Who Am I : I'M The Prince Of Dragon Kingdom (Indonesia) Part - 1 (Teaser)

Who Am I : I'M The Prince Of Dragon Kingdom (Indonesia) Part - 1 (Teaser)
Chapter 2 - Kembali Berlatih


__ADS_3

Setelah sampai di kota Danau Teratai, Ming Zhi tidak langsung pulang ke rumah bibinya, melainkan dia pergi ke bengkel Fan Xiong terlebih dahulu.


“ Paman Fan ...., Apakah kau ada di dalam ....? “. Teriak Ming Zhi dari luar bengkel.


“ Mmm ...., Masuklah ...!! “. Sahut Fan Xiong dari dalam bengkel.


Setelah memasuki bengkel, Ming Zhi kemudian melihat Fan Xiong saat ini sedang duduk dan bersantai.


Akan tetapi ketika melihat kedatangan Ming Zhi, entah kenapa Fan Xiong pun seketika langsung menegakkan badannya.


“ Hoiii ..., Bocah ...! Apa yang tadi kau lakukan ....?? Kenapa bajumu compang-camping ....? “. Tanya Fan Xiong merasa heran, ketika melihat baju Ming Zhi yang penuh lubang dan goresan.


“ Hehe ..., Ceritanya panjang Paman Fan ..., “. Balas Ming Zhi.


Ming Zhi pun kemudian menceritakan secara lengkap kejadian yang dialaminya kepada Fan Xiong. Namun dia tetap merahasiakan tentang patung naga yang ada di alam bawah sadarnya, karena dia sendiri pun juga masih belum mengetahui secara pasti tentang hal itu.


Setelah menceritakan secara terperinci tentang kejadian yang dialaminya, Ming Zhi kemudian melihat ekspresi Fan Xiong yang berubah menjadi terkejut.


“ Ka ..., Kau membunuh binatang roh .....? “. Tanya Fan Xiong terkejut.


Fan Xiong pun kemudian dengan cepat menghampiri Ming Zhi, dan langsung meremas pelan bahunya untuk mengecek tingkat pengembangan Fisiknya.


‘ I .., Ini ...., Kecepatan pengembangan fisik yang mengerikan ....! ‘. Pikir Fan Xiong terkejut.


“ Umm ...., Paman Fan .., Apakah ada masalah ....? “. Tanya Ming Zhi.


“ Tidak ..., Tidak ada masalah “. Balas Fan Xiong sambil melepaskan tangannya dari bahu Ming Zhi.


“ Hmm ..., Saat ini kau berada pada level 10 dari tingkat Pengembangan Fisik ...., Sepertinya, kau memang berbakat dalam Kultivasi .., “. Tambahnya.


“ Hehe ...., Paman Fan terlalu memuji ....!! “. Balas Ming Zhi sambil menggaruk belakang kepalanya malu.


Sebenarnya saat ini Fan Xiong masih merasa sedikit terkejut dan heran tentang kecepatan pengembangan fisik Ming Zhi. Karena semua Kultivator di benua Qilin pun mengetahui, jika mengembangkan kekuatan fisik itu sangatlah sulit jika sudah mencapai level yang tinggi.


Bahkan Kultivator yang sangat ahli sekalipun, setidaknya membutuhkan waktu sekitar 1 tahunan lebih untuk bisa meningkatkan kekuatan fisiknya dari level 8 ke level 9. Tetapi entah kenapa fakta tersebut dapat dipatahkan dengan begitu mudahnya oleh Ming Zhi.


Semenjak sekitar dua minggu yang lalu Ming Zhi masih berada di level 6, tetapi saat ini perkembangan fisiknya telah meningkat pesat menjadi level 10. Yaitu meningkat sebanyak 4 level dalam sekejap.


Dan hal lain yang membuat Fan Xiong merasa terkejut adalah, fakta bahwa Ming Zhi telah membunuh seekor binatang roh. Karena menurutnya, cukup mustahil bagi Ming Zhi yang masih mengandalkan kekuatan fisiknya untuk melawan binatang roh. Karena setidaknya, harus Kultivator ahli dalam tingkat energi lah yang dapat melawan binatang roh. Lagi pun Ming Zhi saat ini juga masih belum memiliki dasar keterampilan beladiri apa pun.


