
setelah sekitar 1 hari lebih berjalan, Yang Zhu tiba di sebuah kota yang cukup besar.
Kota Awan adalah kota terbesar urutan ke 3 di kekaisaran Han.
Setelah membayar 5 Koin emas untuk biaya masuk, Yang Zhu mencoba mencari informasi di sebuah restoran.
Karena restoran adalah tempat yang sangat cocok jika ingin mencari informasi dari pembicaraan penduduk setempat.
Setibanya di sebuah restoran yang cukup besar, Yang Zhu masuk dan ketika dia masuk, dia melihat sesuatu yang membuatnya marah.
Kenapa? karena ada seorang anak kecil yang sedang di pukuli dan ditendang oleh seorang pemuda gemuk. terlihat juga beberapa orang di belakang si gemuk itu hanya berdiri diam, sepertinya pengawal si gemuk itu
Terlihat anak kecil itu sepertinya juga sedang melindungi seorang anak kecil, sepertinya itu adiknya.
Karena Yang Zhu membenci orang Yang seperti itu,
Slashhh.
Argggghhh.
Kaki kanannya yang yang akan dia gunakan untuk menendang anak kecil itu lagi seketika terlepas dari tubuhnya.
Yang Zhu menggunakan elemen angin, dan membentuknya menjadi sebua bilah kecil, lalu mengarahkannya kepada kaki si gemuk itu.
Para pengawal yang melihat itu seketika kaget, dan langsung saja mencari sumber serangan itu.
Mereka melihat seorang pemuda tampan yang sedang menatap mereka dengan tajam.
''Siapa kau? beraninya kau melakukan ini pada Tuan Muda Mo, apakah kau tidak tau sedang berurusan dengan siapa?.'' teriak salah satu pengawal yang di arahkan pada Yang Zhu.
Para pelanggan restoran yang melihat itupun langsung segera membayar makanan mereka, dan buru-buru keluar karena mereka sangat mengenal keluarga Mo.
Tapi Sepertinya masih ada 1 meja yang berisi 4 orang hanya tenang dan melanjutkan makannya.
Keluarga Mo adalah keluarga terbesar di kota ini, tentunya tidak di hitung keluarga Tuan Kota.
''Cihh, dasar sampah hanya mengandalkan kekuasaan saja.'' Balas Yang Zhu.
Dan itu menarik perhatian 4 orang itu, seketika mereka ingin melihat apa yang akan terjadi selanjutnya.
Karena baru kali ini mereka mendengar orang mengatakan seperti itu, yang sepertinya tidak takut kepada orang yang mempunyai kekuasaan.
''orang yang menarik.'' Ucap salah satu 4 orang itu yang terdengar sangat halus dan mendebarkan di telinga para Pria.
''Ka-kauu, das...'' ucap pengawal yang lain itu terpotong ketika mendengar si gemuk Mo itu berbicara.
''Breng*ek beraninya kau, Kalian cepat serang dia. Tapi jangan biarkan dia mati, siksa dia sebelum Mati.'' ucap si gemuk itu
''Baik tuan muda.'' ucap serempak para pengawal yang berjumlah 5 orang.
''Hiiyaa.''
__ADS_1
Whuuussss.
Argggghh.
Argggghh.
Argggghh.
Argggghh.
Seketika 5 orang yang menyerang berubah menjadi abu.
Yang Zhu membakar mereka menggunakan api abadinya.
Ketika orang yang menyerangnya sudah di tiup angin dia menarik lagi Api abadinya.
Api itu membuat salah 1 dari 4 orang itu melotot,
karena dia sangat mengenal Api itu. api putih tertulis dalam buku sejara yang pernah di bacanya adalah sebuah api yang tidak bisa padam tapi sudah hilang sekitar jutaan tahun yang lalu.
Dan akhirnya dia mengerti kenapa Pemuda itu memiliki keberanian seperti itu.
''Ka-kau A-apa yang ingin kau lakukan?.'' Tanya si gemuk yang melihat Yang Zhu berjalan mendekat padanya.
''Aku bertanya padamu, Kenapa kau memukul 2 anak kecil itu.'' Tanya Yang Zhu.
''I-itu k-karena mereka menghalangi jalanku.'' ucapnya dan seketika.
Arghhhhh.
Tubuhnya berubah menjadi abu dan hilang di tiup angin.
[Tuan berhasil membunuh 6 orang kultivator ranah Penyempurnaan Inti, mendapatkan 10.000 Exp dan 5000 PS.]
Yang Zhu langsung menyerap energi kematian mereka, walaupun mayat sudah tidak ada, tapi masih ada jejak debunya walaupun sudah ditiup angin.
''Kontrol yang sangat bagus.'' ucap 1 orang yang mengetahui tentang api abadi, terlihat dia seperti sudah berumur.
