
setelah 30 menit berkeliling istana kekaisaran Han, kini Yang Zhu dan Han Fei sedang duduk di kursi taman.
mereka terlihat sangat mesra dengan Han Fei yang bersandar di bahu Yang Zhu.
''Zhu Gege, apakah kau serius sudah memiliki wanita selain diriku?.'' tanya Han Fei.
''Benar Fei'er, apakah kau keberatan dengan itu?.'' balas Yang Zhu.
''tidak Gege, aku hanya takut jika tidak di terima olehnya.'' jawab Han Fei.
''Kau tenang saja Fei'er, aku yakin dia akan menerimamu.'' ucap Yang Zhu.
''hmm.'' Han Fei hanya mengangguk,
Cup.
tiba-tiba Han Fei mencium pipi Yang Zhu, merasakan sentuhan lembut di pipinya, Yang Zhu melirik ke arah Han Fei.
dan terlihat Han Fei yang memerah, Kemudian Yang Zhu memegang dagu Han Fei dan membuat Han Fei menatapnya.
Perlahan yang Zhu menarik wajah Han Fei untuk mendekat, wajah mereka semakin berdekatan ,lalu,
Cummppp.
mereka berciuman mesra di taman istana dengan bunga-bunga yang berjatuhan.
selang beberapa menit, wajah mereka mulai menjauh dan, Yang Zhu menatap wajah Han Fei yang memerah lalu berkata,
''Apakah Kau ingin bertemu dengan saudarimu?.'' ucap Yang Zhu.
mendengar itu Han Fei mengangguk semangat dan berkat,'' tentu saja Gege, aku sangat ingin bertemu dengannya.''
''Baiklah, ayo kita pergi menemuinya.'' balas Yang Zhu.
''Tapi apakah tempatnya jauh?.'' tanya Han Fei.
''Tidak Fei'er, kita bisa kesana kapanpun jika mau dengan waktu yang sangat singkat, dan sekarang aku akan membawamu kesana.'' ucap Yang Zhu.
''Tapi sebelum itu, minumlah ini dulu ini bisa meningkatkan kekuatanmu.'' lanjutnya.
Lalu Yang Zhu mengeluarkan 1 pil jiwa dari penyimpanan sistem, kemudian memberikannya kepada Han Fei.
Siapapun yang akan memasuki dunia jiwanya, Yang Zhu berencana akan memberi mereka Pil Jiwa agar tidak akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkannya.
''bisa meningkatkan kekuatanku?.''
''Hmm, cobalah.''
Setelah itu Han Fei meminumnya.
Tak berselang lama terdengar ledakan di dalam tubuh Han Fei.
Bom.
Bom.
Bom.
Bom.
Suara ledakan itu berhenti pada saat Han Fei telah menerobos mencapai ranah jendral*1.
''gege, pil ini sangat hebat. apakah Gege masih memilikinya? jika iya bisakah aku meminta beberapa untuk memberikannya kepada ayah, ibu, dan kakek?.'' ucap Han Fei.
''Aku masih memiliki beberapa lagi, setelah kita kembali aku akan memberikannya.'' jawab Yang Zhu sambil tersenyum kepada Han Fei.
__ADS_1
''Terimakasih Gege.''
Cup.
lagi-lagi, Han Fei memberikan kecupan di pipi Yang Zhu, Yang Zhu hanya tersenyum.
''Baiklah ayo kita pergi.''
''Baik Gege.''
Lalu Yang Zhu memegang tangan Han Fei kemudian menghilang dari kursi taman istana.
Whusssss.
Mereka kembali muncul di sebuah halaman istana yang lebih megah dari istana kekaisaran Han Dan juga lebih besar.
''Selamat datang di istanaku Fei'er.'' ucap Yang Zhu sambil tersenyum kepada Han Fei.
''Wahhh, istana ini sangat indah Gege.'' ucap Han Fei yang terkesan dengan keindahan istana Yang Zhu.
Yang Zhu hanya tersenyum melihat itu, lalu berkata,''ayo masuk, pasti saudarimu sedang bermain bersama dengan Mei di suatu tempat di istana.''
mendengar nama Mei, Han Fei langsung menjadi sangat bersemangat.
''Baiklah Gege, ayo aku juga sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Mei.'' ucap Han Fei.
Lalu mereka pergi ke arah belakang istana, yang mana di situ terdapat sebuah pondok yang dikelilingi oleh kolam ikan dan juga ada sebuah pohon besar di samping pondok itu.
Terlihat Feng Yi sedang bersama dengan Mei di dalam pondok itu.
Mei yang kebetulan sedang duduk menghadap ke istana, dia melihat Yang Zhu sedang berjalan mendekati mereka, lalu berkata dengan semangat,
''Kakak, kakak sudah kembali, hore.''
Seketika Dia berbalik dan melihat Yang Zhu, tapi dia tidak melihat Han Fei, karena Han Fei berjalan di belakang Yang Zhu.
Feng Yi berdiri dan segera berlari memeluk Yang Zhu.
''Ahh,Gege sudah kembali.'' ucap Feng Yi sambil memeluk Yang Zhu.
Kemudian Feng Yi sadar bahwa ada seseorang di belakang Yang Zhu.
