
" ahhh,,, yang benar saja,,"
" kenapa? kenapa aku harus ikut kegiatan malam ini... aku kan juga termasuk salah satu panitianya"
" dasar kalian semua pilih kasih.ini diskriminasi,,,"
keluhan Mia sepanjang perjalanan pendakian
" hey,,,!"
" apa kamu gak bisa tenang sedikit?"
perintah samudra
" aku sial banget kenapa bisa dapat nomor yang sama dengan kamu,,, Uhh kamu menyebalkan,," keluhan Mia
samudra pun hanya tersenyum mendengar kata-kata Mia dan tetap terus melanjutkan perjalanannya
oh tuhan,, kenapa kamu kejam sekali denganku, kenapa harus satu tim dengan dia.. ahhh.. menyebalkan sekali.. ok. harus cepat sampai finis, hari ini semakin dingin apalagi aku tak mau lama - lama dengan samudra disini. benar aku harus cepat menuju finis
" hei,, tinggu aku,,,! Ah, dasar sialan" kata Mia
" apa kamu yakin jalan.nya lewat sini?" tanya Mia
" mana aku tau kamu kan panitianya, harusnya lebih ngerti jalan kan" sahut samudra
" mana aku tau tadi aku ketiduran di tenda dan gak ikut buat lintasan disini" keluh Mia
" Stt,, kamu diam dulu, aku mendengar sesuatu" kata samudra
Mia pun diam dan mengikuti samudra dari belakang. Mia pun mulai merasa ketakutan. Tapi Mia diam dan terus mengikuti tanpa membantah samudra.
__ADS_1
" ehh,, itu,," kata Mia terbatah
" Diam dan ikut saja" kata samudra lirih
Mia pun diam dan tetap mengikuti. Tiba - tiba mereka menemukan tempat yang sangat indah. sebuah danau kecil yang sekelilingnya ada banyak bunga terompet. saat menendang keatas mereka dapat melihat jelas bintang dan bulan.
" wah, ,, hebat"
" aku tak pernah tau ada tempat ini"
" sungguh menakjubkan,,"kata Mia
samudra pun hanya tersenyum dan berkata
" di dunia ini masih banyak tempat indah kaya gini yang belum terjamah orang"
" cih,, sok tua lu Sam. Tapi kamu ada bebernya juga" kata Mia
samudra pun hanya tersenyum
" terima kasih ya Sam, berkat ngikutin kamu aku bisa melihat tempat menakjubkan kaya gini" kata mia.
ucapan Mia barusan menyentuh hati samudra. Ini kali pertama melihat Mia sangat senang dan bahkan kali pertama mendengar ucapan terima kasih dari Mia.
" kenapa,, tertawa? ada yang lucu?" tanya Mia
" aneh aja denger ucapan terima kasih dari mulut kamu. Biasanya juga bertengkar terus sama aku,,, Ohh, hatiku tersentuh sekali,," canda samudra
" hey,, Jagan mulai lagi..chih,,, dasar berandalan," kata Mia
" Aaa,,, ok. aku mengerti,,," kata samudra
__ADS_1
mereka pun tertawa bersama karna merasa lucu selama ini terus bertengkar tapi ternyata bisa akur seperti sekarang ini.
"kita harus segera kembali ini sudah terlalu larut,, nanti mereka cemas,," kata samudra
" tunggu sam,," kata Mia
" kenapa?" tanya samudra
" kita foto dulu,,, sayang lalu gak ada kenangan tempat indah kaya gini,,," pinta Mia manja
" Ahh, aku mengerti, tapi tolong hilangkan tingkah konyol mu itu,," kata samudra.
Mia pun hanya tersenyum. dan mereka mulai ber swafoto. setelah itu mereka pun kembali ke tenda mereka.
" ahhh,,, akhirnya, selimutku yang hangat... aku merindukan mu"
" oh.. coklat ku,,," kata Mia
" kamu thu ya..dasar gak pernah berubah, ini teh hangat buat kamu,,,," kata sandra
Mia pun hanya tertawa kecil. malam pun semakin larut. mereka pun tertidur pulas.
" hoamt...." Mia menguap
" ayo semua kumpul dulu,,," teriak panitia
" kita absen pagi setelah itu kita bereskan tempat ini. ingat tetap jaga kebersihan lingkungan.kumpulkan semua sampah yang berserakan. kita akan pulang setelah semua beres." kata nya lagi
mereka semua sibuk beres - beres.setelah itu mereka absen dan mulai meninggalkan tempat kemping.
mereka pun naik bus sekolah masing-masing dan kembali ke rumah masing-masing.
__ADS_1