
Seperti biasa, pagi ini Andrea berangkat sekolah diantar oleh sopir pribadinya. Hari ini adalah ujian semester kenaikan kelas. Pagi-pagi sekali Andrea sudah datang ke sekolah untuk sekedar mengulangi belajarnya semalam. Dari jauh Exel, kekasih Andrea mulai mendekati saat melihat Andrea memasuki gerbang sekolah.
"Hai sayang, gimana persiapan ujianmu?" sapa Exel pada kekasih hatinya.
"Hai juga sayang, kau kenapa kesini, nanti kalau sopirku tahu gimana?" balas Andrea, sambil tengok kanan kiri takut dilihat sopirnya.
Sebenarnya Andrea dan kekasihnya backstreet dari orang tua Andrea, karena mereka belum mengizinkan Andrea berpacaran.
"Tenang saja sayang, sopirmu sudah pergi."
"Tapi tetap saja Exel kalau dia tdi melihat kita, dia bisa saja lapor pada ayah. Lain kali jangan menungguku lagi di depan gerbang"
"Baiklah Andrea, aku lain kali akan menunggumu di depan kelasmu saja. Ayo segera ke kelas', ujar Exel menenangkan kekasihnya yang sedang khawatir.
Bel tanda masuk pun berbunyi, yang menandakan bahwa ujian akan segera dimulai. Andrea yang berada di jurusan 11 IPA A mendapatkan ruang 05, seperti ujian sekolah pada umumnya, saat ini masing-masing kelas mereka dibagi menjadi 2 ruang dan duduk bersebelahan dengan kelas dari jurusan lain. Kebetulan Andrea mendapatkan ruangan yang sama dengan Exel, dimana Exel sendiri jurusan 11 IPS A.
Ujian sudah dimulai dengan pelajaran pertama Matematika yang pasti sudah akan membuat semua orang berdecak sebal karena baru hari pertama ujian sudah dihadapkan pelajaran yang paling dibenci oleh semua siswa. Suasana pun terlihat hening, namun itu cuman beberapa jam di awal saja, lihat saja dari dekat, sudah ada beberapa siswa siswi yang mulai krasak krusuk mencari bantuan teman sesama jurusannya. Tak terkecuali Andrea sendiri, meskipun dia termasuk golongan anak pintar, tetap saja ada beberapa soal yang dia tidak pahami. Beruntungnya dia satu ruangan dengan siswa terpintar di kelas yang tak lain adalah sahabatnya sendiri, Dira.
"ssst...Dir, gue minta jawaban nomor 25 donk?"
"bentar..jawabannya A Dre", jawab Dira sambil waspada melihat guru penjaga didepannya.
__ADS_1
"Bukannya jawabannya C ya Dir?"
"Lu nanya apa ngajak diskusi sih?" sewot Dira
"Dih gtu aja sewot, ya maaf gue cuman mastiin aja" jawab Andrea sambil cengir
2 jam ujian Matematika akhirnya selesai juga, terlihat beberapa siswa yang menghela nafas lega akhirnya 1 mata pelajaran sulit sudah dilalui, tinggal 2 pelajaran sulit lainnya Fisika dan Kimia yang harus mereka hadapi.
Selesai ujian ada yang langsung menghamburkan dirinya ke kantin karena lapar dan pusing setelah menyelesaikan ujian matematika tadi, sedang ada beberapa yang memilih tetap didalam kelas sekedar belajar untuk ujian selanjutnya.
Andrea, Exel, Dira dan Rara menuju ke kantin untuk mengisi perut mereka yang sudah keroncongan. Andrea sendiri memiliki 2 sahabat yaitu Dira dan Rara mereka sudah 1 kelas dari kelas 10 sampai kelas 11 ini, tapi ujian kalian ini hanya Rara saja yang beda ruangan dengan mereka. Mereka pun sudah terbiasa ke kantin bersama dengan Exel tentunya, biasanya Exel akan menemani Andrea ke kantin terlebih dahulu, setelah itu dia akan bergabung dengan teman-temannya atau biasanya mereka juga makan bersama di kantin.
"Iya iih, ini pasti pada kelaperan semua gara-gara matematika tadi deh."
"Ya udah sayang, itu di pojok masih ada duduk tuh, ada temen-temen aku juga." Tawar Exel pada Andrea
"Gimana guys, mau duduk disana sama temennya Exel?" Tanya Andrea pada Dira dan Rara
"Kuy lah, daripada ga dapat duduk."
"Hai guys, kita gabung yak?
__ADS_1
"Gabung aja lagi, pake ijin-ijin segala kayak sama siapa aja lu. Hai Dira, makin cantik aja nih neng geulis"Jawab Iko salah satu teman Exel, yang sekalian menggoda Dira.
"Dih apaan sih lu Ko, basi banget."
"Galak pisan euy neng geulis ini sama aa Iko."
"hahahah najis lu Ko", sahut Farhan yang geli sendiri melihat temannya mulai menggoda cewek
"Namanya juga usaha Han, siapa tau Dira bisa kesengsem sama gue"
"udah deh Ko, jangan godain temen gue mulu, ntar dia baper lu cincang ya", sungut Andrea yang tahu sekali sifat dari sahabat pacarnya ini.
"Ya ga lah Dre, lu mah suudzon mulu sama gue."
Andrea akan membalas perkataan Iko, Exel sudah lebih dulu menahannya.
"Udah-udah sayang. Lu Ko, diem jangan mulai godain anak orang lagi, liat tuh Dira mukanya jadi merah gitu." Membuat semua orang yang duduk di meja otomatis menoleh semua ke Dira.
"Enak aja, muka gue merah gara-gara gerah ya di kantin ini", sanggah Dira, padahal memang dirinya malu setiap di goda oleh Iko.
Begitulah obrolan-obrolan mereka saat dikantin, akan saling menggoda dan bercanda sambil menghabiskan makan siang mereka sampai bel istirahat pun usai.
__ADS_1