Who Am I : I'M The Prince Of Dragon Kingdom (Indonesia) Part - 1 (Teaser)

Who Am I : I'M The Prince Of Dragon Kingdom (Indonesia) Part - 1 (Teaser)
Chapter 3 - Seleksi Akademi


__ADS_3

Dan hari yang ditunggu-tunggu oleh Ming Zhi pun tiba. Seleksi akademi yang diadakan di kota Danau Teratai akan dilakukan hari ini. Dia saat ini masih dalam posisi bersila, dan baru membuka matanya ketika sinar matahari menerpanya dari celah-celah atap rumahnya.


‘ Huhh ..., Setelah semalaman mengumpulkan energi, aku belum merasa akan mengalami kenaikan level ..., ‘. Kemudian ucapnya dalam hati.


‘ Seperti dugaanku ....! Memang akan sangat sulit untuk naik level tanpa menggunakan spirit stone ‘. Tambahnya.


‘ Tapi belakangan ini, aku merasa jika kadar makanku berkurang ....., Apakah ini merupakan keuntungan dari mengumpulkan Qi dalam tubuhku ....? ‘. Tanyanya dalam hati.


Bagi para Kultivator tingkat tinggi, mereka kebanyakan tidak membutuhkan asupan makanan. Mereka hanya menggunakan energi yang ada di tubuh mereka, sebagai pengganti makanan.


Dan kebanyakan dari para Kultivator tersebut, mereka hanya makan untuk memenuhi selera lidah saja.


‘ Hmm ...., Tapi sebaiknya, aku juga harus mengisi perutku ....! Seperti kata pepatah, lebih baik kenyang sebelum perang ....! ‘. Tambahnya.


Dia pun kemudian merapikan tempat tidurnya, lalu turun ke bawah untuk memakan sarapan yang sudah dipersiapkan bibinya untuknya. Selesai sarapan, dia pun kemudian berpamitan pada bibinya.


“ Terima kasih untuk sarapannya Bibi ....! Aku akan berangkat sekarang “. Ucap Ming Zhi pada Lin Hua.


“ Mmm .., Baiklah ...., Berjuanglah dan juga berhati-hatilah ....!! “. Ucap Lin Hua.


“ Mmm .... “. Angguk Ming Zhi.


Setelah meninggalkan rumah, Ming Zhi pun kemudian langsung menuju ke alun- alun kota tempat diadakannya seleksi akademi.


Sesampainya di alun-alun kota, Ming Zhi kemudian melihat keramaian berkumpul di situ. Mulai dari para peserta seleksi, penduduk kota yang ikut menonton, dan para pedagang yang berjualan pun juga ikut meramaikan kegiatan seleksi tersebut.


Seleksi ini diadakan oleh salah satu akademi ternama kerajaan Guan, yaitu akademi Huo Shan. Seleksi ini juga dapat di ikuti oleh para peserta dari kota tetangga, yaitu kota Wo. (1)


Akademi Huo Shan adalah salah satu akademi terbaik di kerajaan Guan. Akademi ini terletak di ibukota kerajaan Guan, yaitu kota Sungai Api. Kota Sungai Api juga merupakan kota terbesar dan terpadat penduduknya dari kota-kota di kerajaan Guan lainnya.


Dan setelah memandang ke arah sekeliling, Ming Zhi sekilas melihat orang yang paling dibenci olehnya, yaitu Xiao Hei. Ming Zhi melihat Xiao Hei sedang berkumpul dengan anak-anak dari kerabat wali kota yang merupakan para sepupunya, yang juga ikut mendaftar tes seleksi.


‘ Hehh .., Pada saatnya nanti, akan kubalaskan dendam yang kemarin ....! ‘. Batin Ming Zhi menyeringai.


Ming Zhi pun kemudian langsung menuju ke tempat pendaftaran peserta. Tempat itu dipadati oleh antrian peserta seleksi yang berasal dari dua kota tersebut.


Dan setelah beberapa menit mengantri, akhirnya dia pun berhasil mendaftarkan namanya. Dan setelah sesi pendaftaran selesai, para peserta seleksi pun kemudian diarahkan untuk berbaris di lapangan alun-alun kota.


“ Baiklah ...., Para peserta seleksi ....! Untuk bisa memasuki akademi Huo Shan, kalian terlebih dahulu akan mengalami dua tes ....! Tes yang pertama yaitu pengujian pengetahuan, dan yang kedua adalah tes pengujian bakat ...., “.


