
Setelah selesai istirahat sehabis berlatih dan makan, Yang Zhu berpikir untuk keluar dari hutan terlarang ini.
''Oke, waktunya keluar dari hutan dan memulai perjalanan menuju puncak dunia.''ucapnya.
Setelah itu, Yang Zhu bangkit berdiri dan mulai berjalan ke arah keluar hutan untuk pergi ke desa terdekat dengan santai sambil menikmati suasana.
Yang Zhu mengetahui arah dan desa terdekat karena dia meminum Pil pengetahuan alam fana waktu itu.
Jadi dia akan mengetahui semua hal di dunia fana yang terjadi sebelum dia meminum Pil itu.
Yang Zhu berjalan ke arah Utara. Karena arah desa terdekat berada di Utara dan juga bagian selatan adalah wilayah dari Kekaisaran Wei.
Hutan terlarang terletak tepat berada di perbatasan antara kekaisaran Han dan Kekaisaran Wei.
Dan hutan terlarang juga jarang di kunjungi atau dilalui orang, karena terdapat banyak monster di dalamnya.
Hanya orang yang tidak ingin melakukan pemeriksaan yang menyebrang antar kekaisaran melalui Hutan Ini, itupun sangat jarang ada.
Karena ada kabar yang mengatakan, bahwa ada sekelompok orang yang berada di Ranah Jendral pernah mencoba untuk masuk dan tidak ada 1 dari mereka yang kembali.
Dari Itu, Tidak ada lagi yang berani memasuki Hutan terlarang ini. Bahkan seorang Ranah Kaisarpun akan berpikir beribu kali untuk memasuki hutan ini.
Dalam perjalanan, Yang Zhu juga sesekali memetik beberapa buah untuk dimakan selama perjalanannya.
Yang Zhu berjalan tanpa ada gangguan dari monster, karena banyak Monster di hutan terlarang yang sudah mengenal energi dari Yang Zhu, orang yang membantai banyak Monster di hutan terlarang itu.
Setelah sekitar 2 jam berjalan, Yang Zhu berhenti karena mendengar suara pertempuran.
Tinggg...
Tinggg...
Tinggg...
Triingggg...
''Siapa yang bertarung? Dan juga terdengar bukan seperti pertarungan 1 lawan 1.''ucapnya sambil memakan sebuah apel.
Karena penasaran, Yang Zhu mendekat ke arah suara pertempuran itu untuk melihat siapa yang sedang bertarung .
Ketika sudah dekat, Yang Zhu melompat ke atas pohon agar bisa melihat dengan lebih jelas.
Setelah sampai di atas pohon, Yang Zhu melihat Seorang Wanita cantik yang berada di Ranah Prajurit*1 sedang bertarung melawan 10 orang yang berada di ranah penyempurnaan Inti*9 dan dipimpin oleh seorang di ranah Prajurit*1 yang memakai pakaian serba hitam.
Dan juga ada 1 orang di ranah Prajurit*1 tapi menggunakan pakaian yang berbedah.
Terlihat Wanita itu Sudah kelelahan karena melawan banyak orang sekaligus ditambah juga 2 orang yang kekuatannya setara dengan wanita itu.
Yang Zhu hanya menonton, karena tidak tau apa permasalahan yang membuat terjadinya pertarungan itu sambil memakan apel.
10 menit kemudian pertempuran itu berhenti, dan terlihat wanita itu sudah berlutut dengan 1 kaki sambil menancapkan pedangnya ditanah seperti kelelahan.
"Nona Muda Feng, sebaiknya anda menyerah saja dan menikahi Putra Mahkota, tidak ada ruginya juga bukan? kelak anda akan menjadi Permaisuri kekaisaran Wei.'' ucap Pemimpin dari 10 orang itu.
''Cihh... lebih baik aku mati disini, dari pada harus menikahi seorang breng*ek. Aku tidak akan pernah menikahi Pria breng*ek seperti itu''ucap wanita itu yang di sebut sebagai Nona Muda Feng.
__ADS_1
''Patriak sudah menyuruh Anda untuk menikahi Putra Mahkota, dan anda harus menuruti perkataan dari patriak, nona muda Feng .'' Ucap 1 orang yang menggunakan pakaian berbeda itu.
''Mematuhi perintahnya? ingat, keluarga Feng sebenarnya bukan milik dia. Tapi milik ayahku, Kalian menggunakan cara licik untuk menyingkirkan ayah dan ibuku kemudian mengambil alih seluruh keluarga Feng.'' balas wanita itu.
''itu adalah masa lalu Nona Muda Feng, sekarang anda harus mematuhi aturan dan mengikuti perintah Patriak, atau anda akan mati disini. karena saya mendapat perintah untuk membunuh Anda jika tetap melawan.'Ucap pria itu lagi.
