Who Am I : I'M The Prince Of Dragon Kingdom (Indonesia) Part - 1 (Teaser)

Who Am I : I'M The Prince Of Dragon Kingdom (Indonesia) Part - 1 (Teaser)
Chapter 5 - Yin Mei


__ADS_3

Setelah beberapa jam menyerap khasiat dari pil penyembuh, luka-luka di tubuh Ming Zhi pun kini berangsur-angsur pulih. Beberapa sayatan yang semula memenuhi tubuhnya, kini telah menutup dan hampir menghilang tak berbekas.


Setelah beberapa saat kemudian, Ming Zhi pun akhirnya membuka matanya. Dia kemudian menarik nafas panjang, lalu menghembuskannya secara perlahan.


‘ Huhh .., Pil yang ajaib ...., ‘. Batin Ming Zhi.


‘ Berkat kemampuan regenerasi tubuhku dan khasiat dari Pil Penyembuh ini, luka-lukaku bisa pulih dengan cepat ....., ‘. Ucapnya dalam hati senang.


‘ Hmm ...., Kemungkinan besar, pastinya ini adalah Pil tingkat tinggi yang berkualitas baik ...., ‘. Tambahnya menerka.


‘ Hahh ..., Kutarik kata-kataku tadi ..., Ternyata dia adalah seorang pendekar wanita yang dermawan ....!! ‘. Tambahnya lagi dalam hati.


Ming Zhi pun kemudian berdiri dan melakukan peregangan ringan.


Dan setelah itu, dia kemudian langsung menuju ke arah mayat pria yang tanpa kepala tersebut. Entah kenapa pandangannya kemudian menuju ke arah cincin yang dipakainya.


‘ Hehhh ...., Ternyata dia juga memiliki cincin ruang ..., ‘. Batin Ming Zhi yang kemudian mengambil cincin ruang tersebut.


‘ Tetapi .., Entah apa yang ada di dalamnya ..? ‘. Tambahnya bertanya dalam hati.


‘ Hahhh ...., Mungkin lain kali saja kuperiksa .....!! ‘. Tambahnya lagi, sambil kemudian menyimpan cincin tersebut di sakunya.


Dia pun kemudian menuju ke arahnya datang pertama kali, berniat untuk kembali ke rombongan akademi. Akan tetapi hanya setelah beberapa langkah, Ming Zhi tiba-tiba mendengar suara langkah kaki dari arah pepohonan yang gelap di depannya.


Dia pun seketika memasang sikap waspada, karena dia berpikir itu mungkin adalah komplotan lain dari Pria yang menyerangnya tadi.


Dan di balik pepohonan yang gelap, Ming Zhi kemudian melihat seseorang yang keluar. Akan tetapi yang tidak disangkakan oleh Ming Zhi, seseorang tersebut ternyata adalah seorang gadis perempuan.


“ Ehhh ..., Bukannya kau adalah Long Ming Zhi ...?? “. Kemudian ucap gadis tersebut ketika melihat Ming Zhi.


“ Mmm ..., Dan kau bukannya ..., Murid perempuan yang setim denganku ....?? “. Ucap Ming Zhi membalas, yang ternyata dia adalah seorang gadis yang di kenalinya.


Gadis tersebut adalah Yin Mei. Dia juga merupakan salah satu Murid yang baru lolos seleksi. Dia berasal dari kota Wo, yang juga merupakan anak dari Walikota Wo. Dia baru berusia 14 tahun, yaitu selang dua tahun dari usia Ming Zhi. Dan di kota Wo, dia dianggap anak yang paling berbakat dari anak seusianya.


Dia juga merupakan peserta termuda dalam tes seleksi akademi. Saat tes seleksi, nilai dari tes fisiknya hanya satu tingkat di bawah Xiao Hei. Dan ketika pembagian tim, dia tergabung dalam tim pengumpul makanan, yaitu satu tim yang sama dengan Ming Zhi.


“ Mmm ..., Itu benar ..., Kau dapat memanggilku Yin Mei ..., “. Balas gadis itu mengangguk.


“ Hmm ..., Tapi, mengapa kau bisa sampai di sini ....?? “. Kemudian tanya Ming Zhi heran.


“ Umm .., Sebenarnya ..., Saat sedang mencari bahan makanan, aku tiba-tiba bertemu dengan binatang roh yang sangat besar .....!! Dan karena aku sangat takut, aku pun berlari menjauhinya ..., “. Ucap Yin Mei memberi penjelasan.


“ Ehh ..., Binatang Roh ...? “. Sahut Ming Zhi.


“ Mmm ..., Dan entah kenapa, tiba-tiba aku menjadi tersesat ....., Dan saat mencari jalan pulang, aku pun kemudian bertemu denganmu di sini ...!! “. Ucap Yin Mei sambil tersenyum riang.


' Hehh ..., Bagaimana mungkin dia bisa tersesat ...?? '. Batin Ming Zhi heran.


