
Ira menarik paksa Mahesa untuk segera keluar dari rumah Calista. Adiknya itu sudah terlalu banyak membicarakan hal yang tak penting.
"Kenapa sih kak" tanya Mahesa dengan kesal, setelah pria itu masuk ke dalam rumah.
"Kamu itu gak tau apa - apa, mending kamu diem" omel Ira.
"Aku tahu kok, dia itu terlalu terobsesi sama Alex"
"Wanita mana yang gak akan jatuh cinta kalau dia terus - terusan di kasih harapan" Ira menjelaskannya dengan mimik wajah yang begitu kesal.
"Alex itu udah kasih harapan tinggi untuk Calista, lalu dengan gampangnya dia pergi gitu aja"
Ira memang tahu betul cerita antara Calista dan Alex. Sebelum Calista bertunangan dengan Alex.
"Calista itu terlalu bodoh, buat apa dia habisin waktunya untuk orang yang jelas - jelas gak cinta sama dia. Udah waktunya dia sadar" Mahesa lalu pergi ke kamarnya setelah meninggalkan kata - kata yang berhasil membuat Ira terdiam dan tersadar.
...****************...
The beauty nama itu terlihat jelas di gedung bertingkat itu. Namun suasana di dalam gedung itu tampak sunyi, hanya terlihat beberapa orang yang beraktivitas dalam gedung itu, maklumlah ini kan hari libur.
Diantara semua ruangan, hanya ada satu ruangan yang di dalamnya ada orang - orang yang tak menikmati hari liburnya.
Mereka semua sedang meeting, Ada 6 orang di ruangan ini dan semuanya wanita.
Meeting ini di pimpin langsung oleh Calista, pantas saja wajah - wajah itu terlihat begitu tegang.
Diantara semua orang disini Yeni lah yang paling tegang, karena dia yang akhir - akhir ini menghandle semua pekerjaan Calista.
Apalagi Calista saat memasuki ruangan ini terlihat sekali kalau Calista sedang dalam keadaan kurang baik. Yeni hafal sekali ekspresi wajah bosnya itu. Itulah kenapa Yeni sangat berhati - hati dalam berbicara.
"Udah hampir satu jam tapi model iklannya belum datang" pernyataan Calista membuat suasana dalam ruangan ini menjadi tegang.
Saat ini memang mereka ini mereka memang sedang ingin mempromosikan produk baru mereka dengan menggaet model iklan seorang atlet.
__ADS_1
"Mungkin sebentar lagi orangnya datang, soalnya katanya ada latihan mendadak" jawab Vio.
"Bu Calista tunggu aja sebentar lagi" imbuh Yeni mencoba mengendalikan keadaan.
"Saya tunggu lima menit lagi, kalau dia gak datang. Batalin aja kontraknya" papar Calista.
Semua orang hanya bisa saling bertatap - tatapan. Gimana bisa mereka batalin kontrak, mereka sudah sangat bersusah payah mendapatkan model iklan. Karena tidak banyak model yang mau menjadi bintang iklan untuk produk ini dikarenakan mereka semua tahu soal perangai Calista yang super perfeksionis. Bahkan dulu sampai ada model perempuan yang dibuat nangis saat syuting oleh Calista.
Apalagi produk Calista saat ini bersaing dengan produk Reina saudara tirinya. Calista sama sekali tidak ingin kalah dari Reina.
Tepat sebelum lima menit itu habis, seorang pria datang memasuki ruangan rapat. Semua karyawan langsung bernapas lega saat pria itu memasuki ruangan.
"Pak Mahardika akhirnya datang juga" Yeni girang, akhirnya dia bisa selamat.
Saat semua orang bernafas lega, justru Calista terlihat begitu terkejut dengan kedatangan pria itu. Pria itu pria yang Calista kenal, pria yang selama beberapa hari ini selalu muncul di hadapan Calista. Dia adalah Mahesa. Hanya saja dalam bentuk berbeda, pria itu terlihat begitu rapi dengan setelan jas.
"Maaf saya datang terlambat" Mahesa langsung menghampiri Calista.
"Perkenalkan ini Bu Calista, owner the beauty" Yeni memperkenalkan.