Akan tetapi, ketika melihat senyum polos remaja di depannya, entah kenapa dia pun seketika mengabaikan pemikirannya yang tadi.


' Hahh ...., Apakah mungkin, bocah ini secara tidak sengaja mendapatkan sebuah keberuntungan langit ....? ‘. Kemudian pikir Fan Xiong sambil menghela nafasnya.


Tetapi, apa pun itu, Fan Xiong saat ini harus bisa lebih memastikan, jika Ming Zhi ke depannya harus lebih berhati-hati.


“ Heii Bocah ....! Sebuah saran dariku ....! Jika kau memang ingin menjadi seorang Kultivator, kusarankan sebaiknya ke depannya kau harus bisa lebih bersikap rendah diri ...! “. Ucap Fan Xiong memberi saran.


“ Seperti yang pernah kukatakan kepadamu, dunia Kultivator adalah dunia yang kejam ....! Semakin berbakat dirimu, maka semakin banyak dan berat pula rintangan yang akan kau hadapi ke depannya ....! “. Tambahnya lagi memberi saran.


“ Umm .., Kalau begitu, apakah ke depannya aku harus lebih menghindari untuk menunjukkan kekuatanku secara penuh ....? “. Tanya Ming Zhi.


“ Mmm ...., Seperti itu lebih baik ....! Tapi, tentu saja kau bisa menggunakan kekuatanmu secara penuh saat kau dalam keadaan terdesak, atau saat yang mengancam nyawamu ....! Sementara untuk sisanya kau harus bisa lebih berhati-hati .....! “. Ucap Fan Xiong.


“ Mmm ..., Baiklah ..., Aku mengerti paman Fan .....! “. Balas Ming Zhi.


“ Hahh .., Baguslah ....! Kalau begitu, tunggulah di sini sebentar ....!! “. Kata Fan Xiong sambil kemudian menuju ke arah belakang.


Setelah beberapa saat menunggu, Ming Zhi kemudian melihat Fan Xiong menghampirinya dengan membawa sesuatu.


“ Nahh ..., Ambillah ....! “. Ucap Fan Xiong sambil menyerahkan sebuah buku pada Ming Zhi.


“ Umm ..., Buku apakah ini paman ...? “. Tanya Ming Zhi sambil melihat buku berwarna putih tersebut.


“ Itu adalah buku keterampilan bela diri .....! Buku itu adalah salah satu keterampilan yang pernah kupelajari saat kecil ...! “. Ucap Fan Xiong menjelaskan.


“ Bawalah, dan pelajarilah....! “. Tambahnya.


“ Wahh..., Terima kasih banyak paman....!! “. Ucap Ming Zhi senang.


“ Mmm ..., Teruslah giat berlatih ...! “. Balas Fan Xiong mengangguk.


“ Ingatlah satu hal ....! Tidak ada pendekar yang hebat di dunia ini ...! Yang ada hanyalah pendekar yang terlatih dan terus berlatih ...., ”. Tambahnya.


“ Mmm ..., Baiklah ...., Pesanmu akan selalu kuingat ..! “. Balas Ming Zhi.


“ Oh iya paman ..., Tadi, aku juga mengambil taring, beberapa daging, dan kulit ular itu ...., “. Ucap Ming Zhi sambil menunjukkan tumpukan daging dan kulit ular yang di ikat menggunakan tanaman merambat.


“ Dan .., Aku juga mendapatkan ini “. Tambah Ming Zhi sambil mengeluarkan Batu roh dari sakunya.


Fan Xiong pun kemudian menghampiri tumpukan daging dan kulit tersebut. Setelah mengamatinya selama beberapa saat, dia kemudian mengambil beberapa bagian kulit, dan taring ular tersebut.


“ Hmm ..., Taring dan kulit ini kualitasnya bagus ...!! “. Kemudian ucap Fan Xiong.


“ Berikanlah aku sarung tangan besimu ...! Aku akan menambahkan potongan taring ini pada ujung jarinya, dan kulit ular yang kuat dan lentur ini pada persendiannya .....!! “. Tambahnya.


“ Wahh ..., Kalau begitu, apakah nantinya sarung tangan besiku akan menjadi sarung tangan bercakar ....?? “. Tanya Ming Zhi antusias.