“ Jika nantinya menurut standar kami, kalian hanya memiliki bakat atau kemampuan yang rendah pada usia kalian yang seharusnya, kalian akan langsung kami nyatakan gugur dalam tes ini ...! “. Ucap Tetua yang menjadi perwakilan dari akademi dalam tes seleksi tersebut.


“ Apakah, dapat dimengerti .......!! “. Tambahnya tegas.


“ Di mengerti ......!! “. Seru para peserta tes.


“ Baiklah .., Selanjutnya kita akan memulai tes yang pertama, yaitu pengujian pengetahuan ...., Kalian akan dibagi menjadi beberapa kelompok, dan setiap kelompok akan di pandu oleh beberapa Tetua akademi ..., “. Ucapnya mengomando para peserta seleksi.


Dan setelah itu, para peserta seleksi pun kemudian di pisah menjadi beberapa kelompok, sesuai dengan jumlah para tetua perwakilan dari akademi tersebut.


Dan dari setiap peserta tes per-kelompoknya, mereka akan di beri kertas yang berisi pertanyaan umum tentang dunia kultivator.


‘ Hehh ..., Pertanyaan ini terlalu mudah bagiku ‘. Batin Ming Zhi menyeringai.


‘ Tidak, tidak ..., Aku tidak boleh sombong walaupun hanya sedikit ....!! ‘. Batinnya menenangkan diri.


‘ Jika aku tidak di ceritakan tentang dunia kultivator secara terperinci oleh paman Fan, mungkin aku juga tidak akan bisa menjawabnya ...., ‘. Tambahnya dalam hati.


Ming Zhi pun kemudian menjawab setiap pertanyaan tersebut secara perlahan dan dengan penuh ketelitian. Dia lalu menemukan suatu pertanyaan, yang menurutnya dapat mengelabuhi seseorang.


‘ Hehehe ..., Ingin menjebakku ya ......? ‘. Seringai Ming Zhi.


‘ Untung saja aku memperhatikannya dengan teliti ..., Jika tidak, mungkin saja aku terjebak dengan pertanyaan sederhana ini ‘. Tambahnya.


Ming Zhi kemudian menjawab pertanyaan tersebut, dengan jawaban yang menurutnya benar. Dan setelah menjawab setiap pertanyaannya, Ming Zhi pun akhirnya menyelesaikan tesnya yang pertama. Sepertinya dia juga yang pertama menyelesaikan tes tersebut.


Dan setelah beberapa jam kemudian, tes seleksi yang pertama pun dinyatakan berakhir. Para peserta seleksi pun kemudian diarahkan kembali pada lapangan alun-alun kota, untuk menunggu hasil dari tes yang pertama.


Dan setelah menunggu selama beberapa menit, hasil dari tes tersebut pun akhirnya diumumkan. Tetua tersebut membacakan setiap nama dari peserta yang tidak lolos atau dinyatakan gugur dalam tes tersebut.


Dari setiap peserta yang namanya di bacakan oleh tetua tersebut, mereka kemudian merasa sangat kecewa dan frustrasi, karena mereka hanya bisa mengikuti tes kembali dalam beberapa tahun ke depan.


Dan setelah beberapa waktu kemudian, tetua tersebut pun akhirnya selesai membacakan nama setiap peserta yang tidak lolos.


‘ Huhh .., Untung saja namaku tidak disebutkan ‘. Batin Ming Zhi lega.


“ Baiklahh ....., Untuk setiap nama yang kusebutkan tadi, harap meninggalkan lapangan .....!! Karena kalian telah dinyatakan gugur ...., Tetapi, kalian dapat mengikuti tes kembali dalam beberapa tahun ke depan “. Ucap tetua tersebut.


Dan para peserta yang tidak lolos seleksi pun, akhirnya meninggalkan lapangan alun-alun kota dengan ekspresi kecewa.


“ Dan untuk kalian para peserta yang lolos .., Selamat ...! Kalian berhak untuk mengikuti tes yang kedua ...!! “. Ucap Tetua tersebut.


“ Dari seluruh soal yang telah kalian jawab tadi, ada beberapa yang nilainya sangat tinggi dan ada beberapa pula yang nilainya mendekati minimum “.


