
Calista menatap lekat pria yang ada di depannya, dengan senyum yang terus mengembang. Wanita itu berusaha untuk terlihat mempesona di depan pria itu.
Alex pria itu terlihat begitu beruntung bisa bersanding duduk berdua dengan wanita seperti Calista. Wanita cantik dengan karir yang cemerlang. Beberapa orang yang berada di sekitaran mereka menganggap kalau mereka adalah dua sejoli yang sangat cocok,cantik dan tampan yang sama - sama mapan.
Calista adalah owner dari the beauty. The beauty adalah sebuah produk kecantikan yang saat ini sangat populer di kalangan wanita.
Alex dan Calista sedang menikmati makan siang mereka berdua di sebuah restoran mewah.
Alex terlihat begitu fokus dengan makanannya, ia sama sekali tidak tertarik dengan hal di sekitarnya, yang ia butuhkan saat ini ia hanya ingin mengisi perutnya. Sementara wanita yang berada di depannya sama sekali tidak tertarik dengan makanan lezat yang tersedia di meja, ia justru lebih tertarik memperhatikan Alex yang melahap makanannya.
"Kok enggak di makan" tanya Alex heran melihat Calista yang hanya memainkan sendoknya di atas piring. Padahal jelas - jelas tadi Calista yang minta menemaninya makan siang.
"Lihat kamu makan aja udah buat aku seneng" jawab Calista lembut dengan senyum khasnya.
"Oke, aku udah selesai makan dan aku mau balik lagi kerja. Aku gak ada waktu buat main - main" Alex sedikit kesal.
"Kita udah tunangan lho, jadi wajar dong aku minta kamu buat temenin makan"
"Kamu gak usah pura - pura gak tau hubungan kita kayak apa. Diri aku memang milik kamu tapi bukan hati aku" Alex mengatakannya dengan tatapan tajam menusuk.
"Yang jelas kita udah tunangan kamu milik aku bukan orang lain" ucap Calista dengan keyakinan penuh.
Alex langsung saja pergi meninggalkan Calista.
Calista hanya menatap kepergian Alex, entah kenapa Calista kali ini tidak ingin mengejar Alex. Biasanya Calista selalu memohon dan mengejar Alex untuk sekedar duduk bersama dengannya.
Alex bukanlah pria dingin yang kasar pada wanita. Dia pria baik dan juga ramah itulah alasannya kenapa Calista begitu tergila - gila padanya,hingga Calista melakukan banyak hal untuk mendapatkan Alex.
Alex cinta pertama Calista sejak ia masih duduk di bangku SMA, kala itu Calista benar - benar dekat dengan Alex. Alex begitu perhatian dengannya bahkan mereka sudah terlalu sering jalan berdua. Calista benar - benar jatuh cinta pada saat itu. Sayangnya pada saat itu juga Alex mencintai wanita lain dan sampai saat ini pun wanita ini masih di hati Alex. Dini wanita yang berhasil menaklukan hati Alex sampai sulit untuk berpaling, sekalipun wanita itu sekelas Calista.
Pertunangan yang terjadi antara Alex dan Calista itu bukanlah murni keinginan Alex, melainkan permintaan orang tua Alex. Calista satu - satunya orang yang mampu membantu bisnis Alex, sebagai imbalannya Alex harus mau menjadi tunangannya. Apapun Calista lakukan untuk mendapatkan Alex.
__ADS_1
Calista masih duduk di tempat yang sama, dengan makanan yang sudah menjadi dingin. ia masih saja menatap bangku kosong tempat Alex duduk tadi. Ini bukanlah pertama kalinya Alex mengabaikannya, bahkan sudah berkali - kali tapi tetap saja perasaan sakit itu masih terasa di dadanya. Namun tetap saja keyakinan Alex akan mencintainya jauh lebih besar di bandingkan dengan rasa sakitnya.
Tiba - tiba pandangan Calista teralihkan dengan wanita yang duduk tidak jauh dari meja makannya. Wanita itu terlihat sedang sibuk dengan handphonenya.
Perlahan Calista berdiri dari tempat duduknya, ia menatap tajam wanita itu. Wanita itu masih sibuk dengan handphone di tangannya, ia tak tahu kalau ada seseorang yang sedang menatapnya dengan tatapan tajam.
