Who Am I : I'M The Prince Of Dragon Kingdom (Indonesia) Part - 1 (Teaser)

Who Am I : I'M The Prince Of Dragon Kingdom (Indonesia) Part - 1 (Teaser)
Chapter 1 - Terbukanya Segel Pertama


__ADS_3

~16 Tahun Kemudian~


Di dalam kamar yang berada di lantai dua sebuah rumah, terdapat seorang remaja yang kini sedang tertidur pulas dalam ranjangnya. Tetapi entah kenapa, dia tiba-tiba langsung terbangun sambil berteriak, karena dia mengalami sebuah mimpi yang buruk.


“ Aaahhhh .....!! “.


Setelah terbangun dan memastikan kembali pandangannya, dia pun menyadari bahwa dia saat ini masih berada dalam kamar tidurnya. Dan lewat sinar mentari yang menerpanya dari celah-celah atap rumahnya, dia kemudian juga menyadari jika ternyata hari sudah siang.


Dia pun kemudian hanya mengusap-usap dahinya, sambil berulang-ulang mengatur pernafasannya.


‘ Huhh ..., Apa-apaan mimpi tadi ....?? ‘. Batinnya bertanya heran.


Dia merasa sangat heran dalam hatinya, karena seumur hidupnya, dia belum pernah merasakan mimpi yang sangat menakutkan dan aneh seperti yang dialaminya tadi.


Dalam mimpinya tersebut, dia melihat sesosok naga yang sangat besar dan menakutkan. Mungkin hanya dengan auranya saja, naga tersebut dapat membuat orang lain merinding ketika berada di sekitarnya.


Naga tersebut berwarna biru gelap, dan mempunyai sepasang sayap yang besar di punggungnya. Dia kemudian melihat, bahwa naga itu seketika terbang mengitari angkasa dengan tidak tentu arah.


Dan tampak raut wajah yang ditunjukkan oleh naga tersebut selalu berubah-ubah. Kadang merasa sedih, kadang seperti merasa ketakutan, dan kadang pula seperti merasa sangat senang.


Tetapi entah kenapa, naga itu kemudian langsung bersikap waspada. Dan entah dari mana datangnya, tiba-tiba muncul berbagai macam serangan yang kemudian langsung mengarah ke naga tersebut.


Dengan berbagai macam upaya yang dilakukannya, naga raksasa itu pun kemudian berusaha untuk menghindari dan menangkis berbagai macam serangan tersebut. Akan tetapi karena serangan bertubi-tubi yang menyerangnya tersebut tidak kunjung berhenti, naga raksasa itu pun kemudian menjadi kewalahan.


Sehingga, banyak dari serangan pun akhirnya menggoresi tubuh raksasanya. Luka di tubuhnya pun kini semakin banyak, dan terus bertambah banyak. Hingga akhirnya sebuah serangan yang kuat pun kemudian membuat salah satu sayap dan kaki depannya, harus terpisah dari tubuhnya.


Naga itu pun seketika kehilangan keseimbangan, dan pada akhirnya terjatuh pada jurang tak berujung yang sangat gelap.


Dan hanya beberapa saat setelahnya, entah kenapa tubuh naga itu pun kemudian bersinar dengan sangat terang, sehingga menyilaukan apa pun yang ada dalam pandangan.


Setelah cahaya tersebut mereda, dia kemudian melihat jika naga itu kini telah bangkit kembali, dengan sebuah aura kuat meluap-luap yang menyelimuti tubuhnya. Luka-luka yang semula tergores di tubuh naga itu pun kini telah pulih, bahkan salah satu sayap dan kaki depannya yang semula terpisah pun kini telah tersambung kembali.


Naga itu pun kemudian langsung meraung dengan keras karena merasa marah, dan seketika itu pula sekujur tubuhnya pun kini di selimuti api yang berwarna biru. Bola matanya pun juga berkobar karena amarahnya yang memuncak.


Dan akhirnya dengan kekuatannya yang besar, naga itu pun kemudian langsung menghancurkan, dan memorak-porandakan segala yang ada. Dengan satu ayunan cakarnya, naga itu dapat membelah langit, dan hanya dengan tapakan kaki ringannya, naga itu dapat membuat segala daratan menjadi retak dan hancur lebur.


Sehingga di sekitar naga itu pun kini tidak ada apa pun lagi yang tersisa, hanya sebuah kehancuran dahsyat yang mengerikan saja yang terlihat.


Dan setelah menghancurkan segalanya, naga raksasa itu pun seketika menatap ke arahnya dengan tatapan mengerikan. Dan sesaat itu pula, naga itu kemudian langsung melesat dengan cepat ke arahnya, sambil meneriakkan sebuah raungan yang sangat keras.


Hal itu lah yang kemudian membuatnya langsung terbangun, dan berteriak seperti tadi.


‘ Hmm ..., Apakah mimpi tadi adalah sebuah pertanda akan terjadinya sesuatu ...? Tapi, apa maksudnya .....?? ‘. Batinnya bertanya-tanya dalam hati.


Memikirkan hal tersebut sembari memijit keningnya, dia pun tiba-tiba dikejutkan dengan suara seorang wanita paruh baya yang berasal dari lantai bawah.


“ Ming Zhi ...! Apakah kau baik - baik saja .....? “. Tanya wanita paruh baya tersebut.


“ Mmm ..., Aku baik-baik saja Bibi ...! “. Balas remaja tersebut.


“ Kalau begitu cepatlah turun ....! Sarapanmu sudah kusediakan ......! “. Ucap wanita paruh baya tersebut.


“ Mmm ...., Baiklah ....!! “. Balasnya lagi.


