
Setelah berjam-jam melakukan penelusuran, Ming Zhi dan Yin Mei pun akhirnya menemukan jalan keluar dari hutan. Mereka kemudian menemukan sebuah desa kecil yang terletak tepat di sebelah hutan.
Tetapi setelah memasuki desa tersebut, mereka kemudian melihat bahwa pemukiman tersebut tampak sedikit sepi.
Dan setelah bertanya pada salah seorang warga desa, mereka kemudian mengetahui bahwa desa tersebut bernama desa Luan. Desa tersebut hanya mempunyai sangat sedikit penduduk, sehingga tampak sangat sepi.
Dan setelah menelusurinya, mereka kemudian menemukan sebuah warung makan kecil yang berada di ujung desa. Setelah memandang sebentar ke arah warung makan tersebut, mereka pun akhirnya memasukinya.
Mereka bermaksud untuk mengisi perut mereka, karena memang mereka belum makan apapun sedari pagi.
“ Selamat datang ...! Apakah kau ingin memesan sesuatu anak muda ....? “. Ucap seorang Nenek tua yang merupakan pemilik warung makan tersebut.
“ Tetapi maaf sebelumnya, warung kecilku ini hanya memiliki beberapa makanan yang sederhana saja ...., “. Tambah Nenek tersebut.
“ Mmm .., Tidak masalah nenek ..! Kami akan memesannya ...., “. Balas Ming Zhi.
Mereka berdua pun kemudian mencari tempat duduk.
Dan setelah beberapa saat menunggu, akhirnya makanan mereka pun datang. Mereka pun kemudian memakan makanan tersebut dengan lahap.
“ Oh iya .., Dari manakah asal kalian ....?? “. Kemudian tanya Nenek tersebut.
“ Umm ..., Kami berasal dari kota Danau Teratai ...? “. Balas Ming Zhi.
“ Kota Danau Teratai ...? Bukankah itu kota yang berada di sisi lain hutan Wo ini ....?? “. Ucap Nenek tersebut yang merasa sedikit heran dan terkejut.
“ Ehh .., Kalau begitu, apakah saat ini kami sudah berada di sisi lain hutan Wo ....? “. Balas Ming Zhi bertanya.
“ Mmm ..., Tentu saja ..., Kalian telah datang sejauh ini, memangnya kemana tujuan kalian selanjutnya .....?? “. Kemudian tanya Nenek tersebut.
“ Umm ...., Kami ingin pergi ke kota Sungai Api ..., Apakah nenek tahu, ke mana arahnya .....?? “. Balas Ming Zhi bertanya.
“ Mmm ..., Di sebelah barat desa ini ada sebuah sungai, kalian tinggal ikuti saja sungai itu ...., Setelah mengikutinya, kalian kemudian akan menemukan sebuah jalan yang menuju ke arah barat ..., Dan jalan itulah yang menuju ke arah Kota sungai api .., “. Ucap nenek tersebut menjelaskan.
“ Tapi, kalian nantinya perlu melewati dua kota lagi untuk bisa sampai di kota Sungai Api ..., “. Tambahnya menjelaskan.
“ Mmm ..., Terima kasih banyak Nenek, atas petunjuk arahnya .....!! “. Ucap Ming Zhi.
" Mmm ..., Sama-sama Anak Muda .....! ". Balas Nenek tersebut sambil tersenyum ringan.
Beberapa menit kemudian, Ming Zhi dan Yin Mei pun akhirnya menyelesaikan makan mereka. Ming Zhi pun kemudian membayar makanan mereka, dan dia juga tidak lupa untuk membeli beberapa bumbu dapur yang dimiliki nenek tersebut untuk berjaga-jaga.
Dia juga sekalian memberikan tambahan lebih sebagai rasa terima kasihnya atas petunjuk arah yang diberikan nenek tersebut.
Dan setelah mengucapkan salam perpisahan, mereka pun akhirnya meninggalkan warung tersebut, dan kemudian menuju sungai yang terletak di sebelah barat desa.
Dan sesampainya mereka di sana, mereka kemudian menemukan sungai yang dimaksudkan oleh nenek tadi. Di sebelah barat sungai tersebut, juga terdapat sebuah padang rumput yang cukup luas.
Mereka pun kemudian melewati jembatan untuk menyeberangi sungai, dan setelah itu berjalan ke arah utara, menyusuri jalan setapak yang berada di sepanjang pinggir sungai.