''Kenapa Kek? Apakah kakek mengetahui api itu?.'' tanya Wanita cantik yang memiliki suara halus yang bisa membuat pria dakdikduk ketika mendengarnya, tapi tidak dengan 4 orang itu karena mereka sudah sering bersamanya.
''Itu adalah api abadi, api legendaris yang sudah sejak jutaan Tahun lalu menghilang. aku tidak menyangka aku bisa melihatnya di kehidupanku, sepertinya aku akan di beri umur panjang, hahaha.'' ucap orang itu sepertinya kakek dari si Wanita Cantik.
sedangkan Yang Zhu, sedang mendekat ke arah 2 anak kecil itu. lalu berkata,
''Apakah kalian berdua baik-baik saja?.''
''Kami baik-baik saja Tuan. Terimah kasih sudah menolong aku dan adikku.'' ucap anak laki-laki yang merupakan sang kakak, dan adik perempuannya hanya diam saja karena baru berhenti menangis.
''Apakah Kalian sudah makan?.'' Tanya Yang Zhu lagi.
Dan langsung saja kedua kakak-beradik itu menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
''Baiklah kalau begitu ayo kita makan dulu. kakak yang akan mentraktirnya. ayo.'' ajak Yang Zhu kepada mereka berdua.
kakak-beradik itu sangat senang dan hanya menganggukkan kepalanya.
''Pelayan kami Pesan 3 makanan terbaik di restoran ini dan bawakan juga beberapa roti.'' ucap Yang Zhu kepada pelayan yang sedang menegang karena ulahnya tadi.
Seketika pelayan itu tersadar dan mengangguk, lalu berkata,
''B-b-baik Tuan.''
Setelah 30 menit, mereka selesai makan dan hanya menyisakan beberapa roti, lalu Yang Zhu bertanya,
''Siapa nama kalian berdua?.'' ucapnya dengan lembut karena Yang Zhu dari dulu sangat menyukai anak kecil.
''Aku adalah Rei Dan ini adikku Mei.'' ucap Rei sang kakak.
''apakah kalian berdua sendirian?.'' Tanya Yang Zhu yang mencoba mencari tau tentang orang tua mereka.
Dia tidak mengatakan langsung tentang orang tua mereka, karena takut mereka mengingat kembali jika orang tua mereka sudah tiada, sama seperti Feng Yi waktu itu.
Tapi karena sang kakak Rei yang sepertinya sudah sedikit dewasa dia mengerti dengan tujuan dari kata-kata itu, lalu dia berkata,
''Kami hanya berdua Tuan, Semua keluarga kami telah dibunuh oleh keluarga dari orang gemuk tadi tuan.'' ucapnya dengan sedikit pelan supaya sang adik tidak mendengarnya.
''Jadi tadi karena apa Dia memukul kalian?.'' Tanya Yang Zhu lagi.
''Aku hanya kaget saja karena bisa bertemu dengan salah satu anggota keluarga itu tuan, dan mereka mengira aku menghalangi jalan, jadi si gemuk itu langsung memukulku dan adikku.'' ucap Rei.
Mendengar itu tentu saja membuat Yang Zhu tersentuh, karena dia melihat bocah 9 Tahun ini rela dipukul untuk melindungi adiknya yang masih berumur 5 Tahun itu.
''Hmm, apakah kalian ingin menjadi adikku.'' Tanya Yang Zhu.
''Adik Tuan? apakah bisa?.'' ucap senang Rei karena dia akan memiliki seorang kakak.
''Tentu saja, Mulai sekarang kalian adalah adikku, dan jangan memanggilku Tuan Panggil aku kakak, mengerti?.'' Ucap Yang Zhu.
''Baik kakak.'' seketika mereka berdua langsung saja memeluk Yang Zhu karena senang.
''baiklah, sekarang ayo kita pergi, kakak ingin sedikit mengumpulkan informasi.'' ucap Yang Zhu.
''Informasi? aku mendengar dikota ini akan segera diadakan pelelangan kak. Tapi aku tidak tau tempatnya dimana.'' Ucap Rei, Sang adik Mei hanya diam dan masih sibuk memakan roti yang mereka pesan, tapi tetap saja dia tidak akan mengerti pembicaraan itu.
''Lelang? Hmm, baiklah ayo kita mencari informasi tempat lelang itu, kakak ingin melihat apakah ada benda yang menarik yang akan dilelang.'' ucap Yang Zhu dan dia bangkit berdiri.
''Baik kak.'' ucap mereka.
Lalu mereka berjalan dengan tangan kiri Yang Zhu mengendong Mei yang masih sedang memakan roti, dan tangan kanannya memegang Rei yang sedang berjalan.
_____
Makasih, Mohon dukungannya :)
__ADS_1