“ Tapi sayang sekali ..., Tidak ada satu pun yang nilainya sempurna ..., “. Ucap tetua tersebut.


“ Tunggu sebentar .., Ketua .....!!! “. Tiba-tiba salah satu tetua yang memeriksa nilai para peserta menyela.


“ Ternyata ...., Ada salah satu peserta yang nilainya sempurna ..., “. Tambah tetua tersebut sambil menyerahkan selembar kertas jawaban salah satu peserta.


“ Ohh .., Benarkahh ....?? “. Tanya Tetua yang dipanggil ketua tersebut.


Tetua tersebut pun kemudian mengambil kertas jawaban tersebut. Dan setelah memeriksanya.


“ Ohh ...., Ini memang jawaban yang tepat “. Ucap Tetua tersebut.


“ Dan nilainya memang sempurna “. Tambahnya.


“ Hmm ...., Jawaban ini bertuliskan nama, Long Ming Zhi ...... “. Ucap Tetua tersebut.


“ Bagi peserta yang bernama Long Ming Zhi, Tolong maju ....! Perlihatkanlah dirimu .....!! “. Tambahnya sambil memandang ke arah barisan para peserta.


Ming Zhi yang merasa dirinya dipanggil pun kemudian langsung maju ke depan. Sementara itu, Xiao Hei ketika melihat orang yang di kenalinya maju ke depan, dia pun seketika merasa sangat terkejut dan heran.


‘ Anak itu ternyata masih hidup ...!? ‘. Tanya Xiao Hei geram dalam hati.


‘ Cihhh ..., Ternyata para kultivator bayaran itu menipuku .. ‘. Tambahnya kesal.


Xiao Hei mengira jika Ming Zhi sudah mati, karena para Kultivator yang dibayarnya waktu itu mengatakan jika Ming Zhi telah mati di bunuh oleh binatang roh.


‘ Tapi, lihat saja nanti ...., Cepat atau lambat, kau akan segera kusingkirkan....!! ‘. Tambahnya lagi geram.


Tetua akademi tersebut pun kemudian memandang sebentar ke arah anak berambut biru yang tampil ke depan, yang dimana itu adalah Ming Zhi.


“ Apakah namamu Long Ming Zhi, Anak Muda ....?? “. Tanya Tetua tersebut.


“ Mmm .., Itu benar .., “. Balas Ming Zhi sambil mengangguk.


“ Baiklah ...., Karena kesempurnaan nilainya dalam tes pengetahuan ..., Dengan ini aku mengumumkan bahwa, anak ini nantinya akan mendapatkan sedikit kemudahan dalam tes yang kedua yaitu pengujian bakat ..., “. Ucap Tetua tersebut.


Para peserta lain yang mendengar hal tersebut pun seketika memandang Ming Zhi dengan tatapan penuh rasa iri.


“ Cihhh ...., Apa gunanya memiliki pengetahuan yang luas ..., “. Ucap peserta lain yang iri akan Ming Zhi.


“ Mmm ..., Itu benar ..., Bakat seorang kultivator kan itu ditentukan oleh kekuatannya ...., “. Sahut peserta lainnya.


“ Hehh ...., Lihat saja nanti ..., Aku yakin, dia pasti nantinya akan mendapat nilai terendah dalam pengujian bakat ...., “. Ucap yang lain menyahuti.


Ming Zhi hanya mengabaikan perkataan para peserta yang iri dan meremehkannya tersebut, dan kemudian kembali lagi ke barisan para peserta.


“ Baiklah ...., Sekarang akan kumulai tes yang kedua ....! “.


“ Tes kali ini terdiri dari dua bagian, yaitu tes fisik dan tes energi ...., Dan untuk yang pertama kalinya, kalian akan melakukan tes fisik terlebih dahulu ..., “.

__ADS_1


“ Jika kami merasa bahwa kalian memenuhi kriteria berdasarkan usia dan bakat kalian, kalian akan dinyatakan lulus ...., Dan bagi kalian yang nantinya lulus tes fisik, kalian berhak untuk mengikuti tes energi ...., Itu pun jika kalian sudah memasuki tingkat Pengumpul Qi “.


“ Tapi, bagi kalian yang berusia 20 tahun ke atas, kalian diwajibkan untuk mengikuti tes energi ..., Karena menurut standar akademi kami, usia 20 tahun adalah batas maksimum untuk memasuki tingkat pengumpul Qi ...., “. Ucap tetua tersebut memberi penjelasan.


