Yasmin (Kembalinya Sang Pewaris)

Yasmin (Kembalinya Sang Pewaris)
episode 2


__ADS_3

SMA NUSANTARA


Siapa yang tidak tahu sekolah itu. SMA Nusantara adalah sekolah elite yang terletak di kawasan Jakarta Pusat. Sekolah yang berhasil mencuri perhatian karena semua siswa siswinya merupakan putra putri dari keluarga kaya dan terpandang. Tak sedikit orangtua yang menginginkan anaknya bisa sekolah di situ, tapi mereka harus mengubur keinginannya karena mengingat biaya sekolah di SMA Nusantara tidaklah murah. Bahkan bisa dibilang, SMA Nusantara adalah sekolah dengan biaya pendidikan termahal.


Yasmin adalah salah satu murid yang beruntung karena bisa bersekolah di sekolah itu melalui jalur beasiswa. Sekolah itu hanya menerima 3 murid dari jalur beasiswa dalam setiap tahunnya.


“Loe ngapain berdiri di sini? bengong lagi.” Tegur seseorang yang melihat Yasmin hanya berdiri di depan gerbang.


Yasmin menoleh ke belakang dan mendapati Damar Adrian yang tak lain adalah sahabat Yasmin dari SD.


“Oh, loe udah dateng, tumben.” Jawabnya sembari melangkahkan kaki memasuki gerbang sekolah.


“Papah ada urusan mendadak, mau nggak mau deh gue berangkat pagi daripada harus naik taksi. Loe sendiri jam segini udah dateng aja." Jawab Damar dan mengembalikan pertanyaan Yasmin.


“Loe lupa runah gue jauh banget dari sekolahan. kalo gue ngga berangkat pagi, yang ada gue ketinggalan bus.” Jawab Yasmin sambil terus memandang ke arah depan.


“Oh iya, lupa. hehehee." Jawab Damar.


"Ya udah, ayo masuk ke kelas." Ajak Damar sambil merangkul bahu Yasmin. Tiba-tiba...


“Singkirin tanganmu dari gadis jelek itu!” Suara yang cukup melengking membuat Damar dan Yasmin menoleh ke belakang.


Seorang gadis berseragam sekolah yang sama dengan mereka tengah berjalan cepat dengan raut wajah yang kesal. Ia adalah Nayla, kekasih Damar.


“Kamu mau tanganmu patah?” Tanya Nayla kesal. Damar memandangnya tersenyum melihat wajah lucu Nayla ketika sedang cemberut.


"Kalau tangan aku patah, aku ngga bisa gandeng tangan kamu dong." Jawab Damar lembut.

__ADS_1


"Biarin aja, siapa suruh kamu pake rangkul-rangkul nih anak jelek." Kesal Nayla.


“Kamu cantik banget sih sayang kalo cemberut kayak gini?” Goda Damar.


Nayla tersipu dan langsung menggandeng lengan Damar dengan manja.


"Mulai deh." Ucap Yasmin memutar bola matanya jengah.


"Biarin, sirik aja." Jawab Nayla.


Yasmin hanya geleng-geleng kepala lalu meninggalkan mereka berdua. Adegan seperti ini sering kali terjadi.


Di kantin sekolah


Para murid sudah berbaris sambil membawa nampan kosong. Mereka mengantri untuk mengambil jatah makan siang yang sudah disiapkan oleh ahli gizi dan juru masak profesional.


Trengg!!!


“Ngapain loe? Siapa yang kasih ijin kalian duduk di sini?” Ketus Nayla pada 3 murid yang baru saja duduk bergabung dengan Yasmin, Damar dan Nayla.


“Ini kan fasilitas sekolah, ngapain juga butuh ijin dari loe.” Ucap salah seorang dari mereka datar. Nayla menatap mereka sinis. Mereka adalah Varrel dan dua temannya yaitu Dika dan Aldo.


Tak lama kemudian, datang seorang lagi dan duduk tepat di sebelah Yasmin.


“Loe ngapain duduk di sini?” Varrel menatap tajam ke arah Nathan.


“Loe ngga liat gue lagi makan?” Ucap Nathan datar.

__ADS_1


“Ngga harus di sini juga kali. Noh, masih banyak bangku kosong. Pindah loe sana.”


“Ini fasilitas sekolah. Jadi gue bebas mau duduk di mana aja. Kalau loe nggak suka kenapa bukan loe aja yang pindah sama dua temen loe itu?” Jawab Nathan sambil terus menyuapkan makanan ke mulutnya.


Merasa kesal dengan jawaban Nathan, Varrel meletakkan sendoknya dengan kasar. Ia menyenderkan bahunya pada kursi dengan kedua tangannya masuk ke saku celana. Tatapannya tajam ke arah Nathan yang masih dengan santainya menyantap makan siang yang ada di hadapannya.


“Loe ngga kasian apa sama tunangan loe, dia makan sendiri tuh.” Ucap Varrel dengan sedikit menaikkan suaranya dan menatap Aulia yang sedang makan sendiri.


Tentu saja Aulia mendengar apa yang di ucapkan oleb Varrel, karena bangku Aulia yang tak jauh dari bangku mereka.


"Ya udah, loe aja sana yang temenin." Jawab Nathan santai. Varrel menatapnya sinis.


Dika dan Aldo masih menyimak Nathan dan Varrel sambil menyantap makanannya. Begitupun dengan Damar dan Nayla. Sementara Yasmin hanya terdiam dan tetap fokus dengan makan siangnya. Merasakan suasana yang semakin tidak enak, Yasmin memilih untuk menyudahi makan siangnya.


“ Gue udah selesai.” Ujar Yasmin beranjak dari tempat duduknya sembari membawa nampan yang ia gunakan tadi.


.


.


.


**Hallooo readers...


Mohon dukungannya untuk karya pertama ini. Ditunggu kritik dan sarannya di kolom komentar. silahkan berkomentar dengan bahasa yang sopan.


Terimakasih 😊😊😊**

__ADS_1


__ADS_2