WADAL (Aku Butuh Tumbal Anak Manusia)

WADAL (Aku Butuh Tumbal Anak Manusia)
Part 9 Bantuan Ki Sugoro


__ADS_3

Part sebelumnya :


Namun tiba-tiba sesosok pria tua berbadan bongkok dengan pakaian serba hitam dan memegang tongkat berbentuk ular muncul di hadapan mata mereka.


"Tidak usah gusar! Aku akan membantu kalian dalam memenuhi Wadal sang Ratu!" ujar Pria tua tersebut sembari tersenyum lebar.


***


Kristanto dan istrinya segera memberi hormat atas kedatangan sosok pria tua berbaju hitam dengan tongkat kayu yang ujungnya dibentuk menyerupai kepala ular, sosok ini kemudian duduk di kursi yang sebelumnya mejanya telah terbalik akibat tindakan Kristanto yang berang terhadap apa yang dilakukan Hardy. Ki Sugoro kemudian mengetukkan tongkatnya satu kali ke tanah dan hal aneh kemudian terjadi, meja yang terbalik, gelas teh yang pecah berserta air teh yang berceceran membasahi lantai kemudian kembali seperti sedia kala, seperti waktu tampaknya kembali ke beberapa saat yang lalu.


Melihat keadaan ini Kristanto dan Lasmi yang mengetahui siapa sebenarnya orang ini segera memberi hormat sembari menundukkan tubuhnya ke hadapan sosok di hadapannya ini.


"Sembah sujud saya kepada Ki Sugoro! Maaf telat untuk menyambut Aki!" ujar Kristanto setengah ketakutan. Ia tidak menyangka Ki Sugoro akan rela turun gunung demi mendatangi dirinya.


"Ada gerangan apa, Ki Sugoro mendatangi kami? Apa yang bisa kami lakukan buat Aki!" tambah Lasmi.


"Tidak perlu, aku kesini sengaja datang untuk membantu kalian semua! Hahaha ...,!"ketawa Ki Sugoro menggelegar hingga membuat beberapa kilat dan petir yang bersahut-sahutan. Hal ini menandakan, bahwa kekuatan magis yang dipunyai oleh Ki Sugoro ini tidak main-main, hingga dapat mempengaruhi lingkungan sekitar.


"Kau mendapatkan perhatianku, Kristanto! Kau bisa memilih Wadal yang cocok untuk Nyai Ratu! Aku rasa, dia akan sangat senang dengan Wadal yang kali ini, jika kau bisa membawanya ke hadapan Nyai Ratu!" beber Ki Sugoro.


"Mohon ampun, Ki! Aku sudah hampir memasukkan obat yang pernah Ki Sugoro berikan ke minuman wanita itu! Namun sayang,ia tidak sempat meminumnya dan malah meminum minuman pria tersebut!"tutur Kristanto sembari memohon maaf.


"Aku tau dan aku mengerti! Sabar ... semuanya ada prosesnya dan biarkan saja alur ini berjalan! Aku juga penasaran dengan sosok pria yang mendampingi wanita itu tadi, tampaknya ada hal yang mengganjal dengan sosok pria tersebut!"tambah Ki Sugoro sembari membelai janggutnya yang putih memanjang.


"Lalu apa yang akan kita lakukan, Ki?" tanya Lasmi.


"Malam nanti tepat malam Kamis Pahing. Aku akan melaksanakan ritual, untuk mengirim beberapa anak buahku untuk mempengaruhi wanita itu! Kita tunggu saja, ia pasti akan kembali ke desa ini dengan kemauannya sendiri! Hahaha ... hahaha ...,!"setelah berbicara seperti itu, Ki Sugoro tiba-tiba menghilang tanpa bekas.

__ADS_1


"Aku tak pernah menyangka, Ki Sugoro sendiri turun tangan untuk membantu kita! Berarti Wadal kali ini akan berjalan dengan mudah!" ujar Kristanto. Ia tampak sangat percaya diri dengan apa yang akan terjadi di masa depan.


***


Hardy tengah bersantai di dalam ruangan kamarnya. Ia sedang membaca komik di layar handphonenya. Ia termasuk orang yang menyukai komik-komik jepang, korea ataupun cina, terutama membaca beberapa kisah horor yang ada di sana. Ketika ia sedang asyik menikmati bacaannya, tiba-tiba terdengar suara yang menganggunya dari kamar sebelah yang tidak lain adalah kamar Priska. Priska memang belum lama ini pindah ke sebelah kamar Hardy, hal ini dikarenakan kamarnya yang sebelumnya sedang direnovasi.


"Apa yang dilakukan Priska!" ujar Hardy penasaran.


Apa yang didengar oleh Hardy adalah terdengar suara Priska yang sedang menggeram dan menggaruk-garuk dinding, dikarenakan dinding ini tidak terlalu tebal, begitu terdengar suara seperti benda tumpul yang sedang bergesekan dengan dinding kamar.


Hardy kemudian bangkit dari ranjangnya dan kemudian keluar kamar. Ia mengunci pintunya dan kemudian mengetuk kamar Priska.


