
Malam yang gelap, telah berubah menjadi pagi yang cerah. Dan di saat matahari belum menampakkan sinarnya sepenuhnya, Ming Zhi saat ini masih dengan kebiasaan hariannya, yaitu berlatih di pinggiran hutan Wo.
Tetapi kali ini dia hanya akan melakukan pelatihan yang singkat, karena hari ini adalah hari keberangkatannya menuju akademi Huo Shan.
Dan setelah pulang ke rumahnya, dia kemudian langsung membersihkan tubuhnya, dan setelah itu menuju ke meja makan.
“ Apakah barang-barang yang akan kau bawa sudah dipersiapkan .....? “. Tanya Lin Hua pada Ming Zhi.
“ Mmm ...., Aku hanya membawa beberapa pakaian dan juga sarung tangan besi yang dibuatkan oleh paman Fan .., “. Balas Ming Zhi.
“ Kalau begitu .., Bawalah ini juga .....!! Aku sudah membuatkan bekal untukmu ....., “. Ucap Lin Hua sambil menyerahkan bekal yang dibuatnya pada Ming Zhi.
“ Mmm ..., Terima kasih bibi ....! “. Balas Ming Zhi mengangguk.
Sesudah makan, Ming Zhi pun kemudian membersihkan alat makannya, lalu menuju ke kamarnya untuk mengambil barang-barang yang sudah di persiapkannya.
Dia kemudian menaruh semua barang tersebut pada keranjang anyaman kecil yang dibelinya dari pasar, dan juga tidak lupa untuk menggantungkan sarung tangan besinya di pinggang.
Dan setelah semuanya siap, dia pun langsung menuju ke bawah untuk berpamitan pada Lin Hua.
“ Bibi ...., Mungkin aku akan meninggalkan Bibi untuk waktu yang lama ...., Untuk itu ..., Mohon jaga kesehatanmu Bibi .....!! “. Ucapnya sambil memeluk Bibinya.
“ Mmm ..., Kau juga nak ...., “. Balas Lin Hua.
“ Berjuanglah dengan keras ...!! Jadilah kuat dan lindungilah orang lain ..., “. Tambah Lin Hua.
“ Mmm ..., Baiklah Bibi .....!! “. Balas Ming Zhi sambil melepaskan pelukannya pada Lin Hua.
“ Kalau Begitu ...., Aku akan berangkat sekarang ...! “. Tambahnya.
“ Sampai jumpa Bibi Lin ....!! “. Ucap Ming Zhi.
“ Mmm ..., Hati-hati di jalan ..., “. Balas Lin Hua.
Setelah meninggalkan rumah, Ming Zhi pun kemudian menuju ke alun-alun kota, tempat berkumpulnya para peserta seleksi yang lolos, dan yang akan berangkat menuju akademi.
Sesampainya di sana, Ming Zhi kemudian melihat jika sudah banyak dari peserta yang lolos dan yang sudah resmi menjadi Murid Luar akademi berkumpul di situ. Tetapi, dia saat ini masih belum melihat keberadaan Xiao Hei. Dia pun kemudian hanya mencari tempat untuk menunggu keberangkatan.
Setelah beberapa menit menunggu, Ming Zhi akhirnya melihat kedatangan Xiao Hei bersama-sama dengan para sepupunya dari kerabat wali kota. Dia kemudian juga melihat ayah dari Xiao Hei yang merupakan wali kota dari kota Danau Teratai.
Ayah Xiao Hei bernama Xiao Ren. Dia sudah menjabat sebagai walikota, semenjak beberapa tahun yang lalu. Dia adalah wali kota yang tampak baik di luar, tetapi mempunyai hati yang busuk di dalam. Dia hanya mementingkan kepentingan pribadi, daripada kesejahteraan warga kotanya.
Xiao Ren pun kemudian menuju ke tempat berkumpulnya para Tetua perwakilan akademi. Dia hanya sekedar berbincang-bincang dengan para Tetua tersebut, untuk menunjukkan niat baiknya kepada mereka.
‘ Cihhh ..., Mencari muka ....! “. Batin Ming Zhi sedikit kesal melihat tingkah laku Xiao Ren.
Dan setelah menunggu untuk beberapa waktu, akhirnya para Tetua pun kemudian mengumpulkan para murid, untuk memberikan beberapa pengarahan sebelum memulai keberangkatan.