“ Baiklah ..., Kalau begitu, kalian dipersilahkan untuk maju satu-persatu “. Ucap Tetua tersebut memulai tes yang kedua.


Para peserta seleksi tersebut pun kemudian maju satu-persatu untuk melakukan tes fisik. Untuk pengujian fisik, para peserta tes diarahkan untuk memukul suatu alat yang disebut batu pengujian.


Batu pengujian ini di lengkapi oleh formasi sihir, sehingga dapat menunjukkan data saat di pukul. Data ini sesuai dengan kekuatan fisik para peserta tersebut.


Dan dari sekian banyaknya peserta yang maju, banyak dari mereka yang tidak masuk dalam kriteria akademi, sehingga mereka kemudian dinyatakan gugur. Tetapi ada pula peserta yang dinyatakan lolos.


Para peserta yang lolos tes fisik kemudian dapat memilih untuk mengikuti tes kedua yaitu tes energi ataupun juga tidak.


Kecuali untuk yang berusia 20 tahun ke atas, mereka diwajibkan untuk mengikuti tes energi. Dan ketika di uji mereka belum memasuki tingkat pengumpul energi, maka mereka akan langsung dinyatakan gugur.


Rekor tertinggi untuk tes fisik saat ini, di pegang oleh Xiao Hei. Kekuatannya berada pada tingkat pengembangan fisik level 6. Dia ternyata telah naik satu level dari seminggu yang lalu.


Para Tetua akademi yang melihat tingkat pengembangan fisik Xiao Hei yang cukup tinggi untuk anak seusianya tersebut, pun kemudian merasa bahwa Xiao Hei adalah anak yang berbakat. Mereka tentu saja, kemudian sangat berharap besar pada Xiao Hei.


Sementara itu, Ming Zhi kini masih menunggu gilirannya, karena memang dia berada pada urutan yang paling belakang.


‘ Hmm ..., Jika memang Xiao Hei yang berada di tingkat pengembangan fisik level 6 adalah anak berbakat ..., Lalu, akan seperti apakah diriku ini ....?? ‘. Kemudian gumam Ming Zhi berpikir.


‘ Apakah mungkin ..., Memang aku saja yang tidak normal ....? ‘. Tambahnya bertanya dalam hati.


‘ Huhh ..., Mungkin sebaiknya aku turuti saja saran Paman Fan untuk menyembunyikan kekuatan asliku, supaya tidak menimbulkan masalah nantinya ...! ‘. Tambahnya lagi dalam hati.


Dan setelah menunggu selama beberapa waktu, akhirnya giliran Ming Zhi pun tiba. Dia pun kemudian menghadap ke arah batu pengujian tersebut, dan memandanginya selama beberapa saat. Dia mencoba untuk mengira-ngira terlebih dahulu, kekuatan pukulan yang akan dia keluarkan.


“ Cihh ..., Apa yang sedang ditunggu olehnya .....?? “. Kemudian ucap salah satu peserta yang mulai tidak sabar.


“ Hehh ..., Mungkin saja dia merasa malu, karena kekuatan fisiknya terlalu rendah “. Sahut yang lain mengejek.


“ Anak muda ..., Apa yang sedang kau tunggu ....? Pukul saja sekuat tenagamu ...! “. Ucap Tetua yang melakukan pengujian pada Ming Zhi.


“ Tenang saja ...! Karena kau mendapatkan nilai sempurna dalam tes pengetahuan, kau akan diberikan keringanan dalam kriteria minimum akademi untuk tes ini ...., “. Tambah Tetua tersebut.


Dan setelah menghela nafas panjang, Ming Zhi pun kemudian langsung melakukan pukulan pada batu pengujian tersebut.


“ Daakkk “.


Pukulan yang dilakukan Ming Zhi kemudian menghasilkan hembusan angin kecil, dan juga menghasilkan sedikit goresan kecil pada batu pengujian tersebut. Tetua yang melakukan pengujian bakat para peserta pun kemudian tercengang ketika melihatnya.


“ Ohhh ..., Ini ...! Ini baru yang dinamakan Jenius .....!! Tingkat Pengembangan Fisiknya berada di level 8, pada usianya yang baru 16 tahun .... “. Ucap Tetua tersebut.


