
Yasmin Astari
Gadis cantik berambut panjang bergelombang, bermata coklat, dengan tinggi badan 168cm dan berat badan 50kg. Selain cantik, Yasmin juga siswa yang berprestasi. Tidak heran, jika Yasmin menjadi idola saat masih duduk di bangku SMP.
Saat ini, Yasmin duduk di bangku SMA kelas XII di salah satu SMA elite di kawasan Jakarta Pusat. Yasmin tinggal berdua bersama dengan Ibunya yang seorang tunawicara di sebuah rumah kecil di perkampungan.
Ia mempunyai seorang kakak perempuan yang bernama Rinjani Putri yang kini bekerja di luar kota. Rinjani sering berpindah-pindah kerja dari kota satu ke kota lainnya. Terakhir kali Yasmin mendapat kabar dari kakaknya kalu sekarang sang kakak bekerja di Surabaya.
“Kriiingg... kriinggg....”
Suara alarm menarik Yasmin kembali dari dunia mimpinya. Dimatikannya alarm tersebut, kemudian mengerjapkan matanya, mencoba untuk mengumpulkan kesadarannya. Tak lama kemudian, terdengar suara ketukan pintu.
“Tok tok tok...”
“Iya bu, Yasmin sudah bangun.” Ucap Yasmin menyahut.
Yasmin bergegas mandi dan bersiap-siap untuk berangkat sekolah. Dia melirik jam tangannya menunjukkan pukul 05.35 WIB. Sudah tidak ada waktu untuk sarapan.
“Ibu, Yasmin berangkat sekolah dulu ya.” Pamit Yasmin kepada ibunya.
Baru saja Yasmin hendak membalikkan tubuhnya, Bu Dewi, yang tak lain adalah ibu Yasmin menahan tangan anaknya. Yasmin menoleh ke Ibunya. Bu Dewi mengambil kotak bekal yang sudah disiapkannya dan memberikannya kepada sang Putri. Ia tahu, Putrinya tak sempat sarapan, makanya ia menyiapkan bekal untuk Putrinya agar bisa ia makan di bus.
“Ibu emang yang paling pengertian.” Ucap Yasmin sambil mengecup pipi Ibunya.
__ADS_1
Bu Dewi tersenyum dan terus menatap punggung Putrinya hingga tak terlihat. Dengan sedikit berlari, sampai juga Yasmin di halte bus. Tak lama kemudian, bus yang biasa ia tumpangi berhenti. Segera ia naik ke dalam dan duduk di bangku yang masih kosong.
“Untung aja aku nggak ketinggalan bus.” Gumamnya sambil mengeluarkan bekal yang dibawakan ibunya tadi.
***
Nathan Devangga Bramono
Putra bungsu dari pasangan Erik Bramono dengan Ayu Hastari. Memiliki seorang kakak laki-laki bernama Alfin Danu Bramono, yang kini menjabat sebagai wakil presdir di Bramono group. Saat masis SMP, Nathan dijodohkan dengan Aulia Ardani Pratama. Seorang gadis cantik, putri semata wayang nyonya Sabrina, pemilik butik ternama di negeri ini. Pertunangan mereka dilangsungkan saat mereka memasuki SMA.
Di kediaman keluarga Bramono
"Sayang, kapan kamu akan menemui Aulia?" Tanya Ayu kepada putranya, Nathan.
"Hey, sayang, kalian itu udah bertunangan 3 tahun, loh. Tapi Mamah belum pernah lihat kamu mengajaknya pergi kencan. Ajakin dong sekali-sekali tunanganmu itu jalan-jalan."
"Udah dong mah, Nathan ngga mau ngebahas itu. Aku berangkat sekolah dulu." Pamit Nathan mengambil tas dan kunci motornya.
"Kamu mau kemana Nathan? Mamah belum selesai bicara." Tanya Ayu.
"Tentu saja ke sekolah, memangnya mau kemana lagi? aku bisa terlambat masuk kelas mah." Jawab Nathan sembari mencium pipi mamahnya.
"Habiskan dulu sarapanmu. Nathaann!!!" Panggil Ayu kesal.
__ADS_1
Nathan melambaikan tangannya sambil terus berjalan tanpa menoleh kepada mamah Ayu.
"Anak itu semakin sulit diatur. Ini karena kau selalu memanjakannya." Ucap seseorang dari arah belakang yang tak lain adalah Erik Bramono, suami Ayu. Erik menarik kursinya.
"Tentu saja aku memanjakannya, karena dia adalah putraku. Aku sudah kehilangan waktuku bersama putra sulungku karena dia sibuk bekerja dari pagi sampai malam karena menggantikan posisimu di perusahaan." Dengus Ayu kesal.
"Eheemmm." Erik hanya berdehem menjawab ucapan sang istri. Ayu menghentakkan kakinya dengan kesal kemudian beranjak dari tempat duduknya meninggalkan suaminya sarapan sendiri.
Tak lama kemudian, Alfin keluar dari kamarnya dan pergi ke ruang makan. Ia melihat papahnya sarapan sendiri.
"Di mana Mamah dan Nathan, pah?" Tanya Alfin sembari menarik kursinya.
"Adikmu sudah berangkat, dan mamahmu sedang kesal." Jawab Erik yang masih fokus dengan nasi goreng di piringnya. Alfin melirik ke arah papahnya sesat kemudian tersenyum.
•
•
•
**Hallooo readers semuanya....
Ini karya pertama aku. Mohon dukungannya ya. aku persilakan untuk kritik dan sarannya di kolom komentar. Tentunya dengan bahasa yang halus yess!
__ADS_1
Selamat membaca😊😊😊**