
Mohon dukungannya teman-teman...
.
Happy Reading 😊😊😊
•
•
•
Malam semakin larut. Dan Yasmin masih sibuk dengan buku-buku belajarnya.
Ddrrrttt drrrttt....
Ponselnya bergetar menandakan ada pesan masuk. Yasmin mengambil ponselnya, melihat siapa yang mengirim pesan padanya malam-malam begini.
“*Loe u*dah tidur?” ~ Nathan
Yasmin menghela nafas kemudian meletakkan kembali ponselnya tanpa membalas isi pesan tersebut.
“Udah malem.” Gumamnya sembari merapikan buku dan alat tulisnya. Ia berjalan menuju ranjangnya sambil memijat bahunya.
“Selamat malam Yasmin. Tidurlah yang nyenyak.” Ucapnya sambil menarik selimut sampai batas dadanya.
Tak butuh waktu lama ia sudah masuk ke dunia mimpinya.
~
Sementara itu, di kediaman Bramono tepatnya di kamar Nathan, ia tengah menyenderkan tubuhnya di ranjang. Dengan sebuah buku di tangannya, entah buku apa yang ia baca. Sesekali ia melirik ponselnya.
“Apa dia sudah tidur?” Gumamnya sambil mengecek ponselnya yang tak kunjung ada pesan masuk.
Tak sabar menunggu Yasmin yang tak kunjung menjawab pesannya, ia pun meneleponnya. Panggilan tersambung tapi tak ada jawaban.
“Masa sih jam segini udah tidur. Atau jangan-jangan dia sengaja nggak angkat telpon dari gue?” Nathan bertanya pada dirinya sendiri.
~
Ceklek
Seseorang membuka pintu kamar Yasmin, dan orang itu adalah bu Dewi. Dengan langkah perlahan, bu Dewi berjalan ke arah ranjang dan duduk di tepi ranjang Yasmin. Diperhatikannya wajah sang Putri dengan penuh cinta.
__ADS_1
“Maafin Ibu, nak. Karena Ibu, kamu harus ikut bekerja keras.” Batinnya sembari membelai lembut rambut Yasmin. Bu Dewi mengecup kening Yasmin kemudian kembali ke kamarnya.
Fajar kembali menyambut. Dengan malas, Yasmin meraih ponselnya dan mematikan alarm yang sedari tadi mengusik tidurnya.
"Haahhh... Udah pagi aja sih. Perasaan baru sejam gue tidur." Keluh Yasmin, kedua tangannya memukul ranjangnya.
Yasmin beranjak dari tempat tidurnya dan mulai bersiap-siap. Seperti biasa, Yasmin akan berangkat ke sekolah dengan naik bus.
Sesampainya di Halte, Yasmin mengambil bekal yang disiapkan Bu Dewi sembari menunggu bus yang belum datang. Setelah memghabiskan bekal sarapannya, ia memasukkan kembali kotak bekalnya ke dalam tas.
Beberapa orang di samping tampak sedikit panik, karena sampai jam 6 lebih, busnya tak juga datang.
“Naik!” Ucap Nathan yang kini sudah berhenti di depan Yasmin. Bukannya menjawab, Yasmin mengalihkan pandangannya.
“Gue bilang naik! Ini udah siang. Kalau loe nungguin busnya dateng, yang ada loe telat.” Ucap Nathan lagi.
Yasmin menatap Nathan sekilas kemudian kembali mengalihkan pandangannya. “Nggak usah, sebentar lagi busnya juga dateng.” Tolak Yasmin.
“Yasmin, ini bukan waktunya buat keras kepala. Busnya masih lama, bisa jadi ngga lewat. Harusnya kan udah dateng dari sepuluh menit yang lalu.”
"Dari mana loe tau?"
“Loe ngikutin gue ya?” Tanya Yasmin dengan nada sedikit kesal.
Yasmin melihat jam tangannya yang menunjukkan sudah pukul 06.12. Ia nampak berpikir. Sepertinya ia tidak bisa menolak tawaran Nathan kali ini.
Yasmin mengambil Helm dari tangan Nathan. Dengan senyum kemenangan, Nathan mengendarai motornya dengan kecepatan sedang.
Setelah menempuh perjalanan selama 30 menit, mereka pun sampai di sekolahan. Kedatangan Nathan yang berboncengan dengan Yasmin, membuat murid-murid di sekolah itu heboh. Bagaimana tidak, selama ini Yasmin adalah salah satu murid yang dijauhi karena ia hanyalah murid penerima beasiswa.
Sementara Nathan, ia adalah anak dari Erik Bramono, salah satu pemilik saham terbesar di Yayasan yang menaungi SMA Nusantara. Selain itu, semua murid dan guru-guru di sekolah itu, sudah mengetahui pertunangan antara Nathan dan Aulia.
“Bukannya itu Yasmin ya? Murid miskin penerima beasiswa? Kok bisa dia berangkat sama Nathan?” Tanya salah seorang murid.
“Iya, itu Yasmin. Nathan kan udah tunangan, kok bisa malah sama Yasmin.” Ucap salah seorang lagi.
"Udah pasti Yasmin merayunya. Kalau tidak, mana mungkin Nathan mau."
“Itu kan Nathan...”
“Dasar gadis miskin tidak tahu malu!”
“Dia benar-benar hama pengganggu...”
__ADS_1
Begitulah sebagian pembicaraan para murid-murid yang melihat Yasmin dan juga Nathan.
“Terimakasih untuk tumpangannya.” Ucap Yasmin dan langsung meninggalkan Nathan.
Dengan cepat Nathan menahan lengan Yasmin.
"Tunggu! Kita ke kelas sama-sama.”
“Jangan, gue ngga mau jadi bahan perbincangan anak-anak. Gue juga nggak mau ada salah paham dengan Aulia.” Jawab Yasmin sambil berusaha melepaskan tangan Nathan.
“Lepasin tangan gue Nathan, please.” Ucap Yasmin memohon dengan lembut.
Nathan menatap Yasmin, kemudian memperhatikan sekitarnya. Ada banyak anak-anak yang memperhatikan mereka membuat Nathan mengembuskan nafas kasar.
“Kita ketemu di kelas.” Ucap Nathan melepaskan tangan Yasmin. Yasmin pun segera meninggalkan Nathan yang masih terus menatapnya.
Berita mengenai Nathan dan Yasmin dengan cepatnya menyebar ke seluruh penjuru sekolah, tak terkecuali Aulia dan Varrel.
“Loe ngga apa-apa?” Tanya Varrel menghampiri Aulia.
“Apa?” Tanya Aulia singkat sambil mengambil buku dan alat tulis di lokernya.
“Tadi pagi Yasmin berangkat sekolah bareng Nathan, tunangan loe, dan itu udah nyebar ke seluruh sekolah.” Ujar Varrel dengan menyenderkan tangan kirinya pada loker sebelah Aulia.
“Gue nggak peduli!” Jawab Aulia cuek.
“Loe nggak cemburu?” Tanya Varrel dengan nada meledek.
“Cih, kalo mau tau jawabannya, loe tanya di depan kaca sana.” Jawab Aulia dingin lalu pergi meninggalkan Varrel.
Varrel menatap Aulia sinis dan pergi ke arah yang berlawanan.
.
.
.
.
Hallooo readers...
Mohon dukungannya yaaa.... dipersilahkan bagi yang mau kasih kritik dan saran dipersilakan di kolom komentar. Dan ingat, gunakan kalimat yang sopan yes.
__ADS_1
terimakasih😊😊😊