“ Baiklah .....!! Saat ini, kuanggap sudah lengkap semuanya ...., Pertama-tama kuucapkan selamat, karena kalian telah resmi menjadi murid luar akademi Huo Shan ...., Dan aku akan terlebih dahulu memberikan beberapa peraturan tentang perjalanan menuju akademi nantinya .., “. Ucap ketua dari para tetua perwakilan akademi.
“ Tetapi sebelum itu, aku akan memberikan hadiah bagi yang kemarin mendapatkan nilai tertinggi di seluruh tes, seperti yang sudah kujanjikan ...!! “. Tambahnya.
“ Untuk itu, Murid Long Ming Zhi harap untuk maju ke depan “. Tambahnya lagi.
Dan Ming Zhi pun kemudian maju ke depan, untuk menerima hadiah yang akan diberikan oleh Tetua tersebut.
" Karena kau mendapatkan nilai tertinggi di kedua tes, kau akan mendapatkan dua hadiah “. Ucap Tetua tersebut.
“ Untuk hadiah yang pertama, kau akan mendapatkan cincin ini ...! “. Tambahnya sambil menyerahkan hadiah tersebut pada Ming Zhi.
“ Cincin itu bernama cincin ruang ...., Cincin itu dilengkapi dengan formasi ruang, sehingga dapat digunakan untuk menyimpan barang, supaya lebih praktis ..., “. Tambahnya lagi memberi penjelasan.
Para Murid lain yang melihatnya pun seketika merasa iri pada Ming Zhi. Karena, benda seperti cincin ruang tersebut hanya dibuat oleh beberapa master formasi yang keberadaannya jarang ditemui. Sehingga menjadikannya barang yang cukup langka dan mahal. (1)
Bahkan di kota Danau Teratai pun hanya Xiao Ren yang memilikinya.
“ Umm ..., Tetua ..., Bagaimana caranya untuk menggunakan benda ini ....? “. Kemudian tanya Ming Zhi pada Tetua tersebut.
“ Mmm ...., Kau hanya perlu meneteskan darahmu pada cincin itu ...., Dan cincin itu akan secara otomatis mengenalimu sebagai pemiliknya ..., “. Ucap Tetua tersebut.
“ Tetapi untuk bisa menggunakannya, kau harus memasuki tingkat Kultivasi energi terlebih dahulu ..., Karena cincin itu, juga memerlukan sedikit Qi mu untuk bisa digunakan ..., “. Tambahnya menjelaskan. (2)
“ Baiklah Tetua ..., Saya mengerti ....!! “. Balas Ming Zhi.
“ Dan untuk hadiah yang kedua, kau akan mendapatkan senjata tingkat perunggu level rendah ... “. Ucap Tetua tersebut.
“ Kau bisa memilih sendiri senjata yang kau sukai ...., “. Tambahnya sambil kemudian mengeluarkan beberapa senjata dari cincin ruang miliknya.
“ Anu ..., Maaf Tetua ..! Apakah saya boleh menolak hadiah ini ....?? “. Ucap Ming Zhi pada Tetua tersebut.
Mendengar Ming Zhi yang menolak hadiah berharga tersebut, para Murid yang lain pun seketika merasa heboh.
“ Cihhh ...., Apakah dia itu bodoh ....!! Dia sebenarnya menolak senjata tingkat perunggu .....?? “. Ucap salah satu Murid kecewa pada Ming Zhi.
“ Mmm ...., Itu benar ..., Bahkan, senjata yang kumiliki hanyalah tingkat batu ...., “. Sahut Murid yang lain.
“ Cihh ..., Apakah mungkin, dia tidak mengetahui nilai dari senjata tingkat perunggu ...? “. Ucap yang lain menyahuti.
Bahkan Tetua yang memberinya hadiah pun juga merasa heran.
“ Bolehkah aku mengetahui alasanmu menolak hadiah ini Anak Muda .....?? “. Tanya Tetua tersebut.
“ Umm ..., Maaf Tetua .., Sebenarnya, saya sudah memiliki senjata saya sendiri ...., “. Balas Ming Zhi sambil memperlihatkan sarung tangan besinya pada Tetua tersebut.
“ Hmm ...., Apakah kau seorang petarung jarak dekat ....?? “. Tanya Tetua tersebut lagi, setelah melihat sarung tangan besi milik Ming Zhi.
“ Mmm ..., Itu benar Tetua ...! “. Balas Ming Zhi mengangguk.