“ Perkembangan bakatnya mungkin bisa disetarakan dengan para Murid Dalam akademi Huo Shan ..., “. Tambahnya.


“ Ketua ....., Tampaknya kita sangat beruntung ....!! Kita mendapatkan bibit yang bagus dalam seleksi kali ini ...., “. Ucap tetua yang lain.


“ Mmm ..., Kemungkinan besar, Kepala Akademi mungkin akan mempromosikan kita ...., “. Ucap Tetua yang lain lagi menyahuti.


“ Mmm ..., Itu benar ..., “.


“ Selain dari bakatnya, pengetahuannya pun juga sangat hebat ...., “. Kemudian ucap Tetua yang dipanggil ketua tersebut.


“ Kemungkinan nantinya, nama anak ini bisa terkenal di seluruh akademi ....., Tidak, Tidak ...., Mungkin di seluruh kerajaan Guan ....!! “. Tambahnya.


“ Hahhh ..., Baiklah ...! Karena anak ini mendapatkan nilai tertinggi di seluruh tes, dia akan mendapatkan hadiah khusus ...., “. Kemudian ucap Tetua tersebut.


Dan ketika mendengar hal itu, para peserta yang lain pun kemudian semakin memandang Ming Zhi dengan tatapan iri. Termasuk peserta yang meremehkannya tadi. Mereka kini hanya bisa diam sambil melongo.


Di sisi lain, Xiao Hei hanya bisa mengepalkan tangan, menahan rasa iri dan amarahnya.


“ Cihh ...., Lihat saja nanti ....! “. Ucapnya sangat kesal.


Sementara Ming Zhi, dia kini hanya menaikkan sebelah alisnya dengan heran.


‘ Hmm ...., Apakah memang perlu untuk seheboh itu ....?? ‘. Ucap Ming Zhi dalam hati heran.


“ Baiklah ...., Untuk hadiahnya, akan diberikan saat akan berangkat menuju ke akademi nantinya “. Kemudian ucap ketua dari para Tetua akademi tersebut.


“ Dan bagi yang tidak lolos dalam tes pengujian bakat, kalian dapat mengikuti kembali dalam beberapa tahun ke depan ...., Dan bagi yang lolos tes, kalian jangan berbesar kepala terlebih dahulu ...! Karena kalian nantinya masih akan berstatus sebagai Murid Luar ...., “.


“ Tetapi jika kalian ingin menjadi Murid Dalam ataupun Murid Inti, kalian harus mempunyai bakat yang tinggi dalam kultivasi, dan diakui oleh para Tetua akademi ...., Atau kalian juga dapat berkontribusi bagi akademi untuk menaikkan status kalian nantinya ..., “. Tambahnya menjelaskan.


“ Baiklah ...., Dengan ini, aku nyatakan bahwa tes seleksi kali ini selesai ....!! Kalian akan di berikan waktu sampai besok untuk mempersiapkan keberangkatan menuju akademi ..., “. Tambah Tetua tersebut.


“ Oleh karena itu, kalian dapat kembali untuk mempersiapkan diri, kita akan berkumpul di tempat ini besok untuk berangkat bersama-sama ....!! “. Tambahnya lagi.


Setelah itu, para peserta seleksi pun kemudian langsung membubarkan diri masing-masing.


Para peserta yang tidak lolos pun kemudian pulang dengan ekspresi kecewa. tetapi ada pula yang tetap bersemangat untuk kembali berlatih, demi mempersiapkan tes yang diadakan beberapa tahun ke depan.


Dan para peserta yang lolos kembali ke rumahnya masing-masing untuk mempersiapkan perjalanan mereka besok.


Sementara itu, Ming Zhi tidak langsung pulang ke rumahnya, melainkan dia pergi menuju ke bengkel Fan Xiong terlebih dahulu.


“ Paman Fan ..., Apakah kau masih ada di dalam .....!! “. Teriak Ming Zhi dari luar, ketika sampai di bengkel Fan Xiong.


“ Mmm ..., Masuklah ...! “. Sahut Fan Xiong dari dalam bengkel.


Ming Zhi pun kemudian langsung memasuki bengkel Fan Xiong. Dan setelah memasuki bengkel, Ming Zhi kemudian melihat Fan Xiong sedang melakukan proses akhir modifikasi pada sarung tangan besi miliknya.