Calista berjalan mendekati wanita itu, wanita itu masih tidak sadar sekalipun Calista sekarang benar - benar berada tepat di depannya.
"Gak nyangka ya, saya bisa ketemu kamu disini" ucap Calista seketika membuat wanita itu terkejut.
Wanita itu merasa tidak asing dengan suara itu, beberapa detik ia masih berpikir siapa orang berdiri tepat di depannya. Namun ia langsung membelalakkan matanya saat menyadari kalau wanita di depannya itu Calista.
"Halo Cindy" sapa Calista dengan senyum tipis di bibirnya.
Dia adalah Cindy orang yang sudah pernah menipu Calista, yang membuat Calista harus rela kehilangan uang ratusan juta.
Senyum tipis Calista mampu membuat Cindy merasa sangat begitu gugup dan juga sedikit ketakutan.
"Calista, lama ya gak ketemu" Cindy sedikit gugup, ia berusaha meredam rasa ketakutannya dengan langsung berdiri dan mengulurkan tangan kepada Calista.
"Maaf ya aku ada banyak urusan, duluan ya" Cindy berusaha untuk menjauh dari Calista.
Calista dengan cepat menghadang langkah Cindy.
"Saya juga punya urusan dengan kamu yang belum selesai" Calista mengatakan kata - katanya dengan lembut, justru itu membuat Cindy merasa ketakutan.
"Saya akan anggap ini impas" ucap Calista yang langsung di barengi dengan tangan Calista meraih rambut Cindy, membuat Cindy meringis kesakitan.
"Lepasin, sakit" Cindy memohon, namun Calista malah menarik rambut Cindy lebih keras. Cindy yang sudah tidak tahan membalas dengan menarik rambut lurus Calista dengan kedua tangannya. Keduanya kini berhadapan dengan wajah yang saling meringis kesakitan.
Sementara orang - orang di sekitarnya hanya menjadi penonton karena mereka sendiri juga terkejut dengan kejadian itu.
__ADS_1
Beberapa karyawan restoran berusaha melerai kedua orang, namun keduanya sama - sama kuat dan tidak ingin mengalah.
................
Mahesa berjalan dengan napas yang sedikit terengah - engah. Dia langsung berjalan memasuki kantor polisi.
Mahesa melihat dua orang wanita duduk berhadapan dengan dua orang polisi. Mahesa langsung saja berjalan mendekati keduanya.
Mahesa memperhatikan satu persatu kedua wanita itu. Mahesa sedikit merasa aneh dengan penampilan kedua wanita di depannya yang terlihat acak - acakan.
Bahkan Mahesa tidak mampu menahan tawanya saat melihat Calista dengan rambut acak - acakan. Wanita yang biasanya terlihat begitu rapi dan elegan tiba - tiba terlihat seperti Mak lampir.
Melihat tawa Mahesa Calista langsung memelototkan matanya.
"Anda kenal dengan saudara Calista?" tanya polisi
"iya, saya adiknya" jawab Mahesa dengan senyum aneh, sambil mengedipkan satu matanya pada Calista.
Hampir 2 jam Mahesa menghabiskan waktunya di kantor polisi, sampai akhirnya dia bisa keluar dari tempat itu.
"Akhirnya bisa keluar juga dari tempat itu" Mahesa tersenyum penuh kelegaan, setelah melewati pintu keluar kantor polisi.
Calista yang berada di depannya tampak terlihat biasa saja, wajahnya masih datar, tidak ada raut bahagia dari wajahnya.
Mahesa terlihat menahan tawa, saat kembali memperhatikan penampilan Calista yang acak - acakan dia juga tidak menyangka kalau orang sekelas Calista bisa melakukan hal seperti itu.
" Kenapa kamu ketawa" ucap Calista sedikit kesal.
"Enggak kok, aku gak ketawa, emang wajah aku aja yang selalu kelihatan ceria" sanggah Mahesa.
"Mana mobil kamu?" tanya Calista
__ADS_1
"Aku mana pernah bawa mobil, aku kesini naik itu,tu" jawab Mahesa sambil menunjuk sebuah motor butut.
Calista langsung menatap Mahesa dengan tatapan tajam.