“ Hahh .., Baiklah, kalau begitu ....! Sebagai gantinya kau akan mendapatkan beberapa pil pengumpul Qi ini ...., “. Ucap Tetua tersebut sambil menyerahkan sebotol pil pada Ming Zhi. (3)
Mendengar Tetua tersebut yang menawarkan hadiah lain pada Ming Zhi, para Murid lainnya pun kemudian merasa sangat kesal.
“ Cihhh ..., Mengapa keberuntungannya begitu bagus ....!? “. Ucap Murid lain yang merasa frustrasi oleh keberuntungan Ming Zhi.
“ Itu benar ..., Dia sebenarnya menolak emas untuk mendapatkan berlian ...!! “. Sahut Murid yang lain.
Ketika Ming Zhi melihat hadiah lain yang tak kalah berharganya dari senjata tingkat perunggu, dia pun kemudian langsung menerimanya tanpa berbasa-basi.
“ Wahh ...., Terima kasih banyak Tetua ....!! ”. Ucap Ming Zhi.
“ Mmm ...., Pil itu kau simpan terlebih dahulu ....!! Jika kau sudah berada di tingkat pengumpul Qi, kau bisa menggunakannya untuk mempercepat proses pengumpulan Qi mu ...., “. Ucap Tetua tersebut.
" Mmm ..., Saya mengerti ....! ". Balas Ming Zhi mengangguk.
‘ Hehh ..., Pil inilah yang saat ini sedang kubutuhkan ..., ‘. Tambahnya dalam hati senang.
“ Kalau begitu ...., Sekarang, kau boleh kembali ke tempatmu ....! “. Ucap Tetua tersebut.
Ming Zhi pun kemudian kembali ke tempatnya di barisan para murid.
“ Baiklah ..., Kali ini aku akan memberikan beberapa peraturan untuk perjalanan nantinya ..., “. Ucap Tetua tersebut.
“ Mo .., Mohon tunggu sebentar Tetua yang terhormat ....!! “. Kemudian ucap Xiao Ren yang tiba-tiba menyela perkataan Tetua tersebut.
“ Hmm ..., Apakah ada masalah ....?? “. Balas Tetua tersebut.
__ADS_1
“ Mohon, Tetua memaafkan bila saya lancang ..., Tetapi, apakah hanya anak tadi yang diberikan hadiah karena bakatnya .....? “. Ucap Xiao Ren dengan sopan, karena statusnya yang lebih rendah dari Tetua tersebut.
“ Para Tetua sekalian pun juga mengetahui, bahwa anak saya juga termasuk Jenius dari anak seusianya ...., “. Tambahnya.
“ Hmm ..., Memangnya kenapa ....?? “. Balas Tetua tersebut singkat.
“ Ehh .., l .., Itu ..., Apakah, anak saya tidak akan diberikan sedikit apresiasi juga dari para Tetua sekalian, seperti anak yang tadi ...!? “. Tanya Xiao Ren.
Mendengar perkataan dari Xiao Ren, Tetua tersebut pun kemudian mengernyitkan dahi.
“ Hmm ...., Aku memberinya hadiah, karena menurutku dia adalah anak yang lebih Jenius ..., Bahkan bakatnya pun paling tinggi dari antara semua Murid ..., “. Balas Tetua tersebut.
“ Lagi pula, aku memberi hadiah dengan sesuka hatiku ...., Jika kau memang merasa keberatan dengan keputusanku, kau bisa membawa anakmu untuk kembali ....!! “. Tambahnya merasa sedikit kesal dengan Xiao Ren.
“ Ehh ...? Ti .. Tidak Tetua ..., Saya sama sekali tidak merasa keberatan ..., Mohon Tetua memaafkan saya jika lancang ...!! “. Balas Xiao Ren sedikit panik, yang kemudian langsung mengakhiri pembicaraannya.
Ming Zhi ketika mendengar pembicaraan yang sebenarnya tidak penting itu pun kemudian hanya tersenyum datar.
‘ Hehh ...., Apakah dia merasa iri, karena anaknya yang Jenius itu kalah denganku ...? “. Batinnya.
Disisi lain, Xiao Hei kini mengepalkan tangannya dengan keras, hanya bisa menahan rasa iri dan amarahnya pada Ming Zhi. Dia pun kemudian menuju ke arah ayahnya, dan langsung berbisik sesuatu kepadanya. Dia sepertinya akan melakukan sesuatu rencana yang buruk.
