hentikan!! Ahhhhh sakit teriak Anissa kesakitan, , Anissa terus saja berteriak dengan keras , berharap ada orang yang datang untuk menolongnya dari leleki itu.
Percuma saja Anissa berteriak kamar itu kedap suara, pemilik pesantren sengaja membuat kamar itu kedap suara untuk dirinya jikala menginap di pondok, dan kamar itu juga boleh di gunakan untuk tamu yang menginap di pondok agar tidak tidur bareng dengan santri.
Anissa cuman bisa menangis pilu saat Alvaro melecehkannya , harta paling berharga, mahkota dalam diri Anissa , yang selama ini dia jaga untuk suaminya, kini telah di renggut oleh leleki yang baru saja dia kenal.
Dan hal yang paling Anissa takutkan adalah dia baru saja suci dari haidnya sore tadi. Berarti dia sedang dalam masa subur sekarang, dan Alvaro mengelurkannya di dalam airmatanya semakin mengalir deras mengingat hal itu.
Sedangkan Alvaro ,dia tetep melanjutkan gerakannya tanpa memerdulikan tangisan pilu Anissa yang berada di bawahnya.
Setelah 3 jam permainan berlangsung , Alvaro yang kelelahan ambuk di samping Anissa yang sudah pingsan karena kelelahan.
Karena pengaruh obat yang musuhnya berikan itu, membuat Alvaro melakukan kesalahan besar yang akan merubah hidunya mulai saat ini.
Bersambung ***********
Hai gengs
penasaran enggak sama cerita Alvaro dan Anissa ? ikutin terus ya ceritanya dan juga di mohon untuk LIKE, KOMEN dan VOTE nya biar author nya semangat buat up nya.
__ADS_1