
Setelah 1 hari dalam perjalanan, sekarang Yang Zhu sudah tiba disebuah kota yang bernama kota giok.
Yang Zhu membayar pajak untuk masuk ke kota giok sebesar 5 Koin emas, setelah membayar biaya pajak, Yang Zhu mulai melangkah memasuki kota giok itu.
Yang Zhu terus berjalan memutari kota, sampai pada akhirnya dia melihat ada sebuah antrian panjang menuju ke salah satu bangunan yang bertuliskan Paviliun Giok.
Yang Zhu mendekati orang yang berada di barisan paling belakang antrian itu dan bertanya, ''Permisi Tuan, kenapa bisa ada antrian sepanjang ini di depan Paviliun Giok?''
Pria yang ditanya Yang Zhu menoleh ke arah Yang Zhu, dan berkata dengan sopan, ''Tuan, apakah tuan tidak mendengar tentang sebuah turnamen Alkemis yang akan di adakan besok?''
''Ah soal itu aku mendengarnya saat sedang berjalan ke arah sini, tapi aku tidak mengetahui tempat yang akan diadakan turnamen itu.'' Yang Zhu memang sempat mendengar beberapa orang yang membicarakan tentang perlombaan Alkemis.
Tapi dia tidak mendengar ada yang membicarakan tentang tempat yang akan di adakan turnamen Alkemis itu.
Yang Zhu sangat tertarik untuk mengikuti turnamen Alkemis itu, jadi dia berjalan memutari kota hanya untuk mencari tempat yang akan di adakan turnamen.
''Di Paviliun Giok inilah tuan turnamen Alkemis itu akan dilaksanakan.'' orang itu berkata.
Mendengar itu Yang Zhu tentu saja langsung tersenyum, karena ternyata tempat yang sedang dia cari sekarang berada di depannya.
''Baiklah, Terima kasih Tuan.'' Yang Zhu menjawab dan ikut mengantri untuk melakukan pendaftaran.
Setelah mengantri sekitar hampir 1 jam, sekarang adalah Giliran Yang Zhu.
Dia memasuki ruang pendaftaran, dan Yang Zhu melihat seorang pria paruh baya berperut buncit sedang duduk di depan sebuah meja, dengan kultivasi yang hanya berada di ranah Jendral*1.
''Baiklah biaya pendaftarannya adalah 1000 ko-.'' Ucap pria itu terhenti ketika dia melihat Yang Zhu.
''kenapa pemuda sepertimu ingin mengikuti turnamen ini?''
''Cepat keluar dari sini, ini bukan tempat yang bisa digunakan pemuda sepertimu untuk bersenang-senang.'' Pria itu berkata setelah melihat Yang Zhu yang masih sangat muda.
Karena semua orang yang mendaftar untuk mengikuti turnamen ini, adalah orang-orang yang sudah cukup berusia.
Hanya ada beberapa orang saja yang masih berada di umur yang masih muda, tapi hanya Yang Zhu saja yang usianya masih 'belasan' Tahun.
Mendengarkan perkataan Pria paruh baya berperut buncit itu Yang Zhu mengerutkan kening, kemudian berkata, ''Tuan, Aku kesini untuk mendaftar dan mengikuti turnamen Alkemis ini, bukan untuk bermain-main.''
''Mendaftar? Memangnya apa yang bisa dilakukan pemuda sepertimu ditempat ini, dengan lawan yang rata-rata berada di Alkemis tingkat Murid sampai Master.'' Pria berperut buncit itu berkata sambil meremehkan Yang Zhu.
''Tuan walaupun usiaku masih mudah, aku juga bisa menang dari para alkemis itu dengan mudah.'' Yang Zhu berjalan sambil mengeluarkan sedikit tekanannya yang setara dengan ranah Jenderal*2.