“ Huhh ..., Sayangnya, aku belum menemukan satupun tanaman atau bahan makanan lainnya ..., “. Ucap Yin Mei.


“ Hmm ..., Mungkin, seharusnya kau bergabung dengan Tim memasak saja yang rata-rata anggotanya adalah Murid perempuan ....., “. Ucap Ming Zhi.


“ Humm ...., Tetapi, sayangnya aku pun tidak bisa memasak ...., “. Balas Yin Mei.


“ Hehh ..., Ternyata begitu ..., “. Ucap Ming Zhi sambil tersenyum datar.


“ Kalau begitu, sebaiknya kita kembali saja ke rombongan ..., Karena, hutan ini juga sudah semakin gelap ..., “. Kemudian ucap Ming Zhi.


" Hmm .., Tapi kan ..., Saat ini, aku belum menemukan satupun bahan makanan ..., “. Balas Yin Mei.


“ Tidak masalah ...! Karena aku sudah menemukan banyak sekali bahan makanan ..., Dan itu mungkin sudah cukup untuk seluruh rombongan ..., “. Ucap Ming Zhi.


“ Hmm ..., Kalau begitu baiklah ....! “. Balas Yin Mei mengangguk.


Mereka pun kemudian berniat untuk kembali ke rombongan. Akan tetapi, entah kenapa pandangan Yin Mei kemudian menyasar pada sesuatu yang lain.


“ Tunggu sebentar ...!! Ini ..., Ke .., Kenapa bisa ada mayat di sini ....?! “. Ucap Yin Mei yang seketika merasa terkejut, ketika melihat sebuah mayat tanpa kepala.


“ Apakah kau yang telah membunuhnya .....??, “. Kemudian tanyanya pada Ming Zhi.


“ Hehh ..., Tentu saja bukan aku ..., “. Balas Ming Zhi.


Ming Zhi pun kemudian terpaksa berbohong pada Yin Mei.


Dia menceritakan kebohongan, bahwa saat dia sedang mencari bahan makanan, dia kemudian menemukan pria tersebut sedang berhadapan dengan binatang buas. Pria tersebut kemudian terluka parah karena serangan binatang buas tersebut.


Ming Zhi pun kemudian bergegas untuk menolongnya. Akan Tetapi Ming Zhi ternyata terlambat. Binatang buas tersebut pun kemudian berlari dengan sangat cepat untuk menyerangnya. Dan pada akhirnya, pria tersebut pun kemudian mati dalam keadaan tanpa kepala, karena serangan binatang buas itu yang menyasar ke kepalanya.


“ Hmm ...., Ternyata begitu ..., “. Ucap Yin Mei.


‘ Ehh ..., Dia percaya ....?? ‘. Batin Ming Zhi heran.


“ Tunggu ..., Kalau begitu, bukankah binatang buas itu masih ada di sekitar sini ....?? “. Tanya Yin Mei pada Ming Zhi.


“ Ohh ..., Kalau binatang buas itu ..., Dia ada disini ....., “. Ucap Ming Zhi yang kemudian mengeluarkan mayat banteng liar yang sudah di bunuhnya dari cincin ruangnya.


Dan seketika itu pula, mayat banteng liar tersebut kemudian muncul tepat di sebelah Yin Mei. Dan ketika melihat hal itu, Yin Mei pun kemudian menjadi sangat terkejut dan langsung berteriak.


“ Ahhh .., Pergi ...!! Menjauh dariku ....!! “. Ucap Yin Mei ketakutan, yang kemudian tiba-tiba saja berlari menjauh ke arah pepohonan yang gelap.


“ Heiii ..., Tunggu sebentar ....! Kau berlari ke arah mana .....? “. Ucap Ming Zhi memperingatkan Yin Mei.


Akan tetapi tidak ada satu pun balasan dari Yin Mei. Dia kini semakin menjauh ke dalam hutan.


‘ Cihhh ...., Dia tidak mendengarku ..., Dasar gadis yang aneh .....!! ‘. Batin Ming Zhi kesal dalam hati.


‘ Huhhh ...., Kenapa setiap perempuan yang kutemui hari ini semuanya sangat aneh ...., ‘. Batinnya lagi frustrasi.


Ming Zhi pun kemudian langsung memasukkan kembali mayat banteng liar tersebut, lalu mengejar Yin Mei ke arahnya tadi berlari.


...................


...


Sementara itu, di tempat para rombongan Murid Luar dari akademi Huo Shan. Ada beberapa orang Murid yang berlari dengan cepat menuju ke arah rombongan tersebut. Beberapa Murid tersebut, adalah para anggota dari tim pengintai.


Mereka kemudian langsung menuju ke tempat berkumpulnya para Tetua Akademi.


“ Lapor Tetua ......!! Ada salah satu Murid dari rombongan kita yang menghilang .....!! “. Ucap salah satu dari Murid tersebut.


“ Hmm ..., Benarkah ...??, “. Ucap Tetua tersebut.


“ Mmm ..., Itu benar Tetua ....., Kami sudah berusaha mencarinya kemanapun ..., Tetapi, tetap saja tidak ada jejak ..., “. Balas Murid tersebut.