Remaja tersebut bernama Long Ming Zhi. Dia mempunyai rambut berwarna biru, dan memiliki postur tubuh yang tidak terlalu tinggi. Dia tinggal bersama dengan bibinya, di sebuah rumah yang memiliki dua lantai. Dia sehari-hari hanya membantu bibinya mengantar daging yang di pesan oleh pelanggan.


Tetapi, kadang kala dia juga diam-diam melatih tubuhnya dengan latihan ringan di pinggiran hutan Wo tanpa sepengetahuan bibinya.


Sementara itu, wanita paruh baya tersebut bernama Lin Hua. Dia merupakan seorang penjagal daging yang bekerja di toko penjual daging miliknya di sebelah rumahnya. Dia setiap hari memotong daging binatang buas yang dibelinya dari para pemburu binatang buas.


Lin Hua adalah seorang janda. Suaminya meninggal karena diserang oleh binatang roh, saat sedang berburu binatang buas. Dia juga belum memiliki anak, sehingga dia menganggap anak yang tinggal bersama dengannya tersebut sebagai putra kandungnya sendiri. (1)


Dan seusai memakan sarapannya, Ming Zhi pun langsung menuju ke toko penjual daging bibinya. Karena dia ingin membantu bibinya di sana.


Ketika melihat Ming Zhi datang, Lin Hua pun kemudian langsung menghampirinya.


“ Ming Zhi ....! Apakah kau baik-baik saja ....?? Tidak biasanya kau bangun saat sudah siang ..., “. Tanya Lin Hua khawatir.


“ Mmm ..., Tidak perlu khawatir bibi ....! Aku baik-baik saja ....! “. Balas Ming Zhi singkat.


“ Hmm ..., Apakah kau yakin, kau baik-baik saja ...?? “. Tanya Lin Hua sekali lagi memastikan.


“ Mmm ..., Tentu saja bibi ...! Mungkin kemarin aku hanya sedikit kelelahan, sehingga tadi bangun kesiangan ...! “. Balas Ming Zhi.


Ming Zhi sebenarnya menyadari bahwa mimpinya tadilah yang membuatnya bangun saat siang hari. Tetapi dia tidak ingin menceritakan yang sebenarnya, karena dia tidak ingin membuat bibinya khawatir.


“ Huhh ..., Kalau begitu baiklah ...! “. Ucap Lin Hua menghela nafas lega.


“ Umm ..., Kalau begitu, di manakah daging yang harus kuantar hari ini ....?? “. Tanya Ming Zhi.


“ Yang itu ....! Tolong antarkan ke rumah nenek Zhao ....!! “. Balas Lin Hua sambil menunjuk ke arah bungkusan daging.


“ Dan yang ini, tolong antarkan ke rumah paman Fan .....!! “. Tambahnya sambil menyerahkan bungkusan yang lain.


“ Hehh ...., Daging pesanan Paman Fan terlihat lebih banyak dari sebelumnya ..., “. Ucap Ming Zhi sambil menerima bungkusan tersebut.


“ Mmm ..., Bibi memang sengaja menambahkannya sebagai bonus ...., Karena Pamanmu itu adalah pelanggan tetap kita ..., “. Balas Lin Hua.


“ Kalau begitu, aku akan segera mengantarkannya ...! “. Ucap Ming Zhi.


“ Mmm ..., Hati-hati di jalan ..! “. Balas Lin Hua.


Setelah keluar dari toko bibinya itu, Ming Zhi pun kemudian langsung menuju ke arah barat, ke rumah seorang nenek tua yang bermarga Zhao.


Setelah sampai, Ming Zhi melihat nenek tersebut ternyata sedang menunggu di depan rumahnya. Nenek Zhao lalu mengambil bungkusan dari Ming Zhi, dan kemudian membayar sebanyak 10 keping perunggu.


Dan setelah mengucapkan salam perpisahan, Ming Zhi pun langsung meninggalkan rumah nenek Zhao.


“ Baiklah .., Selanjutnya ke rumah Paman Fan “. Ucap Ming Zhi sambil memandang ke arah bungkusan yang tersisa.


‘ Hmm ...., Apakah benda yang kuminta pada paman Fan untuk membuatnya itu sudah selesai ....? ‘. Tambahnya bertanya dalam hati.


Fan Xiong adalah orang terdekat kedua bagi Ming Zhi setelah bibinya, karena Ming Zhi sudah menganggap Fan Xiong sebagai pamannya sendiri. Dia adalah seorang penempa, yang bekerja pada bengkel penempa miliknya yang berada di pusat kota.


Ming Zhi sering mengunjunginya semasa kecil, dan Fan Xiong pun juga sering bercerita tentang dunia kultivator pada Ming Zhi. Dari situlah Ming Zhi kemudian bercita-cita ingin menjadi seorang pendekar. (2)


Dan setelah sampai di bengkel Fan Xiong, Ming Zhi pun langsung memasuki bengkel tersebut. Dia kemudian melihat seorang Pria paruh baya yang bertubuh besar dan kekar, sedang memukul logam yang berbentuk seperti sebuah sabit besar dengan palu tempa.


Ming Zhi hanya diam memerhatikan, karena dia takut mengganggu Fan Xiong saat sedang bekerja. Dia kemudian hanya memperhatikan gaya Fan Xiong dalam menempa.


“ Dang ..., Dang ..., Dang ...., “.


“ Huufft ...., Akhirnya selesai juga ...., “. Ucap Fan Xiong sambil menghela nafas.


“ Ehhh ....!! Sepertinya aku terlalu asyik menempa sehingga tidak menyadari kedatanganmu ...., “. Kemudian tambahnya sambil memandang ke arah pintu masuk.


“ Hehehe ....! “. Ming Zhi hanya tertawa ringan sambil menggaruk belakang kepalanya, yang kemudian langsung menghampiri Fan Xiong.


