Who Am I : I'M The Prince Of Dragon Kingdom (Indonesia) Part - 1 (Teaser)

Who Am I : I'M The Prince Of Dragon Kingdom (Indonesia) Part - 1 (Teaser)
Prolog


__ADS_3


...Seputar Mengenai Buku


...


Judul : Who Am I : I’m the Prince of Dragon Kingdom


Kategori : Novel Kisah Panjang


Tag Genre : Aksi, Fantasi, Komedi, Kultivasi, Fiksi Timur, Petualangan


Kategori Usia : 15 tahun ke atas


Bagian Series : Part 1 - Awal Petualangan Seorang Tuan Muda


Jumlah Kata : 151043 Kata


Jumlah Chapter : 32 Chapter


Jumlah Halaman : 776 Halaman


Penulis : FiSha


Penerbit : FiShaArt


Tahun Terbit : 2022


Sinopsis :


Long Ming Zhi adalah seorang Tuan Muda dari sebuah Klan. Saat masih bayi, dia dibawa kabur oleh seorang pria muda karena masalah internal Klan Keluarganya.


Dia kemudian dirawat dan dibesarkan oleh seorang wanita paruh baya yang bekerja sebagai penjagal daging, yang kemudian bertekad untuk mencari tahu sendiri asal-usulnya.


" Siapakah aku sebenarnya, dan dari manakah aku berasal "


" Cihh ..., Masa bodoh dengan semua itu "


" Kemana pun itu, akan kucari tahu dan akan kuukir Legendaku sendiri "


Catatan :


Novel ini adalah cerita fiksi. Beberapa nama, karakter, kisah, atau kejadian tertentu adalah murni imajinasi/khayalan penulis.


Copyright © 2022, by FiSha. No part of this publication may be reproduced, stored in retrieval system, or transmitted, in any form or by any means, electronic, mechanical, photocopying, recording or otherwise, without prior written permission of the writer.


© Hak cipta dilindungi undang-undang, 2022 pada FiSha. Dilarang mencetak ulang, menyimpan dalam sistem retrieval, atau memindahkan dalam bentuk apa pun dan dengan cara bagaimanapun, elektronik, mekanik, fotokopi, rekaman, dan sebagainya tanpa izin tertulis dari penulis.


...Prolog


...


**Di malam yang mencekam, di bawah sinar Bulan yang melayang di langit gelap, terdapat seorang Pria muda yang mempunyai wajah rupawan berlari menyusuri sebuah hutan. Pria tersebut berlari sepanjang malam sambil membawa seorang bayi dalam gendongannya.


Di belakang Pria tersebut, terdapat beberapa orang yang sedang mengejarnya. Mereka yang mengejar Pria tersebut semuanya berjubah hitam, dan dengan sedaya upaya melompati pohon demi pohon untuk mengejarnya.


“ Hahh ..., Hahh ..., Hahh ...! ”.


‘ Cihh ...! Jika terus seperti ini, mungkin lambat laun aku akan terkejar ....! Sepertinya, aku memang harus menggunakan Sihir Ruangku ’. Pikir Pria itu sambil terengah-engah karena kelelahan.


‘ Tapi, aku masih perlu membutuhkan beberapa waktu untuk mempersiapkannya ‘. Tambahnya dalam hati sambil terus berlari.


Beberapa langkah kaki kemudian Pria tersebut pun seketika berhenti. Dan beberapa orang yang mengejarnya pun juga ikut berhenti, dan kemudian langsung mengepungnya.


“ Hahaha ...., Tampaknya Anda sangat kelelahan Tetua Han ....! “.


“ Kalau saja Anda dari awal mengembalikan Benda itu, dan menyerahkan anak yang ada di gendonganmu itu, mungkin kita tidak perlu untuk saling mengejar selama beberapa hari ”. Ucap salah seorang dari kumpulan pria berjubah hitam.


“ Cihh ....! Sampai kapan pun tidak akan kuserahkan benda itu ....!! ”. Balas Pria muda tersebut dengan tegas


“ Sebaiknya kuperingatkan kalian untuk juga berhenti memburu anak ini ...! Karena jika suatu hari anak ini tumbuh dewasa dan menjadi kuat, ia tidak akan berhenti untuk membalas dendam ”. Tambahnya mengancam.