“ Baiklah ..., Jika tidak ada lagi yang merasa keberatan dengan keputusanku ...., Kali ini akan kujelaskan tentang beberapa peraturan dalam perjalanan nantinya “. Ucap Tetua tersebut.
Tetua tersebut pun kemudian menjelaskan secara terperinci tentang beberapa peraturan yang harus ditaati, dan juga beberapa peraturan yang tidak boleh di lakukan oleh para Murid selama perjalanan.
Tetua tersebut juga menjelaskan bahwa, perjalanan ke akademi Huo Shan nantinya akan memakan waktu sekitar satu minggu karena jaraknya yang lumayan jauh.
Dan untuk memperlancar proses selama perjalanan, para Murid nantinya akan di bagi menjadi beberapa tim. Beberapa tim tersebut nantinya mempunyai tugas masing-masing.
Ada tim pengintai yang memantau keadaan sekitar rombongan, ada tim pengumpul makanan yang bertugas untuk mengumpulkan makanan, ada pula tim memasak, dan beberapa tim-tim kecil lainnya.
Dan selama pembagian tim, Ming Zhi masuk pada tim pengumpul makanan. Sementara itu, Xiao Hei masuk dalam tim pengintai.
Dan setelah pembagian tim selesai, akhirnya para Tetua pun langsung memulai perjalanan rombongan para Murid. Para tim pengintai yang tadi sudah di bentuk pun kemudian memimpin rombongan tersebut di depan.
................
...
Terik sinar matahari yang hampir menjadi senja, menyinari perjalanan rombongan para Murid Luar akademi Huo Shan. Rombongan para Murid tersebut, kira-kira sudah berjalan sekitar 30 kilometer dari perbatasan kota Danau Teratai.
Kecepatan pergerakan dari rombongan kini mulai melambat, karena adanya beberapa Murid perempuan dari rombongan yang sudah mulai kelelahan. Akan tetapi para Tetua akademi tetap melanjutkan perjalanan mereka meskipun dalam keadaan yang kelelahan.
Mereka kemudian terus melanjutkan perjalanan, hingga kini, mereka mulai memasuki bagian lain dari hutan Wo yang merupakan hutan yang sangat luas. Rombongan tersebut berjalan menelusuri hutan Wo hingga matahari hampir terbenam.
Para Tetua perwakilan akademi pun akhirnya memberhentikan rombongan, dan kemudian memerintahkan para Murid, untuk bertugas sesuai dengan tim yang sudah dibentuk.
Ada yang mencari kayu bakar dan membuat api unggun, dan ada pula yang berpatroli memantau keadaan sekitar hutan.
Dan karena Ming Zhi termasuk dalam tim pengumpul makanan, dia kemudian juga mulai menelusuri hutan untuk mengumpulkan makanan. Dia berpencar dengan para rekan satu timnya untuk mencari beberapa hewan buas, ataupun beberapa tanaman yang sekiranya bisa untuk dikonsumsi.
Dan setelah beberapa saat mencari, dia mulai menemukan beberapa tanaman yang bisa untuk dikonsumsi. Tetapi, dia belum merasa puas dengan hasil itu. Dia kemudian menelusuri hutan lebih dalam untuk mencari hewan buas.
Dan setelah beberapa saat berjalan, dia kemudian menemukan seekor binatang buas berjenis banteng liar. Banteng tersebut pun kemudian menyadari keberadaan Ming Zhi, dan langsung berlari menyeruduk ke arahnya.
“ Hehh ..., Ingin beradu kekuatan fisik ya ....? “. Ucap Ming Zhi menyeringai.
Ming Zhi pun kemudian memasang kuda-kudanya, dan setelah itu langsung memukul banteng tersebut tepat di kepalanya. Banteng tersebut pun seketika terpental jauh beberapa meter, sebelum akhirnya menabrak sebuah pohon. Banteng liar tersebut langsung terbunuh oleh satu pukulan dari Ming Zhi, dengan tengkorak kepalanya yang retak.
Dan setelah membunuhnya, Ming Zhi kemudian mencoba untuk menyimpannya pada cincin penyimpanan barunya. Dia pun lalu mengalirkan Qi yang dimilikinya pada cincin tersebut, dan kemudian mengarahkannya pada mayat banteng liar itu.