Merasakan tekanan itu, sontak saja Pria buncit itu, memucat, dan menjawab, ''B-baik Tuan, maafkan tindakanku barusan, T-tuan bisa mengikuti turnamen itu, biaya pendaftarannya 1000 Koin emas, Tuan.''
Setelah itu Yang Zhu langsung saja membayar dan menulis tingkat Alkemis yang hanya dia tulis berada di tingkat Murid saja, lalu Yang Zhu berjalan keluar dari ruangan itu.
Sedangkan Pria berperut buncit itu menatap Yang Zhu dengan Tatapan marah, kemudian berkata dalam hati, 'Cih, ternyata hanya berada di Alkemis tingkat Murid saja, Tunggu kau bocah sialan, aku pasti akan membalas penghinaan ini.'
***
Sekarang Yang Zhu sudah berada di sebuah penginapan yang besar bernama Penginapan Giok.
''Permisi nona, aku ingin memesan kamar selama 1 Minggu ke depan, dan juga makan 3 kali dalam sehari.'' Yang Zhu berkata kepada Perempuan yang menjaga Meja Resepsionis Penginapan Giok.
__ADS_1
''Baik Tuan, Untuk biaya 1 hari dengan biaya makan 6 Koin emas Tuan, jadi jika seminggu biayanya adalah 42 koin emas, tapi karena Tuan menyewa kamar dalam waktu yang lama, Tuan hanya perlu membayar 40 Koin emas saja.'' jawab wanita itu.
''Baiklah ini, sisanya untukmu.'' lalu Yang Zhu menyerahkan koin emas sebanyak 42 Koin.
''Terima Kasih Tuan, mari saya antar ke kamar milik tuan.'' Ucap Wanita resepsionis itu dengan senang.
Setelah itu, mereka pergi ke lantai atas karena di lantai bawah adalah restoran untuk tempat makan para penginap di penginapan ini.
Yang Zhu sekarang sudah berada di dalam kamar penginapan yang dia sewa, kemudian Yang Zhu membersihkan dirinya dan mencoba untuk tidur.
Tapi tiba-tiba saja dia merasakan ada beberapa orang yang sedang mengawasinya.
''Hah, lagi-lagi ada yang mengganggu waktu tenang ku'' ucap Yang Zhu.
Kemudian dia keluar dari kamarnya dan berjalan keluar dari penginapan Giok, Lalu dia mencari tempat yang cukup sepi.
''Keluarlah kalian.'' Yang Zhu berkata setelah sampai di sebuah gang yang sangat sepi
Langsung saja di hadapannya muncul 6 orang dengan menggunakan jubah serba hitam yang menutupi wajah mereka.
5 orang yang berada diranah Kaisar*1 dan 1 orang berada diranah jenderal*1.
''apa mau kalian?'' Yang Zhu bertanya.
''Hahaha, dasar kau bocah sialan, inilah akibat karena kau telah menyinggung ku.'' orang yang berada di ranah jenderal*1 berbicara, yang ternyata adalah Pria berperut buncit yang mengurus pendaftaran turnamen Alkemis tadi.
Yang Zhu sebenarnya sudah mengetahui, kalau orang yang sedang mengawasinya adalah pria berperut buncit itu dan orang-orangnya.
''Hahaha, aku memang layak karena ada yang bisa aku sombongkan, tidak sepertimu, yang tidak memiliki apa-apa untuk kau sombongkan.'' Pria berperut buncit itu menjawab.
''apa yang bisa kau sombongkan? apakah perutmu yang besar itu? hahaha.'' Yang Zhu bertanya kemudian dia tertawa.
''k-kau, dasar sialan kau, ingat ini aku adalah Ma Xi, anak dari tetua ketiga sekte seribu pedang.'' Ucap Pria berperut buncit itu dengan marah, yang adalah Ma Xi anak dari tetua ketiga sekte seribu pedang.
'Hah, lagi-lagi sekte itu,' yang Zhu berkata dalam hati.
