
''umurku 17 Tahun paman.'' jawab Yang Zhu sambil tersenyum Kecut.
Mendengar umur Yang Zhu, Guan Yi kaget, dia tidak bisa berpikir jernih dengan pikirannya.
Bagaimana bisa seorang pemuda berumur 17 tahun bisa mencapai ranah saint*9, itu sudah tidak bisa di bilang jenius, tapi seorang monster tua yang menyamar jadi muda.
Saking kagetnya, Seketika tombak di tangan Guan Yi terlepas, tombak itu berputar di tanah dan bergelinding menuju ke arah Yang Zhu.
''t-tuan, a-apakah kau masih m-manusia.?'' tanya Guan Yu.
Yang Zhu tersenyum kemudian menjawab,''Aku tau apa yang paman pikirkan. aku hanya beruntung beberapa waktu yang lalu, karena menemukan suatu benda yang bisa aku gunakan untuk meningkatkan kekuatanku sampai seperti sekarang.'' ucap Yang Zhu berbohong.
Lalu Yang Zhu mengambil tombak yang sudah sampai di depan kakinya, kemudian kembali berkata, ''dan tentu saja aku masih manusia normal paman, hahaha, ini tomb-.'' ucap Yang Zhu sambil memberikan kembali tombak milik Guan Yi, Tapi terhenti, dan Yang Zhu langsung menatap tombak yang ada di tangannya.
'Apa ini? kenapa aku merasakan energi yang kuat dari dalam tombak ini.'
'Tombak apa ini sebenarnya?.'
kemudian Yang Zhu menyuruh sistem untuk menganalisis tombak itu.
'Sistem analisis tombak ini.'
[Analisis.]
Nama senjata: Tombak Naga Hijau.
Tipe: Tombak.
Tingkat: Kuno.
Pemilik Asli: Dewa Perang Kuno, Guan Yu.
-
(Senjata itu berbentuk Tombak, Tapi Di ujungnya ada sebuah pisau melengkung, mungkin bisa dibilang pedang sabit atau tombak sabit.)
(Jika kalian masih penasaran dengan tombaknya bisa lihat di google aja, search Tombak atau Senjata Guan Yu, salah satu jendral China kuno.)
(Ah iya, ini bukan gambar senjata aslinya ya, aku hanya ambil gambar yang paling menarik aja menurutku.)
Melihat status dari tombok yang ada di tangannya, mata Yang Zhu melebar, dia tidak menduga bisa menemukan 2 harta Karun di hari yang sama dengan hanya berselang beberapa menit, dan juga kedua harta Karun itu saling terkait.
Sebuah senjata yang lebih kuat dari pedang Hitam miliknya di alam fana ini.
__ADS_1
Dan mungkin juga jika tidak menghitung 3 senjata suci, sekarang senjata ini adalah senjata yang terkuat di seluruh alam.
Senjata ini juga yang menjadikan Dewa Perang Kuno tak terkalahkan di masanya.
Walaupun senjata Pedang Hita milik Yang Zhu masih bisa ditingkatkan nanti, tapi untuk sekarang senjatanya masih bisa di bilang lemah jika di depan tombak itu.
Jika diingat kembali kejadian sebelumnya, Yang Zhu langsung bergidik ngeri, Yang Zhu berpikir kalau dia sangat beruntung karena Guan Yi tidak menyerangnya dengan tombak itu.
Jika saja Guan Yi tau cara menggunakannya dan menyerangnya dengan menggunakan tombak tingkat Kuno itu, walaupun dia tidak mati, setidaknya dirinya akan terluka.
Bahkan dia tidak tau jika dirinya akan mendapatkan luka seperti apa, karena dia belum pernah menerima serangan dari senjata tingkat kuno.
Tidak apa-apa jika itu luka ringan, tapi jika dia mendapatkan luka parah? dia akan merasa kasihan kepada istrinya yang tidak akan mendapatkan kenik*atan dari 'Senjata Agung' miliknya, karena dirinya yang sedang dalam masa pemulihan.
''Paman, dari mana Paman mendapatkan Tombak ini.?'' Tanya Yang Zhu yang masih memegang tombak.
Mendengar itu Guan Yi langsung berpikir jika Yang Zhu menginginkan Tombaknya, jadi dia masih belum mengambil tombak itu dari tangan Yang Zhu dan berkata,
''Aku menemukannya di sebuah goa waktu kami melakukan perjalanan sekitar 30 Tahun yang lalu Tuan.'' Jawab Guan Yi.
''Jika Tuan ingin memilikinya, aku bisa memberikan tombak itu kepada tuan sebagai ucapan terimakasihku karena sudah menolong keluarga kecilku, dan juga sebagai permintaan maaf karena sudah menganggap Tuan memiliki niat jahat kepada kami.'' lanjutnya.
Mendengar Guan Yi ingin memberikan tombak itu kepadanya, Yang Zhu berkata.''Tidak paman, paman sudah salah paham, aku tidak menginginkan tombak ini.''
Yang Zhu memang tidak berniat mengambil tombak itu, karena Yang Zhu sudah memiliki Pedang Hitam tingkat dewa miliknya yang nantinya bisa dia tingkatkan ketingkat Kuno.
Dan juga Karena anak dari Guan Yi yang merupakan Reinkarnasi dari dewa perang kuno, Guan Yu. Yang Zhu tentu saja akan menolaknya, karena tombak itu akan sangat cocok dan menjadi lebih kuat jika bisa digunakan oleh pemilik aslinya.