Sarung tangan besi tersebut kini semakin tampak berbeda setelah di perbaiki kembali oleh Fan Xiong. Sarung tangan besi tersebut sekarang tampak seperti berwarna hitam kebiru-biruan.


Dan setelah beberapa saat menunggu, akhirnya sarung tangan besi tersebut pun selesai diperbaiki.


“ Nahh ...., Cobalah ....!! “. Ucap Fan Xiong sambil menyerahkan sarung tangan tersebut pada Ming Zhi.


“ Wahh ....! Setelah diubah, sarung tangan ini menjadi lebih keren dari yang sebelumnya ...!! “. Ucap Ming Zhi senang.


“ Oh iya Paman ...., Bukankah Paman bilang akan menambahkan cakar pada sarung tangan ini ....? “. Tanya Ming Zhi.


“ Hehh ...., Maka dari itu, cobalah memakainya terlebih dahulu .....!! “. Balas Fan Xiong menghela nafas.


Ming Zhi pun kemudian langsung memakai sarung tangan besi tersebut. Sarung tangan tersebut, ternyata lebih pas dengan ukuran tangan Ming Zhi dibanding yang sebelumnya. Dan panjang sarung tangannya kini memanjang sampai ke sikunya.


“ Hehh ...., Ternyata pas di tanganku .....!! “. Ucap Ming Zhi senang.


“ Hmm ...., Selain itu, beratnya juga kutambahi ....! Karena, semakin berat sarung tangannya, momentum tekanan serangannya akan semakin besar juga nantinya ..., “. Ucap Fan Xiong.


“ Umm ..., Tapi, aku tidak merasakan berat sedikit pun ....., “. Ucap Ming Zhi heran.


“ Hehh ...., Itu karena tingkat pengembangan fisikmu yang sudah tinggi ...., “. Balas Fan Xiong sedikit kesal.


“ Oh iya ..., Apakah kau juga sudah memasuki tingkat pengumpul Qi ....?? “. Kemudian tanyanya pada Ming Zhi.


“ Mmm ...., “. Balas Ming Zhi mengangguk.


“ Nahh ...., Sekarang, coba kau alirkan Qi milikmu ke ujung jari-jari sarung tangan itu ..., “. Ucap Fan Xiong.


Ming Zhi pun kemudian menuruti instruksi dari Fan Xiong, untuk mengalirkan Qi nya menuju ujung jari-jari sarung tangan besi tersebut. Dan setelah teraliri oleh Qi, ujung jari-jari sarung tangan tersebut pun tiba-tiba mengeluarkan kuku-kuku yang tajam.


“ Wahh ...., Keren .....!! “. Ucap Ming Zhi antusias.


“ Paman Fan ...., Ini mengagumkan .....!! “. Tambahnya senang.


“ Hmm ..., Sarung tangan itu, kuberikan formasi sihir perpindahan pada jari-jarinya ..., Jadi kau bisa mengeluarkan cakarnya sesuka hatimu .... “. Ucap Fan Xiong. (2)


“ Dan kau bisa menyembunyikannya lagi, supaya tidak mengganggumu saat mengepalkan tangan ...., Jadi kau bisa berganti antara pukulan dan cakar sesuka hatimu “. Tambahnya menjelaskan.


“ Wahh ..., Terima kasih banyak Paman Fan .....!! Aku jadi bingung harus membalas kebaikanmu seperti apa ...., “. Ucap Ming Zhi.

__ADS_1


“ Hehh ...., Tidak perlu ...., Kau hanya perlu berjanji satu hal padaku “. Ucap Fan Xiong.


“ Jika kau sudah menjadi kuat nantinya, lindungilah orang-orang yang lemah ....!! Karena seseorang yang kuat itu memang ditakdirkan untuk melindungi yang lemah ..., “. Tambahnya.


“ Mmm ..., Aku berjanji paman Fan ...!! “. Balas Ming Zhi mengangguk.


“ Kalau begitu, sarung tangan besi ini akan kunamai Cakar Naga Biru ..., “. Tambahnya menamai sarung tangan besi tersebut.


“ Ohh iya Paman Fan ...., Jika sarung tangan ini terdapat formasi sihir di dalamnya, apakah itu berarti Paman Fan juga seorang Master Formasi ....? “. Tanya Ming Zhi penasaran.