Melihat Yang Zhu yang hanya diam, Ma Xi mengira Yang Zhu ketakutan dengan identitasnya.
''Hahaha, kenapa? apakah sekarang kau sudah takut dengan identitasku? sekarang kau sudah tau bukan apa yang bisa aku sombongkan.'' Ma Xi berkata dengan nada yang lebih sombong lagi.
''Takut? Kenapa juga aku harus takut dengan Sekte sampah seperti kalian.'' Ucap Yang Zhu.
''K-kau, beraninya kau menghina sekte terhormat di benua Utara ini.'' ucap Ma Xi yang kembali marah.
''Hahaha, sekte terhormat? kalian tidak layak menyandang status sebagai sekte terhormat di benua ini.'' Balas Yang Zhu.
''Dasar kau bocah sialan, beraninya kau. karena kau sudah menghina sekte kami, maka matilah dasar bocah lemah, kalian cepat bunuh dia.'' Ma Xi menyuruh orang-orang berjubah itu.
Tapi yang tidak diketahui oleh Ma Xi, bahwa dia telah mengatakan Kata kunci untuk memasuki pintu neraka.
Yang Zhu yang mendengar kata lemah, langsung saja marah, wajahnya langsung saja berubah menjadi dingin.
ketika 5 orang yang berada di ranah kaisar*1 itu akan menyerangnya, Yang Zhu langsung saja membunuh mereka dengan menggunakan elemen anginnya.
__ADS_1
Whuuusss.
Slashhh.
slashhh.
slashhh.
slashhh.
slashhh.
Buk.
Buk.
Buk.
Buk.
Buk.
Suara potongan dan suara dari bagian tubuh jatuh terdengar di gang sepi itu.
Setelah menebas kelima orang itu, Yang Zhu langsung saja berjalan mendekat ke arah Ma Xi.
Melihat Yang Zhu yang berjalan ke arahnya, Ma Xi langsung pucat dan berkata, ''a-apa yang akan kau lakukan?.''
Yang Zhu tidak menjawab perkataan Ma Xi dan terus berjalan mendekatinya, setelah tiba didepan pria itu, Yang Zhu memegang leher Ma Xi, lalu perlahan mengangkatnya.
''L-lepaskan aku bajingan, j-jika kau membunuhku, ayahku pasti tidak akan melepaskanmu.'' Ma Xi berkata dengan nada mengancam.
''Haha, jika begitu, aku hanya tinggal membunuh ayahmu juga bukan?'' Ucap Yang Zhu dengan nada dingin.
Kemudian Yang Zhu membakar tubuh Ma Xi sampai menjadi abu.
''Arggghhh, m-maafkan aku, tolong lepaskan a-aku, argggghhhj.'' Mohon Ma Xi sampai tubuhnya berubah menjadi abu, dan hilang ditiup angin.
[Selamat, Tuan telah berhasil membunuh 5 orang ranah kaisar*1, mendapatkan,...]
[Selamat, Tuan telah berhasil membunuh 1 orang ranah jendral*1, mendapatkan,...]
Setelah itu, Yang Zhu juga membakar tubuh dari kelima orang itu, Tapi sebelum tubuh mereka habis terbakar, Yang Zhu sempat melihat lambang dari sekte seribu pedang dipakaian Meraka dibalik jubah hitam yang mereka kenakan.
Yang Zhu juga merasakan sebuah energi jahat yang sama persis seperti energi jahat yang dia rasakan saat sedang berperang dengan kekaisaran Wei dari dalam tubuh kelima orang itu.
''E-energi ini? Sepertinya aku memang harus menghancurkan sekte itu sebelum aku meninggalkan alam fana ini.'' Yang Zhu berkata sambil menatap ke arah langit.
Setelah itu Yang Zhu berjalan kembali ke arah penginapannya, dan beristirahat.
_____
Makasih yang udah baca, mohon dukungannya:)
__ADS_1