Calista masih menatap Mahesa dengan tatapan intens. Calista juga menyabut uluran tangan Mahesa diantara keheranan dalam pikirannya.
"Calista" Calista juga bersikap seolah tak mengenalnya.
Mahesa langsung duduk di tempat yang telah ditunjuk oleh Yeni.
"Bu Calista ini pak Mahardika, dia seorang atlet renang. Pak Mahardika juga baru saja memenangkan medali emas. Pak Mahardika ini seorang atlet muda yang sangat hebat dan juga tampan" Yeni menjelaskan profil Mahesa dengan senyum lebar di bibirnya.
Mahesa seorang atlet, Calista sama sekali tidak tahu hal itu. Bahkan Ira juga tidak pernah cerita kalau adiknya seorang atlet. Calista juga tidak tahu kalau model yang Yeni bicarakan sebagai Mahardika adalah Mahesa. Kalau tahu itu Mahesa, Calista akan menolaknya sejak awal untuk menjadikannya model.
Mahesa tersenyum manis menatap Calista. Mahesa sangat tahu kalau wanita itu begitu terkejut. Mahesa sangat senang bisa membuat wanita itu terkejut.
Meeting itu akhirnya di mulai, dengan perasaan Calista yang masih keheranan dengan kehadiran Mahesa. Dari sini juga Calista juga tahu kalau sebenarnya pria yang dianggapnya seperti bocah ternyata dia sangat pintar. Mahesa mampu memberikan konsep menarik untuk proses shooting nanti.
__ADS_1
"Mahesa ngapain sih kamu mau jadi model iklan disini" Cerca Calista pada Mahesa. Calista baru berani berbicara pada Mahesa saat rapat telah selesai dan saat semuanya sudah pergi.
"Karena aku suka aja sama produknya, kayaknya cocok sama aku" jawab Mahesa santai.
"Ini adalah hal penting buat aku. ini bukan untuk main - main"
"Bu Calista yang terhormat, aku juga gak lagi main - main. Aku disini cuma kerja. Ada kesempatan bagus masak aku tolak"
"Kamu beneran seorang atlet" tanya Calista yang masih belum percaya kalau Mahesa itu atlet.
"Karena kamu terlalu sibuk sama Alex, makanya kamu gak tahu hal - hal yang terjadi di sekitar kamu" ledek Mahesa dengan sedikit tawa.
Alex, nama itu mengingatkan Calista tentang kejadian semalam. Bukan cuma itu, tetapi juga ucapan kasar dari Mahesa yang mengatainya.
"Udah waktunya kamu sadar. Kamu itu terlalu terobsesi sama dia sampai kamu berubah jadi bodoh kayak gini. Ngapain kamu buang waktu kamu untuk orang yang gak pernah sedikitpun anggap kamu" . Perkataan Mahesa itu selalu terngiang dalam benaknya. Rasanya terasa kesal sekali karena pertama kalinya ada orang yang berani mengatainya bodoh.
Hal itu juga membuat Mahesa mengingat kejadian semalam. Kejadian semalam membuat Mahesa merasa bersalah karena sudah mengatai Calista.
"Aku juga mau minta maaf. Gak seharusnya aku ikut campur urusan kamu" kata Mahesa sungguh - sungguh.
"Menurut kamu, apa aku sebodoh itu"
"Hah" Mahesa sedikit terkejut dengan jawaban Calista, karena Mahesa pikir mungkin Calista akan kembali mengatainya.
"Bukan bodoh, tapi kurang peka" Mahesa membalas jawaban Calista tulus dari hatinya.
"Lelaki seperti Alex itu gak akan pernah suka untuk di paksa. Kamu bisa mendekatinya dengan cara lain, cara yang membuatnya terkesan" imbuh Mahesa.
"Kamu itu pintar, cantik dan juga mandiri itu aja bisa bikin orang terkesan. kamu hanya perlu menunjukkannya sama Alex" saran Mahesa.
Pujian itu entah kenapa membuat Calista menjadi semakin percaya diri. Kata - kata itu benar - benar masuk dalam hati Calista.
Calista kali ini menatap Mahesa dengan tatapan lembut. Kalimat itu mampu menguatkan hatinya.
__ADS_1
To be continued....