“ Apakah kau mengantar daging pesananku ....? “. Tanya Fan Xiong pada Ming Zhi.


“ Mmm ..., Itu benar paman ...! Bibi juga menambahkan beberapa daging tambahan sebagai bonus ..., “. Balas Ming Zhi sambil mengangguk.


“ Hehh ..., Kalau begitu, ini uangnya ... “. Ucap Fan Xiong sambil menyerahkan 10 keping perunggu.


“ Mmm ..., Terima kasih Paman ...! “. Ucap Ming Zhi, sambil menerima uang tersebut.


“ Mmm ...., Sampaikan juga terima kasihku pada bibimu ....! “. Balas Fan Xiong.


“ Oh iya paman Fan ..., Apakah benda yang kuminta untuk paman membuatnya itu sudah selesai ...?? “. Kemudian tanya Ming Zhi.


“ Mmm ..., Aku baru saja menyelesaikannya kemarin ....! Tunggulah di sini sebentar, akan kuambilkan ...! “. Ucap Fan Xiong, yang kemudian menuju ke arah belakang.


Setelah beberapa saat menunggu, Fan Xiong pun akhirnya kembali dengan membawa sepasang sarung tangan besi yang terlihat sedikit berat di tangannya.


“ Nah .., berhati–hatilah ....! Sarung tangan besi ini lumayan berat ....! Akan lebih baik jika kau menyesuaikan dengan beratnya terlebih dahulu ... “. Ucap Fan Xiong sambil menyerahkan sarung tangan besi tersebut pada Ming Zhi.


“ Mmm, Baiklah ....! Jadi, berapakah biaya untuk sarung tangan besi ini paman ...? “. Kemudian tanya Ming Zhi.


“ Hmm ..., Tak perlu membayarnya ...., Anggap saja ini adalah rasa terima kasihku padamu dan bibimu ..., “. Balas Fan Xiong.


“ Wahh ...! Kalau begitu, terima kasih banyak paman ....! “. Ucap Ming Zhi senang.


“ Mmm ..., Sama-sama …, “. Balas Fan Xiong dengan anggukan ringan.


Ming Zhi pun kemudian langsung menggantungkan sepasang sarung tangan besi tersebut di pinggulnya.


“ Heii ..., Bocah ....! Apakah kau serius untuk menjadi seorang kultivator ...? “. Kemudian tanya Fan Xiong.


“ Mmm ...., Tentu saja ....!! “. Balas Ming Zhi singkat.


“ Hmm ..., Apakah kau benar-benar yakin ....?? Bukankah sudah kukatakan padamu sebelumnya, bahwa dunia kultivator itu adalah dunia yang kejam ....! Dunia dimana seorang bisa dengan bebas membunuh seorang yang lain, hanya demi mengejar kekuatan dan keuntungan ...., “. Tambah Fan Xiong memperingatkan.


“ Mmm ..., Hal itu tidak akan mengurangi tekadku paman ....! Karena, aku yakin jika tidak semua kultivator menjadi seperti itu ....! “. Balas Ming Zhi.


“ Lagi pula, keputusanku untuk menjadi seorang Pendekar sudah sangat bulat paman .....! Aku ingin menjadi seorang Pendekar yang kuat, sehingga bisa melindungi orang yang berharga bagiku ....! “. Tambahnya lagi.


Melihat tekad yang begitu kuat dari remaja di depannya, Fan Xiong pun kemudian hanya menghela nafasnya.


“ Hahhh ..., Kalau begitu, mungkin aku hanya bisa mengatakan satu hal padamu ...., “. Ucap Fan Xiong.


“ Berhati-hatilah akan segala sesuatu ....! Seseorang akan menjadi kuat jika selalu waspada dan tidak meremehkan akan sesuatu hal, sekecil apa pun itu .....!! “. Tambah Fan Xiong memberi nasehat.


“ Mmm ..., Baiklah paman ..., Pesanmu akan selalu kuingat .....! “. Balas Ming Zhi mengangguk.

__ADS_1


Sebenarnya Fan Xiong masih merasa sedikit khawatir pada Ming Zhi. Karena, jika Ming Zhi sampai berada dalam bahaya saat menempuh jalannya sebagai Kultivator, dia akan merasa bersalah sepanjang hidupnya.


Karena memang, cerita dari Fan Xiong lah yang membuat Ming Zhi berminat untuk menjadi seorang Kultivator.


“ Kalau begitu, aku akan kembali saja paman ...., Sekali lagi terima kasih untuk sarung tangan besinya ...!! “. Kemudian ucap Ming Zhi.


“ Mmm, Baiklah ..., Sampaikan juga salamku pada bibimu ...! “. Ucap Fan Xiong.


“ Mmm ..., “. Balas Ming Zhi mengangguk.


Setelah mengucapkan salam perpisahan, Ming Zhi pun kemudian meninggalkan bengkel Fan Xiong, lalu pulang menuju ke rumahnya.


Dan saat dalam perjalanan, Ming Zhi tiba-tiba merasa seperti ada beberapa orang yang mengikutinya. Dia pun kemudian berbelok ke arah hutan Wo, untuk memastikan hal itu.


Dan benar saja, beberapa orang itu pun kemudian juga mengikuti Ming Zhi untuk memasuki hutan Wo. Menyadari hal itu, Ming Zhi pun kemudian langsung berhenti di hutan tersebut.


“ Cepat ...! Tunjukkan dirimu .....!! “. Teriak Ming Zhi dingin.


“ Hehh ..., Kau menyadari keberadaan kami, tapi malah menuju ke arah hutan ..., “. Kemudian ucap seorang remaja, yang muncul bersama tiga orang lain di belakangannya.