“ Hahaha ..., Sangat lucu ....!! Kau pikir, saat ini kau bisa kabur dari kepungan kami ....? ”. Ucap seorang berjubah hitam yang lain, sambil menertawakan Pria tersebut.


Mendengar cemoohan dari musuh-musuhnya, Pria muda Han tersebut tidak menganggapinya dengan serius. Karena, sebenarnya dia sedang mengulur waktu untuk mempersiapkan sihirnya.


‘ Kumohon cepatlah...!! ’. Ucapnya dalam hati, sambil meneteskan keringat.


“ Hehh ..., Apakah kalian pikir, dengan jumlah kalian yang lebih banyak ini, kalian akan bisa mengalahkanku .....?? ”. Kemudian ucapnya menyeringai, sambil terus mencoba untuk mengulur waktu


“ Hehh ..., Ternyata kau masih bisa tertawa setelah kami kepung...! ”. Ujar salah satu Pria berjubah hitam.


“ Hmm ..., Tampaknya setelah Kami kejar selama beberapa hari, pikiranmu sudah menjadi tidak waras ...., ”. Ujar seorang yang lain sambil menyeringai.

__ADS_1


Tetapi berbeda dengan Pria berjubah hitam yang lain, salah seorang Pria berjubah hitam yang berada di belakang, yang merupakan Pimpinan dari mereka, entah kenapa dia merasakan suatu kejanggalan dari tingkah laku Pria muda Han tersebut.


‘ Tunggu ..., sepertinya ada yang aneh ....! ’. Ucapnya dalam hati, sambil mengerutkan alisnya.


Dan akhirnya, saat yang ditunggu oleh si Pria muda Han itu pun tiba. Rangkaian Sihir Ruang yang telah dipersiapkannya selama beberapa waktu tersebut pun akhirnya bisa digunakan.


“ Hehh ...., Akhirnya ....! Apakah kalian tidak tahu bahwa aku ini juga ahli dalam sihir ....?? ”. Ujar Pria tersebut sambil terus mempertahankan senyum seringainya.


‘ Ehh .., Ini ...! ‘.


Mendengar perkataan bernada sombong dari Pria muda Han, Pemimpin Pria berjubah hitam tersebut pun seketika menyadari sesuatu.


“ Cihh ..., Cepattt serang dia .....!! Dia sedari tadi hanya sengaja mengulur waktu .....!! ”. Kemudian bentaknya memerintahkan anak buahnya untuk segera menyerang Pria muda Han.


Dan tanpa pikir panjang, para Pria berjubah hitam itu pun kemudian dengan cepat melancarkan berbagai serangan dengan senjata mereka masing- masing.


Sementara itu, melihat berbagai macam serangan yang dilancarkan ke arahnya, Pria muda Han itu pun ternyata masih tampak santai. Ia kemudian hanya dengan ringan mengangkat tangan kanannya ke atas.


“ Hehh ...., Terlambat ...., ”. Ucapnya sambil mempererat pegangannya pada si bayi


Dan dengan cepat, Pria muda Han itu pun kemudian langsung melambaikan tangannya ke bawah. Dan seketika itu pula, ruang kosong yang ada di depannya pun tiba-tiba mengoyak dan menimbulkan retakan ruang seukuran cermin.


Pria muda Han itu pun kemudian langsung bergegas memasuki retakan tersebut, dan seketika itu pula, Pria muda yang menggendong bayi itu pun kemudian lenyap dari pandangan para Pria berjubah hitam.


Berbagai serangan yang mereka lancarkan pun kemudian hanya mengenai tanah kosong, dan hanya menyisakan debu yang beterbangan.


“ Cihh ..., Sial ...!! Seandainya saja aku menyadarinya lebih awal ”. Gerutu pemimpin Pria berjubah hitam dengan kesal.


‘ Tapi, ke mana kira-kira dia membawa anak itu pergi ....? ’. Kemudian tanyanya dalam hati sambil menggertakkan gigi.