“ Mmm ..., Selain itu, gerakan tanganmu nantinya akan menjadi lebih fleksibel karena kulit ular yang lentur ini “. Balas Fan Xiong.


Setelah mengangguk dengan antusias, Ming Zhi pun kemudian langsung menyerahkan sarung tangan besinya kepada Fan Xiong.


“ Untuk daging itu, kau bisa mengonsumsinya untuk memperkuat tubuhmu, atau kau juga bisa menjualnya ...! “. Ucap Fan Xiong.


“ Dan untuk batu roh itu, kau bisa menyerap Qi yang ada di dalamnya, dan kemudian memasuki tingkat pengumpul Qi .., “. Tambah Fan Xiong.


“ Mmm .., Kalau begitu, aku hanya akan mengambil sebagian dari daging ini paman...., Dan sebagian lagi untuk paman saja ....!! ”. Ucap Ming Zhi.


“ Hehh ..., Tidak perlu ....! Kaulah yang telah membunuh Binatang Roh ini ..., Jadi, ambil saja semua dagingnya ...! “. Balas Fan Xiong.


“ Hehh ..., Ayolah paman ...!! Terima saja ....! Anggap saja ini adalah rasa terima kasihku, karena Paman telah banyak membantuku selama ini ....!! “. Ucap Ming Zhi memaksa.


“ Lagi pula ..., Kudengar, daging Binatang Roh itu sangat enak loh ......!! “. Tambahnya menggoda Fan Xiong, karena dia mengetahui bahwa pamannya tersebut sangat menyukai daging.


“ Hehh .., Dasar bocah licik .....! Baiklah, aku akan menerimanya .....!! “. Balas Fan Xiong.


“ Hehe ..., Itulah jawaban yang ingin ku dengar ....!! “. Ucap Ming Zhi tersenyum ringan.


Ming Zhi pun kemudian mengambil sebagian dari daging ular tersebut, dan mengikatnya lagi secara terpisah.


“ Kalau begitu ..., Aku akan pulang, paman ....!! Bibi pasti mengkhawatirkanku sekarang ...! “. Ucap Ming Zhi.


“ Mmm ..., Baiklah ..., Terima kasih untuk dagingnya ....! Dan juga, sampaikan salamku pada bibimu ...! “. Ucap Fan Xiong.


“ Mmm ...., “. Balas Ming Zhi menangguk.


“ Oh iya ..., Ambillah kembali sarung tanganmu minggu depan ..! Karena ini mungkin akan membutuhkan waktu yang sedikit lama .., “. Tambah Fan Xiong.


“ Juga berhati-hatilah ...! Anak dari wali kota itu, memanglah bukan anak yang baik .., “. Tambahnya lagi.


“ Mmm ..., Aku mengerti …! “. Balas Ming Zhi mengangguk.


Setelah mengucapkan salam perpisahan, Ming Zhi pun kemudian pergi dari bengkel Fan Xiong. Dia kemudian menuju ke arah pasar kota, untuk menjual sebagian dari daging ularnya.


Setelah sampai di pasar kota, Ming Zhi kemudian langsung menuju ke tempat penjualan daging binatang buas. Dan meskipun sudah malam, pasar kota tersebut masih ramai dengan para penjual dan pembeli.


Setelah beberapa kali menawar dan menaikkan harga, Ming Zhi akhirnya berhasil menjual sebagian daging tersebut dengan harga 2 keping emas. Ming Zhi merasa tak menyangka, jika dia kini telah menghasilkan 2 keping emas dari menjual sebagian kecil daging Binatang Roh tersebut.


Tetapi yang tidak dia ketahui adalah, ternyata harga untuk daging Binatang Roh mungkin bisa berkali-kali lipat dari itu. Hal tersebut dikarenakan, selain dari rasanya yang lezat, khasiat dari daging tersebut juga sangat berguna untuk pengembangan seorang Kultivator.

__ADS_1


Dan dengan uangnya yang sekarang, dia pun kemudian membeli tas keranjang untuk membawa daging yang tersisa, yang memang tidak ingin dijual olehnya. Dia pun kemudian juga pergi ke toko pakaian, untuk membeli dan mengganti pakaiannya yang compang-camping.


