
Tak terasa waktu pun cepat berlalu. awan jingga pun berubah menjadi gelap. mereka pun memutuskan untuk meninggalkan taman hiburan itu.
" eh, ngomong - ngomong cewek yang nguntit kamu udah pergi belum" tanya Mia
" ehh,,, emt,, dia,, maksudku,," kata samudra terbata - bata
" kenapa??? kok salting gitu?" kata Mia
" siapa?? aku?? ngaco,,, aku mana ada salting" kata samudra
" habis ini mau kemana?" tanya samudra mengalihkan pembicaraan.
" emt,,,, belum tau juga,,,," kata Mia
" gimana kalau kita ke danau Nirmala lihat pertunjukan kembang api?" usul Samudra
" wahh,, ide bagus,, ayo berangkat" kata Mia sambil reflek mengandeng tangan samudra. saking penuh semangatnya. samudra pun hanya diam karena terkejut. Mia yang sadar mengandeng tangan samudra pun menatap samudra. merekapun saling menatap. seketika Mia pun melepaskan gandengannya.
" ehhh,,, maaf maaf,,gak sengaja" kata Mia
" gak papa,,," kata samudra
mereka berdua pun merasa canggung karena.nya.
" *aduh canggung banget,, gimana ini,, ngomong apa ya buat ngalahin topik" kata Mia dalam hati
" kenapa jadi canggung gini sih,,,?" kata samudra dalam hati*
" eh,, itu,, aku mau ambil mobil dulu kamu tunggu sini aja,," kata samudra sambil mempercepat jalannya.
" emt,," kata Mia sambil menggangukkan kepalanya.
Saat mereka berpisah karena Samudra mengambil mobil diparkiran. Mia melihat anak laki-laki yang terasa familiar. Ternyata Radeva.
" Dev,, Deva ,, Deva,,,!!" teriak Mia memanggil.
radeva pun menoleh dan menghampiri mia.
__ADS_1
" ehh,, kebetulan ya ketemu disini??" kata Mia.
" iya,, eh,, kamu sendirian?" tanya Radeva
" gak tadi janjian sama samudra,, dia lagi ambil mobil diparkiran" kata Mia
" kalian,,,?" kata radeva
" jangan salah paham,, kami cuma temen,, dan aku janji tlaktir dia karna kemarin sempet rawat aku waktu aku sakit,," jelaskan Mia
" emt,,," gumam radeva.
" oh,, ya kamu kesini sama siapa?" tanya Mia
" aku sendiri,,," jawabannya singkat.
" kamu thu ya,,, ngirit banget ngomong nya" ledek Mia
Radeva pun hanya tersenyum.
" aku duluan ya,, aku mau ke danau Nirmala ,,," kata radeva
"ehh,, tapi" kata radeva
" gak papa bareng aja,," kata samudra tiba - tiba
" tapi,,," kata radeva sungkan
" ahh,,, udah gak usah mikir lagi,, ayo bareng,,,," kata Mia yang refleks menarik tangan radeva.
samudra yang melihat Mia menarik tangan radeva pun terlihat agak gak senang tapi hanya diam menahan rasa tidak sukanya.
" ngomong - ngomong kamu mau ngapain kedanau Nirmala?" tanya Mia pada radeva
" mau beli cumi bakar pesanan kakek" jawab radeva singkat
" terus tadi ke taman hiburan juga mau beli itu?" kata Mia
__ADS_1
" iya, tapi sayangnya udah habis. jadi harus ke danau Nirmala" kata radeva
" wah ternyata kamu sangat penyayang ya, sampai rela jauh - jauh beli cumi bakar ke danau Nirmala buat kakekmu,," kata Mia kagum
" iya mau bagaimana lagi dia satu - satunya keluarga ku,,," kata radeva
" ayah dan ibumu,,,?" tanya Mia
" mereka sudah lama bercerai,,," kata radeva sedih
"ughhh,, maaf,, aku gak maksud,,," Mia merasa bersalah
" gak papa,,," kata radeva seakan memaksakan senyum diwajahnya
" mereka asik ngobrol sendiri, aku dianggap sopir kali,,, awas aja kalian," kata samudra dalam hati
"srrrthh,,,,srthh,,,,dubrak,,,, " suara mobil berganti mendadak
" hey,,,, kamu bisa nyetir gak sih?? hati - hati tau" teriak Mia marah
" maaf,,, tadi ada kucing lewat,,," kata samudra sambil menahan tawa
" kamu gak papa Deva?" tanya Mia
" gak papa" kata radeva
" astaga siku mu lecet" kaget Mia
"ini gak papa kok" kata radeva
" sini lihat,, aku punya hansaplas nie,,,,"kata Mia sambil pasang hansaplas
" makasih,,," kata radeva
" iya,,, gak usah sungkan,,," kata Mia
" mereka ini kenapa sih? menyebalkan" kata samudra sebal sambil melihat mereka.
__ADS_1
akhirnya mereka sampai Danau Nirmala.