“ Xiao Hei ....! Apa maumu ....?? “. Ucap Ming Zhi dingin, yang mengenali remaja tersebut.


“ Cihh ..., Tentu saja, untuk membalas perbuatanmu yang kemarin ...!! “. Balas Xiao Hei kesal.


“ Hmm ...., Tapi, kenapa kau begitu pengecut ....., Setelah kupukul kemarin, sekarang kau ingin mengeroyokku ..! “. Ucap Ming Zhi sambil memandang ke arah tiga orang di belakang Xiao Hei.


“ Cihh ..., Aku tidak peduli .....!! Setelah ini kau akan tahu, akibat dari mencari masalah denganku .., “. Balas Xiao Hei.


“ Mencari masalah ....?? Aku hanya tidak terima kau menindas kakek tua, hanya karena kau adalah anak dari wali kota ....!! “. Ucap Ming Zhi.


Xiao Hei adalah anak dari wali kota Danau Teratai. Dia di anggap sebagai anak yang berbakat dalam kultivasi. Tingkat kultivasinya saat ini berada di tingkat Pengembangan Fisik level 5. Tetapi, dia sangat sombong, dan selalu bertindak semena-mena. (3)


Ming Zhi pernah memukulnya dan mengalahkannya, karena memang dia lebih kuat dari Xiao Hei. Dia memukulnya karena waktu itu Xiao Hei pernah menindas kakek pengemis miskin, hanya karena pakaiannya compang-camping yang menurutnya merusak keindahan kota.


“ Hahhh ....! Aku malas mengurusimu ...! “. Balas Xiao Hei.


“ Cepat ....! Kepung, dan habisi dia .....!! “. Kemudian perintahnya kepada tiga orang yang berada di belakangnya.


Dan setelah memberi perintah, Xiao Hei pun kemudian langsung pergi meninggalkan hutan tersebut, karena dia mempercayakan sepenuhnya pada tiga orang yang disuruhnya, yang merupakan para kultivator bayaran.


Sementara itu, para kultivator tersebut pun kemudian langsung mengelilingi Ming Zhi untuk mengepungnya. Para kultivator tersebut berada di level 8 tingkat Pengembangan Fisik, sementara Ming Zhi saat ini masih berada di level 6. Tentu saja itu merupakan perbedaan kekuatan yang cukup signifikan, apalagi jika di tambah fakta bahwa mereka berjumlah tiga orang.


“ Hehh ...., Untuk melawan semut saja menyuruh kami untuk mengeroyoknya ...., “. Ucap salah satu kultivator yang meremehkan Ming Zhi.


“ Hmm ...., Kalau begitu, biar aku saja yang melawannya ....! Dia akan kukalahkan dalam sekejap “. Sahut kultivator yang lain.


Mendengar cemoohan dari lawannya, entah kenapa Ming Zhi kemudian hanya menyunggingkan senyumnya ringan.


“ Hehh ..., Semut ya ...., Apakah kalian tidak tahu .....? Walaupun hanya semut, tetapi dia juga bisa menggigit ..., “. Ucapnya, sambil kemudian memakai sarung tangan besi barunya.


“ Cihhh ...., Banyak omong ....!! “. Balas kultivator tersebut kesal.


Kultivator tersebut pun kemudian langsung melesat ke arah Ming Zhi, sambil kemudian melancarkan berbagai serangan dengan sebilah golok di tangannya. Ming Zhi hanya berusaha menghindarinya, dan sesekali menangkis serangan tersebut dengan gerakan yang terlihat agak kaku.


Dan melihat Ming Zhi yang seperti tampak kewalahan, Kultivator tersebut pun kemudian semakin bersemangat untuk terus-menerus melancarkan serangannya.


‘ Huhh ...., Sarung tangan besi ini terasa cukup berat ..., Sepertinya, saat ini aku memang harus mulai membiasakannya ...., ‘. Batin Ming Zhi sambil melihat gerakannya yang kaku.


Setelah menangkis dan menghindari banyak serangan dari lawannya, Ming Zhi pun kemudian mulai sedikit terbiasa dengan berat dari sarung tangannya. Dia pun juga semakin terbiasa dengan pola serangan dari lawannya tersebut.


Dan berkat pelatihannya fisiknya secara diam-diam di pinggiran hutan Wo, Ming Zhi pun juga menjadi semakin lincah dalam menghindari serangan yang dilancarkan kultivator tersebut.


Dia kemudian memerhatikan setiap serangan yang dilakukan lawannya, mencoba untuk menemukan titik lemah dari serangan tersebut.


‘ Hehh ..., Ternyata begitu ....! ‘. Kemudian batin Ming Zhi menyadari sesuatu.


‘ Setelah dia melakukan serangan tebasan dari bawah ke atas, dia kemudian langsung mengincar kepalaku ..., ‘. Tambahnya.


Lewat pertukaran serangan dengan lawannya, Ming Zhi pun kini memahami pola penyerangan dari lawannya tersebut.


Ketika Ming Zhi menangkis tebasan lawannya yang berasal dari bawah, lawannya itu pasti langsung melakukan gerakan memutar untuk mengincar kepalanya. Karena memang area kepalanya itu, kemudian menjadi titik lemah pertahanan Ming Zhi.


‘ Baiklah ...! Sekarang saatnya ....!! ‘. Seru Ming Zhi dalam hati.


Ming Zhi pun tiba-tiba menunduk untuk menghindari tebasan yang di lakukan lawannya pada kepalanya, dan kemudian dengan cepat langsung memukul kultivator tersebut tepat di perutnya. Sehingga Kultivator tersebut pun seketika terpental mundur beberapa langkah.


Dan melihat hal itu, para Kultivator bayaran yang lain pun seketika merasa terkejut.