Seberkas energi dari cincin pun kemudian menyelimuti mayat banteng liar itu. Dan beberapa saat setelahnya, mayat banteng liar itu pun seketika menghilang terserap oleh cincin.
Setelah menyimpan mayat banteng liar tersebut, Ming Zhi pun kemudian kembali menelusuri hutan lebih dalam untuk menemukan binatang buas yang lain.
Dan, sore hari pun telah berubah menjadi malam yang gelap. Setelah menemukan beberapa tanaman lain untuk bahan makanan, Ming Zhi pun kemudian berniat untuk kembali ke rombongan. Karena dia merasa bahan makanan yang ditemukannya tersebut sudah cukup banyak.
Akan tetapi, hanya setelah berjalan selama beberapa langkah, Ming Zhi kemudian merasa seperti diikuti oleh seseorang. Tetapi setelah menoleh ke arah sekitarnya, dia kemudian tidak menemukan apa pun.
‘ Huhh ..., Mungkin hanya perasaanku saja ..., ’ Batin Ming Zhi menghela nafas.
Tetapi tiba-tiba, ada sebilah belati yang dengan cepat terbang melesat ke arahnya. Ming Zhi pun kemudian dengan cepat bereaksi untuk menghindari serangan tersebut. Dan alhasil, dia berhasil menghindari serangan tersebut walaupun hanya berjarak sangat tipis dari bahunya.
Dia pun kemudian dengan cepat memakai sarung tangan besinya, dan mulai memasang sikap waspada. Dan tak beberapa lama setelah itu, dia kemudian melihat seorang pria keluar dari balik gelapnya pepohonan.
“ Wah .., Wah .., Wah ....., Ternyata kecepatan reaksimu sungguh mengagumkan .....!! “. Ucap Pria tersebut memuji Ming Zhi.
“ Siapa kau ...?? Kenapa kau tiba-tiba menyerangku ....?? “. Tanya Ming Zhi Dingin.
“ Hehh ..., Kau tidak perlu untuk mengetahuinya ..., Tapi yang perlu kau ketahui adalah, seseorang mengirimku kemari untuk membunuhmu ...., “. Balas pria tersebut.
“ Dan aku sangat beruntung ..., Setelah mengikutimu selama perjalanan dan menunggu untuk waktu yang tepat, kau akhirnya malah menjauhkan dirimu dari rombongan itu ..., “. Tambahnya sambil menyeringai.
“ Siapakah yang menyuruhmu untuk membunuhku ....?? “. Tanya Ming Zhi lagi.
“ Untuk hal itu, kau tidak perlu untuk mengetahuinya ...., Tapi yang pasti, dia sangat membencimu .., “. Balas pria tersebut.
‘ Seseorang yang sangat membenciku ...?? Cihhh ..., Mungkinkah itu Xiao Hei ....?? ‘. Batin Ming Zhi kesal.
“ Hehh ..., Kau tidak perlu memikirkannya terlalu dalam ....! “. Kemudian Ucap pria tersebut.
“ Jangan khawatir ...! Aku akan membunuhmu dengan cepat dan tanpa rasa sakit ....! “. Tambahnya, yang kemudian mengeluarkan pisau lain dari balik jubahnya.
Pria tersebut pun kemudian dengan cepat melesat ke arah Ming Zhi, sambil melayangkan serangan berupa tusukan pisau.
Melihat hal itu, Ming Zhi pun dengan cepat bereaksi, berusaha sekuat tenaga untuk menghindari serangannya. Akan tetapi, ternyata kekuatan pria yang merupakan kultivator tersebut sangatlah kuat. Bahkan, Ming Zhi pun sampai tidak bisa mengukur tingkat kekuatan dari musuhnya tersebut.
Sehingga beberapa tusukan pisau dari musuhnya itu pun akhirnya menggores lengan dan pinggang Ming Zhi.
Ming Zhi pun kemudian dengan cepat mengganti kuda-kudanya, mencoba untuk menggunakan keterampilan tapak dan cakaran beruang, yang dikombinasikan dengan Qi nya. Dan hasilnya, sekarang keadaannya sedikit berbalik. Ming Zhi melancarkan serangan keterampilan tersebut dengan gerakan yang sangat halus dan fleksibel.
Dia menggunakan serangan tapak beruang untuk membuat momentum tekanan serangan yang berat pada lawannya. Dan ketika pria yang menjadi lawannya tersebut menunjukkan celah, dia pun kemudian dengan cepat mengganti serangannya menjadi cakaran. Serangan cakaran beruangnya pun akhirnya berhasil mendarat tepat di dada lawannya.