“ Hehh ...., Tentu saja bukan ......!! Master Formasi adalah gelar bagi seseorang yang menguasai berbagai jenis formasi sihir ...., Dan mereka sangat langka, bahkan di seluruh benua Qilin sekalipun “. Jawab Fan Xiong.


“ Sedangkan, aku hanya mempelajari beberapa formasi yang berkaitan dengan menempa saja ..., “. Tambahnya.


“ Hmm .., Apakah itu berarti, aku juga dapat mempelajarinya ....? “. Tanya Ming Zhi.


“ Mmm ....., Tentu saja kau bisa mempelajarinya “. Balas Fan Xiong mengangguk ringan.


“ Tapi Terdapat aspek penting jika kau ingin mempelajari sebuah Formasi “. Tambah Fan Xiong.


“ Apa itu paman ....?? “. Tanya Ming Zhi.


“ Hehhh ..., Aku tidak akan menceritakannya padamu ....! Kau pasti akan menemukan jawabannya sendiri, setelah kau mengalami petualanganmu nantinya ...., “. Ucap Fan Xiong sambil mengusap kepala Ming Zhi.


" Humm ..., Mengapa harus seperti itu ...! ". Balas Ming Zhi sedikit kecewa.


“ Oh iya ...., Apakah kau lolos dalam tes akademi tadi ... “. Tanya Fan Xiong yang mengabaikan perkataan Ming Zhi.


“ Mmm ...., Besok adalah hari keberangkatanku menuju akademi ..., “. Balas Ming Zhi mengangguk.


“ Kalau begitu, sekarang pulanglah .....!! Persiapkan perjalananmu untuk besok ...! “. Ucap Fan Xiong.


“ Mmm ..., Baiklah ...., Kalau begitu, aku akan pulang sekarang ..., ”. Ucap Ming Zhi.


“ Sekali lagi Terima kasih paman, untuk sarung tangannya ...., “. Ucapnya lagi.


“ Mmm ..., Sampaikan lagi salamku pada Bibimu ...! “. Balas Fan Xiong mengangguk.


Ming Zhi pun kemudian meninggalkan bengkel Fan Xiong, dan pulang menuju ke rumahnya.


Di perjalanan, Ming Zhi baru menyadari jika hari telah menjadi sore. Beberapa pemilik toko pun mulai menutup tokonya. Tetapi ada pula yang masih buka sampai larut malam.


Dan setelah sesampainya di rumahnya, dia pun kemudian langsung masuk ke dalam.


“ Bibi .., Aku pulang ....!! “. Ucap Ming Zhi


“ Mmm ..., Selamat datang ....!! “. Balas Lin Hua.


“ Bersihkanlah dirimu terlebih dahulu, lalu makanlah ...!! Makananmu sudah kusiapkan di atas meja ...! “. Tambahnya.


“ Mmm ..., Baiklah ..., “. Balas Ming Zhi mengangguk.


Ming Zhi pun kemudian pergi untuk membersihkan tubuhnya. Dan setelah itu, dia menuju ke meja makan untuk memakan makanan yang sudah di siapkan oleh Lin Hua. Ming Zhi memakannya dengan sangat lahap.


Sementara itu, Lin Hua masih sibuk untuk membersihkan dapur.


“ Oh iya .., Apakah tadi kau lolos dalam tes seleksi ....? “. Tanya Lin Hua.


“ Mmm ....., Beshok adawlhah hawri kebewrangkatankuw .... “. Ucap Ming Zhi dengan mulut yang penuh dengan makanan.


“ Telanlah dulu makananmu baru bicara ..., Nanti kau bisa tersedak ....! “. Ucap Lin Hua.


“ Mmm ...., Besok adalah hari keberangkatanku menuju akademi, Bibi ....! “. Ucap Ming Zhi kembali, setelah menelan makanan yang ada di mulutnya.


" Kalau begitu, Syukurlah ...!! ". Ucap Lin Hua.


“ Umm ..., Bibi ...., Apakah nantinya bibi akan baik-baik saja, jika aku tidak berada di rumah ....? “. Ucap Ming Zhi.


“ Mmm ...., Bibi mengerti kekawatiranmu nak ....!! Tapi, bibi akan baik-baik saja .....!! “. Balas Lin Hua sambil tersenyum ringan.


“ Asal kau berjanji pada bibi, untuk selalu menjaga diri dan selalu berhati-hati ...!! “. Tambahnya.