Mereka kemudian terus berjalan tanpa henti menyusuri sungai yang sangat panjang tersebut, hingga kini berjam-jam pun telah berlalu. Setelah matahari mulai terbenam, mereka kemudian menghentikan perjalanan mereka, lalu mulai membuat api unggun di dekat sungai itu.
Dan setelah memperhatikan ke arah sungai dengan seksama, Ming Zhi kemudian melihat banyak sekali ikan yang berenang-renang di dalamnya. Dia pun kemudian menyuruh Yin Mei untuk memanah ikan tersebut satu-persatu.
Dan setelah mendapatkan banyak sekali ikan, mereka pun kemudian langsung membersihkan ikan tersebut, lalu memberinya bumbu yang sudah dibeli Ming Zhi dari nenek tua di desa Luan. Dan setelah itu, mereka pun kemudian langsung membakar ikan tersebut dalam api unggun.
Setelah matang, mereka pun kemudian memakannya. Kali ini, rasa ikan bakar tersebut tidaklah hambar, sehingga mereka kemudian memakannya dengan sangat lahap.
“ Umm ..., Ming Zhi ..., Bolehkah aku menanyakan sesuatu hal padamu ....?? “. Tanya Yin Mei pada Ming Zhi.
“ Mmm ..., Tentu saja ..., “. Balas Ming Zhi mengangguk.
“ Umm ..., Mengapa saat tes seleksi akademi beberapa hari yang lalu, kau menyembunyikan kekuatanmu ....?? “. Tanya Yin Mei pada Ming Zhi.
“ Ehhh .....!! Kau mengetahuinya ....?? “. Balas Ming Zhi yang seketika merasa sangat terkejut.
Dia pun bahkan hampir tersedak karena pertanyaan Yin Mei. Dia bertanya-tanya dalam hatinya, bagaimana Yin Mei bisa mengetahui tentang rahasianya.
“ Mmm ..., Tentu saja ...., Saat aku melihatmu menggunakan cincin ruangmu, aku baru mengetahui jika kau ternyata sudah memasuki tingkat fondasi Pengumpul Qi ..., “. Ucap Yin Mei.
‘ Huhh ...., Ternyata hal itu ..., Kukira dia mengetahui tentang rahasia kekuatan fisikku ..., ‘. Batin Ming Zhi menghela nafas lega.
“ Lalu, Mengapa kau waktu itu tidak mengikuti tes energi ....? Padahal jika kau mengikutinya, kau mungkin saja akan dipermudah, dan bisa menjadi Murid Dalam dengan cepat dalam akademi nantinya ..., “. Tanya Yin Mei heran.
“ Hahh ..., Kau tahu ....,Terkadang, menjadi rendah diri adalah hal yang terbaik “. Balas Ming Zhi.
“ Aku tidak mau jika nantinya aku malah menciptakan masalah, hanya karena ada yang iri dengan bakatku ini ..., Karena, itu mungkin hanya akan semakin menghalangiku untuk menjadi semakin kuat ..., Dan mungkin itu juga akan sangat merepotkan ...., “. Tambah Ming Zhi menjelaskan.
“ Hmm .., Alasan yang sedikit masuk akal ..., “. Balas Yin Mei.
“ Hehh ..., Kalau begitu ..., Sekarang giliranku bertanya padamu ..., ”. Ucap Ming Zhi.
Yin Mei kemudian hanya mengangguk.
“ Hmm .., Apakah kau pernah merasakan hal yang sama denganku ....? Seperti, saat ada seseorang yang iri dengan bakatmu, yang kemudian langsung membencimu ...., “. Tanya Ming Zhi.
“ Mmm ...., Aku memiliki beberapa sepupu ...., Tetapi, mereka selalu menjauhiku, karena mereka juga selalu merasa iri dengan bakatku ...! Padahal selama ini, aku sudah bersikap baik pada mereka ..., “. Balas Yin Mei.
“ Hmm ..., Sepupu ya .., Kalau begitu, apakah kau memiliki saudara kandung ...? “. Tanya Ming Zhi lagi.
“ Tidak ...! Aku tidak memiliki saudara kandung ...! Padahal sedari dulu aku selalu ingin memilikinya ..., “. Balas Yin Mei.
“ Hmm ..., Mengapa Begitu ....? “. Tanya Ming Zhi.