“ Cihhh ...., Sepertinya aku telah meremehkan bocah ini ....!! Dia menemukan titik lemah seranganku dalam waktu yang singkat .... “. Ucap kultivator tersebut sambil memegangi perutnya yang terasa lumayan sakit.


“ Hmm ...., Anak ini tidak selemah kelihatannya ..., Dia sangat gesit dan cerdas ...! Dia dapat mengalahkanmu yang dua level di atasnya ..., “. Ucap kultivator lain menyahuti.


“ Mmm ..., Mungkin, kita memang harus melawannya bersama ..... “. Sahut yang lain menambahkan.


Dan melihat para lawannya tersebut yang kini telah mengepungnya, Ming Zhi pun seketika menjadi waspada.


“ Cihhh ..., pengecut ....!! Apakah kalian tidak malu untuk mengeroyok seseorang yang lebih lemah dari kalian ...!? “. Ucap Ming Zhi.


“ Hehhh ...., Salahkan dirimu sendiri, karena menyinggung seseorang yang salah ...., “. Balas Kultivator tersebut menyeringai.


“ Hmm ...., Apakah itu berarti kalian juga mengakui kalau Xiao Hei adalah seseorang yang salah ....? “. Ucap Ming Zhi.


“ Cihhh ..., Bocah banyak omong ....! “. Balas Kultivator tersebut marah.


Para Kultivator tersebut pun kemudian langsung menyerang Ming Zhi secara bersamaan. Ming Zhi pun hanya bisa mencoba untuk mundur sambil menangkis dan menghindari setiap serangan yang di lancarkan para Kultivator tersebut.


Akan tetapi, Ming Zhi ternyata tidak mampu untuk mengimbangi pola serangan langsung dari mereka bertiga. Sehingga, banyak serangan dari mereka pun akhirnya mengenai tubuhnya. Darah pun kemudian membasahi tubuh dan bahu Ming Zhi, tetapi dia tetap berusaha menahan serangan lawannya semaksimal mungkin.


Tetapi pada akhirnya ada sebuah batu di belakangnya, sehingga menghalanginya untuk bergerak mundur ke belakang.


“ Hehehe ...., Akhirnya kau tidak akan bisa menghindar lagi ..., “. Ucap para Kultivator tersebut menyeringai.


Melihat lawannya yang mengepungnya dari tiga sisi, Ming Zhi pun menjadi sangat waspada. Dia mulai merasa tidak yakin untuk bisa kabur dari situasi tersebut. Tetapi dia tetap berusaha untuk berpikir keras, tentang cara untuk kabur dari kepungan musuhnya.


Dan sebuah ide pun tiba-tiba muncul di otaknya.


“ Ahhh ..., Guru ...!! Akhirnya kau datang untuk menyelamatkanku ....!! “. Ucap Ming Zhi sambil memandang ke arah belakang para Kultivator tersebut, sambil bertingkah sedemikian rupa seperti sedang bersimpuh lega.


‘ Ehh ….? Guru ….!?? ‘.


Pada mulanya, Ming Zhi memang tidak merasa yakin jika hal ini bisa menipu mereka. Akan tetapi pada kenyataannya, para kultivator tersebut pun kemudian langsung menoleh ke arah belakang, mencari sosok yang di bicarakan oleh Ming Zhi.


Ming Zhi pun tertegun sesaat dengan heran, berpikir tentang betapa bodohnya mereka. Tetapi dia kemudian dengan cepat mengembalikan akal sehatnya, dan langsung memanfaatkan kesempatan untuk kabur.


Dan Kejadian ini terjadi begitu cepat.


“ Bocah kau menipu kami ...! “. Ucap Kultivator tersebut sambil mengembalikan pandangan ke arah Ming Zhi.


Tetapi ketika melihat Ming Zhi yang kini sudah tidak lagi berada di hadapan mereka, para kultivator tersebut pun kemudian menyadari jika Ming Zhi memang sengaja menggunakan trik licik untuk bisa kabur.


“ BOCAH LICIK YANG TERCELAAA.......!!! “. Teriak Kultivator tersebut, seketika merasa marah.


“ Ayo cepat, kejar dia ...!! Dia tidak akan bisa kabur jauh dalam keadaan yang penuh luka seperti itu ...!! “. Ucap Kultivator lain yang kemudian langsung bergegas untuk mengejar Ming Zhi.


...................


...


Di pedalaman hutan, Ming Zhi saat ini masih terus berlari sambil memegangi dadanya yang berdarah. Dia kemudian terus berlari, sampai jauh masuk ke dalam hutan.


Dan setelah beberapa saat berlari, Ming Zhi kemudian menemukan bahwa area pepohonan di depannya tersebut terasa sangat sepi dan suram. Tetapi walaupun begitu, dia kemudian tetap melangkahkan kakinya ke depan, dan langsung memasuki area hutan yang suram tersebut.


Dan beberapa saat setelah Ming Zhi pergi, para Kultivator yang mengejarnya pun sampai di tempat tersebut.


“ Bos ..., Dia sepertinya telah masuk ke area dalam hutan ini ....!! “. Ucap salah seorang dari mereka.


“ Mmm ..., Menurut rumor, katanya seorang pemburu binatang buas pernah terbunuh oleh binatang roh berwujud ular di area ini bos ...! “. Ucap seorang yang lain.


“ Cihh ...., Rumor tetaplah rumor ....! Terus lakukan pengejaran ....!! Aku harus memastikan dengan kepalaku sendiri, bahwa anak itu sudah mati ...., “. Balas Kultivator yang di panggil bos tersebut.


Para Kultivator tersebut pun kemudian langsung memasuki area dalam hutan Wo.