“ Siapakah namanya ....? Mengapa dia bisa tiba-tiba menghilang ....?? “. Tanya Tetua tersebut heran.


“ Tetua ...., Nama murid yang hilang itu adalah Long Ming Zhi ....., “. Balas Murid tersebut.


" Long Ming Zhi ....? Bukankah dia adalah Murid yang mendapatkan nilai tertinggi dalam tes seleksi kemarin ....?? ". Tanya Tetua tersebut.


“ Mmm ...., Itu benar Tetua ...., Kami pada awalnya menerima laporan dari tim pengumpul makanan bahwa salah satu anggota mereka belum kembali sampai saat ini ...., Tetapi setelah berusaha mencarinya, kami tidak bisa menemukannya dimanapun ..., Mungkin saja dia dibunuh dan di makan oleh binatang buas di dalam hutan .....! “. Ucap Murid yang lain menyahuti.


“ Atau .., Mungkin saja dia berubah pikiran untuk pergi ke akademi, dan kembali lagi ke kota ..., “. Sahut yang lain lagi.


“ Hmm ...., Kalau pun dia berubah pikiran, dia seharusnya melapor padaku terlebih dahulu ..., “. Ucap Tetua tersebut.


“ Tetap lanjutkan pencarian ....!! Apapun yang terjadi kita harus menemukan Murid itu ....! Karena mungkin saja dia sedang tersesat ..., “. Tambahnya memerintahkan para Murid dari tim pengintai itu.


“ Ketua ..., Bagaimana jika kita masih tidak dapat menemukan Murid itu sampai besok ...? Apakah nantinya kita akan menunda keberangkatan rombongan terlebih dahulu ...? “. Kemudian tanya salah satu Tetua akademi yang lain.


“ Hmm ..., Entahlah ...! Jika Murid itu memang tidak bisa diketemukan sampai besok, mungkin kita harus menunda keberangkatan terlebih dahulu ...., “. Balas Ketua Tetua tersebut.


“ Hanya saja ..., Aku tidak tahu harus berkata apa pada dewan tetua besar akademi nantinya, jika kita masih harus mengulur waktu beberapa hari ...., “. Tambahnya menghela nafas.


“ Tetua ..., Jika saya boleh menyarankan, sebaiknya kita harus tetap melanjutkan perjalanan untuk besok. Dengan, ataupun tanpa Murid itu ...., Karena dengan keadaan hutan Wo yang penuh dengan bahaya, kemungkinan besar Murid itu pasti sudah tewas terbunuh binatang buas, atau mungkin bahkan binatang roh ..., “. Kemudian ucap salah satu dari Murid pengintai, memberi saran.


“ Mmm .., Itu benar Tetua ....., Lagipula perjalanan kita nantinya masih sangat panjang ..., Dan pastinya akan membuang waktu secara percuma, jika kita menunda keberangkatan untuk melakukan pencarian berhari-hari ...., “. Sahut Murid yang lain.


Mendengar saran tersebut, Tetua akademi itu pun kemudian memikirkan sesuatu.


Dia merasa sedikit dilema, harus memilih untuk meninggalkan Ming Zhi yang menurutnya merupakan seorang murid yang memiliki bakat bagus, atau harus tetap melanjutkan pencarian yang sedikit tidak pasti.


Tetapi jika mereka tetap melanjutkan pencarian, tidak bisa dipungkiri bahwa mereka mungkin akan menemukan masalah yang lebih lagi. Karena memang hutan Wo adalah hutan yang sangat misterius dan cukup berbahaya bagi sebagian besar kultivator. Masih banyak rahasia yang belum terungkap mengenai hutan tersebut.


Jadi semakin lama mereka tinggal di hutan Wo, pasti akan semakin banyak pula permasalahan yang mungkin akan mereka hadapi nantinya.


Memikirkan hal tersebut, ketua dari tetua perwakilan akademi itupun kemudian hanya menghela nafasnya.


“ Hahh ..., Kurasa kata-katamu ada benarnya juga ...! Jika sampai besok murid itu masih belum ditemukan, mungkin kita akan terpaksa meninggalkannya ...., “. Balas Ketua Tetua tersebut.


Dan mendengar tetua tersebut yang menyetujui sarannya, entah kenapa Murid dari tim pengintai itupun kemudian menyunggingkan senyum seringainya.


‘ Hehhh ..., Mencarinya ...? Dia sebenarnya telah menghilang untuk selamanya ....! ‘. Batin Murid tersebut.


Murid tersebut tidak lain adalah Xiao Hei. Dan para Murid tim pengintai lain yang bersamanya, adalah para sepupu-sepupunya yang telah bersekongkol dengannya.

__ADS_1


Dia dan para sepupunya, mencoba untuk mengelabui Tetua tersebut atas kejadian hilangnya Ming Zhi. Karena, dia merasa sangat yakin bahwa Ming Zhi pasti telah terbunuh oleh Kultivator yang dibayarnya.