Dia melihat ke arah Han Fei sebelum kembali menatap Yang Zhu lalu berkata,
''Siapa dia Gege? aku baru melihatnya.''
''Dia Han Fei, Yi'er. Dan akan menjadi saudarimu kedepannya.'' jawab Yang Zhu yang sedikit gugup begitu pula dengan Han Fei.
Karena Han Fei merasa seperti seorang simpanan yang bertemu istri sah.
Mendengar kata saudari, bukannya marah kini Feng Yi terlihat tersenyum senang.
dia pergi kehadapan Han Fei lalu memeluknya, sebelum berkata,
''Haii saudari, aku Feng Yi wanitanya Yang Zhu.''
Han Fei juga menjawab dengan tersenyum senang,''haii juga saudari, aku Han Fei wanitanya Yang Zhu juga.''
kemudian mereka berbincang-bincang sendiri, tanpa memperdulikan Yang Zhu yang sedang bingung melihat kedua wanitanya yang sangat cepat menjadi akrab itu.
''ehh, ehhh, ehhhhhh,.. apa yang terjadi? bukankah seharusnya ada sedikit perdebatan dulu?'' ucapnya dengan melamun.
tapi kemudian tersadar saat Mei memeluk kakinya.
''kakak, apakah itu istri kakak juga.?'' tanya Mei.
__ADS_1
''iya Mei nanti mereka berdua akan menjadi istri kakak di masa depan, dan mungkin akan bertambah beberapa lagi nanti.'' ucal Yang Zhu sambil tersenyum ke arah Mei.
''Apakah Mei ingin jalan-jalan dengan kakak.?'' tanya Yang Zhu.
Mei hanya mengangguk, lalu Yang Zhu menggendong Mei sebelum berkeliling istana.
Setelah berkeliling istana mereka pergi ke tempat latihan pasukan agung.
Melihat Yang Zhu datang, Zen dan Xui menyapa, ''salam Tuan.'' ucap mereka dengan sedikit membungkuk.''
Yang Zhu mengangguk lalu bertanya, ''bagaimana hasil latihannya.?''
''Mereka sangat berbakat tuan, belum 1 bulan menjalankan proses latihan mereka sudah menunjukan kemajuan pesat.'' ucap Zen sambil menatap pasukan pria yang sedang berlatih.
''Begitu juga dengan Para wanita tuan, mereka sangat berbakat.'' tambah Xui.
''Terutama Untuk Rei dan Luo Feng tuan, mereka sangat berbakat.''
mendengar semua penjelasan dari kedua bawahannya itu, yang Zhu tersenyum.
karena Belum 1 bulan saja para pasukan agungnya sudah meningkat pesat, yang mana terakhir kali Yang Zhu memperhatikan mereka semua masih berada di penyempurnaan inti, dan sekarang rata-raya sudah berada di ranah Prajurit.
Sedangkan anak anak yang awalnya berada di ranah pembentukan qi, sekarang sudah berada di Penyempurnaan Inti, bahkan sudah ada beberapa yang mencapai *9.
Bahkan Luo Feng Sudah berada di tahap prajurit*8 dan Rei yang sudah berada di Penyempurnaan inti*1.
Sedang Feng Yi sudah berada di ranah jendral*1.
Feng Yi tidak melakukan latihan setiap hari, karena dia harus mengurus keperluan di dunia jiwa, dan juga menjaga Mei.
''Baiklah. ahh, sepertinya dalam beberapa hari lagi kita akan berperang, jadi lakukan semua persiapan dengan baik, latih gaya tempur dan mental mereka, agar saatnya tiba mereka tidak menjadi gugup.'' ucap Yang Zhu.
''Baik Tuan.'' jawab keduanya.
''Oke, aku pergi dulu Lanjutkan aktivitas kalian.'' ucap Yang Zhu, kemudian dia berbalik pergi bersama dengan Mei di gendongannya.
''Kakak apakah kakak akan berperang?.''
''Hmm, apakah Mei takut pertempuran.?''
''Tentu saja Aku takut kakak, apakah jika ada pertempuran kakak akan melindungi Mei dan kak Rei?''
''Tentu saja kakak akan melindungi kalian berdua, bahkan bukan hanya kalian berdua, kakak akan melindungi semua orang yang ada di sekitar kakak.''
***
setibanya di tempat Feng Yi dan Han Fei, mereka langsung menyapanya.
''Gege.'' ucap keduanya.
''Ayo kita keluar dulu Fei'er, untuk melakukan persiapan sebelum perang nanti.'' ucap Yang Zhu.
''Baik Gege.'' ucap Han Fei.
''Bagaimana denganmu Yi'er, apakah kau ingin ikut keluar juga.?'' tanya Yang Zhu kepada Feng Yi.
Feng Yi hanya mengangguk, dia sudah mengetahui akan terjadi perang antara kekaisaran Han dengan Kekaisaran Wei dari Han Fei.
Begitu juga Han Fei, dia sudah tau kalo Feng Yi berasal Dari kekaisaran Wei.
Dan juga semua yang terjadi sekarang ini, pada kekaisaran Han dan pada Feng Yi hanya karena 1 orang yang sama, yaitu Putra Mahkota kekaisaran Wei yang Breng*ek itu.
_____
makasih yang udah baca, mohon dukungannya:)
__ADS_1