“ Bos ....!! Lalu, apa yang akan kita lakukan selanjutnya ....? ”. Kemudian tanya Pria berjubah hitam yang lain.


“ Satu orang kembali ke markas, Dan laporkan pada Ketua besar jika misi kali ini masih membutuhkan waktu yang lama ....! ”. Perintah Pemimpin Pria Berjubah Hitam kepada Anggotanya.


“ Dan untuk yang lain, kita lanjutkan pengejaran ....! Apapun yang terjadi kita harus bisa membunuh bayi itu, dan mendapatkan kembali benda itu ....! “. Tambahnya


“ Siap.....!! ”. Balas para Pria berjubah hitam dengan serentak.


..................


...


Wilayah Timur Benua QILIN, Kerajaan GUAN, Kota Danau Teratai.



Dan di bawah pepohonan hutan yang rimbun, tiba-tiba terdapat sebuah riak udara yang kemudian membesar seukuran cermin. Dan seorang Pria muda yang tampan pun kemudian tampak keluar dari riak tersebut, sambil menggendong seorang bayi.


“ Hahh ..., Hahh .., Hahh ....! Sepertinya Aku berhasil kabur ”. Ucap Pria tersebut sambil terengah-engah.


Pria itu tampak cukup kelelahan, akibat dari penggunaan Sihir Ruang tingkat tinggi miliknya. Sepertinya Sihir tersebut menggunakan banyak sekali Energi Mentalnya, sehingga sangat berdampak juga pada daya tahan mentalnya.


‘ Hmm ..., Dimanakah ini ....? Apakah mungkin aku ada di alam tingkat perunggu ...? ’. Kemudian tanyanya dalam hati, sambil melihat sekeliling hutan yang hanya di penuhi oleh pepohonan yang menjulang. (2)


Dia dapat menebak jika dia saat ini berada di alam tingkat perunggu, karena semenjak dia keluar dari retakan Sihir Ruang dan memasuki hutan tersebut, dia merasa bahwa kepadatan Energi dan Mana alam yang berada di sekitarnya, sangat berbeda, dan jauh lebih lemah jika dibandingkan dengan tempat asalnya.


“ Uuhukkkk....!! ”.


Dan tiba- tiba, sebercak darah pun kemudian keluar dari lubang hidung dan mulutnya.


‘ Uuhhh ..., Sepertinya, ini adalah dampak dari Sihir Ruang tingkat tinggi yang belum sepenuhnya kukuasai ’. Batinnya sambil mengusap darahnya yang keluar.


“ Ooeekk ..., Ooeekk ..., Ooeekk ..., ”.


Dan tangis bayi pada gendongannya itu pun pecah di tengah hutan yang mencekam.


“ Sshhu ...! Sshuu...! Diamlah Tuan Muda ....! Kau hanya akan mengundang para penunggu hutan ini kemari ...! “. Ucap Pria tersebut, sambil mencoba untuk menenangkan tangis si bayi.


“ Yah .., Meskipun mereka mungkin sangat lemah, tetapi mungkin akan merepotkan juga ”. Tambahnya lagi.


Menyadari bahwa mungkin bayi yang ada di gendongannya tersebut kelelahan, dia pun kemudian berniat untuk mencari tempat yang layak untuk beristirahat.


“ Hmm ..., Mungkin aku harus mencari pemukiman terdekat ..., ”. Ucapnya.


Pria muda itu pun kemudian berlari menyusuri hutan ke arah timur, melewati pohon demi pohon. Dan setelah beberapa waktu berlari, dia pun akhirnya sampai di sebuah Kota.


Pria tersebut kemudian langsung menuju ke arah pintu gerbang yang bertuliskan “Kota Danau Teratai” pada bagian atas pintu gerbangnya. Sepertinya, gerbang tersebut dijaga oleh dua prajurit penjaga kota.


“ Permisi Tuan ...! Saya adalah pengembara ..., Apakah saya boleh memasuki Kota ini untuk mencari penginapan ...? ”. Kemudian tanyanya dengan sopan pada para penjaga tersebut.