“ Maaf Tetua ..., Lapor ....!! “. Tiba-tiba seorang Murid yang merupakan anggota dari tim pengumpul makanan datang untuk melapor.


“ Salah satu dari anggota kami kembali menghilang ..., Dia adalah seorang gadis bernama Yin Mei ...., Saat sedang mencari bahan makanan, dia tiba-tiba saja terpisah dari tim ...., “. Tambah Murid tersebut menjelaskan.


“ Apa ....!! Kenapa sekarang yang hilang menjadi dua orang .....! “. Ucap Tetua yang seketika merasa sangat frustrasi.


“ Umm, Tetua ..., Mungkin saja mereka berdua telah bersekongkol untuk berubah pikiran, dan kembali lagi ke kota Danau Teratai ..., “. Ucap Xiao Hei yang semakin memanas-manasi Tetua tersebut.


“ Hmm ..., Apa pun itu alasannya, tetap lanjutkan pencarian ....!! Pastikan juga semua murid dari tim manapun tetap berada dalam area rombongan ...., Mulai dari sekarang semua tim akan di awasi langsung oleh tetua akademi ...., Dan jika memang sampai besok kedua Murid itu masih belum ditemukan, dengan sangat terpaksa kita akan meninggalkan mereka berdua ...., “. Ucap Ketua Tetua tersebut tegas.


“ Baik ..., “. Balas mereka dengan serempak.


...................


...


Di malam yang gelap, di area terdalam hutan yang rimbun, Ming Zhi pun akhirnya menemukan keberadaan Yin Mei. Tetapi ketika mereka hendak kembali menurut arah mereka datang, entah kenapa mereka kemudian menjadi tersesat.


Meskipun area hutan tersebut masih diterangi oleh cahaya bulan yang remang-remang, akan tetapi entah kenapa area di sekitar mereka kini diselimuti oleh kabut yang sangat tebal, sehingga menghalangi pandangan mereka.


Mereka bahkan tidak mengetahui di area hutan sebelah mana saat ini mereka berada.


“ Heiii ..., Ming Zhi ...., Apakah kita tersesat .....?? “. Kemudian tanya Yin Mei pada Ming Zhi, karena setelah berjalan cukup lama mereka belum juga menemukan keberadaan dari rombongan.


“ Cihh ...., Itu salahmu, karena tiba-tiba berlari tanpa berpikir panjang ..., “. Balas Ming Zhi kesal.


“ Humm ..., Itu kan juga salahmu ..., Kenapa kau tiba-tiba mengeluarkan mayat binatang yang besar dan menakutkan itu di sampingku ....., “. Ucap Yin Mei sambil cemberut.


“ Hahhh ..., Lupakan .....!! Sebaiknya kita terus mencari jalan keluar dengan menelusuri hutan ini terlebih dahulu ..., “. Balas Ming Zhi.


“ Wahh ....., Apakah itu berarti, kita akan menjelajah hutan dan berpetualang .....? “. Ucap Yin Mei antusias.


“ Hmm ...., Tentu saja tidak .....!! Kita harus menemukan jalan untuk kembali ke rombongan ....., “. Balas Ming Zhi.


“ Ternyata begitu ......, “. Gumam Yin Mei sedikit kecewa.


Mereka pun kemudian terus menyusuri hutan yang luas dan cukup gelap tersebut, untuk mencari jalan kembali ke rombongan.


“ Ahhhh ..., Ming Zhi tolong ...! Ada ular di sini .....!! “. Tiba-tiba Yin Mei berteriak ketakutan sambil memejamkan mata.


“ Heiii ...., Lihatlah dengan baik .....!! Itu hanyalah tanaman merambat ......, “. Balas Ming Zhi datar.


Yin Mei kemudian membuka matanya. Dan benar saja, ternyata itu hanya tanaman yang merambat dari semak belukar.


“ Huufft ..., Syukurlah ...! “. Ucap Yin Mei lega.


“ Heii .., Ming Zhi ..., Apakah kau tidak merasa takut ....? “. Kemudian tanyanya pada Ming Zhi.


“ Hmm ..., Memangnya apa yang perlu aku takutkan ...? “. Balas Ming Zhi bertanya.


“ Umm .., Bagaimana jika nantinya ada binatang roh yang tiba-tiba muncul dan menyerang kita ....? Bukankah, kita akan berakhir mengenaskan di hutan yang menyeramkan ini .....?? Hiiii ...! Memikirkannya saja sudah membuatku takut ...., ". Ucap Yin Mei.


“ Hehh ..., Bukankah tadi kau sangat bersemangat untuk menelusuri hutan ...? Tetapi mengapa sekarang kau merasa takut ....? “. Tanya Ming Zhi heran.


“ Hmm ..., Sebenarnya, dulu aku memang sering berburu binatang buas bersama ayahku di hutan ...., “. Balas Yin Mei.


“ Ayahmu ....? Maksudmu Walikota Wo .....?? “. Tanya Ming Zhi.