'Tok ... Tok... Tok!'


"Pris!! Pris!! Kamu di dalam?"


Hardy yang merasakan gelagat tidak baik dari Priska meyakini, bahwa ada sosok lain di tubuh Priska, "Anak ini kesurupan!"batin Hardy.


Priska yang kerasukan tersebut kemudian menoleh ke arah Hardy, wajahnya yang cantik kini terlihat menyeramkan, wajahnya pucat pasi dan matanya mendelik ke arah Hardy, tiba-tiba terdengar suara berat dari mulut Priska, "Kembalikan aku!! Kembalikan!! Aku ingin kembali ke tempatku berada! Arghhh!!!" sosok ini berteriak dan kemudian melompat ke arah Hardy. Priska yang kesurupan mengarahkan cakarnya ke arah Hardy.


"Sial! Aku tidak berharap hal ini terjadi!"


Hardy kemudian mengambil kuda-kuda. Ia mencoba untuk menghindari gerakan Priska dan menangkap tangannya di udara, "Dapatkan kau! Keluar dari tubuh wanita ini!" bentak Hardy dengan suara keras setengah menghardik.


"Aku bukan makhluk yang bisa kau usir sekehendak hatimu, bocah! Kau harus mati malam ini!" ancam makhluk yang berada di tubuh Priska.


"Haha ... coba saja untuk melakukan hal tersebut!"

__ADS_1


Hardy menangkap lengan Priska, mencoba untuk menguncinya dan menyebabkan terjadinya pergumulan di lantai, apa yang dilakukan selanjutnya adalah Hardy memegangi kening Priska dan terlihat membaca doa, makhluk yang berada di dalam tubuh Priska terlihat meronta-ronta dengan keras.


"Arghh!!! Arghh!! Sialan-sialan-sialan!!! Kau harus mati! Mati!!! Hentikan doamu itu! ********!!! Arghhh!!!" tubuh Priska masih meronta-ronta sekitar 3 menit dan kemudian terdiam lemas, disusul dengan keluarnya kepulan asap berwarna hitam dari mulut, kuping dan juga hidung Priska. Hardy meyakini, bahwa makhluk yang mengganggu Priska kini telah sepenuhnya keluar.


"Alhamdullah!"Hardy kemudian mengangkat tubuh Priska dan meletakkannya kembali di ranjang. Ia membuka sedikit jendela kamar, mengambil sebatang rokok dan menyalakannya. Ia benar-benar tidak menduga kejadian seperti beberapa tahun lalu akhirnya terjadi lagi. Kala itu, Hardy tengah melakukan suatu kegiatan KKN di sebuah desa terpencil, salah satu teman KKN-nya mengalami kesurupan yang tidak wajar, hingga menyebabkan dirinya kehilangan jiwanya. Hardy terpaksa untuk melawan sosok yang merasuki tubuh temannya tersebut dan berhasil mengeluarkannya dari tubuh temannya tersebut walaupun dengan cara paksa.


'Rasanya sudah cukup lama dan hal itu terjadi lagi!'ujar Hardy di dalam hati.


Hardy menikmati setiap isapan rokok tersebut dan kemudian tersadar, karena Priska tiba-tiba bangun dari tidurnya.


"Apa yang terjadi?" tanya Priska, mendapati kasurnya acak-acakan dan Hardy kini berada di kursi yang mengarah ke jendela kamar.


"Kamu kerasukan! Apa yang sebenarnya terjadi sebelum ini?"tanya Hardy.


"Aku kerasukan??? Yang benar saja!"elak Priska yang tidak terima dengan perkataan Hardy barusan.


"Aku malas menjelaskan lebih lanjut. Kalau kamu tidak percaya ya sudah, aku undur diri, tadi kamu pingsan!" terang Hardy.


Hardy ngeloyor pergi ke kamarnya meninggalkan Priska yang masih tidak percaya dengan apa yang tengah terjadi. Priska kemudian merenung, ia kembali mengingat-ingat apa yang sebelumnya terjadi, awalnya ia tengah menikmati mandir petangnya setelah kembalinya ia dari desa untuk urusan kantor. Priska menyelesaikan mandinya dan kemudian berpakaian kembali, namun tiba-tiba kepulan asap hitam muncul di hadapan wajahnya dan kemudian kepulan asap itu seolah masuk ke dalam tubuh Priska, selanjutnya ia tidak ingat lagi dengan apa yang terjadi.


"Apa aku benar-benar kerasukan?"tanya Priska ke dalam hatinya.


***


Di tempat lain, Ki Sugoro tengah menyeka darah yang mengucur dari mulutnya. Ia muntah darah, hal ini dikarenakan makhluk yang semula dipekerjakan untuk mengatasi Priska telah dikalahkan oleh sesosok orang yang telah diwaspadai oleh Ki Sugoro sebelumnya.


"Sialan! Bocah itu cari mati! Ia menghancurkan salah satu pesuruhku malam ini! Kau tunggu balasanku!" ujar Ki Sugoro dengan amarah yang berapi-api.

__ADS_1


*** 


__ADS_2