
keesokan siangnya, Yang Zhu baru bangun dari tidur nyenyaknya karena dia habis bertempur semalaman dengan kedua istrinya.
Yang Zhu bangun dan melihat kedua istrinya masih tertidur tanpa sehelai benang pun, dia mengecup kening mereka berdua dan sempat-sempat juga sebelum pergi membersikan diri, dia ******* dua buah ceri kedua istrinya.
Sekarang Yang Zhu sudah berada di halaman taman kediaman utama istana, yang berada di halaman depan kediamannya.
'Sistem keluarkan pohon kehidupan itu dan tanamkan di tempat ini.' Ucap Yang Zhu kepada Sistem.
[Baik Tuan.]
Tiba-tiba di depan yang Zhu muncul sebuah pohon dengan daun yang berwarna hijau keemasan dan juga memiliki banyak buah yang berwarna kuning keemasan sedang melayang di atas tanah.
Langsung saja pohon itu perlahan-lahan turun ke tanah dan tanah yang akan di tempati pohon itu langsung tergali dengan sendirinya, kemudian pohon itu langsung berdiri kokoh di tengah taman di kediaman utama istana.
Setelah selesai Yang Zhu ingin berpamitan karena ingin melanjutkan perjalanannya, tapi karena kedua istrinya yang masih tidur, Yang Zhu hanya berpamitan dengan ayah mertuanya saja.
''Ayah, aku ingin melanjutkan perjalananku, nanti jika Fei'er dan yi'er bangun tolong ayah katakan kepada mereka ya.''
''Baiklah nak, ingat kau harus tetap berhati-hati diluar sana.''
''Baik ayah, kalau begitu aku pergi dulu.''
Setelah itu Yang Zhu kembali keluar dari dalam kediamannya, dan langsung saja dia membuka pintu untuk keluar dari dunia jiwa.
***
Sekarang Yang Zhu sudah berada di tempatnya kemarin, orang-orang yang melihat Yang Zhu muncul secara tiba-tiba mulai berbisik.
''Hei lihatlah itu anak yang kemarin, aku dengar sekarang dia sedang diburu oleh sekte Seribu pedang, karena sudah membunuh murid kesayangan patriak mereka.'' Ucap Si A.
''Iya kau benar, aku juga sempat mendengar tentang itu, bahkan aku juga sempat mendengar kalau murid-murid elite sekte itu sedang dalam perjalanan ke desa ini.'' Tambah si B.
''Iya kau benar aku juga sempat mendengarnya.'' Tambah si C
Begitulah percakapan dari 3 orang yang berada di rumah makan terdekat dari tempat Yang Zhu.
Dan tentu saja Yang Zhu mendengar perkataan mereka, tapi dia tidak terlalu memikirkannya dan bergumam,
''Hmm, mereka lagi yah,... sepertinya aku memang harus memberikan pelajaran kepada sekte itu.'' gumam Yang Zhu sambil tersenyum.
Kemudian Yang Zhu berjalan kearah luar desa dan pergi meninggalkan desa Giok itu.
***
Sekitar setengah jam Yang Zhu berjalan menuju ke arah kota terdekat, Yang Zhu di cegat oleh sekelompok yang berisi beberapa orang yang berada di ranah jendral*5-9
''Hei nak, wajahmu sepertinya sama seperti orang yang telah membunuh murid dari patriak sekte kami.'' ucap si A yang adalah pemimpin dari mereka, sambil melihat kertas yang terdapat sketsa wajah Yang Zhu.
''Siapa kalian? apakah kalian mengenalku?'' tanya Yang Zhu seperti orang yang tidak mengetahui apa-apa.
walaupun warna pakaian mereka yang berbeda Yang Zhu tau mereka dari sekte seribu pedang ,karena di bagian punggung pakaian mereka terdapat lambang dari sekte seribu pedang, sama seperti si pemudah sombong dan orang orangnya.
__ADS_1
Bedanya pakaian mereka berwarna biru, sedang kan pemudah sombong waktu itu memakai pakaian putih, dan 3 orang bawahannya memakai pakaian berwarna merah.
Sepertinya pakaian berwarna putih adalah warna pakaian dari murid khusus, dan warna biru adalah pakaian dari murid elite, sedangkan warna merah sepertinya itu pakaian dari para murid dalam sekte seribu pedang.
''Jangan kau mengira kami bisa kau bodohi nak dengan trik pura-pura bodohmu itu.'' ucap si B dari kelompok itu.
''Aku benar-benar tidak tau apa yang sedang kalian bicarakan ini.'' ucap Yang Zhu yang masih pura-pura tidak mengetahui apa-apa.
''Sialan, ayo kita bunuh saja dia, mau dia orangnya atau bukan, yang penting wajahnya sama dengan sketsa ini, kita bisa membawa kepalanya dan tunjukan kepada patriak, supaya misi kita ini bisa selesai dengan cepat.'' Ucap Si A kembali, dan langsung mendapatkan anggukan dari teman sekelompoknya yang Lain.
''Kau benar kakak seperguruan, ayo kita habisi dia dengan cepat.'' ucap mereka dengan percaya diri karena mereka tidak dapat merasakan energi dari tubuh Yang Zhu.
Jadi mereka menganggap Yang Zhu hanya seorang pemuda biasa, dan orang yang membunuh murid kesayangan dari patriak mereka adalah Salah satu orang dari kelompok Yang Zhu yang sudah entah berada dimana.