“ Mmm ...., Tentu saja ....., “. Balas Yin Mei mengangguk.


“ Dan, dari situlah aku kemudian menyukai petualangan, lalu menemukan hal-hal yang baru ...., “. Kata Yin Mei.


“ Tetapi ..., Aku akan menjadi sangat takut ketika ada sesuatu yang mengerikan, tiba-tiba berada sangat dekat denganku ...., Karena, aku bukanlah petarung jarak dekat ...., “. Tambahnya menjelaskan.


' Hehh ..., Jadi itu alasan, mengapa dia merasa ketakutan seperti tadi ...? '. Batin Ming Zhi sambil tersenyum datar.


“ Hmm ..., Lalu, apa keahlianmu ......??, “. Kemudian tanya Ming Zhi pada Yin Mei.


“ Umm ..., Aku berbakat dalam memanah ...., “. Balas Yin Mei.


Yin Mei pun kemudian mengeluarkan sesuatu dari tas punggungnya. Dan ternyata, Itu adalah sebuah busur lipat.


Busur lipat tersebut dapat membuka lipatannya, dari yang semula pendek kemudian berubah menjadi busur yang panjang. Dan dapat dilipat kembali menjadi tongkat kecil yang melengkung supaya lebih mudah disimpan.


‘ Hmm ..., Senjata yang cukup praktis ......, “. Batin Ming Zhi.


“ Baiklah ..., Akan kutunjukkan padamu keahlianku ...., “. Ucap Yin Mei.


Anak panah tersebut kemudian melesat dengan cepat melewati pohon demi pohon. Dan pada akhirnya tanpa mengenai apa pun, anak panah tersebut pun mendarat di tanah dengan jarak 500 meter dari tempat Ming Zhi dan Yin Mei berada.


“ Hehh ..., Jadi, inikah keahlian yang ingin kau tunjukkan padaku ...?? “. Ucap Ming Zhi sambil tersenyum ringan.


Ming Zhi mengira, jika Yin Mei tadi ingin menunjukkan keahliannya dengan membidik sebuah pohon dari jarak yang jauh.


“ Heii ...., Lihatlah dulu anak panah itu dengan baik ....! “. Balas Yin Mei.


Dan karena tidak tampak dari kejauhan, Ming Zhi pun kemudian menghampiri anak panah tersebut. Setelah mengambilnya, dia kemudian merasa terkejut, karena anak panah tersebut ternyata juga menusuk sebuah daun yang jatuh tepat pada tulang daunnya saat melesat terbang tadi.


‘ Keakuratan membidik yang mengerikan .....!! ‘. Batin Ming Zhi merasa terkesan.


Dia pun kemudian kembali ke tempat Yin Mei berada.


“ Hehhh .., Bagaimana ....? Keahlianku sangat mengagumkan bukan ...?? “. Ucap Yin Mei menyombongkan diri.


" Hmm ...., Jadi, kau tadi sengaja membidik daun yang jatuh .....? ". Tanya Ming Zhi.


" Hehh .., Tentu saja .....!! Kau terkejut bukan .....?? ". Ucap Yin Mei.


“ Umm ..., Tidak .....!! “. Balas Ming Zhi singkat.


“ Aku lebih terkejut pada binatang buas yang ada di belakangmu itu .....! “. Tambahnya.


“ Ehhh ...!? “.


“ Ahhh ...., Tidak ....! Menjauh dariku ......!! “. Teriak Yin Mei sambil berlari tanpa menoleh ke arah belakang, dan kemudian langsung bersembunyi di belakang punggung Ming Zhi sambil ketakutan.


“ Hahaha ..., Keahlianmu memang hebat ...., Tetapi, kau tetap saja seorang gadis yang penakut ..., “. Ucap Ming Zhi sambil tertawa ringan.


Yin Mei kemudian melihat ke arah tempatnya berada tadi. Tetapi, dia tidak menemukan satupun binatang buas.


“ Heiii ..., Ini tidak lucu ...!! “. Ucap Yin Mei kesal karena Ming Zhi telah membohonginya.


“ Hehh ..., Tapi menurutku ini lucu ...., “. Balas Ming Zhi sambil tersenyum datar.


“ Huuhhh ..., Terserah ....!! “. Ucap Yin Mei kesal, yang kemudian pergi menjauhi Ming Zhi.


“ Heiii ..., Tunggu ..., Kau mau ke mana ....? “. Tanya Ming Zhi.


“ Tentu saja melanjutkan menelusuri hutan untuk mencari jalan keluar....., “. Balas Yin Mei.


“ Hehh ....., Sebaiknya kita beristirahat dulu ...! Lanjutkan untuk menelusuri hutan besok pagi saja ...., Karena mencari jalan keluar saat gelap dan berkabut seperti ini, sangat tidak efektif ...., “. Ucap Ming Zhi.


“ Umm ..., Tapi, aku sih tidak akan memaksa ...! Karena menurutku, binatang buas itu lebih suka berkeliaran di malam hari ...., “. Tambahnya sambil tersenyum.