“ Karena sejak dulu, aku memang menginginkan seorang saudara yang dapat memahamiku secara penuh, saling terbuka, dan tulus mengasihiku dalam keadaan suka maupun duka ..., Dan tentu saja itu berbeda dari para sepupuku yang selalu membenciku setiap saat ..., “. Ucap Yin Mei menjelaskan.
“ Hehh ..., Ternyata begitu ...., “. Ucap Ming Zhi.
Dan hanya setelah beberapa menit berlalu, mereka pun akhirnya selesai makan. Mereka pun kemudian duduk diam di dekat api unggun, tanpa berbicara sepatah kata pun.
“ Heii .., Ming Zhi ..., “. Yin Mei tiba-tiba berbicara.
Ming Zhi pun kemudian hanya menolehkan kepalanya ke arah Yin Mei.
“ Umm ..., Apakah kau mau menjadi kakakku ...?? “. Tanya Yin Mei pada Ming Zhi.
Mendengar permintaan aneh dari Yin Mei, Ming Zhi pun kemudian menaikkan sebelah alisnya dengan heran.
“ Hehh ...? Mengapa kau tiba-tiba meminta hal yang aneh seperti itu .....?? “. Balas Ming Zhi bertanya.
“ Umm .., Kau tahu .., Saat kau menyebutku gadis kecil ..., Ataupun saat kau menggodaku ..., Entah mengapa itu membuatku merasa nyaman ...., “. Ucap Yin Mei.
“ Dan saat itulah aku merasa seperti memiliki seorang kakak ...., “. Tambahnya lagi.
“ Hehh ..., Karena menurutku, saat itu kau memanglah gadis kecil yang penakut ...., “. Balas Ming Zhi tersenyum.
“ Hmm .., Kalau begitu, mulai dari sekarang aku akan memanggilmu Kakak Ming ...., “. Ucap Yin Mei.
“ Heiii ..., Aku kan belum menyetujuinya ...., “. Balas Ming Zhi datar.
“ Mmm ..., Kakak Ming juga boleh memanggilku Mei-Mei ataupun Xiao Mei ...., “. Tambah Yin Mei. (1)
“ Heiii ..., Kan sudah kubilang aku belum menyetujuinya “. Balas Ming Zhi.
“ Baiklah .....! Kalau begitu ..., Selamat malam Kakak Ming .....!! “. Ucap Yin Mei sebelum merebahkan dirinya, dan kemudian langsung pergi untuk tidur.
__ADS_1
‘ Cihh ..., Dia tidak mau mendengarkanku ...., ‘. Batin Ming Zhi datar.
Ming Zhi merasa sangat heran dengan perubahan sikap yang ditunjukkan oleh Yin Mei.
Di satu sisi, dia merasa mungkin ke depannya akan menjadi sangat merepotkan dengan temperamen Yin Mei yang seperti gadis kecil. Tetapi disisi lain, entah kenapa dia juga merasa nyaman dalam hatinya saat Yin Mei menganggapnya sebagai kakaknya.
‘ Hahh ..., Entahlah ...! Semoga saja kedepannya tidak akan menjadi semakin merepotkan ..., ‘. Batinnya menghela nafas.
Ming Zhi pun kemudian pergi ke pinggir sungai, dan setelah itu duduk bersandar pada batu yang berada di sebelah sungai tersebut.
‘ Huhhh ...., Mungkin ini saatnya aku menggunakan pil Pengumpul Qi ....., ‘. Gumam Ming Zhi.
Ming Zhi pun kemudian memeriksa cincin ruangnya, untuk mengambil botol pil yang dihadiahkan oleh Tetua akademi padanya.
Dan saat membuka botolnya, aroma obat yang kuat dan sedikit menyengat pun langsung menyebar ke udara. Dari sepuluh butir pil yang terdapat dalam botol tersebut, Ming Zhi pun kemudian mengambilnya satu.
Dan setelah itu, dia pun kemudian memasukkan pil tersebut ke dalam mulutnya, sambil kemudian duduk bersila dan memejamkan matanya. Tiba-tiba, beberapa berkas energi Qi dari alam pun perlahan-lahan mulai berkumpul ke arah Ming Zhi.
Berbeda dengan proses menyerap Qi dari Spirit Stone, Pil Pengumpul Qi hanya membantunya untuk menyerap Qi dari alam, dan kemudian mempercepat prosesnya.