Dua orang penjaga tersebut pun kemudian langsung memandang ke arahnya. Ketika dua penjaga tersebut melihat bahwa pria muda yang ada di hadapan mereka, kini tampak sangat kelelahan yang juga sambil menggendong seorang bayi yang terlelap. Entah kenapa, mereka pun kemudian langsung merasa iba kepadanya.


“ Tentu saja Tuan ...! Anda dan bayi Anda diperbolehkan untuk memasuki kota ini ...! ”. Kemudian ucap salah satu penjaga mempersilahkannya memasuki kota, dan juga membebaskannya dari biaya masuk Kota.

__ADS_1


Untuk memasuki sebuah kota, biasanya pengembara dan para pedagang di haruskan untuk membayar biaya masuk Kota. Penetapan biaya masuk tergantung dari kebijakan Pemimpin kota dan besarnya kota tersebut.


“ Mmm ..., Kalau begitu, Terima kasih ....! ”. Balas Pria muda tersebut, yang setelah itu langsung memasuki kota.


‘ Cihh ..., Aku saja bahkan belum memiliki istri, se-enak saja mereka mengatakan ini adalah bayiku ...! ’. Entah kenapa, dia kemudian merasa kesal dalam hatinya.


Setelah memasuki kota, dia kemudian melihat keadaan dalam kota yang tampak sangat tertata dan memiliki arsitektur bangunan yang rapi. Banyak orang yang berlalu-lalang, dan beberapa keramaian dalam kota pun juga ikut memeriahkan suasana malam di kota tersebut.


‘ Hmm .., Kota ini lumayan juga ...! ‘. Pikirnya dalam hati.


Dia pun kemudian kembali pada niat awalnya untuk mencari sebuah penginapan.


Tetapi setelah sampai pada satu-satunya penginapan yang ada di kota tersebut, entah kenapa dia kemudian merasa sangat kecewa. Karena, penginapan tersebut ternyata telah penuh. Jadi, dia pun kini hanya bisa menggerutu karena kesal.


“ Kota yang indah, tetapi hanya memiliki satu penginapan ...?? Hahh ..., mengecewakan ..., ”. Keluhnya kesal.


Tetapi saat akan hendak pergi untuk mencari tempat lain yang seadanya, tiba-tiba ada seseorang yang memanggil ke arahnya.


“ Pria muda, tunggu ....! Tampaknya, kau dan bayimu butuh tempat untuk menginap ...? ”. Kemudian ucap seorang wanita paruh baya, yang mungkin mendengar keluh kesahnya.


“ Apakah kau ingin menginap di rumahku ..? ”. Tambahnya bertanya, yang merasa iba dengan keadaan pria muda tersebut.


“ Bibi ..., Asalkan dapat menginap, aku akan membayar biaya berapa pun itu ...! ”. Balas pria muda itu.


“ Dimanakah rumahmu Bi ....? ”. Kemudian tanyanya.


“ Di sana ...! Di sebelah toko penjual daging ..., ”. Balas wanita paruh baya tersebut, sambil menunjuk ke arah sebuah bangunan yang tampak dari kejauhan.


“ Aku adalah penjual daging, dan toko di sebelahnya adalah tokoku juga ..., Jadi kalian dapat menginap di sana tanpa biaya sepeser pun ....! ”. Tambah wanita itu.


“ Hmm ..., Ternyata begitu ....! ”. Balas Pria muda tersebut.


Setelah mendengar penjelasan dari wanita paruh baya tersebut, Pria muda itu pun tiba-tiba menjadi terpikirkan oleh hal yang lain. Dia berniat untuk menitipkan bayi yang ada di gendongannya tersebut padanya selama beberapa waktu, sementara dia ingin mencoba mencari cara untuk menyembuhkan luka dalamnya akibat dari Sihir Ruang yang digunakannya.


Dia juga merasa bahwa wanita paruh baya tersebut adalah orang yang sangat baik, jadi dia berpikir dengan menitipkan bayi tersebut padanya merupakan pilihan yang tepat. Lagi pula, dia juga sebenarnya tidak mengetahui cara untuk mengurus seorang bayi.