“ Cihhh ..., “. Yin Mei hanya berdecak kesal, yang kemudian berbalik menuju ke arah Ming Zhi.


“ Hehh ...., Kalau begitu, tunggulah disini sebentar .....! Aku akan mencari kayu bakar untuk membuat api unggun ...., “. Tambahnya.


Yin Mei hanya terdiam sambil memamerkan ekspresi cemberut.


Sementara itu, Ming Zhi pun kemudian pergi untuk mencari kayu bakar. Dan hanya setelah beberapa menit, dia pun sudah mengumpulkan banyak sekali kayu bakar.


Dan setelah itu, dia pun menyusun kayu bakar tersebut untuk menjadi api unggun, dan kemudian membuat api dengan menggunakan dua ranting yang kering yang saling digesekkan.


Dan akhirnya, api unggun pun menyala di tengah pepohonan yang gelap tersebut.


“ Umm .., Apa kau lapar .....?? “. Tanya Ming Zhi pada Yin Mei.


Yin Mei hanya membalas dengan anggukan ringan.


Ming Zhi pun kemudian langsung membuka cincin ruangnya, berniat untuk mengeluarkan mayat banteng liar yang disimpannya. Tetapi saat hendak mengeluarkannya, dia kemudian teringat akan sesuatu.


“ Oh iya ..., Aku akan mengeluarkan mayat binatang buas dari cincin ini ...., Jadi, kali ini jangan terkejut ya ....! “. Kemudian ucap Ming Zhi memperingatkan Yin Mei.


“ Heiii ....., Kau ini sedang memperingatkanku atau malah mengejekku ....., “. Balas Yin Mei cemberut.


" Hehh .., Baiklah, baiklah ....!! ".


Ming Zhi pun kemudian membuka cincin ruangnya, dan langsung mengeluarkan mayat banteng liar dari cincin ruangnya tersebut.


Dan setelah mayat banteng liar itu keluar dari cincin, Ming Zhi pun kemudian mengoyak tubuh banteng tersebut menggunakan cakar Naga Birunya. Dia lalu memisahkan seluruh daging yang ada di tubuh banteng tersebut dari kulit serta bagian-bagian lain yang tidak bisa dimakan. (1)


Dan setelah memisahkan dagingnya, Ming Zhi kemudian menusuk beberapa daging tersebut menggunakan ranting yang tajam lalu membakarnya. Sementara untuk daging yang tersisa, dia kemudian menyimpannya kembali pada cincin ruangnya.

__ADS_1


Dan setelah menunggu untuk beberapa menit, akhirnya daging panggang tersebut pun matang. Ming Zhi pun kemudian mengangkatnya, dan menyerahkan yang satu lagi pada Yin Mei. Mereka berdua pun kemudian memakannya bersama-sama.


Rasa dari daging panggang tersebut ternyata sedikit hambar. Karena memang, Ming Zhi memanggangnya tanpa menggunakan bumbu apa pun.


“ Huhhh ...., Rasanya, sungguh jauh berbeda dari daging panggang yang pernah dimasak Bibi Lin ...!! “. Gumam Ming Zhi mengeluh, setelah merasakan daging yang sedikit hambar tersebut.


‘ Ehhh ..., Tunggu sebentar .....!! ‘. Ming Zhi tiba-tiba teringat akan sesuatu.


Ming Zhi kemudian teringat akan bekal yang sudah di buatkan oleh bibinya sebelum berangkat. Dia pun kemudian langsung mencarinya dalam cincin ruangnya tersebut. Dan setelah beberapa saat mencari, dia pun akhirnya menemukan bekal tersebut dan kemudian mengeluarkannya.


‘ Hehh ..., Bekal dari bibi menyelamatkanku dari makanan yang hambar ini ....., ‘. Batin Ming Zhi senang.


‘ Huhhh ...., Dan untung saja bibi membuatkan dua bekal untukku ......, ‘. Tambahnya lagi dalam hati.


Ming Zhi pun kemudian menyerahkan bekal yang satunya lagi pada Yin Mei. Dan akhirnya, mereka pun makan dengan lahap dan terbebas dari siksaan makanan yang hambar.


“ Wahhh ..., Makanan ini ternyata sangat enak ..., “. Ucap Yin Mei senang.


“ Apakah ini ibumu yang membuatnya ....?? “. Kemudian tanyanya lagi pada Ming Zhi.


“ Hmm ...., Bukan .....! Bibiku Lah yang membuatnya ......, “. Balas Ming Zhi.


“ Bibi ...?? “. Tanya Yin Mei.


“ Mmm ..., Itu benar ...! Bibiku Lah yang selama ini membuatkan makanan untukku ....! “. Balas Ming Zhi.


“ Ehh ..., Kalau begitu, apakah ibumu ...? “. Tanya Yin Mei lagi memastikan, tetapi tiba-tiba terhenti karena takut menanyakan sesuatu yang salah.


“ Hahhh ....., “.