Dan setelah beberapa menit berlalu, Ming Zhi pun akhirnya membuka matanya. Dia kemudian menghentikan proses penyerapannya, karena Khasiat dari pil Pengumpul Qi tersebut kini telah habis terserap olehnya.
‘ Huhh ..., Satu butir pil Pengumpul Qi ini ternyata hanya dapat membantuku mengisi setengah dari dantianku ...., ‘. Batin Ming Zhi sedikit kecewa.
Dia tadinya berpikir bahwa mungkin sebutir dari pil tersebut dapat membantunya untuk menaikkan satu level dari tingkat pengumpul Qi nya. Tetapi ternyata itu tidak sesuai dengan harapannya.
' Hahh ..., Mungkin sebaiknya, aku tidak terlalu menghematnya ..., ‘. Gumam Ming Zhi sambil kemudian mengeluarkan pil satu lagi.
Dia pun kemudian juga mulai menyerap khasiat dari pil tersebut.
Dan setelah selesai menyerap Qi dari alam dengan bantuan pil tersebut, Ming Zhi pun akhirnya telah berhasil naik satu level. Dia kini memasuki level 3 dalam tingkat fondasi Pengumpul Qi.
Tetapi, dia kemudian masih belum merasa puas. Dia pun lalu mengeluarkan lebih banyak pil lagi, dan kemudian mulai menyerap khasiatnya satu-persatu.
Dia terus mengulangi proses tersebut. Hingga saat bulan sedang dalam posisi puncak nya, Ming Zhi pun akhirnya telah menyelesaikan proses dari penyerapan Qi nya.
Dan selama proses penyerapan Qi dalam setengah malam tersebut, Ming Zhi kini telah menghabiskan sebanyak 6 butir pil Pengumpul Qi sekaligus. Kini di dalam botol pil miliknya, hanya tersisa sebanyak 4 butir.
Dan setelah menyerap khasiat dari keenam pil tersebut, Ming Zhi saat ini telah berhasil mencapai level 4 dari tingkat fondasi Pengumpul Qi.
‘ Huhh ..., Sungguhpun aku telah menghabiskan pil sebanyak itu, tapi aku hanya bisa naik dua level ....., ‘. Ucap Ming Zhi dalam hati yang merasa sedikit kecewa.
Karena memang dalam setiap kenaikan levelnya, jumlah Qi yang harus dia kumpulkan adalah dua kali lipat dari sebelumnya.
‘ Hahh .., Sebaiknya aku tidak perlu terlalu mengeluh dan terburu-buru ....., Mungkin saja memang sangat sulit untuk menaikkan level ..., ‘. Tambah Ming Zhi menghela nafas.
Dia pun kemudian hanya menyimpan 4 pil yang tersisa. Dia tidak berniat untuk menggunakannya, karena menurut perkiraannya pil tersebut mungkin hanya akan membantunya mengisi setengah dari dantiannya.
Dia bermaksud menyimpan pil tersebut untuk Yin Mei.
‘ Ohh iya ...., Bukankah aku masih menyimpan Cincin Ruang yang kuambil dari mayat pria waktu itu ...., ‘. Batin Ming Zhi yang tiba-tiba teringat akan cincin ruang lain yang disimpannya.
' Entah apa yang ada di dalamnya ......? '. Tambahnya bertanya dalam hati.
Ming Zhi pun kemudian mengambil cincin tersebut dari sakunya, dan setelah memperhatikannya untuk beberapa saat, dia pun kemudian langsung meneteskan darahnya pada cincin tersebut.
Dan setelah darahnya terserap, dia pun kemudian langsung mengalirkan Qi nya untuk memeriksa ke dalam cincin tersebut.
Dan saat memeriksanya, Ming Zhi pun seketika menjadi sedikit tercengang. Karena di dalamnya dia melihat puluhan ribu lebih keping emas serta ratusan ribu keping perak yang berserakan dalam cincin tersebut. Dia pun kemudian menjadi sangat senang.
Karena selama hidupnya, Ming Zhi tidak pernah sekalipun melihat tumpukan emas yang sebanyak itu. Dia kemudian berpikir bahwa, itu mungkin adalah harta yang sudah dikumpulkan oleh pria yang mencoba membunuhnya kemarin, selama bertahun-tahun menjadi pembunuh bayaran.
