
Waktu sudah menunjukan tepat pukul 8 malam, Kineta masih berdiri menatap sebuah rumah mewah milik ayahnya dengan ragu, Kineta merasa tidak yakin untuk menemui seseorang yang nantinya akan menjadi ibu tirinya. Itulah mengapa setelah satu minggu kedatangannya ke Indonesia ia lebih memilih tinggal di apartemen tantenya, beruntung ayahnya tengah melakukan perjalanan bisnis keluar kota jadi ia terbebas dari pantauannya.
Kineta benci orang baru dalam hidupnya, ia juga benci sebuah kata yaitu cinta. Ia tidak mempercayai cinta sejak kedua orang tuanya bercerai, itulah alasan mengapa Kineta menolak pernyataan cinta Argion 10 tahun yang lalu, ia tidak mempercayai adanya cinta, jika memang benar adanya cinta di dunia ini kenapa kedua orang tuanya harus berpisah.
Kineta menekan bel rumahnya dengan ragu namun juga siap, ini pilihannya untuk hidup bersama ayahnya di Indoneisa.
“astaga Kineta? akhirnya kamu datang juga sayang!”
Seorang wanita berparas cantik yang berumuran sama dengan ibunya memeluknya dengan hangat dan tersenyum senang dengan kehadirannya.
“lama tidak bertemu yah Neta, kamu sudah semakin tinggi dan cantik saja”
Kineta masih berdiri dengan rasa penuh keterkejutannya, tubuhnya mematung kaku.
Tidak mungkin! Hatinya berseru menginginkan jika ini hanya halusinasinya. Wanita yang tadi memeluk hangat dirinya sekaligus wanita yang menjadi ibu tirinya tidak mungkin Rahayu Permata ibu dari pria datar yang ditemuinya dua hari yang lalu.
“Neta kamu baik-baik saja?”tanyanya khawatir.
“tante Ayu?”
“iya, tapi sekarang panggil mama yah. Mama masih belum percaya kamu sudah sebesar ini, dulu mama ingat kamu sama Gion selalu main petak umpet dihalaman depan”ucapan Rahayu membuat Kineta menolehkan pandangannya pada rumah yang berdiri disebelah rumahnya.
Rumah itu dulu milik keluarga Argion, rumah yang dulu memiliki halaman yang lebih luas karena kesukaan Hilman- Ayah Argion dalam bercocok tanam. Namun halaman itu kini terlihat sepi dan gersang.
“rumah itu sudah tidak tante tinggali lagi setelah om Hilman meninggal 5 tahun yang lalu. Oh ya ampun, kita sudah terlalu lama mengobrol di depan pintu. Ayo masuk kamu pasti lelah”
Rahayu kembali menatap putri tirinya- Kineta yang masih tidak bergeming sedikit pun dari pintu akan perintahnya.
“Neta! ayo masuk, ayah kamu mungkin akan pulang telat malam ini. Jadi sebaiknya kamu beristirahat dulu”
Kineta kali ini dapat mengembalikan rasa keterkejutannya, dan mengikuti ibu tirinya itu dari belakang dalam diam. Ini terlalu mengejutkannya dan membuat kepalanya sedikit pusing dengan banyaknya pikiran yang memenuhi isi kepalanya.
__ADS_1
“kalau kamu ingin langsung beristirahat, kamar kamu ada dilantai dua. Tidak ada yang berubah! hanya saja mama sudah menandainya dengan menggantungkan ukiran nama mu di pintu itu sebagai hadiah kepulangan mu. Semoga kamu menyukainya atau kamu ingin makan terlebih dulu?”
“tidak! Aku tidak lapar. Maksudku, aku hanya ingin beristrirahat saja. Selamat malam tante”ucap Kineta cepat yang mulai merasa tidak nyaman saat Rahayu terus memposisikan panggilan mama untuknya.
Ia mulai melangkahkan kakinya untuk menaiki tangga yang melingkar di ruang tengah.
“sepertinya, Neta belum terbiasa memanggilku mama” gumamannya begitu pelan hingga Kineta tidak mendengarnya, Rahayu menatap punggung Kineta yang tengah menaiki tangga dengan raut sedihnya.
Kineta melangkahkan kakinya dengan lemas menaiki undakan tangga yang melingkar dan begitu panjang. Pikirannya masih terpaku terhadap kenyataan yang baru di ketahuinya hari ini. Argion yang baru ditemuinya kembali setelah 10 tahun lamanya ternyata adalah saudara tirinya.
Oh God! Kineta ingin berteriak dalam hatinya. Argion Biru Samudera adalah kakak tiriya dan ia baru mengetahui fakta itu hari ini, tapi kenapa pria itu bersikap seolah tidak mengenalnya jika mereka bersaudara tiri saat ini.
Jadi apakah perubahan sifat pria itu karena hal ini? Pria itu tidak merestui pernikahaan ayah Kineta dengan ibunya? Lagi pikiran-pikiran ini membuat kepala Kineta menjadi semakin pusing.
“ini tidak mungkin. Kenapa harus tente ayu? Kenapa takdir harus berubah semengerikan ini?”sangkal Kineta lelah pada dirinya sendiri. Dulu ayahnya hanya memberitahukannya jika ia sudah menikah kembali dengan seseorang yang juga sudah dikenal oleh Kineta, tapi ia tidak pernah berpikir jika itu adalah tantu Ayu yang dikenalnya.