“ Sebenarnya ..., Semenjak kecil, aku tidak mengenal siapa itu orang tua kandungku ..., Aku pun hanya tinggal bersama bibiku saja sejak dulu ...., “. Ucap Ming Zhi menjelaskan, sambil menghela nafas panjang.


“ Ehh ....? Ternyata begitu ...! Kalau begitu .., Maafkan aku yang telah menanyakan hal itu padamu ...., “. Balas Yin Mei merasa bersalah.


“ Mmm ..., Tidak masalah .....!! “. Balas Ming Zhi.


“ Karena semenjak aku memulai jalanku sebagai pendekar, aku pun juga berniat untuk mencari tahu sendiri tentang masa laluku ..., “. Tambahnya.


“ Hmm ..., Kalau begitu, aku juga akan membantumu ...., “. Ucap Yin Mei riang.


“ Hehh ..., Benarkah ....?? “. Balas Ming Zhi tersenyum datar.


“ Mmm .., Tentu saja ...! “. Ucap Yin Mei mengangguk.


“ Hehh ..., Bagaimana jika nantinya kita bertemu dengan binatang buas ataupun binatang roh yang kuat ...., Apakah kau tetap akan membantuku ...?? “. Tambahnya menggoda Yin Mei.


“ Hmm ...., Kalau begitu, mulai dari sekarang aku harus berlatih dengan keras dan bertambah kuat ...., “. Balas Yin Mei.


“ Hmm ..., Tekad yang bagus ....! “. Puji Ming Zhi.


“ Kalau begitu, mari kita bertambah kuat bersama-sama ..., “. Tambah Ming Zhi.


“ Mmm ...., “. Balas Yin Mei mengangguk.


Setelah itu, mereka pun kemudian melanjutkan makan mereka. Hingga beberapa waktu kemudian mereka pun akhirnya selesai makan, dan kemudian duduk diam di dekat api unggun.


“ Beristirahatlah lebih dulu ...! Aku akan berjaga sebentar di sini ....! “. Ucap Ming Zhi.


Yin Mei pun hanya mengangguk, sambil kemudian merebahkan tubuhnya dekat api unggun dan kemudian beristirahat.


Sementara itu, Ming Zhi kemudian duduk bersandar di bawah pohon sambil berjaga sebentar. Dan setelah beberapa menit berjaga, dia tanpa sadar kemudian terlelap di bawah pohon tersebut.


..................


...


Malam yang gelap pun telah berubah menjadi pagi yang cerah. Dan di saat pencahayaan dari sinar matahari masih remang-remang, Ming Zhi pun kemudian terbangun dari tidurnya, dan setelah itu melakukan kebiasaannya melatih tubuhnya di pagi hari.


Sementara itu, Yin Mei saat ini masih tertidur pulas di dekat bekas api unggun yang kini telah padam.


Dan setelah melakukan pemanasan singkat, Ming Zhi kemudian mencari batu berukuran besar untuk kemudian dia bawa di punggungnya. Dia melakukan hal tersebut, untuk melatih kekuatan tubuhnya dan ketahanan fisiknya.


Dan setelah beberapa saat mencari, dia akhirnya menemukan sebuah batu yang berukuran sangat besar, yang mungkin ukurannya dua kali lipat dari batu yang biasanya dia gunakan untuk berlatih.


Ming Zhi pun kemudian mencoba mengangkat batu yang besar tersebut. Dan ternyata, dia cukup mampu untuk mengangkat batu tersebut, yang kemudian dia letakkan di punggungnya.


Dan setelah itu, dia kemudian mencoba untuk berjalan. Tetapi karena beban batu tersebut yang sangat berat, langkah kaki Ming Zhi menjadi sangat lambat. Tetapi dia terus berjalan melewati pohon demi pohon dan semak demi semak dengan sekuat tenaganya.


Dan seiring berjalannya waktu, kecepatan dari langkah kakinya pun bertambah. Hingga kini, dia mulai merasa tidak terbebani oleh berat dari batu besar tersebut. Dia kemudian mulai bersemangat, dan terus-menerus berjalan menelusuri hutan sambil membawa batu tersebut.


Sampai-sampai, dia pun kemudian dapat membawa batu tersebut sambil berlari ringan. Dan lama-kelamaan, kekuatan fisiknya pun meningkat dengan drastis. Dia kini bahkan dapat membawa batu tersebut sambil melompat tinggi.


Dan akhirnya setelah beberapa waktu melatih tubuh fisiknya, dia pun akhirnya menyudahinya. Dia kemudian meletakkan batu tersebut dengan keras, sehingga menghasilkan suara yang keras dan getaran sesaat di tanah.


Atas usaha dan kerja kerasnya, Ming Zhi kini telah berhasil naik satu tingkat dalam fondasi pengembangan fisiknya.


‘ Hehh ..., Hasil yang sepadan ...., ‘. Gumam Ming Zhi senang.


Dia pun kemudian memandang sebentar ke arah batu yang sangat besar tersebut.