Sementara itu, Ming Zhi saat ini sedang duduk di bawah sebuah pohon yang rindang karena kelelahan. Tubuhnya pun berlumuran darah, dan nafasnya semakin terengah-engah. Dia pun kemudian memosisikan tubuhnya bersila untuk mengatur pernafasannya.


Tetapi beberapa saat kemudian, terdengar suara beberapa langkah kaki yang terus semakin mendekat.


“ Cihhh ..., Akhirnya mereka berhasil menyusulku ...., Sepertinya aku memang hanya bisa melakukan pertarungan hidup dan mati ..., “. Gumam Ming Zhi sambil mencoba untuk berdiri.


Mendengar suara langkah kaki yang semakin keras, Ming Zhi pun akhirnya berhasil ditemukan oleh ketiga kultivator yang menjadi musuhnya.


“ Hehehe ...., Akhirnya kami menemukanmu ....! Kali ini, tak akan kubiarkan kau lari lagi ...! “. Ucap Pemimpin Kultivator bayaran tersebut.


“ Cihh ..., Kali ini aku tidak akan lari lagi ..., Aku akan bertarung habis-habisan dengan kalian ...! “. Balas Ming Zhi.


“ Hehh .., Bocah bermulut besar ....! Paling-paling setelah ini, kau mungkin akan langsung memohon ampun pada kami ....., “. Ucap kultivator yang lain.


Tetapi, tiba-tiba para Kultivator bayaran tersebut pun kemudian melihat sekelebat bayangan hitam yang melesat dengan sangat cepat dari kejauhan menuju ke arah belakang Ming Zhi. Bayangan tersebut sangatlah besar dan panjang.


Ketiga kultivator itu pun seketika menjadi sangat ketakutan ketika melihatnya.


“ B ..., b ..., bos ....! Bu .., Bukankah itu ....! “. Ucap salah satu anak buah kultivator bayaran yang tiba-tiba menjadi tergagap.

__ADS_1


“ I .., Ini ..., U ..., ular..., Ular yang sangat besar...!! “. Balas pemimpin kultivator bayaran tersebut yang juga merinding ketakutan.


Mendengar ucapan dari mereka, Ming Zhi pun kemudian hanya tersenyum ringan.


“ Hehhh .., Sungguh lucu sekali ...!! Apakah kalian mencoba menipuku, untuk membalas dendam karena aku telah menipu kalian tadi ....?? “. Ucap Ming Zhi seketika tertawa kecil, karena menurutnya itu lucu.


Tetapi para Kultivator tersebut pun tetap terdiam sambil ketakutan. Dan sesaat setelahnya, mereka kemudian kembali pada akal sehatnya, dan langsung bergegas kabur menjauh dari tempat itu dengan sekuat tenaga.


Melihat hal itu Ming Zhi pun kemudian merasa heran. Tetapi entah kenapa dia tiba-tiba merasakan dingin di bagian belakang lehernya.


Dan setelah mengarahkan pandangannya ke belakang, dia seketika merasa sangat terkejut ketika melihat seekor ular raksasa setinggi 6 meter, yang kini menatapnya dengan tatapan ganas.


Ular raksasa itu juga memancarkan sebuah aura yang sangat tajam dan pekat, sehingga seseorang yang berada sekitarnya pun pasti langsung bergidik ketakutan. Merasakan hal yang sama, Ming Zhi pun seketika juga merasa sangat tidak berdaya.


Dan seperti tidak ingin membiarkan Ming Zhi bereaksi sedikitpun, ular raksasa itu pun kemudian langsung menyerang Ming Zhi dengan menggunakan ekornya. Sehingga Ming Zhi yang saat ini sedang dalam posisi yang tidak menguntungkan pun, seketika langsung terlempar sangat jauh karena serangan yang sangat cepat tersebut.


Setelah terlempar belasan meter, dia pun akhirnya berhenti setelah menabrak sebuah pohon besar dengan keras. Akibatnya organ dalamnya pun seketika terguncang, dia pun kini memuntahkan darah yang sangat banyak dari mulutnya.


‘ Cihh ..., Sial ....! ‘. Umpatnya.


Dan sekali lagi, tanpa menunggu Ming Zhi untuk bisa bereaksi, ular raksasa itupun kemudian langsung melesat dengan cepat kearah Ming Zhi, sambil membuka taringnya.


Melihat hal itu, Ming Zhi pun kemudian mencoba untuk berdiri dan menghindar. Akan tetapi, ternyata hal itu tidak membuahkan hasil, karena dengan seluruh upayanya, dia pun bahkan tidak bisa menggerakkan kedua tangannya sedikitpun.


Dia pun kini hanya bisa menatapi kedatangan ular raksasa itu, yang kini sudah berjarak semakin dekat dengannya. Dan tanpa sadar, jiwanya pun seketika bergetar karena ketakutan.


“ I .., Ini ...., Apakah ini akhirnya ...?? “. Rintihnya.


Ini adalah untuk pertama kalinya selama hidupnya, Ming Zhi merasa sangat ketakutan dan tidak berdaya.


Jantungnya berdetak dengan sangat kencang, dan seluruh tubuhnya pun menggigil. Dia merasa takut akan ancaman yang mengancam nyawanya. Dia juga merasa takut, jika dia akhirnya gagal menepati janjinya untuk melindungi orang-orang terdekatnya.


Takut adalah perasaan alami setiap makhluk, yang dapat membuat seseorang menjadi waspada, dan dapat membuatnya tetap aman. Perasaan ini muncul ketika adanya sesuatu hal yang menurutnya dapat mengancam nyawanya.


Perasaan ini di alami Ming Zhi pada saat detik-detik terakhir ular raksasa tersebut menerkamnya.