“ Baik Bibi ...., Aku berjanji ...., “. Ucap Ming Zhi.


Setelah makan, Ming Zhi pun kemudian membantu Lin Hua membersihkan alat makan di dapur.


“ Umm ...., Bibi, bolehkah aku bertanya suatu hal ......? “. Kemudian ucap Ming Zhi.


“ Mmm ..., Tanyakanlah itu nak ...! “. Balas Lin Hua mengangguk.


“ Umm ...., Bisakah bibi menceritakan tentang masa laluku....? Bibi tahu ..., Ketika aku masih bayi ..., “. Tanya Ming Zhi.


" Dari dulu aku selalu ingin menanyakan hal ini pada Bibi ...., ". Tambahnya.


“ Hahh ...., “. Lin Hua menghela nafas.


“ Sepertinya, memang sudah waktunya kau mengetahui hal yang sebenarnya ....! “. Ucap Lin Hua.


Lin Hua pun kemudian menceritakan tentang awal pertemuannya dengan Han Luo dan Ming Zhi saat dia masih bayi (Chapter Prolog). Lin Hua menceritakannya secara detail tanpa merahasiakan apa pun.


" Dan jujur saja, Nak ....! Bibi tidak mengetahui tentang masa lalumu selebihnya ...., “. Ucap Lin Hua.


“ Tapi mungkin, Pria Muda yang membawamu waktu itu mengetahuinya ...., “. Tambahnya.


“ Hmm ..., Apakah bibi mengetahui sesuatu tentang Pria Muda itu ....? “. Tanya Ming Zhi.


“ Umm ...., Kalau tidak salah namanya adalah Han Luo ... “. Kata Lin Hua.


“ Dia hanya berkata kalau kau dulunya adalah seorang Tuan Muda ...., Karena ada masalah dalam klan keluargamu, kau akhirnya di bawa kabur oleh pria itu .....! “. Tambah Lin Hua.


‘ Tuan muda ......? Apakah aku adalah seorang Tuan Muda dari Klan Pendekar ......? ‘. kemudian tanya Ming Zhi dalam hati.


“ Umm ..., Apakah Bibi masih mengingat ciri-ciri pria muda itu ...? “. Tanyanya sekali lagi pada Lin Hua.


“ Hmm ...., Seingatku dia seorang pria yang masih muda, mungkin dia berusia sekitar 25 tahunan ..., “. Ucap Lin Hua.


“ Dia tinggi dan sangat tampan ..., Ohh iya ..., Dia juga mempunyai bentuk telinga yang sedikit aneh ..., “. Ujarnya menambahi.


“ Telinga yang aneh ...?? “. Tanya Ming Zhi.


“ Mmm ..., Bentuk daun telinganya sangat lancip dan sedikit panjang ...., “. Balas Lin Hua menjelaskan.


‘ Hmm ...., Telinga lancip ...? Apakah dia bukan berasal dari ras manusia .....? ‘. Tanya Ming Zhi lagi dalam hati.


“ Maafkan Bibi, Nak ......! Bibi lupa menanyakan pada Pria itu tentang tempat yang hendak ditujunya waktu itu sebelum dia pergi ...!! “. Ucap Lin Hua.


“ Mmm ..., Tidak apa-apa Bibi ...!! Aku mungkin akan mencari tahunya sendiri ..., “. Balas Ming Zhi.


“ Dan aku juga sangat berterima kasih pada bibi, karena bibi sudah menceritakan semuanya ....! “. Tambahnya.


“ Mmm ...., Bibi yakin, kelak kau pasti akan menemukan masa lalumu Nak .....!! “. Ucap Lin Hua.


“ Mmm ..., Terima kasih bibi “. Balas Ming Zhi mengangguk.


Setelah membantu bibinya, Ming Zhi pun langsung menuju ke kamarnya di lantai dua, dan kemudian tidur untuk mengistirahatkan tubuh dan pikirannya yang lelah.


...ーーーーーーーーーー


...


STORY’S NOTATIONS :


(1) Huo Shan ( 火山) : Gunung Berapi.

__ADS_1


(2) Formasi Sihir Perpindahan adalah formasi yang digunakan untuk memindahkan benda-benda atau objek tertentu. Formasi ini biasanya dipelajari oleh beberapa penempa, untuk membuat rekayasa-rekayasa tertentu pada senjata yang dibuatnya.


__ADS_2