Dan setelah memeriksa ke dalam cincin tersebut lebih lanjut, Ming Zhi kemudian menemukan barang yang dicari-carinya, yaitu beberapa botol pil Pengumpul Qi. Setelah dihitung oleh Ming Zhi, botol pil tersebut berjumlah sepuluh buah, dan dari setiap botolnya berisi sepuluh butir pil Pengumpul Qi. Jadi jika di jumlah seluruhnya, dia kini mendapatkan sebanyak seratus butir pil Pengumpul Qi. Jumlah yang mungkin dapat menaikkan levelnya beberapa tingkat.
Dia pun kemudian berencana untuk menggunakan pil tersebut selama beberapa hari ke depan.
‘ Ini ..., Buku keterampilan besi tingkat tinggi ....!! ‘. Seru Ming Zhi dalam hati, yang merasa sangat senang.
Buku tersebut memiliki judul "Ular Bayangan" pada sampulnya. Dan merupakan keterampilan besi tingkat tinggi, yang hanya sedikit lebih rendah dari keterampilan perunggu tingkat rendah.
Dan setelah membaca buku tersebut selama beberapa saat, Ming Zhi kemudian mengetahui bahwa keterampilan yang terkandung di dalamnya merupakan keterampilan tipe pergerakan.
Ming Zhi kemudian juga teringat, jika pria yang hendak membunuhnya kemarin juga mempraktikkan keterampilan tersebut. Sehingga pergerakannya kemudian menjadi sangat cepat.
Ming Zhi pun kemudian menjadi semakin sangat bersemangat untuk mulai mempelajari keterampilan tersebut. Dia kemudian membaca setiap lembar demi lembar dari buku tersebut dengan sangat teliti.
Dan setelah beberapa waktu kemudian, dia pun akhirnya selesai membaca buku keterampilan tersebut.
‘ Hmm ...., Keterampilan ini memfokuskan pengaliran Qi pada kaki ..., Dan kemudian melonjakkannya dengan sangat cepat ....., ‘. Batin Ming Zhi berpikir.
‘ Hehh .., Baiklah ..., Akan langsung kucoba .....!! ‘. Tambahnya dalam hati sambil bersemangat.
Ming Zhi pun kemudian mencoba untuk mempraktikkan keterampilan tersebut di padang rumput luas yang berada di sebelah jalan. Dia kemudian langsung menutup matanya untuk memfokuskan seluruh inderanya, sambil kemudian mulai mengalirkan Qi pada kakinya.
Dan setelah itu, dia pun tiba-tiba membuka matanya, sambil kemudian dengan cepat melonjakkan Qi lewat kakinya. Karena didukung oleh kekuatan fisiknya yang tinggi, gerakan Ming Zhi pun kemudian menjadi sangat cepat. Bahkan mungkin terlalu cepat, karena Ming Zhi saat ini mulai sangat kesulitan untuk mengendalikannya.
Dia pun kemudian berusaha untuk menghentikan pergerakannya tersebut dengan sekuat tenaganya, hingga akhirnya, usahanya tersebut pun membuahkan hasil. Dia pun kemudian berhenti di tengah-tengah padang rumput yang luas tersebut.
Dan ketika melihat bahwa dia kini tidak dapat melihat pinggiran sungai tempat Yin Mei berada, Ming Zhi pun kemudian menyadari, jika dia telah menempuh jarak yang sangat jauh hanya dalam beberapa saat saja.
‘ Hehh ..., Sepertinya aku terlalu berlebihan ..., ‘. Batin Ming Zhi sambil menggaruk kepalanya.
Memang sedari awal, Ming Zhi tidak mengira-ngira terlebih dahulu kekuatan yang akan dia keluarkan saat akan melesat ke depan. Dia tadi langsung mengeluarkan kekuatan penuhnya, karena dia memang tidak mengira jika pergerakannya ternyata akan secepat itu.
‘ Hmm ..., Aku masih belum terbiasa dengan kecepatan pergerakan yang tadi ...., Mungkin sebaiknya aku harus membiasakannya dari kecepatan yang rendah terlebih dahulu ...., ‘. Batin Ming Zhi.
Ming Zhi pun kemudian berniat untuk mempraktikkan keterampilannya lagi. Tetapi kali ini dia menyesuaikan terlebih dahulu daya lonjakkan Qi dari kakinya, dan juga mengatur kekuatan dari lompatannya.