Para pelayan di toko tersebut, tidak ada yang menghampiri Ming Zhi dan menyambutnya, karena mereka mengira, bahwa Ming Zhi mungkin hanyalah anak miskin yang datang untuk melihat-lihat.


Dan setelah melihat-lihat beberapa model pakaian, Ming Zhi pun akhirnya memilih 1 set pakaian seharga 1 Perak. Meskipun saat ini dia memiliki banyak uang, dia tetap saja merasa harga tersebut lumayan mahal hanya untuk 1 set pakaian.


Satu set pakaian tersebut terdiri dari celana panjang hitam, kaos dalam hitam dan jubah selutut berwarna hitam dengan garis merah. Ming Zhi pun kemudian langsung menuju kaunter pembayaran untuk membayarnya.


Dan setelah sekalian mengganti pakaiannya di ruangan ganti toko tersebut, Ming Zhi pun kini menjadi lebih terlihat berbeda. Dia kini lebih terlihat seperti seorang pemuda yang gagah.


‘ Heh..., Ini terlihat lebih keren dari baju lamaku ..., ‘. Batin Ming Zhi.


Para pelayan yang tadi mengabaikannya, pun kini terpana melihat penampilan baru Ming Zhi. Dia pun kemudian hanya mengabaikan para pelayan tersebut, dan setelah itu langsung keluar dari toko.



Setelah sampai di rumah, Ming Zhi kemudian melihat bibinya yang sedang menunggunya dengan khawatir di teras rumah.


“ Ming Zhi .., Mengapa kau pulang larut malam ....? Apakah terjadi sesuatu padamu ...?? “. Tanya Lin Hua penuh khawatir.


“ Apakah kau baik-baik saja ...? Apa yang terjadi pada bajumu ...? “. Tambahnya yang terus mendesak Ming Zhi dengan berbagai pertanyaan.


“ Mmm ..., Tidak ada masalah bibi ....! Aku baik–baik saja “. Balas Ming Zhi.


Ming Zhi pun kemudian terpaksa berbohong pada Lin Hua, supaya tidak membuatnya khawatir.


Ming Zhi menceritakan kebohongan bahwa, dia menolong seorang pendekar yang terluka karena melawan binatang roh. Dan sebagai ucapan terima kasih karena Ming Zhi telah membantunya untuk merawat lukanya, pendekar tersebut pun kemudian memberi Ming Zhi daging binatang roh yang di bunuhnya.


“ Huhh ..., Syukurlah ...., Kalau kau baik-baik saja ...., “. Ucap Lin Hua lega.


“ Umm ..., Sebagian dari daging binatang roh tadi sudah kujual, dan uangnya kupakai untuk membeli pakaian yang baru ..., Dan ini sisa uangnya .... “. Ucap Ming Zhi sambil menyerahkan sisa uangnya pada Lin Hua.


“ Mmm ...., Bibi akan menyimpannya “. Balas Lin Hua.


“ Dan, Bibi juga akan memasak sisa daging ini untukmu .., “. Tambahnya.


“ Mmm ...., “. Balas Ming Zhi mengangguk riang.


Setelah selesai dimasak oleh Lin Hua, Ming Zhi pun kemudian langsung memakannya dengan lahap. Dan setelah selesai makan, Ming Zhi kemudian membantu Lin Hua untuk membereskan meja makan.


“ Umm ..., Bibi ....! Mungkin mulai besok aku akan berlatih bela diri ..., Aku ingin menjadi seorang pendekar yang kuat, agar dapat melindungi Bibi dan orang-orang yang berharga bagiku ..., “. Ucap Ming Zhi.


“ Hmm ..., Apakah kau sudah memikirkannya dengan matang mengenai hal ini, nak ...? “. Tanya Lin Hua.


“ Mmm ..., Tentu saja Bibi ...! Aku sepenuhnya merasa yakin ….! “. Balas Ming Zhi mengangguk.


“ Hmm ..., Aku menyetujui semua yang ingin kau lakukan nak ...! Asal kau tetap ingat, untuk selalu berhati-hati ...!! “. Balas Lin Hua.


“ Mmm .., Terima kasih bibi ...! ‘’. Ucap Ming Zhi senang.