“ Hmm ..., Kalau begitu Bi, Saya punya permintaan ..., Saya harap Bibi dapat memenuhinya ..., ”. Ucap pria tersebut berharap.


“ Mmm ..., Katakanlah itu ....! Jika Bibi mampu, Bibi akan membantumu dengan sepenuh hati ..., ”. Balas wanita paruh baya itu, yang memang merasa iba dengan keadaannya.


“ Bibi, saya harap Bibi dapat membantu saya untuk merawat bayi ini ..., Karena, mungkin hanya Bibi saja yang bisa membantu saya ..., ”. Pinta pria tersebut dengan penuh harap.


“ Hmm ..., Apakah dia bukan anakmu Pria Muda ....? ”. Tanya wanita paruh baya tersebut, yang menyadari lewat perkataannya.


“ Mmm ..., Itu benar Bi ...! Sejujurnya, bayi ini adalah seorang Tuan Muda ..., Tetapi karena ada masalah dalam keluarganya, dan juga ada yang mencoba untuk membunuhnya, dia terpaksa kubawa pergi ....! ”. Balas pria muda tersebut.


“ Dan Ayah dari bayi inilah yang menyuruhku untuk membawanya pergi ....! Sampai sekarang pun aku juga masih belum mengetahui tentang keadaan keluarganya ...! “. Tambahnya menjelaskan.


Mendengar penjelasan dari pria muda tersebut, wanita paruh baya itu pun kemudian merasa sangat iba dalam hatinya. Dia berpikir bahwa bayi tersebut adalah bayi yang sangat malang, karena harus terpisah dari orang tuanya sejak kecil. Lalu, seketika tergeraklah hatinya untuk merawat bayi itu.


“ Baiklah ..., Bibi bersedia merawatnya ...! ”. Balas wanita paruh baya tersebut, yang pada akhirnya menyetujuinya.


“ Hahh ....Kalau begitu, terima kasih banyak Bibi ...! ”. Ucap pria tersebut merasa lega dan sukacita, karena akhirnya sang Bibi menyetujui permintaannya.


“ Oh iya .., Sejak tadi aku belum mengetahui nama kalian ..., “. Kemudian tanya wanita paruh baya tersebut.


“ Bibi ..., Panggil saja aku Han Luo ...., Sedangkan nama bayi ini adalah Long Ming Zhi ..., “. Balas Han Luo.


“ Aku mungkin akan meninggalkan kota ini dalam waktu yang agak lama Bibi ..., Jadi aku titipkan bayi ini kepadamu ....! “. Tambahnya sambil menyerahkan bayi yang ada dalam gendongannya tersebut.


“ Mmm ..., Percayalah pria muda ....! Bibi akan merawat bayi ini dengan sepenuh hati “. Balas wanita paruh baya itu.


Dan setelah sekali lagi mengucapkan ucapan terima kasih, Han Luo pun akhirnya mengucapkan salam perpisahan, dan kemudian langsung pergi menghilang dari situ.


Sementara itu, berada di luar gerbang kota.


“ Hahh ..., Sepertinya aku memang harus tinggal di benua ini untuk waktu yang agak lama .., ”. Gumam Han Luo.


“ Uuhhh...!! ”. Tiba-tiba, dia memegangi dadanya yang terasa sakit.


‘ Dan sepertinya, aku juga harus mengobati luka dalam ini terlebih dahulu..! ’. Tambahnya dalam hati.


Menyadari bahwa dirinya kini harus menjadi seorang pengembara asing di alam tingkat bawah, entah kenapa dia pun kemudian hanya memamerkan senyum seringainya.


‘ Hehh ..., Berjuanglah Tuan Muda Long ...!! Jadilah kuat, dan balaskan dendam Klan kita ....!! ’. Batinnya.


...ーーーーーーーーーー


...


STORY’S NOTATIONS :


(1) Wò (沃) : subur.

__ADS_1


(2) Penjelasan terperinci mengenai tingkatan benua, dapat di baca di Chapter Penjelasan**.


__ADS_2