Setelah semuanya siap, dia pun kemudian langsung melompat ringan ke depan. Kali ini pergerakannya lebih lambat dari yang sebelumnya, tetapi masih termasuk lumayan cepat juga. Dan tiap langkah dari kakinya tersebut berjarak lumayan jauh.
Dan setelah beberapa menit mempraktikkannya, dia pun kini sudah mulai terbiasa. Dia kemudian mencoba menambah daya lonjak Qi dan kekuatan kakinya, dan selaras dengan hal itu, kecepatan pergerakan dan jarak langkah kakinya pun kini juga ikut bertambah. Dan sekali lagi, dia mulai membiasakan diri dengan kecepatan tersebut.
Dia pun kemudian terus-menerus menambah daya lonjak Qi nya, setelah mulai terbiasa dengan kecepatan pergerakan sebelumnya. Sehingga lama-kelamaan, dia pun kemudian menjadi terbiasa dengan kecepatannya ketika mula-mula berlatih.
Dia menjadi sangat cepat dan terus bertambah cepat, sehingga, pergerakannya pun kini terlihat seperti menghilang di kegelapan malam.
Dan akhirnya setelah beberapa jam berlatih keterampilan tersebut, Ming Zhi pun kemudian menghentikannya.
‘ Huhh .., Keterampilan ini sungguh hebat ....! ‘. Ucap Ming Zhi senang dalam hati.
‘ Aku sungguh beruntung ...., Keterampilan ini melengkapi kelemahanku terhadap musuh bertipe kecepatan, dan juga serangan jarak jauh ...., ‘. Batinnya lagi.
Berkat keterampilan tersebut, Ming Zhi kali ini merasa sangat percaya diri jika harus melawan musuh yang kuat nantinya. Bahkan kecepatannya ketika berlatih tadi, mungkin sudah jauh melebihi pria yang dilawannya kemarin.
“ Huhh ..., Aku tidak bisa membayangkan akan seperti apa kecepatannya, jika sudah mempelajari keterampilan ini pada potensi penuhnya ....., “. Gumam Ming Zhi penasaran. Karena, dia memang belum mempelajari keterampilan tersebut sepenuhnya.
Dan setelah itu, dia pun kemudian merapikan bajunya, lalu kembali lagi ke pinggir sungai tempat di mana Yin Mei berada. Berkat keterampilan ular bayangannya, dalam beberapa saat saja dia sudah sampai di pinggiran sungai tersebut.
Ming Zhi kemudian melihat, jika Yin Mei saat ini masih tertidur dengan pulas. Dia pun kemudian kembali bersandar pada batu yang berada di pinggir sungai, sambil kemudian duduk bersila untuk mengatur pernafasannya.
Beberapa saat setelah itu, dia pun kemudian mengeluarkan 8 butir pil Pengumpul Qi dalam cincin ruangnya, bermaksud untuk kembali menaikkan levelnya satu tingkat dengan menggunakan pil tersebut.
Pada awalnya Ming Zhi memang tampak ragu-ragu, karena menurutnya sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Tetapi karena didorong oleh keinginannya untuk bertambah kuat dengan cepat, dia pun akhirnya memasukkan pil tersebut ke dalam mulutnya, dan mulai menyerap khasiatnya satu-persatu.
.................
__ADS_1
...
Malam pun akhirnya telah menjadi pagi. Di pinggir sebuah sungai yang mengalir ke arah utara, Ming Zhi pun akhirnya membuka matanya.
Dia saat ini telah menyelesaikan proses penyerapan Qi dengan bantuan pil Pengumpul Qi, sehingga dia pun kini telah kembali naik satu level menjadi level 5 dari tingkat fondasi Pengumpul Qi.
Dan kemudian langsung berdiri untuk melakukan peregangan ringan.
“ Huhh ..., Setelah semalaman tidak tidur, entah kenapa sekarang aku tidak merasa lelah sedikit pun ..., Ternyata memasuki tingkat fondasi Pengumpul Qi, dapat membawa manfaat lebih banyak dari yang kukira ...., “. Gumamnya.
‘ Baiklah ...! Ini saatnya aku melakukan rutinitas harianku ...., ‘. Tambahnya lagi dalam hati.
Ming Zhi pun kemudian melakukan pemanasan ringan, dan setelah itu dia kemudian mengeluarkan batu besar yang disimpannya dalam cincinnya. Dia kemudian langsung berlari menyusuri jalan setapak yang berada di sepanjang pinggiran sungai, sambil membawa batu besar tersebut di punggungnya.