''Apakah Tuan Benar-benar tidak menginginkan tombak ini.?'' Tanya Guan Yu senang, Karena dia juga merasa jika tombak ini sangat kuat, dan dia berpikir untuk memberikan tombak ini kepada Guan Yu anaknya.
Tapi jika Yang Zhu memang menginginkan tombak ini, dia harus rela memberikannya kepada Yang Zhu, karena Yang Zhu sudah menyelamatkan dirinya, beserta istri dan anak tercintanya.
''Aku benar-benar tidak menginginkannya paman, paman bisa berikan kepada anak paman saja jika dia sudah dewasa, itu akan lebih baik dari pada berada di tanganku.'' jawab Yang Zhu.
''Baiklah Tuan, dan sekali lagi terima kasih.'' ucap Guan Yi.
''Tidak usah dipikirkan paman.'' ucap Yang Zhu.
''Ini paman, paman bisa meminum pil ini, pil ini bisa menghilangkan efek dari Pil Pelumpuh, berikan juga kepada istri dan anak paman.'' lanjut Yang Zhu sambil memberikan 3 buah Pil pemulihan yang pernah dia buat dulu kepada Guan Yi.
Melihat Pil yang ada di tangan Yang Zhu, Guan Yi melebarkan matanya.
''P-pil Pemulihan t-tingkat langit, Tuan ini terlalu berharga, aku tidak bisa menerimanya.'' Ucap Guan Yi dengan kaget.
Yang Zhu tersenyum, kemudian berkata, ''ambillah paman, aku masih memiliki banyak Pil seperti itu.''
__ADS_1
Yang Zhu memang masih memiliki banyak Pil pemulihan Tingkat Langit, Tapi itu semua sudah tidak berguna lagi untuknya.
Sekarang Pil itu hanya bisa menyembuhkan luka-luka kecil yang berada di tubuhnya.
Mendengar perkataan Yang Zhu, Guan Yi langsung mengambil ketiga pil itu dengan cepat, lalu memanggil istrinya yang sedang menggendong anaknya, yang berada di kejauhan sambil memperhatikan mereka,
''Yu'er tidak apa-apa, kau bisa mendekat kemari.'' Ucap Guan Yu dengan pelan tapi bisa didengar oleh Qin Yu.
Qin Yu yang mendengar suara suaminya pun, langsung perlahan berjalan mendekat kembali.
''Apa Yang terjadi Yi Gege.?'' Tanya Qin Yu kepada Guan Yi sambil berbisik, ketika sudah berada di samping Guan Yi.
''Itu hanya kesalahpahaman Yu'er, sepertinya Tuan hanya mengenal kita secara kebetulan saat dia melakukan perjalanan.'' jawab Guan Yi dengan santai sambil mengambil anaknya yang berada di pelukan istrinya.
Mendengar itu, Qin Yu langsung menatap Yang Zhu lalu berkata dengan nada meminta maaf, '' maaf tuan kami sudah salah mengira dengan tujuan Tuan.'' ucapnya sambil membungkuk meminta maaf.
''Tidak usah dipikirkan bibi, paman bisa memberikannya.'' jawab Yang Zhu kepada Qin Yu, kemudian kembali menatap Guan Yi.
Guan Yi mengangguk, lalu memberikan 2 pil kepada istrinya, ''Yu'er ini, Tuan memberikan pil pemulihan tingkat langit kepada kita.''
''P-pil pemulihan tingkat langit? T-tuan kam-'' ucap Qin Yu kaget mendengar pil pemulihan tingkat langit, tapi terpotong dengan ucapan Yang Zhu.
''Terimalah bibi, aku masih memiliki banyak pil seperti itu, dan itu sudah tidak terlalu bermanfaat untukku, jadi kalian bisa menggunakannya.'' ucap Yang Zhu.
Mendengar itu, Qin Yu mengangguk dan menerima Pil itu, lalu berkata, ''Terima kasih Tuan, kami tidak tau harus berterimakasih dengan cara seperti apa lagi.''
Setelah itu mereka meminum Pil itu, dan juga mereka tidak lupa dengan anak mereka.
Setelah beberapa saat, keadaan mereka kembali seperti semula, dan kondisi anak mereka juga sudah kelihatan sehat, tapi dia masih tertidur, mungkin karena mengantuk.
Melihat mereka sudah selesai meminum pil pemulihan yang diberikannya, Yang Zhu berkata memberikan tawaran,
''Aku ingin memberikan tawaran kepada paman dan bibi, tentu saja paman dan bibi bisa dengan bebas menolak atau menerimanya jika menurut kalian itu adalah hal yang baik, aku tidak akan memaksa.'' ucap Yang Zhu.
Mendengar itu, Guan Yi mengerutkan keningnya dan bertanya, ''apa itu tuan? jika itu baik dan tidak membahayakan bagi keluarga kecilku, aku akan menyetujuinya.'' ucapnya.
Sedangkan Qin Yu hanya mengangguk memberikan semua keputusan kepada suaminya, dan diam menunggu Yang Zhu berkata kembali.
''Bagaimana Jika paman dan bibi ikut denganku dan tinggal di tempat tinggalku, paman juga disana bisa berlatih dan melatih anak paman dengan aman, tanpa takut dengan semua musuh yang mengincar kalian.'' ucapnya.
''Dan untuk bibi, bibi juga bisa ikut berlatih, tapi tentu saja bibi harus membantu tugas para wanita di tempatku.'' lanjutnya.
_____
Makasih yang udah baca, mohon dukungannya:)
__ADS_1