‘ Cihh ..., Setelah kupikir-pikir, aku bahkan belum sempat mengenal siapa orang tua kandungku ...., ‘. Batin Ming Zhi.


Semakin dekat jarak ular raksasa tersebut dengannya, rasa takut yang dialami Ming Zhi itu pun kemudian juga semakin menjalar ke seluruh tubuhnya.


Dan tiba-tiba, seketika itu pula muncullah beberapa titik energi yang terkondensasi di udara, yang kemudian dengan cepat berkumpul ke arah Ming Zhi. Titik energi yang terkondensasi tersebut kemudian langsung terserap ke dalam tubuhnya, lalu dengan cepat menyebar ke seluruh anggota tubuhnya. Tubuhnya pun kini diselimuti oleh sebuah aura yang sangat besar dan kuat.


Secara anehnya, beberapa bagian kulit pada tubuhnya kini diselimuti sebuah sisik aneh. Kuku-kuku pada ujung jarinya pun kini memanjang, membentuk sebuah cakar. Taring-taringnya pun kini juga sedikit memanjang.


Dan entah kenapa, Ming Zhi kemudian tanpa sadar mengeluarkan sebuah geraman menakutkan. Kedua bola matanya pun seketika berubah menjadi merah darah, seperti tidak memiliki pupil sama sekali. Dia sepertinya saat ini sedang dalam kondisi tidak sadar.


Dan ketika ular raksasa yang tadi akan menerkamnya kini sudah berada persis di depannya, Ming Zhi pun seketika menghilang dari tempatnya berada. Sehingga ular raksasa itu pun kini hanya menangkap udara kosong.


Hanya sedetik setelahnya, Ming Zhi pun tiba-tiba muncul kembali tepat di atas kepala ular raksasa tersebut. Dia pun kemudian langsung melayangkan pukulannya menukik kebawah, tepat pada tengkorak bagian atas ular tersebut. Sehingga dengan kekuatan yang entah kenapa begitu sangat kuat, ular tersebut pun seketika langsung menghantam tanah dengan keras.


Hanya dengan serangan tunggal tersebut, ular raksasa itu pun kini seketika tewas di tempat. Tetapi meskipun begitu, seperti tidak ingin membiarkannya begitu saja, Ming Zhi pun kemudian langsung kembali melayangkan serangan bertubi-tubi pada ular raksasa tersebut.


Dia memukuli secara membabi-buta, mencakar, dan mencabik-cabik ular tersebut tanpa ampun, seperti sedang kerasukan sesuatu.


Hanya setelah melihat bahwa kepala ular raksasa itu kini sudah hancur tak berbentuk, barulah Ming Zhi kemudian menghentikan serangannya.


Akibat dari serangan brutal yang dilakukannya, area yang berada di sekitar Ming Zhi pun kini juga hancur berantakan.


Dan tanpa sadar, Ming Zhi pun tiba-tiba mengeluarkan sebuah raungan yang sangat keras hingga menggema di seluruh hutan.


“ Rrooaaarrrrr.......!!!! “.


..................


...


Sementara itu di pinggiran hutan Wo, di area yang dekat dengan kota Danau Teratai.


“ Bos ...., Apakah kau mendengar suara itu ....? “. Ucap salah seorang Kultivator bayaran yang tadi berlari meninggalkan Ming Zhi.


“ Mmm ...., Apa pun itu, bisa kupastikan bahwa bocah itu pasti sudah mati ...., “. Balas Kultivator yang dipanggil bos tersebut sambil menyeringai.


..................


...


Dan jauh di wilayah tengah Benua Qilin, di sebuah ruangan yang tertata rapi, terdapat seorang pria muda yang kini sedang bersantai sambil memandangi langit dari jendela.


Tetapi entah kenapa, pria muda itu pun tiba-tiba tersenyum.


“ Hehh ..., Segel pertama ya ..., “. Kemudian ucapnya.


...................


...


Sementara itu di alam bawah sadar Ming Zhi, dia saat ini melihat sebuah bola cahaya besar yang di kelilingi oleh 6 buah patung. Patung-patung tersebut sangatlah besar, dan berbentuk seperti naga dengan ekspresi dan gaya yang berbeda-beda.


Dan tiba-tiba, salah satu dari kumpulan patung itu pun kemudian bergerak, lalu terbang mengelilingi bola cahaya tersebut. Dan dari ekspresinya, patung naga yang bergerak itu tampak ketakutan.


Tidak lama setelah itu, patung tersebut pun kemudian langsung memasuki bola cahaya tersebut. Dan bersamaan dengan itu, tubuh Ming Zhi kemudian langsung mengalami peningkatan kekuatan tubuh beberapa kali. Otot-otot dan tulang-tulangnya pun seketika juga berubah menjadi lebih padat dan lebih kuat.


Dan setelah beberapa jam berlalu, Ming Zhi pun akhirnya tersadar dalam posisi bersila. Dia masih termenung beberapa saat, sambil mengingat kembali apa yang telah terjadi.


Satu hal yang bisa diingatnya adalah detik-detik saat ular raksasa tadi hampir menerkamnya. Hanya setelah itu, dia kemudian tidak bisa mengingat apapun sekeras apapun dia mencoba. Dia juga hanya bisa mengingat kejadian yang dialaminya dalam alam bawah sadarnya saat dia tidak sadarkan diri.


‘ Hmm ..., Apakah semua yang kejadian kulihat barusan itu hanyalah mimpi ....?? ‘. Batinnya bertanya.


Dia mencoba untuk mengabaikan hal tersebut, sambil kemudian langsung berdiri dan melakukan gerakan peregangan ringan.


Setelah memandang ke arah sekelilingnya, dia kemudian menemukan sebuah mayat ular raksasa yang tergeletak di tanah tidak jauh darinya. Keadaan dari mayat ular itupun juga sangat tragis.