Dan setelah merasa bahwa jaraknya sudah cukup jauh, dia pun kemudian kembali lagi ke tempat Yin Mei berada. Setelah sampai, dia kemudian melihat Yin Mei yang baru saja terbangun.
“ Umm ..., Kakak Ming ...., Mengapa kau selalu saja pergi diam-diam saat pagi ....?? “. Tanya Yin Mei sambil mengusap matanya.
Tetapi setelah memastikan pandangannya, entah kenapa dia kemudian merasa heran ketika melihat Ming Zhi yang saat ini sedang membawa sebuah batu raksasa di punggungnya.
“ Ehh ...? Mengapa Kakak Ming membawa batu besar itu ...?? “. Tanya Yin Mei sambil melihat ke arah batu raksasa tersebut.
“ Hehh ..., Tentu saja untuk melatih tubuh fisikku ...., “. Balas Ming Zhi sambil meletakkan batu raksasa tersebut di tanah, dan kemudian memasukkannya kembali ke cincin ruangnya.
“ Hmm ..., Bukankah Kakak Ming saat ini telah memasuki tingkat Pengumpul Qi ...?, Tetapi kenapa masih saja melatih kekuatan fisik ....?? “. Tanya Yin Mei heran.
“ Hehh ..., Bukankah tidak ada larangan untuk melatih kekuatan fisik setelah memasuki tingkat pengumpul Qi .....? Jadi, tidak ada salahnya bukan ....?? “. Balas Ming Zhi.
“ Hmm ..., Benar juga ...! “. Ucap Yin Mei.
Ming Zhi kemudian merasa heran, kenapa kebanyakan kultivator selalu lebih mengutamakan pengumpulan energi dalam tubuhnya, dibandingkan kekuatan fisik. Padahal, dengan melatih kekuatan fisik juga dapat membawa lebih banyak manfaat untuk pengembangan energi ke depannya.
“ Oh iya ..., “. Ucap Ming Zhi teringat sesuatu, yang kemudian membuka cincin ruangnya.
Dia pun kemudian mengeluarkan sebuah botol pil, yang kemudian langsung diserahkan pada Yin Mei.
“ Kakak Ming ...., Apa ini ....?? “. Tanya Yin Mei penasaran.
“ Bukalah saja ....! “. Balas Ming Zhi singkat.
Yin Mei pun kemudian langsung membuka botol pil tersebut. Dan seketika itu pula, aroma obat yang sedikit kuat dan menyengat pun keluar dari dalam botol pil tersebut.
“ Ehh ..., Bukankah ini adalah pil yang dihadiahkan oleh Tetua Akademi ...? Mengapa Kakak Ming memberikannya padaku ....? “. Tanya Yin Mei pada Ming Zhi.
“ Mmm ..., Itu benar ....! “. Balas Ming Zhi.
“ Tapi aku juga masih memiliki beberapa pil lainya ...., Jadi aku memberikan satu itu padamu ...! “. Tambahnya sambil memperlihatkan beberapa botol yang lain pada Yin Mei.
“ Ehh ..., Dari manakah kakak Ming mendapatkan semua pil ini ....?? “. Tanya Yin Mei yang seketika merasa terkejut setelah melihatnya.
“ Huhh ...., Kau ingat mayat pria tanpa kepala kemarin ....? “. Balas Ming Zhi bertanya.
“ Mmm ..., Tentu saja aku masih mengingatnya ....! “. Balas Yin Mei mengangguk.
“ Hmm ..., Aku mendapatkan semua pil tadi, dari cincin ruang pria itu ...., “. Ucap Ming Zhi.
“ Ternyata begitu ...., “. Balas Yin Mei.
“ Baiklah ...! Kalau begitu pil ini akan kugunakan sekarang ....! Supaya aku dapat memasuki tingkat pengumpul Qi dengan cepat ....!! “. Kemudian ucap Yin Mei bersemangat.
“ Hehh ..., Jangan terlalu terburu-buru ....! “. Balas Ming Zhi.
“ Sebaiknya kau perlu memasuki, setidaknya level 8 dari tingkat pengembangan fisik terlebih dahulu ....! “. Tambahnya memperingatkan.
“ Haahh ..., Mengapa harus seperti itu ....?? “. Tanya Yin Mei sedikit kesal.