Pria yang menjadi lawannya itu pun langsung mundur ke belakang sambil memegangi dadanya.
“ Uuhhh ..., Dalam usia ini kau sudah bisa mempelajari keterampilan tingkat batu dengan sempurna ...., “.
“ Cihh ..., Sepertinya aku telah meremehkanmu ....!! “. Ucap pria tersebut.
Pada awalnya Pria tersebut mengira, jika membunuh Ming Zhi itu sama mudahnya seperti membalikkan telapak tangan. Tetapi dia tak menyangka jika Ming Zhi ternyata cukup terampil dalam bertarung.
Bahkan dia pun baru mengetahui jika tingkat Kultivasi Ming Zhi, kini sudah berada di tingkat Pengumpul Qi. Karena hal tersebut sangatlah berbeda dengan informasi yang diterimanya dari Xiao Hei.
“ Kalau begitu, kali ini aku tidak akan lagi menahan kekuatanku ....!! “. Ucap Pria tersebut, sambil kemudian memejamkan matanya.
Tiba-tiba, riak energi Qi yang besar pun keluar dari tubuh pria tersebut. Kali ini, pria tersebut sepertinya akan mengerahkan kekuatan penuhnya.
Dan melihat hal itu, Ming Zhi pun menjadi semakin waspada. Dia tidak mau untuk bertindak gegabah, yang mungkin nantinya malah akan membahayakan nyawanya.
Dan setelah itu, pria tersebut pun kemudian membuka matanya.
“ Hehh ..., Kali ini akan kutunjukkan padamu, apa itu yang namanya keterampilan tingkat besi ....!! “. Ucap Pria itu sambil menyeringai.
Pria itu pun kemudian langsung mengambil posisi kuda-kuda, dan beberapa detik setelahnya, tiba-tiba saja dia menghilang dari hadapan Ming Zhi.
__ADS_1
‘ Kecepatan yang mengerikan .....!! ‘. Batin Ming Zhi terkejut.
Melihat hal tersebut, Ming Zhi pun langsung melakukan kuda-kuda dalam posisi bertahan. Tetapi, tiba-tiba saja ada sebuah serangan yang kemudian mendarat di punggungnya. Dan saat dia berbalik untuk menyerang, Pria yang menjadi lawannya tersebut telah menghilang sekali lagi.
Dan melihat itu, Ming Zhi pun mencoba untuk tetap tenang dan fokus. Dia kemudian mencoba untuk merasakan keberadaan dari lawannya, lewat riak Qi yang dipancarkan oleh lawannya itu.
‘ Di sana ...!! ‘. Seru Ming Zhi dalam hati.
Ming Zhi pun kemudian langsung memosisikan kuda-kudanya untuk bertahan ke arah serangan lawannya. Akan tetapi, pertahanannya tersebut tidak membuahkan hasil. Karena, lawannya dengan cepat mengganti arah serangannya, yang kemudian mendarat pada bahu Ming Zhi.
“ Hahaha ...., Sebaiknya kau menyerah saja ....!! Karena, semua yang kau lakukan itu sia-sia ..., ”. Suara pria tersebut menggema di sekitar Ming Zhi, karena kecepatannya yang tinggi.
Pria tersebut pun terus melakukan serangan pada Ming Zhi, dan Ming Zhi kini hanya bisa bertahan sekuat tenaga menghadapi serangan dari musuhnya. Goresan demi goresan belati pun kemudian menyayati tubuhnya. Tubuhnya kini penuh luka dan bersimbah darah.
‘ Cihhh ...., Kenapa kejadian yang sama terulang menimpaku lagi ....?? ‘. Batin Ming Zhi kesal, mengingat kejadian yang pernah dialaminya.
Nafas Ming Zhi pun menjadi semakin tidak beraturan. Dia mulai hilang fokus dan tubuhnya mulai goyah. Pria yang menjadi lawannya tersebut pun kemudian menendangnya tepat di perut.
Sehingga, Ming Zhi pun kemudian terpental beberapa meter, sebelum akhirnya berhenti menabrak sebuah pohon yang besar dengan keras.
“ Uhhuuk ...., “. Sebercak darah keluar dari mulut Ming Zhi.