Mereka yakin seperti itu karena di benua Utara ini, tidak ada orang yang berani melakukan perjalanan sendirian, karena pasti akan ada monster level 6 yang berkeliaran di setiap hutan bahkan ada juga monster yang lebih kuat.
Mereka juga merasa aneh dengan Yang Zhu yang berani berjalan sendiri, tapi mereka tidak terlalu memikirkannya.
salah satu dari mereka, langsung saja mengeluarkan pedang dan berjalan menuju ke arah Yang Zhu.
''Hey nak, kau sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi, jadi jangan melawan dan biarkan aku menebas kepalamu.'' Ucapnya sambil berjalan mendekat ke arah Yang Zhu.
Yang Zhu hanya diam tidak bergerak, menunggu apa yang akan dilakukan orang itu.
Ketika orang itu sudah berada di dekat Yang Zhu, dia mengayunkan pedangnya ke arah Leher Yang Zhu.
Dia mengira Yang Zhu diam karena sudah pasrah dengan nasibnya, Tapi,
Yang Zhu menahan pedang itu hanya dengan menggunakan kedua jarinya saja.
Dan itu membuat mereka semua kaget.
''K-kau, apayang kau lakukan cepat lepaskan pedangku, atau aku akan membunuhmu.'' ucap orang yang menyerang Yang Zhu.
Kretak.
Bunyi retak dari dari pedang itu kemudian.
Prreling.
(aku gak tau gimana bunyi-bunyinya, jadi yah gitu aja deh.)
Pedang itu hancur menjadi kepingan-kepingan kecil, Yang Zhu langsung saja akan menyerangnya, tapi Yang Zhu teringat sesuatu.
'Benar juga aku memiliki Prajurit Bayangan, aku bisa melihat kemampuan mereka disini.' kata Yang Zhu dalam hatinya.
Yang Zhu tidak jadi menyerang orang itu, dan hanya mendorongnya hingga kembali ketempat sekelompok orang itu, dengan sedikit menggunakan energi seorang ranah jendral*5.
''D-dia bisa menggunakan energi, tapi itu hanya energi dari seorang ranah jendral*5, hahaha, jadi kita tidak perlu terlalu mengkawatirkannya.'' ucap Si A, tanpa memikirkan kembali apa yang baru saja Yang Zhu lakukan.
Dan mereka semua juga sama, mereka telah melupakan apa yang Yang Zhu lakukan barusan, karena teralihkan dengan energi yang ditunjukan oleh Yang Zhu.
__ADS_1
'Sistem bagai mana cara aku memanggil para prajurit Bayangan milikku.' Tanya Yang Zhu.
[Mereka akan selalu berada di dalam bayangan Tuan, jadi tuan hanya perlu memerintahkan mereka, dan mereka akan langsung melaksanakan perintah dari Tuan.]
'Dan jika mereka membunuh orang, apakah aku akan tetap mendapatkan exp?'
[Ya, Tuan akan tetap mendapatkan exp, semua benda atau makhluk hidup yang berasal dari sistem akan tetap bisa menghasilkan exp untuk tuan.]
Mendengar itu Yang Zhu langsung memanggil berkata dengan nada yang pelan, dan tidak bisa didengar oleh sekelompok orang itu.
''Kalian keluarlah, dan urus mereka.'' Gumam Yang Zhu.
Seketika muncul lima orang yang menggunakan jubah dengan wajah yang tertutup dengan sebuah topeng berwarna hitam.
Melihat itu sekelompok orang itu mengerutkan kening.
''ohh, sepertinya kau memiliki orang yang melindunginya dari bayang-bayang ya.'' ucap si C.
''kita tidak perlu khawatir, pasti mereka hanyalah assassin kelas kakap.'' Ucap si A dengan percaya diri.
''kau benar sepertinya mereka hanya assassin kelas kakap, aku hanya merasakan energi dari ranah jendral*4 yang keluarga dari tubuh mereka.'' tambah si B.
''Hahahaha.'' lalu Meraka tertawa bersamaan.
Para prajurit Bayangan milik Yang Zhu memang hanya mengeluarkan energi dari ranah jendral*4, karena Yang Zhu juga hanya mengeluarkan energi dari ranah jendral*5.
Tapi kekuatan mereka berada satu tingkat di bawah ranah Yang Zhu yang sebenarnya.
Jika saja Yang Zhu menyuruh mereka menghancurkan alam Fana ini, pasti mereka bisa melakukannya hanya dalam beberapa jam saja.
''ayo kita serangga mereka bersama-sama, supaya kita bisa pulang dengan lebih cepat atau kita bisa menikmati parahj keindahan di desa giok dulu, hahaha.'' Ucap si A sambil tertawa, kemudian mengeluarkan sebuah pedang.
mendengar perkataan si A, yang lainnya hanya tersenyum senang, lalu mengeluarkan sebuah pedang dan mereka bersiap untuk menyerang para prajurit bayangan dan juga Yang Zhu.
Tapi sebelum mereka bergerak kepala mereka sudah jatuh terlebih dahulu.
Buk.
Buk.
Buk.
...
[Selamat, Tuan telah berhasil membunuh 6 orang ranah jendral*5-9, Mendapatkan,...]
Melihat itu, Yang Zhu bergumam sambil menatap para prajurit Bayangan miliknya.
''Mereka memang bukan manusia.''
_____
__ADS_1
Makasih yang udah baca, mohon dukungannya:)