“ Oh iya .., Dengar-dengar, ada tes masuk Akademi yang di adakan minggu depan ..., Apakah kau akan mengikutinya juga ...?? “. Tambah Lin Hua bertanya.


“ Mmm .., Aku akan mencobanya ...! “. Balas Ming Zhi sambil mengangguk.


...................


...


Keesokan harinya, saat matahari belum menampakkan sinarnya sepenuhnya, Ming Zhi melakukan rutinitas latihan pengembangan fisiknya di pinggiran hutan Wo, yaitu berlari sambil menggendong batu besar di punggungnya.


Setelah beberapa kali berlari, Dia pun kemudian menyudahi pelatihannya tersebut, lalu berniat untuk mencoba mempelajari buku keterampilan yang di berikan Fan Xiong padanya.


Buku berwarna putih tersebut memiliki judul “Tapak dan Cakaran beruang“ pada sampulnya. Ming Zhi pun kemudian langsung mempelajari setiap gerakan yang ada pada buku tersebut, dan mempraktikkannya.


Setelah melakukan setiap gerakan berulang-ulang, Ming Zhi kini mulai memahami dasar dari keterampilan tersebut.


‘ Tapi setelah mengombinasikan tapak dan cakarannya, gerakan ini menjadi agak kaku ‘. Batinnya.


‘ Hmm ..., Mungkin, aku harus memainkan tempo dalam setiap pergantian serangannya ‘. Batinnya lagi


Ming Zhi pun kemudian mencoba mengulangi gerakan itu lagi. Tetapi kali ini gerakannya lebih terlihat fleksibel, dengan kombinasi serangan tapak dan cakarannya yang saling melengkapi.


Dan di akhir gerakannya, Ming Zhi melakukan tapak beruangnya pada sebuah batu besar. Batu besar tersebut pun seketika hancur menjadi kepingan.


‘ Keterampilan yang sangat kuat .....!! ‘. Kemudian batin Ming Zhi terkejut.


‘ Heh ...., Setelah mempelajari keterampilan ini, aku berpikir, Paman Fan mungkin dulunya adalah seorang pendekar yang hebat .., ‘. Pikir Ming Zhi.


‘ Hmm .... Apakah mungkin, paman Fan dulunya berasal dari klan pendekar yang kuat ‘. Tanyanya lagi dalam hati.


Ming Zhi hanya bisa menebak jika Fan Xiong mungkin dulunya adalah seorang yang hebat, karena memang sedari dulu Fan Xiong selalu menolak untuk menjawab pertanyaan Ming Zhi mengenai kisah masa lalunya.


“ Hahh ..., “. Ming Zhi pun kemudian mengela nafas panjang.


“ Setelah kupikir-pikir, bahkan aku pun juga tidak mengetahui tentang siapa keluarga asliku .., “. Gumam Ming Zhi sambil tersenyum kecut.


“ Sebenarnya siapakah aku ..., Dan dari manakah aku berasal ....? “. Gumamnya lagi bertanya-tanya dalam hati.


Semakin memikirkan hal tersebut, semakin pula membuat Ming Zhi larut dalam perasaan muram.


“ Cihh ...., Tapi, masa bodoh dengan semua itu ....! “. Ucap Ming Zhi.


“ Apa pun yang terjadi, dan di mana pun itu berada akan kucari tahu sendiri tentang kisah masa laluku ...., Dan akan kucari tahu juga tentang rahasia patung naga yang ada dalam alam bawah sadarku ...!! “. Ucap Ming Zhi penuh tekad.


“ Dan kemudian ..., Akan kuukir Legendaku sendiri......!! “. Tambah Ming Zhi bersemangat.


...………………


...


Setelah menjelang siang, Ming Zhi pun kemudian menyelesaikan pelatihan fisik dan keterampilan beladirinya. Dia kemudian hanya duduk bersila untuk mengatur pernafasannya.


Dan setelah stabil, dia kemudian langsung mengeluarkan spirit stone dari sakunya.


‘ Hmm .., Sepertinya aku harus mulai mengumpulkan Qi dan memasuki tingkat pengumpul Qi ..., ‘. Gumam Ming Zhi.