“ Hehh ...., Itu karena, semakin tinggi tingkat pengembangan fisikmu, semakin murni pula Qi yang dapat kau hasilkan nantinya ..., “. Balas Ming Zhi.
“ Lagi pun, kemungkinan juga tubuh fisikmu saat ini masih belum cukup kuat untuk dapat menampung Qi ...., “. Tambahnya.
“ Hmm ...., Untuk mencapai level 6 tingkat pengembangan fisik saja, aku butuh berlatih selama 4 tahun ..., Berarti bukankah, aku harus berlatih lagi selama satu tahun lebih untuk bisa memasuki tingkat pengumpul Qi ...? “. Ucap Yin Mei sambil cemberut.
“ Hehh ...., Tentu saja itu tidak akan terlalu lama, jika kau berlatih dengan keras ..., “. Balas Ming Zhi.
Tetapi, Yin Mei kemudian hanya terdiam sambil terus memamerkan ekspresinya yang cemberut.
“ Heiii ..., Mana semangatmu yang kemarin ..., Bukankah kau berjanji untuk membantuku ....? “. Ucap Ming Zhi heran atas sikap Yin Mei.
“ Hmm ..., Baiklah ...., “. Ucap Yin Mei yang sedikit tidak semangat.
“ Tetapi, Kakak Ming harus berjanji satu hal padaku ...., Mulai saat ini, kakak Ming harus memanggilku Mei-Mei atau Xiao Mei ..., “. Ucap Yin Mei memberi syarat.
“ Hahh ..., Baiklah ..., “. Balas Ming Zhi menghela nafas.
Tapi entah kenapa, Yin Mei kemudian masih saja memamerkan ekspresi yang cemberut.
“ Umm ..., Ada apa ....? “. Tanya Ming Zhi yang kemudian heran.
Yin Mei hanya terdiam tidak membalas, sambil masih tetap mempertahankan ekspresinya sedari tadi. Ming Zhi pun kemudian menyadari sesuatu.
“ Hehh ..., Baiklah ..., Mei kecil ...., “. Ucap Ming Zhi menambahi panggilannya, sambil kemudian mengusap kepala Yin Mei.
Yin Mei kemudian mulai mengubah ekspresinya. Dia merasa senang dalam hatinya, karena Ming Zhi mengusap kepalanya.
“ Baiklah ..., Sebaiknya sekarang kita bersiap-siap .....! Kita harus melanjutkan perjalanan secepatnya ....! “. Kemudian ucap Ming Zhi.
“ Mmm ...., “. Balas Yin Mei mengangguk.
Mereka pun kemudian bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan mereka. Dan setelah semuanya siap, mereka pun kemudian langsung berangkat menyusuri jalan setapak yang mengarah ke utara tersebut.
“ Hehh ..., Baiklah ...., Sekarang aku akan memulai latihan pertamaku ...!! “. Kemudian ucap Yin Mei bersemangat.
“ Kalau begitu, Sampai jumpa kakak Ming ...! Akan kutunggu kau di depan sana ...!! “. Ucapnya lagi, sambil kemudian langsung berlari dengan cepat.
Dan melihat hal itu, Ming Zhi pun kemudian hanya menatapinya dengan heran.
‘ Hmm ..., Dia terlalu bersemangat ...., “. Ucap Ming Zhi dalam hati.
Meskipun sudah bersama dengan Yin Mei selama satu setengah hari, Ming Zhi tetap saja masih merasa heran dengan temperamen Yin Mei yang selalu berubah-ubah.
‘ Hehh ..., Tapi, ingin mengadu kecepatan denganku ya ....?? ‘. Kemudian tambahnya lagi sambil menyeringai.
Ming Zhi pun kemudian mulai mengalirkan Qi pada kakinya, bermaksud untuk menggunakan keterampilan gerakan ular bayangannya.
Dan setelah itu, dia pun kemudian langsung melonjakkan Qi nya dan melesat dengan cepat, mengambil jalan memutar ke arah padang rumput agar tidak diketahui oleh Yin Mei.
Dan hanya setelah belasan menit berlari, Ming Zhi pun kemudian telah sampai di sebuah persimpangan jalan berukuran lebar yang mengarah ke barat.
...ーーーーーーーーーー
...
STORY’S NOTATIONS :
(1) Xiao (小) : Kecil.
__ADS_1
Xiao Mei : Mei kecil . Panggilan untuk seseorang yang lebih muda.