Kineta segera merogoh telepon genggamnya dan segera menekan nomor panggilan luar negeri. Ia butuh penjelasan ibunya, selama ini ibunya tidak pernah mengatakan jika wanita yang menikah dengan ayahnya adalah tente Ayu yang dulu begitu akrab dengan ibunya.
"Neta? Neta?" Kineta masih berdiam diri ia tidak tahu bagaimana caranya untuk meledakan fakta yang memuakan untuknya.
Ranti mengembuskan nafasnya saat sadar putrinya tengah menahan marah dibelahan pulau sana "kamu sudah tahu tentang papa mu dan Ayu?"
"kenapa mama gak cerita kalau wanita yang menikah dengan ayah itu tante Ayu!" tanpa sadar air mata Kineta menetes merasa sedih dan tidak pernah dianggap penting.
"mommy mommy i'm hungry...hurry up"sayup Kineta masih bisa mendengar adik tiri laki-lakinya yang berteriak kepada ibunya.
"just wait a minute okay"
"Kineta" saat panggilan ibunya yang tegas diseberang benua sana Kineta tahu ia sudah tidak memiliki prioritas penting untuk hidup ibunya.
"Ada banyak rahasia yang akan kamu ketahui disana. Saat kamu memilih untuk kembali kesana berarti kamu sudah siap dengan semua kenyataan pahit buruknya itu semua. Dan terima itu, mama sudah tidak bisa merangkulmu karena mungkin kamu juga akan semakin marah pada mama yang menyembunyikannya" Kineta terisak dalam pedih. Sejak dulu ia selalu dipaksa untuk kuat tanpa diberi penopang, maka saat ia akan runtuh seperti ini ia hanya bisa meluruh seorang diri.
__ADS_1
"mama harus..." Kineta mematikan sambung telepon ibunya. Sejak ibunya kembali menikah Kineta tahu keharusan yang paling utama bagi ibunya yaitu suami baru dan adik tirinya.
🍃
"Sayang, ayah kangen kamu" Ayah Kineta - Mario Rajendra memberikan pelukan hangat saat putri satu-satunya itu turun menghampirinya di ruang keluarga.
Semalam ia terlalu terlambat untuk menyambut putrinya dan pasti, Kineta pun sudah tidur terlelap karena kelelahan. Karena istrinya mengatakan jika putrinya langsung beristirahat setelah tiba di rumah.
"Maaf, semalam ayah tidak bisa menyambutmu lebih awal" Mario mengurai pelukannya dan menatap Kineta penuh permohonan maaf.
"Gak apa-apa kok yah, Kineta maklum ayah pasti sibuk"
"Terimakasih atas pengertiannya sayang, dan selamat datang kembali ke rumah" Kineta tersenyum tipis menanggapi ucapan selamat dari ayahnya. Entah mengapa ia merasa tak pernah pulang.
"Udah kangen-kangenanya, ayo kita sarapan dulu" Rahayu menginterupsi suami dan putri tirinya dari meja makan.
"Maaf! tapi Neta gak bisa ikut sarapan bersama, hari ini adalah hari pertama masuk kantor dan Neta tidak ingin terlambat karena tempatnya lumayan jauh. Neta akan sarapan di kantor saja"ujar Kineta cepat sebelum Rahayu hendak menarik lembut tangannya.
"kerja? kamu sudah mendapat pekerjaan"tanya Mario menatap putrinya terkejut.
"ayah maaf untuk tidak menceritakan ini sebelumnya, Neta mendapat tawaran pekerjaan di salah satu perusahaan arsitek disini. Nanti Neta ceritakan lebih lanjut”
“Kalau begitu biar pak kusno mengantarmu” Ayu yang dari tadi mengdengar pembicaraan ayah dan putri tirinya itu menawarkan KIneta untuk diantar oleh supir pribadi mereka.
“tidak perlu” tolak Kineta cepat. “maaf sebenarnya Neta sudah memesan taksi dan sedang menunggu di luar” Neta tahu wajah ayah dan tante Ayu terlihat kecewa dengan penolakannya. Namun ia tidak ingin bergantung pada siapapun saat ini. Bahkan untuk saat ini yang diinginkannya adalah segera pergi.
“kalau begitu Neta pergi dulu" sebelum pamit Kineta menyempatkan terlebih dulu untuk mencium tangan ayah dan ibu tirinya.
Seberapa lama pun Kineta tinggal di negara asing, tata krama sebagai orang Indonesia tidak akan pernah hilang dalam ingatannya untuk menghormati orangtua. Dan ia sangat menghargai setiap adat istiadat dalam hidupnya.
Tangisnya semalam cukup membuat Kineta melapang dada atas hubungan pernikahan ayah dan tante Ayu dan beruntung ia sedikit lihai dalam bermake up sehingga bisa menutupi mata sembabnya.
__ADS_1
Kini yang mungkin akan ia hadapi adalah kenyataan jika ia dan Argion adalah saudara tiri dan ia akan meminta penjelasan atas semua ini!