“ Hehehe ...., Kan sudah kubilang dari awal untuk tidak melawan ..., Supaya aku dapat memberimu kematian yang cepat dan tanpa rasa sakit ....., “. Ucap Pria itu sambil menyeringai.
‘ Hahhh .., Apakah ini akhirnya ...? ‘. Ucap Ming Zhi dalam hati.
Melihat pertahanannya yang tidak membuahkan hasil karena serangan lawannya yang terlalu cepat, Ming Zhi pun menjadi sedikit patah semangat. Bahkan kini tubuhnya pun lemas dan tak berdaya. Dia pun kemudian berpikir, jika mungkin ini adalah akhir dari riwayatnya.
‘ Hehh ..., Kurasa, sebelumnya aku juga pernah mengatakan hal yang sama .., Tetapi hal itu tidak terjadi padaku ..., ‘. Batinnya.
‘ Tapi mungkin hal itu akan terjadi padaku kali ini ...., ‘. Batinnya lagi.
‘ Tidak, Tidak ..., Aku tidak boleh menyerah ...!! Meskipun ini adalah akhirnya, aku harus tetap berjuang ...!! ‘. Batin Ming Zhi menggertakkan giginya.
Ming Zhi pun kemudian berusaha untuk berdiri. Dia berupaya sekuat tenaga untuk berdiri dengan bertumpu pada kedua tangannya. Tetapi apalah daya, tubuhnya seperti tidak mau menuruti keinginannya.
Tetapi dia terus berusaha untuk berdiri meskipun tubuhnya penuh luka dan bersimbah darah.
“ Hehh ..., Sepertinya, kau tidak mau menuruti saranku ya .....!! Tapi melihat kondisi tubuhmu yang sudah cukup buruk itu, aku jadi tidak tega untuk menyiksamu lebih lanjut ..., “. Ucap pria itu menyeringai.
“ Kalau begitu, kau akan kuberikan kematian yang cepat ....!! “. Tambahnya yang kemudian langsung melesat untuk menyerang Ming Zhi.
Melihat lawannya yang melesat untuk menyerang ke arahnya, Ming Zhi pun hanya bisa mengangkat tangannya untuk bertahan sambil memejamkan mata.
Tetapi setelah memejamkan matanya untuk beberapa saat, Ming Zhi kemudian merasa ada yang aneh. Dia heran, mengapa musuhnya tersebut tidak bergegas untuk menyerangnya.
Dan sesaat setelah membuka matanya, Ming Zhi pun kemudian menjadi sangat terkejut. Karena dia melihat kepala pria yang menyerangnya tersebut, kini telah terpisah dari tubuhnya dengan potongan yang sangat rapi.
Dan setelah tubuh pria tersebut ambruk ke tanah, di bawah sinar bulan yang terang, dia melihat seseorang di belakang mayat pria tersebut, sambil membawa sebuah pedang yang tersarung rapi di pinggangnya.
Setelah di perhatikan dengan seksama oleh Ming Zhi, ternyata dia adalah seorang wanita muda yang sangat cantik.
Ming Zhi pun kemudian tertegun sejenak sambil memandangi wanita tersebut. Dia merasa, bahwa wanita tersebut mungkin adalah seorang malaikat cantik yang datang untuk menolongnya.
Tetapi, dia kemudian dengan cepat kembali pada akal sehatnya.
“ Apakah kau baik-baik saja Pria kecil ....?? “. Kemudian tanya wanita muda tersebut.
“ Mmm ...., Aku baik-baik saja ....!! “. Balas Ming Zhi.
“ Te .., Terima kasih senior, karena telah menolongku ...., “. Tambahnya, sambil kemudian memberi hormat pada Wanita muda tersebut.
“ Hmm ..., Tidak masalah ...! Aku hanya kebetulan lewat saja ....., “. Ucap wanita muda itu.
“ Tapi, dari manakah kau berasal ....? Mengapa kau bisa berakhir di tempat seperti ini .....?? “. Tambahnya bertanya pada Ming Zhi.
Ming Zhi pun kemudian menceritakan secara jujur, tentang kejadian yang telah dialaminya pada wanita muda tersebut.
“ Ehh ...? Kau berasal dari rombongan Murid Luar akademi Huo Shan yang Baru saja lulus seleksi ....?? “. Kemudian tanya wanita itu pada Ming Zhi, dengan sedikit antusias.
“ Mmm ..., Itu benar ..., “. Balas Ming Zhi mengangguk.
