
******Mohon dukungannya teman-teman...
Happy Reading😊😊😊****
•
•
•
“ Aku sudah selesai.” Ujar Yasmin beranjak dari tempat duduknya sembari membawa nampan bekas makanannya tadi.
Damar mengusap pelan punggung tangan Nayla, memberi kode untuk ikut pergi dari bangku itu.
“Kalian tuh ya, selalu aja bikin nafsu makan gue ilang.” Dengus Nayla kesal lalu menggandeng lengan kekasihnya dan meninggal kan mereka berempat.
“Tuh, Yasmin udah pergi. Sana temani tunangan loe makan siang.” Ucap Varrel.
“Loe bisa diem ngga? Kalau loe mau, loe aja yang temenin Aulia makan.” Jawab Nathan masih mencoba menahan amarahnya.
“Loe dengar kan Aulia? Tunangan loe ini nggak mau nemenin loe makan siang malah nyuruh gue buat temenin loe.” Cibir Varrel dengan sedikit memiringkan kepalanya agar bisa melihat Aulia yang duduk dengan posisi membelakangi mereka. Auliapun beranjak dari tempat duduknya tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
~
Yasmin membuka pintu lokernya. Ia mengambil dua buah buku pelajaran untuk mengikuti jam pelajaran selanjutnya. Tak lama kemudian, Nayla datang bersama Damar.
__ADS_1
“Kamu ngapain sih cemberut kaya gitu?” Tanya Damar yang sedari tadi melihat Nayla menekuk wajahnya.
“Enggak, aku masih kesel aja sama Nathan sama Varrel. Mereka bener-bener bikin nafsu makan aku ilang. Gara-gara mereka juga kamu makannya cuma sedikit.” Dengus Nayla.
"Udah, jangan marah-marah ah, ntar cantiknya ilang loh." Ucap Damar tersenyum seraya mengusap rambut Nayla dengan lembut.
“Aku heran deh, kenapa sih mereka itu kalo ketemu selalu aja berantem. Rasanya pengen banget melempar mereka berdua ke pulau yang nggak ada penghuninya.” Lanjut Nayla.
“Bukannya kamu udah kenal mereka dari kecil ya?” Tanya Damar.
“Iya, aku kenal mereka dari SD. Seingatku saat SD mereka berteman dekat, terus nggak tau kenapa tiba-tiba renggang gitu aja.” Jawab Nayla sambil mencoba mengingat-ingat.
"Udah, ngga usah dipikirin, ngga penting juga." Ucap Damar mengusap lembut bahu Nayla.
Yasmin menutup pintu lokernya dan berjalan menuju kelasnya, melewati Damar dan Nayla begitu saja. Damar menghela nafas sambil terus memandangi punggung sahabatnya itu.
“Ayo!” Ajak Damar lembut sambil menggenggam tangan Nayla.
Bel sekolah berbunyi, menandakan bahwa kegiatan belajar di sekolah itu telah usai. Para siswa siswi berhamburan keluar kelas. Dan satu persatu dari mereka masuk ke dalam mobil jemputan yang sudah menunggu mereka. Yasmin berlari keluar gerbang sambil sesekali melirik jam tangannya. Dengan langkah yang buru-buru, sesekali ia berlari kecil agar tidak terlambat sampai di tempat kerjanya.
“Yasmin.” Yasmin menghentikan langkahnya mendengar seseorang memanggilnya. Ia menoleh ke arah suara. Sebuah motor gede berhenti di sampingnya. Ia hanya menoleh ke arah orang itu tanpa menjawab panggilannya.
“Naik, gue anterin loe ke tempat kerja.” Titah pria itu yang tak lain adalah Nathan.
“Nggak usah, makasih.” Jawab Yasmin melanjutkan langkahnya.
__ADS_1
“Kalau gitu sama gue aja.” Sahut seseorang lainnya. Varrel menghentikan motornya menghadang langkah Yasmin yang hendak menyeberang.
“Apa-apaan loe?” Tanya Nathan.
“Loe nggak liat? nggak denger? gue lagi nawarin tumpangan ke Yasmin. Kasihan dia kalo mesti nunggu angkot, sumpek lagi.” Jawab Varrel sinis.
“Ayo! loe nggak bakalan kena masalah kalo gue yang anterin. Beda urusannya kalo Nathan yang anterin.” Ucap Varrel sambil menunjuk jok motor belakangnya dengan kepalanya.
“Apa maksud loe?” Tanya Nathan.
“Gue belum tunangan men, jadi masih bebas.” Jawab Varrel sinis.
Nathan menatap Varrel dengan tatapan tidak suka. Sesaat kemudian sebuah mobil berhenti di depan Varrel.
“Yasmin, masuk.” Ujar Damar yang duduk di bangku depan bersama sang ayah.
Tanpa aba-aba, Yasmin langsung masuk ke mobil Adrian, yang tak lain ayah Damar, meninggalkan Nathan dan Varrel yang masih terdiam di atas motor masing-masing. Varrel tersenyum sinis ketika menangkap tatapan tidak suka dari Nathan. Ia mengenakan helm yang tadi ia lepas dan melajukan motornya pulang ke rumah.
•
•
•
****Hallooo readers semuanya....
__ADS_1
Ini karya pertama aku. Mohon dukungannya ya. aku persilakan untuk kritik dan sarannya di kolom komentar. Tentunya dengan bahasa yang halus yess!
Selamat membaca😊😊😊**