
"Blacki!". Killearn memanggi Silveen.
Silveen menjawab Killearn dengan nada kesal. "Apa??!!!".
" Apa kau tidak mempersilahkan aku makan?".
"Kau ingin makan saja banyak drama. Jika kau mau makan, makan saja. Jika tidak mau, ya tidak usah, aku juga tidak memaksa. Repot sekali!!".
"Ya.......baiklah, aku akan makan."
Silveen hanya menatap Killearn dengan tatapan miring,"......."
Killearn dan Silveen pun berjalan ke arah meja makan, Rania dan Louis pun sudah ada di sana. Silveen menarik kursi dan segera duduk. Silveen duduk berhadapan dengan Louis, sedangkan Rania berhadapan dengan Killearn.
"selamat makan....."
Silveen, Rania, dan Louis menyantap makanan mereka dengan perlahan, sedangkan Killearn, makanan yang ada di piringnya sudah hampir habis.
"Killearn!" Panggil Silveen.
"Hmmmm??" Killearn menjawab Silveen sambil terus menyantap makanannya.
"Kau ini doyan atau lapar??"
"Keduanya.." Jawab Killearn dengan santai.
"Dasar___"
"stttttttt....diam, jangan menggangu ku makan".
Louis terus menatap Rania sambil sesekali membuang muka, memfokuskan pandangan pada makanannya.
Killearn pun terus memandangi Rania seperti tidak berkedip
Apa vampir itu tidak waras kenapa dari tadi dia terus memperhatikanku. Apa aku secantik itu sampai dia tidak berkedip sama sekali??
Rania yang sadar dari tadi terus diperhatikan Killearn, langsung menendang kaki pria tersebut.
Brukkkkkk
Killearn pun terkejut.
__ADS_1
" Heyyy.....kenapa kau menendang kakiku??"
"Menendang???"Jawab Rania dengan wajah kebingungan.
Killearn pum semakin kesal dengan ulah Rania, "kau ini memang aneh atau hampir gila?!!"
"Kau tinggal pilih saja, kau mau aku aneh atau gila!" Rania menjawab dengan santai sambil memainkan garpu yang ia pegang.
"Sudahlah....! Jangan ribut. Lanjutkan makan kalian!"Silveen berusaha untuk melerai mereka berdua.
Killearn kesal pada Silveen, karena merasa Silveen terus saja membela Rania. Louis hanya diam dan melahap makanannya dengan santai, sambil melihat mereka terus bertengkar.
Rania pun melanjutkan makan malamnya dan membiarkan Killearn yang terus mengoceh. Karena tidak ada yang mempedulikan dirinya akhirnya Killearn pun diam. Setelah selesai makan Louis langsung pergi ke ruang keluarga, sedangkan Rania dan Silveen masih merapikan meja makan. Selain mereka berdua, Killearn juga masih ada di sana, memperhatikan Silveen dan Rania yang sedang membereskan piring-piring di meja makan.
Killearn pun mulai jail pada mereka berdua. Dengan sikap sok angkuh ia duduk di kursi dan mengangkat kakinya ke kursi lain.
"Hey, kalian berdua!"
"Kau ini kenapa?"Tanya Silveen.
"Cepat bereskan semuanya. Jangan lupa cuci piring, lap mejanya, dan rapikan kursinya. CEPATT!!!"
"Kalau kau ingin cepat lakukan saja sendiri!!"jawab Rania dengan kesal.
Silveen.
"Hey....kau, budaknya Loius! Siapa namamu?"
"Apa tidak ada kata-kata lain yang lebih halus?!!!"
"Apa kau tidak dengar aku sedang bertanya?"
"Kau sendiri?"Rania balik bertanya pada Killearn.
"KILLEARN FROZE, panggil saja killearn. Kau??"
"Hmmm....sayang sekali, tapi aku tidak bisa memberi tau namaku begitu saja pada orang asing."
"Kau ini__"
"Killearn apa kau tidak bisa diam?!"
__ADS_1
"Bisa...bisa....bisa.. Tapi saat ini aku sedang tidak bisa diam!"
"Kau ini cerewet sekali. Jika kau ingin menunjukkan bakat mu, carilah orang yang sepadan!!"
"Hmmmmm...."
Killearn pun hanya menatap dengan tatapan tajam mendengar perkataan Silveen, dan berdiri dari kursi dan berjalan menuju Louis meninggalkan Silveen dan Rania.
Setelah semua selesai, Silveen pun pergi ke ruang keluarga, sedangkan Rania berjalan menuju anak tangga berniat untuk menuju kamarnya.
"RANIA!!!" Saat ia berjalan hendak menaiki anak tangga tiba-tiba ada yang memanggilnya. Rania sontak menghentikan langkahnya dan berbalik ke si pemilik suara.
"apa?!!"
"ke marilah!"
Rania pun berjalan menuruni anak tangga dan menuju ke arah Killearn.
Louis terus menatap Rania. Rania yang sadar bahwa ia sedang diperhatikan, ia pun memalingkan wajahnya.
"Ada apa?"
"Hmmm.....Tidak jadi, pergilah!!"
"Apa...Dasar kau____"
"Apa??"
Huhhhhh
Rania pun berbalik dan menuju kamarnya dengan rasa kesal.
Tanpa diketahui Rania, tiba-tiba Louis berdiri dan berjalan menyusul Rania. Melihat Louis yang berjalan ke arah tangga mengikuti Rania, Silveen pun memanggilnya dan berniat untuk bertanya.
"Louis??"
"Hmmmm" Louis berbalik dengan tatapan malas.
"Kau, mau kemana?"
"Bukan urusanmu!!"
__ADS_1
Silveen terdiam mendengar jawaban Louis.