“ Hehh ..., Ternyata begitu ...., “. Ucap wanita itu.
“ Kalau begitu, sebaiknya lain kali jangan pergi terlalu jauh dari rombonganmu ..., “. Tambahnya pada Ming Zhi.
" Mmm .., Baiklah ..., ". Balas Ming Zhi sambil tersenyum riang.
“ Nahh ..., Ambillah ....! “. Ucap Wanita itu sambil menyerahkan sebutir pil pada Ming Zhi.
“ Umm .., Apakah ini senior .......?? “. Tanya Ming Zhi penasaran.
“ Itu adalah Pil penyembuh ...., Makanlah itu, untuk menyembuhkan luka di tubuhmu ...!! “. Balas Wanita itu menjelaskan.
“ Wahh ..., Terima kasih banyak senior ....!! “. Ucap Ming Zhi.
“ Mmm ..., Setelah lukamu pulih, segeralah kembali pada rombonganmu ...., Aku akan meninggalkanmu di sini ...., “. Balas wanita itu.
“ Tapi ..., Kemungkinan kita akan bertemu lagi ...., “. kemudian tambahnya sambil tersenyum menawan.
Dan setelah mengatakan hal tersebut, wanita itu pun seketika menghilang di kegelapan malam. Ming Zhi pun bahkan belum sempat bereaksi ketika melihatnya menghilang.
“ Hahh ..., Sepertinya aku sedikit beruntung ..., “. Kemudian ucap Ming Zhi.
Ming Zhi tidak menyangka, jika dia akhirnya diselamatkan oleh seorang pendekar Wanita yang sangat cantik.
“ Hmm ..., Wanita tadi mengatakan, bahwa kita akan bertemu lagi ..., Tapi apa yang dimaksudkannya .....?? “. Gumam Ming Zhi bertanya-tanya.
“ Wanita yang aneh .., “. Gumamnya lagi.
‘ Heii ..., Jangan berbicara sembarangan di belakangku ..., Aku masih bisa mendengar suaramu ...!! ‘. Tiba-tiba suara wanita tadi pun kemudian menggema di pikiran Ming Zhi.
Mendengar hal tersebut, Ming Zhi pun seketika merasa sangat kaget dan terkejut. Dia mengira wanita tersebut masih berada di sekitarnya. Tetapi setelah melihat ke arah sekeliling, dia kemudian tidak menemukan seorangpun.
‘ Hiiii .., Apakah wanita tadi adalah hantu ....!? ‘. Tanya Ming Zhi terkejut dalam hati.
‘ Tidak, Tidak ...., Mungkin saja itu hanyalah salah satu teknik beladiri ...., ‘. Tambahnya dalam hati.
‘ Huhhh ....., Mungkin sebaiknya aku tidak perlu terlalu untuk memikirkannya, dan fokus terlebih dahulu pada pemulihan lukaku ...., ‘. Batinya lagi.
Ming Zhi pun kemudian duduk bersila untuk mengatur pernafasannya. Dan setelah itu, dia kemudian memasukkan pil penyembuh ke dalam mulutnya, dan mulai menyerap khasiatnya.
...ーーーーーーーーーー
...
STORY’S NOTATIONS :
(1) Cincin ruang biasanya dibuat oleh seorang Master Formasi. Tetapi, ada pula beberapa Penempa yang menguasai formasi ruang, yang juga dapat membuat Cincin tersebut.
Cincin ruang yang dibuat oleh penempa mempunyai kualitas yang cukup bagus. Tetapi ruang yang ada di dalamnya kadang hanya berukuran kecil, karena keahlian formasi ruangnya berbeda jauh dari para Master Formasi.
(2) Dan untuk mengeluarkan kembali benda yang disimpan dalam cincin ruang, kultivator hanya perlu mengalirkan Qi nya pada cincin tersebut, dan memasuki ruangan yang ada di dalamnya dengan indranya. Dan kemudian dapat mengeluarkan barang-barang yang dipilihnya dalam ruangan cincin tersebut.
(3) Pil pengumpul Qi adalah salah satu pil yang digunakan oleh seorang kultivator untuk mempercepat proses dalam pengumpulan Qi. Pil tersebut dibuat oleh seorang peracik obat yang juga sering disebut dengan Alkemis. keberadaan para Alkemis itu tidak terlalu langka jika dibandingkan dengan seorang Master Formasi.
__ADS_1