Setelah diam mengamati spirit stone tersebut untuk beberapa saat, Ming Zhi pun kemudian langsung menempelkannya pada kedua telapak tangannya, untuk mulai menyerap Qi yang tersimpan di dalamnya.


Dan setelah beberapa saat kemudian, Ming Zhi mulai bisa merasakan aliran energi samar-samar yang melewati sepanjang meridian di seluruh tubuhnya. (1)


Aliran energi tersebut kemudian dengan cepat berkumpul di area perut, tepatnya dalam dantiannya. Ming Zhi dapat merasakan tetesan-tetesan kecil mengisi dantiannya tersebut. (2)


Setelah mengulangi setiap proses yang sama berulang-ulang, Ming Zhi merasakan jika dantiannya menjadi semakin melebar dan bertambah luas. Dia juga merasakan ada seberkas embun kecil dalam dantiannya.


Setelah beberapa jam kemudian, dia pun akhirnya menyelesaikan penyerapan Qi dari spirit stone tersebut.


Berkat Qi yang tersimpan dalam spirit stone tersebut, Ming Zhi langsung mengalami dua kali kenaikan tingkat.


‘ Huhhh ...., Jadi, seperti ini rasanya memasuki tingkat pengumpul Qi ....? Tubuhku rasanya di penuhi dengan energi yang meluap-luap ...! ‘. Gumam Ming Zhi sambil menyeringai.


‘ Dalam dantianku tadi, aku juga merasakan adanya seberkas embun yang kecil ..., Umm ..., Apakah itu adalah banyaknya Qi yang sudah kukumpulkan .....? ‘. Tanya Ming Zhi dalam hati.


‘ Hahh ..., Lupakan ...! Yang terpenting sekarang aku sudah berada di tingkat Pengumpul Qi level 2 ..., ‘. Batin Ming Zhi senang.


‘ Tapi, mungkin sekarang akan mulai sulit untuk mengumpulkan Qi, jika tidak menggunakan spirit stone ..., Dan juga, tidak akan semudah itu untuk menemukan binatang roh yang lain ‘. Gumam Ming Zhi dalam hati.


‘ Hahhh ...., Mungkin aku akan memikirkannya kembali di masa depan ..., ‘. Kemudian ucapnya mengabaikan hal tersebut.


Ming Zhi pun kemudian kembali dalam posisi duduk bersila, untuk mengatur pernafasannya dan menstabilkan Qi dalam tubuhnya. Dan setelah beberapa menit kemudian, dia pun akhirnya berdiri dan melakukan peregangan ringan.

__ADS_1


‘ Hmm ..., Meskipun saat ini aku sudah memiliki Qi dalam tubuhku, tapi aku masih belum mengetahui cara untuk mengeluarkannya ..., Seperti seseorang yang memiliki suara merdu, tetapi tidak bisa bernyanyi ...., ‘. Batin Ming Zhi.


‘ Baiklah ...! Mungkin mulai sekarang aku juga harus melatihnya ....! ‘. Batinnya lagi.


Ming Zhi pun kemudian langsung memejamkan matanya, ingin mencoba merasakan terlebih dahulu Qi yang ada di dantiannya, dan kemudian mencoba untuk mengeluarkannya melalui meridian yang ada di tubuhnya.


Dan setelah beberapa menit berlalu, hembusan angin kecil pun tiba-tiba keluar dari tubuh Ming Zhi. Dia pun lalu membuka matanya, dan kemudian langsung melakukan gerakan tapak di udara kosong.


Dan riak energi tak kasat mata pun kemudian keluar dari telapak tangan Ming Zhi, yang kemudian langsung mengenai pohon yang ada di depannya. Riak energi tersebut kemudian membuat pohon itu membekas seperti telapak tangan yang kecil.


‘ Wahh ..., Keren ....!! ’. Kemudian batin Ming Zhi antusias.


‘ Walaupun hanya riak energi kecil, tapi dapat membuat bekas seperti itu ...., ‘. Tambahnya senang.


Menyadari keberhasilan pertamanya, Ming Zhi pun merasa sangat senang, karena dia akhirnya dapat mempelajari teknik penyerangan jarak jauh.


‘ Huhh ..., Tapi untuk mengeluarkannya secara penuh, ternyata tak semudah yang kubayangkan ‘. Tambahnya lagi .