‘ Hmm ..., Ukuran dan berat dari batu ini lumayan juga ...., ‘. Gumam Ming Zhi.


‘ Mungkin saja akan berguna lagi untuk pelatihan fisikku dalam beberapa hari ke depan .., ‘. Gumamnya lagi.


Ming Zhi pun kemudian menyimpan batu tersebut ke dalam cincin ruangnya. Dan setelah itu, dia kembali lagi ke tempat Yin Mei berada.


“ Hmm .., Kau sudah kembali ...., “. Ucap Yin Mei setelah melihat Ming Zhi yang datang.


Ming Zhi hanya membalasnya dengan mengangguk.


“ Oh iya ..., Kau tadi pergi kemana ....?? “. Kemudian tanya Yin Mei pada Ming Zhi.


“ Aku hanya berjalan-jalan sebentar di hutan ...., “. Balas Ming Zhi.


“ Dan begitu aku kembali, ternyata kau sudah bangun ..., Karena kupikir, tadinya akan sulit untuk membangunkanmu ...., “. Tambahnya lagi.


“ Heiii ...., Berhentilah mengejekku ....!! Apakah kau pikir aku ini seorang yang pemalas ...., “. Balas Yin Mei kesal.


“ Hehh .., Baiklah, baiklah ...! “. Ucap Ming Zhi sambil tersenyum ringan.


“ Hmm ....., Aku tadi terbangun juga gara-gara ada suara yang sangat keras mengejutkanku ...., “. Tambahnya sambil memamerkan ekspresi cemberut. Yin Mei terbangun disebabkan oleh suara batu yang diletakkan dengan keras oleh Ming Zhi.


“ Kau pasti mendengarnya juga bukan .....?? “. Tambahnya lagi bertanya.


“ Umm .., Tidak ..., “. Balas Ming Zhi singkat.


“ Mungkin itu hanya perasaanmu saja ..., “. Tambahnya.


“ Hmm ..., Benarkah ..., “. Balas Yin Mei sedikit tak percaya.


“ Hehh .., Lupakan saja ....! Sebaiknya cepat bersiap-siap ....! Kita akan melanjutkan penelusuran pagi ini ....!! “. Ucap Ming Zhi.


Dan setelah mengatakan hal itu, Ming Zhi pun kemudian menuju ke arah bekas api unggun yang telah padam, lalu menutup bekas apinya dengan tanah, supaya kemudian tidak menyebar dan merusak pepohonan.


Dan setelah semuanya siap, mereka pun kemudian pergi meninggalkan tempat tersebut untuk kembali menelusuri hutan. Untung saja berkat cahaya dari matahari, kabut yang menyelimuti hutan semalam kini telah menghilang sepenuhnya.


................


Sementara itu, di tempat rombongan para Murid akademi Huo Shan, semua Murid dan para Tetua pun kini telah bersiap-siap. Mereka hanya tinggal menunggu untuk pemeriksaan ulang terhadap kelengkapan para anggota dari setiap tim yang sudah dibentuk.


“ Lapor Ketua ..., Seluruh anggota dari setiap tim telah lengkap ...., Kecuali untuk dua murid dari tim pengumpul makanan yang menghilang semalam ..., “. Ucap salah satu Tetua melaporkan.


“ Huhh ..., Sayang sekali ..., Padahal kalau menurutku, dia adalah bakat yang sangat bagus ...., “. Ucap Ketua dari para Tetua perwakilan akademi tersebut sedikit kecewa.


Tetua tersebut masih menyayangkan bakat yang langka dan jarang ditemukan seperti Ming Zhi, yang mungkin nantinya juga akan dapat menaikkan posisinya di akademi.


Sementara di sisi lain. Di barisan para peserta dari seluruh tim, Xiao Hei pun kemudian semakin melebarkan senyumnya.


‘ Hehh ..., Kan sudah kubilang, bocah itu telah menghilang untuk selamanya ...., ‘. Batin Xiao Hei menyeringai.


Xiao Hei sampai saat ini masih belum mengetahui jika pembunuh bayaran yang dikirimnya telah gagal untuk membunuh Ming Zhi.


“ Hahh ..., Baiklah ...! Kalau begitu, semuanya mari berangkat ....!! “. Ucap Ketua tersebut mengomando keberangkatan rombongan.


Dan rombongan para Murid tersebut pun kemudian memulai keberangkatan mereka, dengan para anggota dari tim pengintai yang memimpin di depan.


...ーーーーーーーーーー


...


STORY’S NOTATIONS :


(1) Cincin ruang juga mempunyai keistimewaan lain selain dari tempat penyimpanan yang praktis. Yaitu ruang yang ada di dalamnya pun juga memiliki alur waktu yang lebih lambat dari alur waktu nyata. Sehingga cincin ruang dapat membuat benda yang ada di dalamnya menjadi lebih tahan lama.


Dan kelambatan waktu dari cincin ruang tersebut, juga tergantung dari kualitas cincinnya.

__ADS_1


__ADS_2