‘ Hmm ...., Apakah ini perbuatanku ....? “. Tanyanya dalam hati, merasa tidak yakin.


Dan setelah memperhatikannya secara seksama, Ming Zhi kemudian menemukan sebuah batu seukuran genggaman tangan pada bagian kepala ular yang kini telah hancur tersebut.


Ming Zhi kemudian teringat, jika dia pernah mendengar seorang Kultivator di kota Danau Teratai membicarakan sesuatu tentang batu roh. Kultivator tersebut pernah mendapat sebuah batu roh dari binatang roh yang di bunuhnya. (5)


Berpikir bahwa itu mungkin adalah batu roh yang dimaksud, Ming Zhi pun kemudian langsung menyimpannya ke dalam sakunya.


Hanya setelah itu, dia kemudian merasakan adanya sesuatu hal yang aneh dari tubuhnya.


‘ Heiii ..., Ini aneh sekali ....? Kenapa rasanya, tubuhku seperti menjadi sangat ringan .....?? Seperti ada kekuatan luar biasa, yang meluap-luap dalam tubuhku ..., ‘. Batin Ming Zhi heran.


Dia pun kemudian mencoba untuk memastikan hal itu, dengan memukul sebuah pohon besar yang ada di depannya.


Setelah melakukan pukulan ringan, pohon besar yang ada di depannya tersebut pun seketika langsung terlempar jauh beberapa meter sebelum akhirnya berhenti, sehingga menciptakan sebuah jalur di tengah hutan.


‘ I .., Ini ..., Sangat ..., Kuaatttt......!! ‘. Batin Ming Zhi yang menjadi sangat terkejut, setelah melihat kekuatannya.


‘ Heiii .., Bukankah kekuatan ini sudah melampaui tingkat pengembangan Fisik level 10 ...?? Berarti bukankah aku sudah melampaui level 10 ...?? ‘.


‘ Hmm ..., Tapi, bukankah itu mustahil ....?? ‘. Tanya Ming Zhi dalam hati heran.


Dia menjadi sangat heran, karena sejauh yang dia tahu dari cerita Fan Xiong, tidak ada satu pun kultivator yang berhasil melewati level 10 dalam tingkat Pengembangan Fisiknya.


‘ Hmm ..., Aku kan belum mulai mengumpulkan energi dan mengondensasikannya menjadi Qi ....?? Jadi kekuatan tadi murni hanya kekuatan fisikku ....! Apakah mungkin, ini karena patung yang ada dalam mimpiku barusan .....? ‘. Batinnya dalam hati berspekulasi. (4)


Ming Zhi sebenarnya merasa tidak yakin, jika yang dilihatnya dalam alam bawah sadarnya tersebut adalah hanyalah sebuah mimpi atau kenyataan. Karena seumur hidupnya, dia baru pertama kali mengalami hal tersebut.


Tetapi satu hal yang bisa dia pastikan adalah, patung-patung raksasa yang dilihatnya tadi, sangat mirip sekali dengan naga raksasa yang ada dalam mimpinya. Memikirkan apakah kedua hal itu mungkin memiliki keterkaitan, Ming Zhi pun kemudian hanya mengabaikannya.


‘ Hahhh ..., Sudahlah, anggap saja begitu ...! ‘. Kemudian pikir Ming Zhi cuek.


Dia kemudian juga baru menyadari, jika bekas luka-luka goresan yang ada di tubuhnya ternyata telah menghilang tidak berbekas.


‘ Hmm ...., Apakah mungkin ini disebabkan tingkat Pengembangan Fisikku yang melampaui Kultivator normal ...? ‘. Kemudian batinnya menerka.


Setelah mengalami peningkatan tidak wajar dalam tingkat Pengembangan Fisiknya, Ming Zhi merasa jika daya tahan dan tingkat regenerasi tubuhnya juga meningkat sangat pesat.


Setelah itu, selain dari mengambil batu roh ular raksasa tersebut, Ming Zhi juga Mematahkan dan mengambil sepasang taring , beberapa kulit, dan juga daging ular tersebut.


Dia kemudian mengikatnya menjadi satu dengan menggunakan tanaman merambat, lalu membawanya dipunggung.


Menjelang gelap kemudian, Ming Zhi pun akhirnya meninggalkan area dalam hutan Wo, dan langsung menuju ke kota Danau Teratai.


...ーーーーーーーーーー


...


STORY’S NOTATIONS :


(1) Binatang Roh adalah binatang buas yang termutasi oleh energi alam. Binatang ini dapat mengolah energi dalam tubuhnya, sehingga membuatnya menjadi lebih kuat dibanding binatang buas biasa.


(2) Kultivasi adalah proses pengembangan kekuatan seorang kultivator, yang meliputi kekuatan fisik, energi, mental, dan lain-lain. yang dapat membuat ahli bela diri menjadi semakin kuat.


Kultivator : Pelaku kultivasi\Ahli beladiri.


(3) Pengembangan Fisik adalah tingkat dasar pembangunan pondasi para kultivator. Untuk yang lebih terperinci mengenai tingkatan Kultivasi, dapat dibaca terlebih dahulu di chapter penjelasan.


(4) Qi : Energi yang terkumpul dan terkondensasi/terkonsentrasi.


Setelah Kultivator mencapai level 10 dalam pengembangan fisiknya, Kultivator dapat mengondensasikan energi di sekitar menjadi Qi. Dan memasuki tingkat Pengumpulan Qi. Untuk yang lebih terperinci lagi, dapat dibaca di chapter penjelasan.

__ADS_1


(5) Batu roh/spirit stone : inti roh/sumber penyimpanan Qi pada binatang roh.


__ADS_2