‘ Baiklah ..., Sekali lagi ...!! ‘. Kemudian Ucap Ming Zhi dalam hati dengan penuh semangat.


Dia pun kemudian mencobanya kembali. Tetapi kali ini, dia mencoba mengalirkan lebih banyak Qi nya. Dan setelah cukup terkumpul di tangannya, dia kemudian langsung mengibaskan ke depan sambil menjaga Qi nya tetap stabil.


Seberkas angin pun kemudian berembus cukup kencang hasil dari kibasan tangan Ming Zhi. Angin tersebut kemudian menggugurkan banyak daun dari pohon-pohon.


“ Huhh ..., Sepertinya, ini sudah lumayan ..., “. Ucap Ming Zhi menghela nafas.


“ Tapi, aku harus lebih membiasakannya lagi “. Tambahnya.


Ming Zhi pun kemudian terus mencobanya berkali-kali. Dan setelah beberapa jam mencobanya, dia pun akhirnya tergeletak karena kelelahan.


‘ Hahh ...! Ini sangat melelahkan ..., ‘. Batin Ming Zhi sambil terengah-engah.


‘ Tapi sepertinya, aku sudah mulai terbiasa untuk mengatur energi Qi ku ..., ‘. Tambahnya dalam hati.


Dia pun kemudian, memosisikan tubuhnya untuk bersila dan memejamkan matanya. Dia mencoba untuk mengatur kembali pernafasannya. Sampai menjelang sore kemudian, dia baru membuka matanya.


‘ Umm ...., Sepertinya aku terlalu asyik berlatih sehingga tidak menyadari jika hari mulai gelap ‘. Kemudian ucap Ming Zhi dalam hati.


‘ Mungkin latihannya akan kulanjutkan esok hari saja .., ‘. Tambahnya.


Setelah merapikan bajunya, Ming Zhi pun kemudian langsung pulang menuju ke rumahnya.


...................


...


Dan keesokan harinya, Ming Zhi pun kembali lagi ke pinggiran Hutan Wo untuk melakukan rutinitas pelatihan fisiknya.


Meskipun dia saat ini sudah mencapai tingkat pengumpul Qi dari pembangunan fondasi, dia tetap berniat untuk melatih tubuh fisiknya dengan membawa batu setinggi rumah kecil sambil berlari.


Setelah melakukan pemanasan dengan melatih tubuhnya, Ming Zhi kemudian melatih jurus yang dipelajarinya kemarin.


Dia melakukan gerakan tapak dan cakaran beruang berulang-ulang. Dan kini dia semakin mahir mengombinasikan antara tapak dan cakarannya, sehingga pergerakannya semakin halus dan fleksibel.


“ Huhhh ..., Pelatihan ini sangat melelahkan “. Kemudian ucap Ming Zhi sambil terengah-engah.


“ Tapi kini aku semakin mahir dalam jurus ini ..., Dan keefektifannya jurusnya mulai terlihat ..., “.


“ Hehh ...., Aku penasaran, jika aku mencoba mengombinasikan Qi pada jurus ini, akan seperti apakah hasilnya ....? “. Kemudian ucap Ming Zhi penasaran.


Dia pun kemudian memejamkan matanya dan memfokuskan seluruh indranya. Dan setelah beberapa saat, dia pun kemudian membuka matanya dan langsung mencoba untuk melakukan gerakan tapak dan cakaran beruang.


Di tengah gerakan jurus tersebut, aliran Qi kemudian merembes keluar dari tubuh Ming Zhi. Tetapi hanya beberapa saat setelahnya, aliran Qi tersebut tiba-tiba terpecah dan menghilang. Ming Zhi ternyata gagal dalam percobaan pertamanya.


‘ Huhh ...., Sudah kuduga ini tidak akan semudah yang kukira ‘. Batin Ming Zhi.


‘ Baiklah ...., Sekali lagi ....!! ’. Tambahnya antusias.


Ming Zhi pun kemudian melakukannya sekali lagi. Kali ini dia mencoba untuk lebih fokus, agar aliran Qi nya tidak terpecah. Tetapi setelah melakukan gerakannya, dia masih saja gagal.


Tetapi Ming Zhi tidak patah semangat. Dia kemudian terus Mencobanya berulang-ulang, sampai akhirnya matahari pun hampir terbenam.


