Yasmin (Kembalinya Sang Pewaris)

Yasmin (Kembalinya Sang Pewaris)
episode 7


__ADS_3

******Hay semuanya...


mohon dukungannya ya😊😊😊****...





Kantin Sekolah


Para murid sedang mengantri untuk makan siang mereka. Sebagian dari mereka sudah duduk dan mulai menyantap menu makan siang hari ini. Tak seperti biasanya, Damar hanya makan siang berdua dengan Nayla, tanpa Yasmin yang kali ini lebih memilih untuk menghabiskan waktu istirahatnya di Perpustakaan.


Bukan tanpa alasan, sebenarnya Yasmin cukup lapar. Tapi ia tahu, kalau ia makan siang di kantin, pasti akan ada siswi-siswi yang mengganggunya mengingat pagi tadi ia yang berangkat sekolah bersama Nathan.


Sambil memegang nampan makanannya, Nathan mengedarkan pandangannya seperti mencari tempat duduk kosong. Ah salah, dia mencari Yasmin. Setelah pandangannya menemukan Damar dan Nayla, ia melangkahkan kakinya menghampiri mereka. Namun ada tangan yang memegang pundaknya dan memaksanya duduk untuk duduk di kursi di hadapannya.


“Loe mau kemana sih? Tunangan loe ada di sini.” Tanya Varrel.


Ya, Varrel lah yang memaksa Nathan untuk duduk. Dan kini ia duduk berhadapan dengan Aulia yang nampak cuek dan terus melanjutkan makannya.


“Nathan, Nathan... mata loe buta apa gimana sih? di depan loe udah ada Aulia yang jelas-jelas dia itu tunangan loe. Tapi loe masih aja nyari Yasmin.” Ujar Varrel yang disambut senyuman oleh kedua teman Varrel.


"Aulia kurang apa coba? cantik iya, pinter iya, udah gitu tajir lagi. Udaahh, mending loe baik-baikin nih tunangan loe, jangan sampai dia mutusin tunangannya gara-gara gadis lain yang bakal berpengaruh pada kerja sama keluarga loe sama keluarga Aulia." Lanjutnya.


Nathan menghembuskan nafas kasar, "Ya udah, kalo gitu loe aja yang tunangan sama Aulia."


Tak ingin memperpanjang masalah, ia mengangkat nampan makanannya kembali dan memilih meninggalkan kantin.


“Woyy! loe mau kemana? mau nyari Yasmin?” Tanya Varrel berteriak pada Nathan yang sudah berjalan jauh.


Damar terus menatap Varrel. Menyadari dengan tatapan sang kekasih, Nayla mengusap pelan punggung tangan Damar dan memberi isyarat untuk melanjutkan makan siang mereka.

__ADS_1


Ck ck ck ... Varrel berdecak pada Aulia sambil bertopang dagu.


“Gue heran sama Nathan, udah ada tunangan cantik tapi malah disia-siain. Ckckckck." Ucap Varrel dengan nada mengejek.


“Berisik!” ketus Aulia beranjak dari tempat duduknya.


“Astaga, mereka ini sudah bertunangan tapi kenapa ngga ada manis-manisnya sih.” Ujar Varrel terkekeh.


~


Nathan kesana kemari mencari keberadaan Yasmin, tapi tidak juga ketemu. Ia melirik jam tangannya, sebentar lagi jam istirahat usai. Ia pun memutuskan menunggu di depan kelas Yasmin.


Baru beberapa langkah, gadis itu muncul dari arah Perpustakaan. Nathan menyunggingkan senyumnya dan segera menghampiri Yasmin.


“Ada apa?” Tanya Yasmin pada Nathan yang kini sudah ada di hadapannya.


“Dari mana? Kenapa nggak makan siang di kantin?” Nathan balik bertanya.


“Nggak apa-apa, gue ngga laper.” Jawab Yasmin datar lalu berjalan melewati Nathan.


“Mau kemana?” Tanya Nathan.


“ ke kelas, memangnya mau kemana lagi? gue ada kelas seni.” Jawabnya sambil berusaha melepaskan tangannya.


“Yasmin...”


“Nathan, gue mau kita jadi orang asing. Gue risih dan terganggu dengan tatapan, ucapan dan juga perlakuan anak-anak.” Yasmin memotong ucapan Nathan. Ia menarik tangannya dengan kasar dan langsung meninggalkan Nathan yang masih terus memandangi punggungnya.


Kelas seni


Yasmin masuk ke dalam kelas dan melihat beberapa murid yang sudah berada di sana dan sedang menyiapkan peralatan menggambar.


“Gue denger tadi loe berangkat sekolah bareng Nathan.” Ucap Winda, salah seorang murid kelas seni yang duduk di samping Yasmin.

__ADS_1


“Oh, itu cuman kebetulan, bus yang biasa gue naiki tadi terlambat datang.” Jelas Yasmin.


“Mending loe jauhin Nathan kalau loe ngga mau kena masalah. Bukan Aulia, tapi Varrel dan Luna juga teman-temannya. Loe paham kan maksud gue?” Saran Winda.


“Iya, gue paham, makasih sarannya.”


“Nggak usah kege'eran. Gue ngomong kayak gitu bukan karena gue peduli. Gue cuman nggak suka aja ada bullying di sekolah. Kekanak-kanakan.” Jelas Winda tanpa menoleh ke Yasmin.


“Iya, gue tetep berterimakasih.” Jawab Yasmin tulus, Winda diam tak menjawab.


Bel berbunyi, beberapa murid masuk ke kelas, disusul pak Beni yang merupakan guru yang mengajar di kelas seni, tepatnya seni lukis.


Sementara itu di kelas Bahasa, Nathan memilih tempat duduk di bangku paling belakang dan hanya bermalas-malasan sambil mencoret-coret tidak jelas.


“Loe kenapa?” Tanya Fabian berbisik.


Nathan meliriknya sebentar kemudian menidurkan kepalanya di atas meja.


“Mau bolos nggak?” Tanya Fabian antusias.


“Gimana caranya?” Tanya Nathan dan dijawab dengan senyuman oleh Fabian.


Bruukk!!!


Seluruh murid dan juga guru yang di dalam kelas itu menoleh ke belakang.





******Hallooo readers semua...

__ADS_1


Mohon dukungannya yaaa.... dipersilahkan bagi yang mau kasih kritik dan saran dipersilakan di kolom komentar. Dan ingat, gunakan kalimat yang sopan yes**.


terimakasih😊😊😊**


__ADS_2