''Sama seperti Tuan Feng Mo. Kami juga mendapatkan perintah dari Putra Mahkota untuk membunuh Anda, jika anda tetap melawan.''Ucap pemimpin 10 orang itu
''Sudah aku katakan Bukan, biarpun aku mati aku tidak akan pernah menikahi Pria Breng*ek itu.'' ucap wanita itu.
''Baiklah Jika itu mau anda, Maka kami akan membunuh Anda sesuai dengan perintah yang di berikan.'' Ucap Feng Mo dan mulai kembali menyerang bersama dengan Yang lain.
Melihat mereka menyerang, wanita itu juga membalas menyerang walaupun tau dia tidak bisa bertahan lebih lama lagi.
Tinggg...
Tinggg...
Tringggg...
Serangan demi serang kembali terjadi, sampai pedang dari wanita itu patah.
Kraakkk.
Wanita itu yang melihat pedangnya patah, bergumam,
''Sepertinya ini adalah Akhir.''ucapnya karena melihat sebuah pedang mengarah ke lehernya dan memejamkan matanya.
Tapi ketika pedang itu hendak mengenai lehernya, Seorang Pria muda tampan dengan menggenggam sebuah Pedang Hitam tiba-tiba muncul menahan pedang itu.
Tinggg.
Wanita itu yang mendengar suara dan merasa tidak ada yang terjadi padanya, perlahan membuka mata.
Ketika dia membuka mata, Wanita itu melihat seorang Pria Tampan sedang menatapnya sambil tersenyum dan sedang menahan pedang yang mengarah ke lehernya.
Melihat Serangannya di tahan, Feng Mo melompat mundur dan berkata dengan marah,
''Breng*sek, Siapa kau? beraninya mengganggu urusan kami.''ucap Feng Mo marah.
mendengar perkataan itu, Yang Zhu berbalik dan berkata dengan dingin,
''Aku? Kau tidak layak untuk mengetahuinya.''
''Kau dasar brengsek...hiyaaa.''kata Feng Mo kemudian menyerang.
Slashhh.
Yang Zhu memotong tangan kanan Feng Mo yang memegang pedang dan terdengar teriakan.
''Arggghh, dasar brengsek beraninya kau.'' Teriak Feng Mo.
''Sangat lemah.'' ucap yang Zhu.
Mendengar itu tentu Feng Mo semakin marah, dia menggambil kembali pedang dengan tangan kirinya dan berkata,
__ADS_1
''Semuanya ayo serang bersama, sepertinya Orang breng*ek ini memiliki kekuatan.''
Mendengar itu mereka semua bersiap untuk melakukan serangan bersama.
''Hahaha, Dasar sekumpulan orang lemah.'' Ucap Yang Zhu
Tidak ingin berlama-lama, Yang Zhu langsung menyerang mereka lebih dulu.
Tringgg...
Buk.
Tringgg...
Buk.
Tringgg...
Buk.
...
Setiap ayunan pedang Yang Zhu akan ada 1 kepala yang terjatuh, dan sekarang hanya tersisah 2 orang terakhir mereka adalah pemimpin dari 10 orang itu dan Feng Mo.
Melihat setiap ayunan Yang Zhu akan disusul dengan 1 kepala terjatuh, kaki mereka gemetar dan jatuh berlutut.
''Tu-Tuan, M-mohon jangan bunuh kami, Kami akan mematuhi semua yang tuan katakan.''ucam mereka berdua.
Tentu saja itu bohong dan Yang Zhu mengetahuinya, Mereka hanya akan membuat Yang Zhu lengah dan menyerang kembali.
''hahaha, Kalian pikir aku bodoh lebih baik pengecut seperti kalian Mati.''ucap Yang Zhu dan berjalan mendekati mereka.
''Teknik pedang Pemusnah, Gerakan pertama: Tebasan kilat.''
Slashhh.
Buk.
Slashhh.
Buk.
[Tuan Berhasil membunuh 10 orang di ranah Penyempurnaan Inti*9, Mendapatkan 10 ribu exp dan 5000 PS.]
[Tuan berhasil membunuh 2 orang di ranah Prajurit*1, mendapatkan 10 ribu exp dan 5000 PS.]
Wanita itu ketika melihat orang yang mengejarnya mati bernafas lega, tapi seketika kepalanya pusing dan wanita itu perlahan terjatuh.
Ketika Yang Zhu berbalik setelah mengambil semua cincin penyimpanan dan menyerap energi kematian dari mayat mereka, dia melihat wanita itu perlahan terjatuh langsung menggunakan langkah cahaya menghampiri gadis itu.
Yang Zhu langsung menggendong wanita itu untuk pergi mencari tempa istirahat, tapi sebelum pergi Dia membakar semua mayat menggunakan Api Abadi sampai menjadi debu dan hilang tertiup angin.
_____
Mohon dukungannya, Makasih:)
__ADS_1