‘ Huhhh .., Ini menjadi sangat sulit ‘. Batin Ming Zhi.


‘ Tetapi pada gerakan terakhir tadi, sepertinya aku sudah hampir berhasil ‘.


‘ Mungkin akan kulanjutkan besok lagi saja ‘. Batin Ming Zhi menghela nafas.


Setelah itu dia pun pulang untuk mengistirahatkan tubuhnya yang lelah.


...................


...


Dan pada keesokannya lagi, Ming Zhi pun mengulangi pelatihan yang sama seperti kemarin. Ming Zhi kemudian terus-menerus mengulangi pelatihan yang sama, sampai tiga hari kemudian.


Dia berniat mempersiapkan diri, demi mengikuti tes seleksi masuk akademi yang diadakan tiga hari yang akan datang.


Dan dalam setiap pelatihannya, dia menjadi semakin mahir menggunakan Qi dalam setiap gerakan jurusnya.


Dan setelah mengeluarkan Qi berulang-ulang dalam pelatihannya, meridian-meridian yang ada dalam tubuhnya juga berkembang semakin lebar. Sehingga, kini Ming Zhi menjadi semakin terbiasa dan lancar dalam mengeluarkan Qi yang ada dalam tubuhnya.


Dia juga menyadari, jika perkembangan fisiknya juga terus berkembang walaupun dia saat ini sudah berada diatas level 10.


‘ Hmm ...., Mungkin kira-kira perkembangan fisikku saat ini sudah berada di level 12 ..., ‘. Batin Ming Zhi.


‘ Tapi ini sangat aneh, bahkan para kultivator fisik saja sangat sulit untuk mengembangkan fisiknya setelah mencapai level 10 ..., Tetapi setelah melatihnya, kenapa menurutku ini sangat mudah .....? ‘. Tanya Ming Zhi heran.


‘ Apakah aku memang berbakat menjadi kultivator fisik .....?? “. Tambahnya heran.


Kultivator juga dapat di bagi menjadi, kultivator fisik dan kultivator energi.


Kultivator fisik biasanya hanya melatih keunggulan fisiknya saja, jadi para kultivator ini terus melanjutkan pelatihan fisiknya walaupun telah mencapai level 10. Dan kebanyakan dari Kultivator fisik berasal dari ras Raksasa/Ogre.


Sedangkan untuk kultivator energi, kebanyakan dari para kultivator ini hanya fokus untuk mengolah Qi nya saja.


Para kultivator energi juga biasanya tidak memedulikan perkembangan fisiknya. Jadi setelah merasa tubuhnya cukup mampu untuk mengumpulkan dan menampung Qi, para kultivator ini langsung memasuki tingkat pengumpul Qi.


Dan kebanyakan dari para kultivator tersebut, mereka langsung memasuki tingkat pengumpul Qi, walaupun hanya memiliki tingkat pengembangan Fisik yang masih rendah atau masih di bawah level 10.


“ Hahh ..., Apa pun itu ..! Jika itu adalah hal yang bagus, kenapa harus aku keluhkan ...? “. Ucap Ming Zhi menghela nafas.


“ Huhh ...., Besok adalah hari seleksi Akademi ..., Aku harus berusaha keras .....!! “. Tambahnya dengan penuh semangat.


Dia pun kemudian menyudahi pelatihannya lebih awal dari biasanya, dan kemudian langsung pulang menuju ke rumahnya.


Sesampainya di rumah, Ming Zhi pun kemudian langsung menuju kamarnya dan kemudian duduk bersila di atas kasur.


Dia mencoba untuk mengumpulkan energi dari alam, dan kemudian mengondensasikannya menjadi Qi dalam dantiannya. Dia melakukan itu sampai keesokan paginya.


... ーーーーーーーーーー


...


STORY’S NOTATIONS :


(1) Meridian adalah saluran yang ada dalam tubuh para kultivator (seperti nadi dan vena) yang berguna untuk mengalirkan Qi ke dalam tubuhnya, maupun sebaliknya.


(2) Dantian adalah tempat penampung Qi yang sudah dikumpulkan. Terletak sekitar 2-3 jari di bawah pusar. 

__ADS_1


__ADS_2