VAMPIRE : THE REAL RULER

VAMPIRE : THE REAL RULER
Pertemuan Yang Tak Terduga (Part 2)


__ADS_3

Setelah mengantarkan Rania ke kamarnya, Silveen segera turun ke ruang keluarga untuk menemui kedua pria tadi.


"Maaf atas....."


"Apa kau tidak memberi tahu dia bahwa kami akan datang???"


Belum selesai berbicara seorang pria berambut merah gelap menyela perkataan Silveen.


"Aku...lupa."


Pria tersebut pun hanya mendengus mendengar jawaban Silveen.


"Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu, besok aku akan datang lagi."


Silveen pun hanya mengangguk dan mengatakan."Baik..."


"Jangan lupa rapikan rumahmu??"Seorang vampir berambut biru memberi tahu Silveen untuk mengemasi rumahnya dengan nada mengejek.


Silveen pun membalasnya dengan nada kesal."Aku tahu, kau tidak perlu repot-repot memberitahuku. Lagipula aku ini orangnya bersih dan rapi, jadi pasti nanti akan ku rapikan, tidak sepertimu."


"Apa kau bilang?!"


"Hmmm......Apa ya???"


"Dasar kau ini."


"Killearn!!" Tiba-tiba pria berambut merah gelap menariknya.


"Hei, Louis kenapa kau membela si Blacki bukannya diriku, aku ini kan temanmu?"


"Sejak kapan???"


Silveen pun memegang pundak Killearn sambil mengejeknya.

__ADS_1


"Sepertinya kau tidak diakui."


"Hei, Blacki diamlah!!!"


"Baiklah aku akan diam."Silveen pun terus memandangi Killearn yang tampaknya sangat kesal dengan dirinya.


Melihat Silveen yang terus memandanginya Killearn pun bertanya dengan nada kesal pada Silveen."Apa kau lihat-lihat??!"


"Tidak apa-apa, memangnya tidak boleh???"


"Hei, Blacki kapan kau akan diam???"


"Hmmmmm...... entahlah. Aku juga tidak tahu pasti kapan aku akan diam."


Killearn pun semakin kesal saat Silveen memeluknya. "Apa kau bisa menyingkir???"


"Kau ini seperti alergi terhadap diriku saja?"


"Aku memang alergi terhadap anjing."


"Aku bukan anjing!!"


Killearn pun tertawa saat melihat ekspresi wajah Silveen yang langsung berubah. Killearn pun makin mengganggu Silveen sehingga Silveen tidak bisa berkata apa-apa dan hanya diam saja.


Melihat Silveen yang diam saja Killearn pun bertanya padanya.


"Hei, Blacki kenapa kau diam saja????"


"Tadi kau begitu cerewet, seperti anjing kelaparan, kenapa sekarang kau jadi seperti patung, apa kau kehabisan kata-kata????"


Silveen hanya diam saja mendengar ocehan Killearn yang terus mengejeknya.


Louis yang sedang duduk di sofa pun hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan Silveen dan Killearn, yang terus saling mengejek satu sama lain, seperti anjing dan kucing yang tidak pernah akur.

__ADS_1


Silveen pun memanggil nama Louis, sehingga Louis berbalik ke arahnya.


"Louis..."


"Hmmmmm...????"


"Kenapa kau membawa si Mulut aktif ke rumahku. Kau kan bisa datang sendiri tanpa mengajaknya.


"Dia yang memaksa untuk ikut denganku."


"Sejak kapan kau menjadi budaknya Killearn???"


Louis pun hanya diam saja mendengar perkataan Silveen, namun tidak dengan Killearn.


"Kau bilang aku apa...si mulut aktif???"Killearn pun merasa kesal saat Silveen menyebutnya si mulut aktif.


"Memangnya aku salah, itukan gelarmu???"


"Gelar apa lagi yang kau bicarakan???"


"Kau itukan vampir yang paling cerewet jadi kau pantas mendapat gelar sebagai si mulut aktif."


Killearn pun tidak mau menanggapi perkataan Silveen dan memutuskan untuk segera pergi.


"Louis, ayo pergi!!!"Killearn pun mengajak Louis untuk pergi.


Wungggggg


Tiba-tiba sebuah portal muncul Killearn dan Louis lalu pergi melalui portal tersebut.


Setelah mereka berdua pergi Silveen pun cepat-cepat membereskan rumahnya yang kacau balau. Setelah beberapa saat....


Akhirnya selesai juga

__ADS_1


Silveen pun segera menuju kamar untuk istirahat.


__ADS_2